Aw! Kaki Petugas Darat Bandara Gatwick Terlindas Maskapai Rossiya Airlines

Bagi para pengemudi sepeda motor, mungkin sebagian dari Anda pernah merasakan sakitnya terlindas oleh kendaraan lain, entah itu sesama sepeda motor atau bahkan kendaraan roda empat sekalipun. Rasa nyeri pasca terlindas mungkin enggan pergi hingga waktu yang tidak tentu. Namun apa jadinya jika yang melindas kaki Anda bukanlah sebuah motor atau mobil, melainkan sebuah pesawat terbang? Dapatkah Anda membayangkan bagaimana rasanya? Baca Juga: Terjadi Kecelakaan, 20 Lebih Penerbangan di Bandara Heathrow London Tertunda Ya, sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (28/3/2018), seorang petugas darat Bandara Internasional Gatwick menjadi pusat perhatian dunia setelah kakinya tidak sengaja terlindas oleh maskapai Rossiya Airlines. Entah apa yang melatarbelakangi si petugas darat ini ‘bermain’ di dekat ban pesawat hingga akhirnya harus mengikhlaskan kakinya terlindas ban pesawat yang beratnya mencapai ratusan hingga ribuan kilogram. Salah seorang penumpang maskapai tersebut, Flora Lu, mengklaim bahwa dirinya dan penumpang lain yang berada di dalam kabin pesawat tersebut mendapatkan informasi bahwa penerbangan akan mengalami keterlambatan pemberangkatan dikarenakan ada seorang petugas yang terlindas pesawat. “Kami benar-benar tidak mengetahui apa yang terjadi,” tulisnya di jejaring sosial Twitter. “Awak kabin menginformasikan bahwa pesawat tersebut telah menabrak seorang petugas darat ketika pesawat sedang taxi menuju landas pacu. Mereka pun mengatakan bahwa korban masih terperangkap di bawah kemudi pesawat. Kami masih menunggu kabar selanjutnya,” imbuhnya. Benar saja, sejurus sesaat, Flora melihat beberapa ambulans dan rombongan mobil pemadam kebakaran yang berhamburan mendekati badan pesawat. Flora dan ratusan penumpang lainnya yang berada dalam penerbangan tersebut terpaksa menunggu proses evakuasi selesai sekitar dua jam lamanya, dan baru bisa melanjutkan penerbangannya. Baca Juga: Banyak Kecelakaan Tapi Bandara Ini Mendapat Award Bergengsi Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak Rossiya Airlines pun memfasilitasi para penumpangnya penginapan di London selama satu malam sebelum mereka melanjutkan penerbangan pada keesokan harinya. Tidak diketahui bagaimana kondisi terakhir dari petugas darat nahas ini, namun dirinya langsung dilarikan ke rumah sakit sesaat setelah terbebas dari lindasan ban pesawat. “Kami dapat mengkonfirmasi bahwa insiden ini terjadi di lapangan terbang pada pukul 17:10 (waktu setempat) dimana seorang petugas darat dinyatakan terluka dan layanan darurat diminta untuk hadir.” terang salah satu petugas Bandara Internasional Gatwick singkat.

Dapat Tindakan Diskriminasi, Penumpang AS Keturunan India Laporkan Aeroflot

Maskapai plat merah Rusia, Aeroflot, diwartakan telah memberikan perlakuan tidak menyenangkan kepada sejumlah pelancong muslim saat akan naik ke pesawat miliknya. Hal ini lantaran warna kulit mereka, sehingga tidak diperbolehkan naik dalam pesawat Aeroflot tujuan Amerika. Baca juga: Aeroflot Terkena Turbulensi Langit Cerah, 27 Penumpang luka Serius Masalah ini baru diketahui melalui surat komplain yang ditujukan pada badan transportasi udara di Washington DC beberapa hari yang lalu. Protes tersebut dilayangkan oleh sejumlah warga negara Amerika keturunan India Muslim. KabarPenumpang.com merangkum dari laman independent.co.uk (27/3/2018), diketahui peristiwa tersebut terjadi pada 7 Januari 2018 kemarin dimana para pelancong tersebut terdampar selama transit di Moskow karena salju tebal di New York yang membuat mereka tidak bisa terbang langsung menuju bandara JFK. Diduga Aeroflot mengatakan kepada para pelancong tersebut bahwa mereka harus kembali ke Delhi bukan New York dikarenakan warna kulit mereka. Salah seorang staf Aeroflot bahkan mengatakan pada para pelancong Amerika yang merupakan keturunan India akan mendeportasi mereka jika menolak naik ke dalam pesawat. Padahal lima orang dari pelancong ketururan India tersebut dengan jelas memberikan paspor Amerika yang mereka miliki. Saat itu, Aeroflot mengatakan kepada lima penumpang tersebut dimana tidak ada kursi yang tersedia untuk penerbangan alternatif mereka dari Moskow menuju Amerika Serikat. Tetapi ada dugaan dimana maskapai tersebut menawarkan kepada penumpang kulit putih untuk penerbangan alternatif. Sebenarnya para penumpang Amerika Serikat keturunan India tersebut menolak untuk transit, sebab dalam hukum Rusia, penumpang transit tak bisa meninggalkan Bandara Sheremetyevo atau tetap di negara tersebut selama 24 jam. Karena masalah ini, penumpang tersebut kemudian menelpon kedutaan Amerika Serikat yang ada di Moskow, namun pihak Aeroflot tetap menolak untuk berbicara dan kembali menegaskan mereka akan di deportasi jika tidak ingin kembali ke India. Kelima penumpang tersebut ialah Marc Fernandes yang terbang bersama pasangannya Shahana Islam dan adik-adik Shahana yaitu Sabiha Islam, Bakiul Islam, dan Anshul Agrawal. Namun, akhirnya mereka kembali melakukan perjalanan ke India bersama dengan 20 penumpang lainnya. Setibanya di Delhi, mereka juga harus menunggu seminggu dikarenakan penerbangan Aeroflot ke New York tidak ada. Empat dari mereka kemudian menggunakan Qatar Airways untuk kembali ke Washington DC dengan menghabiskan cukup banyak uang. Sedangkan Anshul Agrawal terbang menuju Miami menggunakan Aeroflot setelah enam hari kemudian. “Saya kehilangan waktu kerja satu minggu dan pasti tidak akan diizinkan untuk liburan tahun ini. Saya menghadapi tekanan mental yang luar biasa. Saya telah terbang selama lebih dari 17 tahun dan tidak pernah dilecehkan atau diperlakukan seperti ini,” tulis Agrawal di akun Facebook-nya. Pengacara di Muslim Advocates, Juvaria Khan mengatakan, perilaku Aeroflot menggemparkan dan melampaui hal yang tidak seharusnya. Keluhan yang diajukan ke Departemen Transportasi Amerika Serikat harus dilakukan penyelidikan penuh dan menyeluruh serta meminta pertanggungjawaban Aeroflot atas tindakan diskriminatif yang mereka lakukan. Karena masalah ini, Aeroflot dikenakan denda oleh otoritas Amerika Serikat karena melanggar aturan perlindungan penumpang Amerika Serikat. “Keluhan ini adalah untuk memastikan bahwa pesan yang jelas dan tegas dikirim ke seluruh dunia ke maskapai manapun yang memilih bekerjasama dengan Amerika Serikat. Dimana tidak akan diterima dan di toleransi jika warga Amerika Serikat mendapat perilaku buruk karena ras, agama, etnis ataupun orientasi seksual mereka,” ujar Waleed Nassar partenr Lewis Baach. Baca juga: Diskriminasi Penumpang Israel, El Al Tolak Turunkan Dana Kompensasi Karena adanya masalah ini Aeroflot mengatakan, pihaknya jelas gagal memenuhi standar pelayanan tinggi dalam insiden tersebut. Ini terjadi lebih dari dua bulan lalu dan pihak Aeroflot telah menghubungi para penumpang dan menawarkan permintaan maaf. “Penyelidikan internal kami yang menyeluruh menetapkan bahwa ini bukan kasus diskriminasi berdasarkan penampilan, dan kami tidak menerima karakterisasi ini dalam keluhan,” kata pihak Aeroflot.

Tap Ponsel Pintar, Satu Detik Masuk Stasiun Tanpa Antri Tiket

Ponsel pintar yang dimiliki masyarakat saat ini tak hanya bisa digunakan untuk berbisnis, bermain, membeli tiket hingga memesan kamar hotel. Tetapi dengan ponsel pintar tersebut kini Anda yang merupakan seorang penumpang, khususnya masyarakat Cina bisa membayar tiket kereta bawah tanah. Baca juga: Inilah 10 Stasiun Bawah Tanah Terpadat di Dunia KabarPenumpang.com melansir dari laman ecns.cn (27/3/2018), bahwa dengan ponsel pintar penumpang, mereka hanya memindai kode QR untuk membayar tiket kereta bawah tanah di Beijing. Layanan ini akan berlaku di semua jalur kereta bawah tanah Beijing sebelum bulan Juni 2018 mendatang. Untungnya, layanan ini tak memerlukan ponsel dengan penambahan fungsi Near Field Communication atau NFC. Kode QR ini bisa digunakan oleh semua ponsel pintar dengan aplikasi Yitongxing. Dengan layanan ini, penumpang bisa menkmati keuntungan seperti diskon 20 persen setelah menghabiskan 100 yuan atau sekitar Rp219 ribu selama satu bulan. Tak hanya itu diskon sebesar 50 persen juga bisa didapatkan penumpang ketika menghabiskan 150 yuan atau sekitar Rp328 ribu. Akhir tahun lalu, diketahui pengguna aplikasi Yitongxing sebanyak 1,8 juta orang terdaftar membeli tiket kereta bawah tanah secara online di 19 jalur kereta Beijing. Kemudian selain itu, lebih dari 80 ribu tiket kereta bawah tanah telah terjual secara online setiap harinya. Sebenarnya, pembayaran dengan sistem kode QR tersebut pertama kali digunakan di jalur menuju bandara sejak September 2017 kemarin. Hingga kini diketahui sudah sekitar 800 penumpang menggesekkan atau menempelkan ponselnya di gate stasiun kereta bawah tanah Beijing. Baca juga: Cina Adaptasi Sistem Pembayaran Tiket Kereta Bawah Via Smartphone Android Ketika penumpang menempelkan ponsel mereka di gerbang masuk karena menggunakan kode QR, maka hanya memerlukan waktu satu detik untuk masuk ke peron. Hal ini membuat penumpang tidak mengantri mengular dan membuat kepadatan hanya untuk membeli tiket apalagi di jam sibuk. Data yang didapat, sebanyak 15 persen dari sepuluh juta penumpang kereta bawah tanah Beijing membeli tiket untuk satu arah. Pada hari kerja ada 11 juta penumpang yang menggunakan kereta bawah tersebut.

Pusing dan Mual Selama Perjalanan? Ini Dia Tips Ampuh Atasi Mabuk Darat

Salah satu hal yang paling menyebalkan ketika tengah melakukan perjalanan jarak jauh dengan menggunakan moda darat adalah mabuk selama perjalanan atau yang kerap kali disebut mabuk darat. Pusing, mual, hingga rasa ingin muntah menjadi gejala dasar Anda terkena mabuk darat. Meskipun jarang terjadi terhadap pengemudi, tapi bukan tidak mungkin pengemudi terserang mabuk darat. Baca Juga: Duduk di Kursi Belakang Bus Lebih Cepat Mabuk, Ini Dia Penyebabnya! Nah, agar Anda bisa berkendara dengan aman dan selamat, berikut KabarPenumpang.com paparkan beberapa tips yang dapat mencegah Anda dari serangan mabuk darat, dikutip dari laman wikihow.com. Sirkulasi Udara Jika Anda mulai merasakan mual selama perjalanan, pastikan sirkulasi udara di kendaraan Anda berjalan dengan baik. Buka kaca agar udara yang terus berputar di dalam kendaraan bisa tergantikan dengan udara segar dari luar. Dengan membuka kaca, aroma kurang sedap yang berputar di dalam mobil pun bisa keluar. Pindah Tempat Duduk Penumpang yang duduk di bangku belakang merupakan penumpang yang paling rawan terserang mabuk darat. Maka dari itu, jika Anda mulai merasakan gejala mabuk darat, usahakan untuk pindah ke bangku yang paling depan (samping pengemudi) karena dokter percaya bahwa mabuk perjalanan disebabkan oleh otak yang bingung menafsirkan antara apa yang ditangkap oleh mata dan gerakan yang dirasakan oleh tubuh. Ketika penumpang pindah ke bangku paling depan, maka apa yang ditangkap oleh mata dan gerakan yang dirasakan oleh tubuh akan sinkron. Menepi dan Beristirahat Ini merupakan langkah lanjutan dari mengatur sirkulasi udara. Dengan menepi dan beristirahat, otot-otot tubuh yang semula tegang bisa kembali rileks dan gejala mabuk darat bisa diminimalisir. Jika sudah tidak kuat, Anda juga dapat memuntahkan isi perut Anda ketika tengah beristirahat. Usahakan Untuk Tidak Dehidrasi Dehidrasi bisa memperparah gejala mabuk darat. Pastikan Anda minum banyak air sebelum dan selama perjalanan untuk menghindari mabuk darat. Baca Juga: Memahami Penyebab Mabuk Laut dan Cara Mengatasinya Konsumsi Makanan yang Memiliki Rasa Kuat Sebut saja permen mint hingga jahe dapat membantu Anda untuk menghilangkan rasa mual dan gejala lain dari mabuk darat. Makanan dengan rasa yang kuat dipercaya mampu mengatasi gejala mabuk darat. Mengkonsumsi Obat Anti Mabuk Walaupun disarankan untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan jenis ini, namun dengan meminum obat anti mabuk dapat meminimalisir gejala mabuk perjalanan.

Jalur Kereta Lampung-Palembang, Sinergikan Lintasan Penumpang dan Batubara

Meski tak seriuh jalur kereta di Pulau Jawa, jalur kereta di Pulau Sumatera, khususnya jalur kereta Lampung menuju Palembang masih menunjukan denyut pelayanannya di tangan PT KAI, sebagai buktinya adalah tersedianya layanan KA Sriwijaya dan KA Rajabasa. Menengok dari sejarahnya, jalur kereta Lampung menuju Palembang bermula dengan tujuan mengangkut batubara sebelum mengangkut penumpang. Baca juga: Stasiun Palmerah, Dulu Bernama Paal Merah yang Berarti Patok Merah Stasiun kereta api di Lampung hingga Palembang ini masuk dalam Divisi Regional III Palembang, dulunya Divre III Lampung-Palembang. Jalur kereta ini menghubungkan stasiun Prabumulih di Bandar Lampung dan Kertapati di Palembang. Namun kini, kereta yang melalui jalur ini juga mengangkut penumpang tujuan Kertapati-Lubuklinggau dan Kertapati-Tanjungkarang. Jalur Lampung-Palembang ini sendiri diresmikan pada tanggal 1 November 1915 oleh Staatsspoorwegen op Zuid-Sumatra (ZSS). KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, mendapatkan bahwa setelah resmi, jalur ini kemudian pembangunannya diarahkan ke kota Palembang dan dibagi menjadi dua wilayah kerja yakni Lampung dan Palembang. Pada 22 Februari 1927, kedua kota ini kemudian akhirnya terhubung dengan ditandainya peresmian segmen ke arah Blambangan Umpu oleh kepala Jawatan Staatsspoorwegen (SS). Diketahui, ZSS berhasil membangun jalur kereta api rute Lampung-Palembang sejauh 529 km dengan menggunakan lebar rel 1.067 mm. Kesuksesan ini kemudian menginspirasi SS menyusun masterplan untuk menghubungkan seluruh Sumatera dengan kereta api. Sayangnya hal ini tak jadi dilakukan karena pada akhir tahun 1920-an, SS bangkrut akibat resesi setelah Perang Dunia I. Tak hanya mengenai sejarahnya, pada jalur ini ada cerita dimana kereta Lampung-Palembang, yakni kereta pengangkut batubara bertabrakan dengan kereta Limex Sriwijaya di kilometer 18 kelurahan Labuhanratu, Kedaton, Bandar Lampung. Kecelakaan tersebut terjadi pada 16 Agustus 2008 lalu dan menewaskan setidaknya delapan orang. Hingga kini, jalur Lampung-Palembang masih dimanfaatkan juga untuk transportasi batubara dan kereta barang. Kereta batubara rangkaian panjang, populer disebut dengan istilah Babaranjang. Baca juga: Stasiun Cibatu, Nuansa Vintage Yang Tak Lekang Ditelan Zaman Pembuatan jalur kereta Lampung-Palembang ini hanya sampai di Kertapati dikarenakan berada tepat di pertemuan Sungai Ogan dan Sungai Musi. Sehingga ada kemungkinan Belanda sulit membuat jembatan melintasi Sungai Musi dari Kertapati menuju Palembang Kota. Stasiun Kertapati sendiri merupakan stasiun kelas besar yang terletak di Kemas Rindo, Kertapati, Palembang. Berada di ketinggian +2 meter di atas permukaan laut dan merupakan salah satu dari dua stasiun di ujung Sumatera Selatan.

Lima Wanita Tangguh Jadi Masinis MRT Jakarta

Berbicara soal masinis, di Indonesia pekerjaan ini dikuasai hampir 100 persen oleh pria. Entah mengapa pekerjaan ini sepi dengan sosok wanita, padahal di luar negeri seperti India dan Jepang, seorang wanita yang menjadi masinis bukanlah hal baru lagi. Baca juga: Progres MRT Jakarta Tak Terlalu Signifikan, Rolling Stock Terlambat Tiba Karena Kendala Cuaca Bahkan beberapa diantaranya sudah menjadi pejabat di sistem perkeretaapian masing-masing meski memulai karir menjadi seorang masinis. Tahun 2014 lalu, kereta commuter (KRL) yang dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sempat memiliki sembilan orang masinis wanita. Tetapi kini tak lagi ada kabar terkait dengan masinis wanita di KRL. Ternyata, PT MRT Jakarta juga menghadirkan masinis wanita untuk menjalankan kereta mereka pada Maret 2019 mendatang. Diketahui ada lima orang masinis wanita dari 50 orang calon masinis yang ada saat ini. Dua diantaranya sudah lulus dari proses pelatihan dan pembelajaran di MRT Malaysia. Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Agung Wicaksono mengatakan, masinis yang ada di MRT akan berbeda dengan yang ada di KRL maupun kereta api jarak jauh. Sebab, mereka hanya akan mengoperasikan buka tutup pintu, tetapi tidak memungkinkan untuk menjalankan kereta secara manual jika terjadi kendala pada sistem operasional dari pusat. “Mereka ada lima orang, kita latih karena pekerjaan ini memerlukan banyak kecermatan. Dimana mereka juga harus bisa mengemudikan kereta ketika kondisi darurat,” ujar Agung saat ditemui KabarPenumpang.com di Metro Coffee, Rabu (28/3/2018). Agung mengatakan, pemilihan masinis perempuan ini tidak ada pertimbangan khusus. Hal ini seperti dikatakan Direktur utama MRT Jakarta William Sabandar dimana mencari masinis wanita tak mudah karena lebih sulit dibandingkan pria. “Kita waktu lihat gimana waktu mencari masinis ini memang dunia lelaki. Sulit sekali mencari tenaga wanita. Kita coba mendorong ini bukan dunia yang hanya laki-laki, wanita juga bisa lakukan ini. Dibuktikan dengan adanya masinis wanita,” jelasnya. Baca juga: PT MRT Jakarta Tambahkan Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis ke Jajaran Direksi Agung juga menambahkan, untuk masinis wanita ini mereka didapat dari API (Akademik Perkeretaapian Indonesia) dn juga dari STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat). Mereka menjadi masinis setelah melalui tahapan tes dari pihak MRT Jakarta. “Kami melakukan tes sebelum menjadi masinis, nah mereka berlima itu kita dapatkan dari rangkaian tes tersebut. Mereka juga rata-rata lulusan D3 perkeretaapian,” kata Agung.

Dramatis! Maskapai ini Buang 30 Ton Bahan Bakar Demi Selamatkan Nyawa Penumpang

Ada banyak faktor yang dapat mengganggu kelancaran penerbangan Anda, mulai dari gangguan cuaca buruk, penumpang yang menyebalkan, hingga pesawat yang terpaksa melakukan pendaratan darurat. Hal ini pula yang menimpa penumpang China Eastern Airlines dengan nomor penerbangan MU587 pada Jumat (23/3/2018) kemarin. Penerbangan menuju New York tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat pasca salah satu penumpangnya memerlukan pengangan medis. Baca Juga: Lakukan Pendaratan Darurat, Penumpang Southwest Airlines Dibuat Bingung dengan Sosok Misterius di Sayap Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, salah seorang penumpang berjenis kelamin wanita dalam penerbangan tersebut secara tiba-tiba mengalami gangguan pernapasan yang mengakibatkan dirinya sesak. Awak kabin yang menyadari hal itu langsung berusaha untuk memberikan pertolongan pertama dengan memindahkannya ke kelas bisnis dan memasangkan alat bantu pernapasan. Namun pertolongan tersebut tidak membantu terlalu banyak dan wanita yang disinyalir berusia 60 tahun ini tetap berada dalam kondisi sulit bernapas. Sadar bahwa salah seorang penumpangnya butuh penanganan medis yang lebih, Capt. Gu Jian selaku pilot yang kala itu tengah bertugas memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat agar nyawa wanita yang tengah melakukan perjalanan dengan putrinya ini bisa selamat. Sayangnya, bahan bakar dalam armada yang melakukan perjalanan dari Shanghai tersebut masih terlalu penuh untuk melakukan pendaratan darurat. Sebagai pemegang keseluruhan kendali dalam penerbangan ini, maka Capt. Gu Jian mengambil keputusan untuk membuang sebagian bahan bakar sehingga pesawat menjadi cukup ringan untuk melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Ted Stevens Anchorage di Alaska. “Berat keseluruhan pesawat itu adalah 282 ton, jauh di atas berat pendaratan maksimum,” ungkap Capt. Gu Jian. “Ketika penumpang yang sakit membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, dengan alasan keamanan, pesawat harus turun (melakukan pendaratan darurat) dan membuang bahan bakar pada saat yang bersamaan,” imbuhnya. Adapun bahan bakar yang kala itu disemprotkan ke arah laut adalah sebesar 30 ton. Baca Juga: Akibat Bau Kentut, Pesawat Transavia Lakukan Pendaratan Darurat di Wina Ketika sudah memenuhi kriteria untuk melakukan pendaratan darurat, maskapai China Eastern Airlines pun tidak membuang waktu dan setibanya di darat, wanita ini pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penangan lebih lanjut. Setelah kondisi dinilai kondusif , pesawat tersebut kembali melanjutkan penerbangannya setelah kurang lebih tertunda selama enam jam. Setelah mendapatkan perawatan medis selama kurang lebih satu hari, penumpang wanita tersebut lalu melanjutkan perjalanan menuju New York bersama putrinya keesokan harinya.

Buat Pemburu Diskon Tiket Penerbangan, Garuda Indonesia Kembali Gelar GATF 2018 Phase I di Jakarta

Ada kabar baik bagi para pemburu tiket penerbangan dengan diskon khusus, pasalnya di awal April yang sebentar lagi akan dijelang, Garuda Indonesia bersama Bank Mandiri untuk kesekian kalinya bakal menggelar “Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2018” phase I yang dijadwalkan pada 6-9 April 2018 di Jakarta Convention Center (JCC). Baca juga: Garuda Indonesia Rilis Program “Surprise Deal” Lewat Platform Website dan Mobile Apps Hajatan yang banyak diburu para traveler ini sudah menjadi agenda tahunan, sejak dimulai pada 2008 antusias pengguna terus meningkat. Dalam GATF 2018, seluruh rute penerbangan Garuda Indonesia, baik domestik dan internasional dijual tanpa terkecuali. Tidak itu saja, Garuda Indonesia juga menawarkan rute yang belum dijalani sendiri, artinya di GATF 2018 calon pengguna jasa dapat memilih rute penerbangan dari maskapai mitra Garuda Indonesia di dalam Skytrax. “Kami akan mensingergikan 19 maskapai anggota Skytrax dalam pilihan penerbangan bersama Garuda Indonesia. Jadi kami tetap dapat memenuhi kebutuhan para pengguna jasa yang ingin terbang ke Amerika Serikat atau Rusia sekalipun, tidak ada masalah meski Garuda Indonesia belum mempunyai rute ke tujuan tersebut,” ujar Nina Sulistyowati, Director of Marketing & IT PT Garuda Indonesia dalam acara jumpa pers GATF 2018 di Hard Rock Cafe Jakarta (29/3/2018). Nina menuturkan bahwa dari penyelenggaran event sebelumnya, hampir 70 persen tiket yang terjual adalah untuk tujuan internasional. Ini menyiratkan gairah berwisata dan mengenal daerah baru begitu tinggi di kalangan masyarakat Indonesia. Sementara dari pihak Bank Mandiri, beragam promosi, berupa benefit yang menarik dikemas bagi pemegang kartu Mandiri Debet, Mandiri Kartu Kredit, bahkan sampai eMoney untuk transaksi kecil. Herry Gunardi, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri menyebutkan pengguna kartu kredit berhak mendapatkan penawaran cicilan 0% hingga 12 bulan, diskon 50% dengan fiestapoin, dan cashback hingga Rp2 juta pada transaksi di atas Rp10 juta, sampai jutaan GarudaMiles. Dalam ajang kali ini, turut dilibatkan 40 mitra travel agent wisata dan umroh. Peran agen perjalanan ini yang nantinya akan memberikan promosi terintegrasi dengan paket wisata. GATF 2018 akan dibuka mulai pukul 10.00 dan ditutup pukul 21.00. Di setiap hari penyelenggaran pihak Garuda Indonesia akan menggelar happy hour, berupa diskon sampai 80 persen pada periode pukul 10.00 – 13.00 dan pukul 16.00-18.00 WIB. “Dalam GATF 2018 yang berlangsung di 29 kota besar, secara nasional kami menargetkan total penjualan sebesar Rp531 miliar selama 3 hari pelaksanaan GATF 2018 phase I di masing-masing kota. Sementara khusus di Jakarta, target kami dapat menjual Rp285 miliar dengan mendatangkan 80 ribu pengunjung. Sebagai perbandingan, pada GATF 2017 phase II pada September 2017 di Jakarta, total penjualan mencapai Rp213,375 miliar dengan 60 ribu pengunjung,” tambah Nina. Baca juga: Singapore AirShow 2018 – Garuda Indonesia Gandeng Thales Hadirkan In Flight Entertainment Untuk masuk ke GATF 2018 pengunjung akan dipungut tarif Rp30 ribu per orang. Namun bagi nasabah Bank Mandiri yang membawa kartu kredit atau debet, tentu dapat masuk secara gratis.

Tindaklanjuti Masalah Malfungsi Roda Kereta, Indian Railways Siap Pasang Sensor Canggih!

Walaupun terkenal sebagai moda yang memiliki ketepatan tinggi pada estimasi waktu perjalanannya, namun bukan tidak mungkin kereta api mengalami keterlambatan ketika menempuh perjalanan. Sebut saja kerusakan pada rel hingga malfungsi roda kereta menjadi ancaman yang siap menghambat kereta tiba di stasiun tujuan tepat pada waktunya. Baca Juga: Perkeretaapian India Siap Tinjau Kebijakan ‘Pay and Use’ Pada Toilet Stasiun Maka dari itu, untuk meminimalisir kemungkinan tersebut, otoritas perkeretaapian India, The Indian Railways baru-baru ini mengutarakan bahwa pihaknya berrencana untuk memasang sensor yang akan mendeteksi kegagalan pada roda armadanya. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman indianexpress.com (25/3/2018), sensor ini akan menganalisa suara roda setelah mereka melintas trek. Dari suara yang berhasil ditangkap, sensor akan mendeteksi tingkat kerusakan yang terjadi pada roda tersebut. Otoritas perkeretaapian India tersebut berhasil mencatat, setidaknya ada tujuh kasus kegagalan roda pada kereta penumpang setiap bulannya. The Indian Railways berharap, dengan dipasangkan sensor bernama Online Monitoring of Rolling Stock (OMRS) ini, mereka dapat menekan angka kegagalan kereta penumpang. Rencananya, sensor OMRS ini akan dipasang pada rute Mumbai – Surat di Western Railway (CR), Mumbai – Roha, dan Mumbai – Pune di Central Railway. “Ini merupakan teknologi dari Eropa yang saat ini banyak digunakan untuk mendeteksi kegagalan roda kereta penumpang di banyak negara,” ungkap salah seorang pejabat senior The Indian Railways. “Penggunaan teknologi sensor ini akan membantu dalam segi pemeliharaan kereta api, juga sebagai tindakan preventif sebelum terjadi sebuah kecelakaan,” tandasnya. Sebelum mengaplikasikan teknologi sensor OMRS di keseluruhan rute, pihak The Indian Railways akan melakukan uji coba terlebih dahulu di rute New Delhi – Panipat yang dioperatori oleh Northern Railway, dimana hasil dari uji coba tersebut akan diumumkan dalam jangka waktu dua bulan ke depan. Baca Juga: Tinggalkan Makanan Beku, Kereta di India Tawarkan Menu Siap Saji dari Resto Ternama “Kami telah mendatangkan sejumlah perangkat yang kini tengah diuji coba oleh Northern Railway. Uji coba ini sendiri terbagi dalam beberapa tahap, dan tahap 1 dari uji coba ini mencakup 25 rute lintasan,” papar pejabat tersebut. “Sedangkan untuk tahap 2 nanti, akan melibatkan lebih banyak rute, diperkirakan mencapai 40 rute,” imbuhnya. Biaya pengadaan teknologi sensor ini sendiri menelan biaya sekitar Rs113 crore atau yang kurang lebih setara dengan Rp239 miliar.

Aira, Aplikasi Pembantu Penyandang Tuna Netra di Bandara

Bandara, menjadi salah satu tempat dimana keluar masuknya pelancong dengan menggunakan pesawat baik untuk berlibur atau hanya sekedar urusan bisnis. Namun, banyak sekali tanda dan arah yang terkadang membuat pengunjung maupun penumpang bingung dengan hal tersebut. Baca juga: TripIt, Aplikasi Pemantau Panjang Antrean di Konter Keamanan Bandara Hal ini saja sudah membuat bingung penumpang dengan penglihatan normal, bagaimana dengan pengunjung dan penumpang yang memiliki kekurangan dan keterbatasan penglihatan seperti para tuna netra? KabarPenumpang.com melansir dari laman king5.com (26/3/2018), bahwa kini ada aplikasi yang bisa membantu penyandang tuna netra buatan Aira. Aplikasi ini mampu membantu mengarahkan penyandang tuna netra ke arah atau tujuan mereka di dalam bandara tersebut. Aplikasi ini untuk pertama kalinya digunakan di Bandara Internasional Seattle-Tacoma atau yang biasa di sebut Sea-Tac, Amerika Serikat. Para penumpang penyandang tuna netra ini, dapat menggunakan aplikasi dari smartphone mereka yang terhubung dengan agent yang bisa membantu melalui streaming audio dan video. Agent memberikan peta bandara dan lokasi tempat orang-orang berkumpul di bandara. Kemudian kamera ponsel yang terhubung dengan kacamata khusus di arahkan kedepan sehingga gambar dari situasi bisa diberitahukan kepada penyandang tuna netra secara real time yang sedang terjadi saat itu. Agent akan mengarahkan pengguna untuk berbelok ke kiri maupun ke kanan atau menggerakkan kamera untuk mendapakan pandangan yang lebih baik. Aplikasi buatan Aira ini bukanlah gratis, melainkan membebankan biaya bulanan ke pengguna. Ternyata, tak hanya Aira, American Printing House juga memiliki aplikasi Blind’s yakni Nearby Explorer. Aplikasi ini adalah layanan pencarian jalan seluler dengan GPS yang dikembangkan khusus untuk pengguna dengan gangguan penglihatan atau penyandang tuna netra. Aplikasi ini bisa digunakan di sekitaran Bandara Internasional Louisville. Aplikasi tersebut terkonektivitas dengan Bluetooth, data OpenStreetMap dan lebih dari 140 tanda di dalam terminal untuk memberikan panduan audio terperinci yang disampaikan melalui smartphone pengguna. Baca juga: Di Bandara Schiphol, Calon Penumpang Bisa Pesan Makanan Online Yang Diantar via Kurir Dengan Nearby Exlorer ini, pengguna bisa lebih interaktif melangkah baik itu ke konter check in, gate, toko maupun restoran di sepanjang bandara. Adanya aplikasi tersebut, memudahkan pelancong agar tidak harus selalu bergantung kepada penumpang lain ataupun petugas di bandara yang tidak selalu mudah ditemukan. Nearby Explorer sekarang baru tersedia di perangkat iOS dan untuk Android akan menyusul. Untuk mendapatkannya bisa di unduh dari App Store dengan harga US$79,99 atau sekitar Rp1,1 juta.