Mulai 10 Februari 2018, Damri JA Connexion Buka Rute Kemang Pratama Ke Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma

Setelah meluncurkan trayek baru jurusan Depok – Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) dan Depok – Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) pada 26 Januari 2018 kemarin, kali ini Perum Damri melanjutkan misinya untuk menambah rute baru menuju dua bandara yang ada di Ibu Kota ini. Baca Juga: Mulai 26 Januari 2018, Damri JA Connection Buka Rute Depok ke Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma Diketahui, layanan pemadu moda yang bernama Jabodetabek Airport Connection (JA Connexion) ini sudah memiliki beberapa rute sebelumnya, seperti Stasiun Gambir – Bandara Soetta, hingga sejumlah hotel dan mall pun dijadikan titik penjemputan para penumpang dari dan menuju bandara. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com, JA Connexion akan membuka rute baru dari Kemang Pratama (Bekasi) menuju Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma pada 10 Februari 2018. Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, layanan baru ini akan melakukan pemberangkatan setiap satu jam sekali. Tidak lain dan tidak bukan, layanan ini dimaksudkan untuk lebih memudahkan penumpang yang hendak bertolak menuju bandara. Untuk tujuan Bandara Soetta, JA Connextion akan menempuh rute Kemang Pratama – Jl. Raya Narogong – Jl. Siliwangi – Jl. Achmad Yani – Tol Bekasi Barat – Tol Dalkot – Tol Jor – Tol Cengkareng – Bandara Internasional Soekarno Hatta. Nah, ada sedikit perbedaan dengan beberapa rute yang sebelumnya sudah ada. Untuk rute Kemang Pratama – Bandara Soetta, Damri memberlakukan dua golongan harga, Rp60.000 untuk bus Royal Class dan Rp45.000 untuk kelas eksekutif. Baca Juga: Bus Bandara Kini Lewati Jalur Mall dan Hotel Jabodetabek Sedangkan untuk tujuan Bandara Halim, JA Connexion akan menempuh rute Kemang Pratama – Jl. Raya Narogong – Jl. Siliwangi – Jl. Achmad Yani – Tol Bekasi Barat – Cawang – Bandara Halim Perdanakusuma. Berbeda dengan tujuan ke Bandara Soetta, Damri akan memberlakukan tarif flat untuk ke Bandara Halim, yaitu Rp30.000. Menyinggung soal waktu keberangkatan, layanan paling pagi untuk tujuan Kemang Pratama – Bandara adalah pukul 04.00 WIB dan yang terakhir adalah pukul 20.00 WIB. Sedangkan untuk rute sebaliknya, pemberangkatan paling pagi dimulai pada pukul 05.00 WIB dan layanan ini akan berakhir pada pukul 22.30 WIB.

Langgar Etika dan Kesopanan, Dua Warga Australia Ditolak Masuk Ke Indonesia

Dua orang penumpang yang menggunakan maskapai berbiaya rendah Jetstar dari Sydney menuju ke Denpasar, Bali ditolak masuk ke Indonesia. Tak hanya itu, keduanya juga dilarang melakukan perjalanan lainnya dengan semua penerbangan baik itu Jetstar maupun Qantas selama penyelidikan berlangsung. Baca juga: Gara-Gara Salah Administrasi, Perempuan Ini Tak Bisa Masuk Inggris Selama 10 Tahun KabarPenumpang.com melansir dari laman sbs.com.au (7/2/2018), diketahui bahwa dua penumpang yang berada dalam pesawat JQ37 Jetstar dari Sydney pada Senin (5/2/2018) malam bertindak agresif dan melemparkan perkataan yang melecehkan pada penumpang dan kru lainnya. Insiden ini direkam oleh penumpang lain dan di unggah pada media sosial, dimana seorang pria dan seorang wanita berteriak serta mendorong awak kabin selama penerbangan. Dalam video tersebut juga melibatkan banyak penumpang dan awak kabin lainnya. Wanita tersebut sebelum mendorong awak kabin sempat berteriak, “Anda tahu apa, teman, keluarga Anda? Saya mencoba untuk meminta maaf, Anda melemparkannya kembali ke wajah saya.” Selain itu dalam video juga terdengar suara seorang pria yang berteriak, “turunkan dariku, apa yang kamu lakukan? Tinggalkan dia sendiri. Jangan sentuh aku. Tinggalkan dia sendiri!” Penumpang lainnya yang mendengar dan menggambarkan insiden itu mengatakan kejadian tersebut adalah hal yang mengerikan. Atas insiden ini, kapten penerbangan menghubungi Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk meminta pihak kepolisian di Bali untuk bertemu dan mengamankan pasangan tersebut sesampainya di tujuan. Sayangnya, setelah tiba keduanya tidak bisa menikmati Bali karena ditolak untuk masuk ke Indonesia sebelum dikirim kembali ke Australia. Juru bicara Jetstar mengatakan, pasangan ini telah dilarang dari semua penerbangan baik dengan Jetstar maupun Qantas selama penyelidikan. Namun, larangan ini juga bisa diperpanjang seumur hidup. “Kami sudah pernah melakukan ini sebelumnya,” ujar juru bicara Jetstar. Tak hanya itu, kejadian penolakan di Bali terhadap warga Australia juga pernah terjadi pada WNA bernama Andrew Peter Stengouse pada 23 Juni 2017 lalu. Baca juga: Meski Visa Sudah Ditangan, Bukan Jaminan Bisa Masuk Ke Amerika Serikat, Lho! Lantaran identitas Andrew yang terdaftar sebagai pelaku kekerasan seks terhadap anak atau pedofil dan dikembalikan ke Australia. Saat itu Andrew diketahui menggunakan pesawat AirAsia QZ541 dari Darwin menuju Bali dan dikembalikan dengan penerbangan ke Perth pada hari yang sama.

14 Februari, PT KAI Targetkan Jalur Kereta Bogor-Sukabumi Kembali Beroperasi

Hampir sepekan jalur kereta Bogor-Sukabumi tak beroperasi akibat longsor yang terjadi di Kampung Maseng, desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Bogor pada Senin (5/2/2018). Longsor tersebut sepanjang 40 meter yang membuat pondasi amblas dan membuat rel menggantung sehingga pengoperasian kereta terhenti sementara. Baca juga: Jalur Kereta Cijeruk Longsor, Perjalanan Kereta Bogor-Sukabumi Berhenti Operasi Sementara Hal ini membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) bergerak cepat dengan melakukan perbaikan jalur kereta api tersebut agar bisa kembali beroperasi. Direktur PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, saat ini pihaknya tengah berupaya membangun jembatan darurat agar jalur kereta tersebut bisa kembali dilalui kereta api. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, target penyelesaian jembatan darurat tersebut selama enam hari kerja atau sampai 14 Februari mendatang. Adapun untuk pembuatan jembatan darurat ini, pihak KAI mengupayakan pemasangan tiang pancang dan pondasi. “Kita berupaya perbaikan atau pengerjaan ini bisa secepatnya selesai, sehingga jalur kereta dari Bogor menuju Sukabumi dan sebaliknya bisa segera kita aktifkan,” kata Edi. Dia menjelaskan, konstruksi jembatan darurat tersebut dibuat dengan ujung rel diberi tiang dan tengahnya diperkuat dengan penyangga agar aman saat kereta api melintas. “Jadi, seperti model jembatan yang diberikan perkuatan. Tentu saja ke bawah harus mencapai tanah keras untuk fondasi,” ujar Edi. Sedangkan untuk kerugian akibat longsor tersebut pihak KAI belum menghitungnya baik kerugian karena kereta tidak beroperasi maupun untuk biaya yang dikeluarkan perbaikan jalur tersebut. Edi mengaku pihaknya masih fokus dalam upaya perbaikan di lintasan rel tersebut agar bisa dilalui kembali. “Nanti kita hitung secara rinci karena secara prinsip kan rel itu masih ada. Jadi nanti kita lihat berapa yang harus keluar dari perbaikan ini,” ujar Edi. Baca juga: PT KAI Bentuk Tim Posko Pasca Longsor Jalur Kereta Bandara Soekarno-Hatta Dia berharap cuaca di lokasi longsor dapat bersahabat sehingga tidak menghambat pengerjaannya agar perbaikan cepat selesai. Selain itu pihak KAI juga sedang mengindikasi titik-titik rawan longsor di sepanjang jalur perlintasan rel yang dilewati kereta api Bogor-Sukabumi. “Seluruh Daerah Operasi (Daop) 1, 2, dan 6, akan disurvei titik-titik rawan. Ini juga untuk mengawali operasi Lebaran nanti,” kata dia.

Didukung Intel Capital, Joby Aviation Siap Ramaikan Industri Taksi Udara

Nampaknya dunia transportasi akan segera kedatangan ‘keluarga’ baru di ruang lingkup mereka dalam waktu dekat ini. Ya, taksi udara memang tengah dicanangkan oleh banyak perusahaan yang ingin terjun langsung mengentaskan masalah kemacetan yang semakin mengular belakangan ini. Sebut saja Uber, Boeing, Airbus, hingga NASA sekali pun sudah mulai berkecimpung untuk merencanakan kehadiran moda futuristik ini. Baca Juga: AirMap, Platform Pengatur Lalu Lintas Drone di Udara Selain sejumlah perusahaan raksasa yang telah disebutkan di atas, terselip satu nama baru yang mencuri perhatian publik. Adalah Joby Aviation yang juga tengah mencanangkan kehadiran dari taksi udara yang mengadaptasi sistem Vertical Take Off Landing (VTOL) ini. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (2/2/2018), Joby Aviation siap bersaing dengan para raksasa tersebut dengan bantuan dana yang digelontorkan investor ternama, Intel Capital. Intel Capital sendiri terdiri dari sejumlah investor strategis yang berbasis di Singapura, EDBI, JetBlue Technology Ventures, dan Toyota AI Ventures. Adapun besaran dana yang dikucurkan Intel kepada Joby Aviation adalah senilai US$100 juta atau yang berkisar antara Rp1,4 trilun. Dana ini ditujukan agar perusahaan yang bermarkas di Santa Cruz, Amerika Serikat ini mampu mengembangkan taksi udara yang mampu menampung empat penumpang dan diawaki oleh seorang pilot. Selain diharapkan mampu untuk mengatasi masalah lalu lintas darat yang belakangan ini semakin semerawut, pihak Joby Aviation mengatakan bahwa kehadiran taksi udara ini mampu mengurangi polusi udara. Adapun pesawat VTOL ini mampu melaju hingga jangkauan lebih dari 150 mil atau yang setara dengan 240 km. Pihak Joby Aviation mengaku bahwa penggunaan rotor khusus pada moda mereka membaut proses take off dan landing menjadi 100 kali lebih senyap ketimbang penerbangan konvensional. Baca Juga: Gandeng Uber, NASA Siap Dorong Proyek Taksi Udara Otonom di Tahun 2020 Hingga saati ini, Joby Aviation masih memfokuskan pengembangan moda futuristik Seri B ini pada tiga poin utama, yaitu melengkapinya dengan sistem keamanan tingkat tinggi, meminimalkan kebisingan, dan mengoptimalkan jangkauan dan kecepatan. Pada bulan September 2017 kemarin, Airbus dengan proyek CityAirbus-nya baru saja menguji Volocopter (moda udara otonom yang akan digunakan Airbus) pertamanya di Dubai. Selain itu, Uber yang juga memiliki agenda untuk menguji coba taksi udaranya pada tahun 2020 mendatang mendapat tawaran kerja sana dari pihak NASA guna melancarkan rencananya tersebut.

Garuda Pertahankan Predikat Bintang Lima Skytrax

Maskapai nasional Garuda Indonesia- kembali mempertahankan predikat sebagai “Maskapai bintang 5” dari Skytrax, lembaga pemeringkat penerbangan global independen yang berbasis di Inggris. Pencapaian predikat “Maskapai Bintang 5” tersebut diterima Garuda Indonesia sejak tahun 2014 lalu. Baca juga: Singapore AirShow 2018: Garuda Indonesia Gandeng Thales Hadirkan In Flight Entertainment Pencapaian tersebut ditandai dengan penyerahancertification renewal predikat “Maskapai Bintang 5” Skytrax yang diterima langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N Mansury dari CEO Skytrax, Edward Plaisted bertempat di ajang pameran kedirgantaraan terbesar di Asia, Singapore Airshow 2018 di Changi Exhibition Center, Kamis (8/2). Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi kerja keras dan komitmen manajemen dan seluruh karyawan Garuda Indonesia untuk selalu memberikan layanan yang terbaik kepada para pengguna jasa. “Adapun certification renewal bintang 5 yang Garuda Indonesia terima pada hari ini merupakan hasil audit layanan menyeluruh 5 Star Follow-up Audit yang dilaksanakan Skytrax sepanjang tahun 2016–2017. Capaian ini tentu saja memiliki arti penting bagi perusahaan, mengingat Skytrax Airline Rating System tersebut merupakan salah satu instrumen penting perusahaan dalam mengukur efektivitas peningkatan kualitas layanan yang terus kami lakukan secara berkelanjutan sekaligus menjadi strategic assetperusahaan dalam meningkatkan daya saing layanan Garuda Indonesia”. Jelas Pahala. “Pada kesempatan ini kami juga berterima kasih atas dukungan seluruh masyarakat Indonesia selama ini kepada Garuda Indonesia sehingga dapat maju dan berkembang seperti saat ini. Kami juga percaya bahwa pencapaian yang kami raih ini bukan semata mata sebuah pencapaian perusahaan melainkan juga merupakan capaian dan kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia”. Papar Pahala. Pahala juga menambahkan bahwa pencapaian Garuda Indonesia ini juga tidak hanya merepresentasikan pencapaian Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan kelas dunia, melainkan juga menjadi representasi kesuksesan konsep layanan Indonesia Hospitality kancah global, sekaligus memperkuat Nation Branding Indonesia di mata dunia. “Keramah-tamahan khas Indonesia serta konsep layanan Indonesian Hospitality telah menjadi competitive advantage bagi Garuda Indonesia dalam merebut hati pengguna jasa ditengah persaingan yang semakin ketat di pasar internasional. Sebagai salah satu perusahaan Indonesia yang telah go global, capaian predikat bintang lima tersebut juga semakin menegaskan kembali posisi Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai global yang terdepan dalam hal peningkatan pengalaman dan kenyamananpenerbangan berstandar bintang lima,” Jelas Pahala. Pahala mengatakan, ditengah tantangan kinerja operasional yang terus dimaksimalkan perusahaan, capaian Garuda Indonesia ini menjadi wujud nyata upaya perusahaan dalam mempertahankan kualitas layanan bintang 5 yang tentunya menjadi komitmen dan landasan utama kami dalam memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasa khususnya melalui konsep layanan “Garuda Indonesia Experience” yang mengedepankan keramahtamahan khas “Indonesian Hospitality. Proses sertifikasi maskapai bintang lima tersebut dilaksanakan melalui proses “5 Star Follow-up Audit” oleh Skytrax dengan poin-poin penilaian mendetil yang meliputi seluruh aspek pelayanan, dari pre-flight, in-flight dan post-flight, seperti kualitas pelayanan penumpang di bandara, kualitas ruang tunggu, kenyamanan kabin, sajian dalam pesawat (inflight meal), kualitas hiburan dalam pesawat (in-flight entertainment), hingga layanan oleh awak kabin. Pada kesempatan tersebut, CEO Skytrax, Edward Plaisted mengatakan bahwa keberhasilan Garuda Indonesia dalam mempertahankan predikat “Maskapai Bintang 5″ merupakan wujud kerja keras tim di Garuda Indonesia dalam mempertahankan kualitas pelayanan. “Pada situasi industri penerbangan yang semakin kompetitif, Garuda Indonesia mampu bertahan dalam persaingan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai dan standar pelayanan yang dijalankan. Konsistensi yang dihadirkan dalam produk dan layanan sebuah maskapai merupakan bagian terpenting dari penilaian maskapai bintang lima tersebut, dan armada-armada yang dioperasikan Garuda Indonesia saat ini menawarkan berbagai kelas layanan yang sesuai dengan standar layanan maskapai bintang lima,” tambah Edward. Dari total lebih dari 200 maskapai penerbangan di seluruh dunia, hingga saat ini hanya terdapat 10 Maskapai Bintang Lima (Five Star Airliner) yang diantaranya adalah Garuda Indonesia, SingaporeAirlines, Cathay Pacific, EVA Air, Qatar Airways, Etihad, Asiana Airline, All Nippon Airlines, Hainan Airlines dan Lufthansa. Atas komitmen manajemen dan karyawan Garuda Indonesia untuk terus memberikan hal yang terbaik, kinerja Garuda Indonesia secara bertahap terus diakui di tingkat internasional. Pada tahun 2013, SkyTrax menobatkan Garuda Indonesia sebagai “The World’s Best Economy Class”. Selain itu, selama empat tahun berturut-turut dari tahun 2014 hingga 2017 Garuda Indonesia berhasil mempertahankan predikat “The World’s Best Cabin Crew” dari SkyTrax. Garuda Indonesia pada tahun 2017 lalu juga berhasil mempertahankan prestasi sebagai “The World’s Top 10 Airline” SkyTrax dengan menduduki peringkat ke-10. Sementara itu, pada tahun 2017 lalu, Garuda Indonesia juga berhasil meraih predikat “Bintang 5” dari Airline Passenger Experience Association (APEX), sebuah asosiasi nirlaba untuk peningkatan pengalaman penumpang penerbangan yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat. Garuda Indonesia terpilih sebagai salah satu dari 22 maskapai penerbangan dunia yang diumumkan sebagai Five Star Recipients of the 2018 Official Airline Ratings, program pemeringkatan penerbangan pertama yang didasarkan pada umpan balik penumpang yang terverifikasi dan tersertifikasi. Dalam rangka memperkuat kinerja keuangan dan operasional perusahaan secara berkelanjutan, Garuda Indonesia bersama jajaran anak perusahaan menjalankan strategi bisnia jangka panjang bertajuk Garuda Indonesia Group (Sky Beyond 3.5) yang akan menjadi value-driven aviation group dengan pencapaian target 3,5 miliar USD pada tahun 2020. Citilink Meraih Predikat Maskapai LCC Bintang Empat Selain itu, anak perusahan Garuda Indonesia, Citilink Indonesia juga berhasil meraih penghargaan dengan predikat baru sebagai maskapai LCC Bintang Empat dari Skytrax. Keberhasilan tersebut merupakan kebanggan tersendiri bagi Citilink Indonesia dan Garuda Indonesia Group, mengingat Citilink Indonesia merupakan LCC pertama di Asia yang berhasil mendapatkan sertifikasi tersebut. Sertifikasi bintang empat untuk LCC ini membuat Citilink Indonesia bersanding dengan dua maskapai dari Eropa yang sudah diakui standar keamanan dan pelayanannya yaitu Norwegian Air dan EasyJet dari Inggris. Baca juga: Garuda Indonesia Resmikan Penerbangan Denpasar ke Xi’an dan Zhengzhou Ini menjadi fakta, meskipun Citilink Indonesia adalah maskapai berbiaya murah, namun dengan kualitas yang terbaik di kelasnya sehingga mendapatkan pengakuan internasional dan menjadi modal dasar untuk melakukan ekspansi bisnis ke regional.

Ternyata Ada Polemik Tentang Kain Pelapis di Kursi Angkutan Umum

Berbicara tentang transportasi umum seperti bus, kereta beberapa moda transportasi darat lainnya, salah satu paling cepat di cari adalah tempat duduknya. Apalagi jika jam-jam padat, rasanya sangat sulit untuk mendapatkan tempat duduk. Baca juga: Kursi Penumpang MRT Jakarta Berbahan Plastik, Upps Jangan Kecewa Dulu! Meskipun tempat duduk tersebut kurang nyaman, tapi dikala lelah bisa menjadi tempat bersandar yang baik. Tapi sadarkah Anda bahwa kain yang menutupi kursi penumpang ini lebih banyak berwarna merah dan biru violet dengan tiruan grafis yang mempercantiknya walau kursi tidak nyaman. Namun ternyata jawaban untuk pelapis kursi ini hampir sama rumitnya dengan menjawab tentang kemacetan. KabarPenumpang.com merangkum dari laman bbc.com, ternyata ada beberapa alasan kenapa kursi penumpang memiliki pelapis yang tidak bagus alias jelek. 1. Harus tahan lama Sebenarnya kain pelapis kursi di transportasi massal haruslah tahan lama. Sebab kursi selalu di duduki penumpang yang berganti-ganti. Lapisan kain selain tahan lama juga harus mudah dibersihakan, menyamarkan noda yang di sengaja atau tidak. Harus terllihat bersih. Maka ada superfabric atau bahan karpet yang digunakan untuk pelapis kursi dan digunakan di kebanyakan angkutan umum Inggris serta menjadi pilihan angkutan massal di negara lain. 2. Proses perancangan Berbagai macam desain dirancang untuk membuat lapisan tempat duduk tersebut. Beberapa perusahaan desain bisa mendapatkan keuntungan dalam membuat desain kursi angkutan massal. Apalagi desain yang bagus bukanlah prioritas tertinggi untuk angkutan massal. Untuk merancang desain hingga menyelesaikannya butuh waktu lama sekitar 18 bulan hingga dua tahun. Bahkan ada perusahaan angkutan massal yang memilih desain untuk rancangannya sendiri seperti menggunakan logo mereka di kursi penumpang. 3. Fashion berubah-ubah Kain untuk moda transportasi kini mengikuti mode seperti kain komoditi lainnya yang dirancang. Untuk mendapatkan kesan klasik terkadang menggunakan fashion klasik atau jika sedang tidak bagus akan berganti dengan mode lainnya. Reputasi paling mengerikan pada fashion ini di tahun 1980an ketika agen transportasi umum memutuskan mengikuti tren dengan warna yang agak mencolok. Seperti warna cerah, cokelat hingga jingga menghiasi lapisan kursi angkutan umum pada masa itu. Tapi untungnya mode saat itu tidak terlalu lama digunakan dan mencari warna yang bisa digunakan satu dekade atau lebih. Baca juga: Duduk di Kursi Belakang Bus Lebih Cepat Mabuk, Ini Dia Penyebabnya! 4. Keunikan desain kain Begitu banyak desain sehingga banyak pilihan hingga akhirnya menggunakan desain yang benar-benar bisa menutupi kotoran dan noda. Banyak yang bertanggung jawab untuk menghadirkan kenyamanan warna dalam kain pelapis kursi angkutan umum. Mereka mengembangkan desain yang bagus baik dari grafis, produk, terknik dan bahan yang digunakannya. Biasanya ini mencakup aspek sistem transportasi dan mengadopsi estetika desain yang unik. Bahkan kedepannya, mungkin kain pelapis kursi angkutan umum ini akan memiliki desain yang lebih bagus.

“Pokemon with You Train,” Kereta Tematik Pelipur Duka Anak-Anak Korban Gempa Jepang

Setiap negara memiliki caranya sendiri untuk mengobati trauma masyarakatnya terhadap bencana alam yang pernah menimpa. Sebut saja Jepang yang memiliki cara tersendiri untuk mengobati trauma warganya, khususnya anak-anak, pasca bencana gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan sebagian daerah di Negeri Matahari Terbit pada tahun 2011 silam. Adalah kereta bertemakan Pokemon yang menjadi langkah perkeretaapian Jepang untuk menghibur para korban bencana tersebut. Baca Juga: Dari Rusia Hingga Singapura, Inilah Deretan Kereta Tematik Unik dari Seluruh Dunia! Pokemon sendiri merupakan salah satu karakter kartun asal Jepang yang sudah mendunia. Dengan seabreg monster warna-warni yang memiliki paras lucu nan imut, dipercaya dapat mengembalikan senyuman anak-anak di Jepang yang sempat pudar akibat bencana tersebut. Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman rocketnews24.com, Pokémon with You Train pertama kali beroperasi pada musim dingin 2012 dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta kereta, kartun, dan anak-anak.
Sumber: nintendosoup.com
Kereta tematik ini mengular di Ofunato Line, yang membentang dari Stasiun Ichinoseki di Prefektur Iwate di Selatan ke Stasiun Kesennuma di Prefektur Miyagi di Utara. Walaupun tidak beroperasi setiap hari, namun hal tersebut tidak menyurutkan antusias para penumpang. Terbukti kereta ini sudah mengangkut lebih dari 40.000 penumpang hingga tahun ketiga pengoperasiannya. Angka tersebut terus melaju seiring pembenahan kereta di bagian eksterior dan interior.
Sumber: pinterest
Japan Railways East selaku operator kereta ini tidak menyia-nyiakan euforia penumpang terhadap kereta bertemakan Pokemon ini. Alhasil, muncullah ide untuk menghadirkan kereta lain yang memiliki tema lebih spesifik, yaitu Pikachu, karakter tikus listrik yang menjadi ikon dari Pokemon. Warna kuning dengan strip coklat yang mendominasi karakter Pikachu diterapkan pula pada eksterior kereta ini, lengkap dengan pipi merahnya. Baca Juga: Beragam Alasan Mengapa Orang Jepang Fanatik Pada Sosok Kereta Tidak hanya pada bagian luarnya saja, bagian interior Pokémon with You Train juga tidak luput mengalami perombakkan. Mulai dari kursi, lantai, wallpaper, hingga gerbong khusus yang disediakan oleh pihak Japan Railways East untuk dijadikan tempat bermain anak-anak bertemakan Pikachu. Walaupun kereta pendahulunya juga menerapkan modifikasi besar-besaran pada bagian eksterior dan interiornya, namun Pokémon with You Train versi terbaru lebih mengedepankan sang ikon, yaitu Pikachu. Puluhan Poke Ball juga melengkapi bagian sisi bangku Pokémon with You Train yang dibalut kain berwana kuning dan cokelat khas Pikachu. Jadi, bagi Anda para pecinta kartun Pokemon, jangan sampai terlewatkan ya kesempatan untuk mengendarai kereta tematik yang sangat menggemaskan ini!

Tentang Kasus Power Bank Meledak di Kabin, Inilah Regulasi dari IATA Yang Wajib Dipatuhi!

Kabar mengejutkan datang dari dunia aviasi, dimana sebuah power bank yang dibawa oleh salah satu penumpang maskapai Aeroflot meledak dan membuat kondisi di dalam kabin panik. Untungnya, insiden meledaknya power bank pada Rabu (30/1/2018) ini terjadi sesaat setelah maskapai rute Moskow – Volgograd ini mendarat di tujuan. Merujuk pada penyataan pihak Aeroflot, insiden di Airbus A320 ini tidak menelan korban jiwa maupun korban luka. Baca Juga: Kedapatan Bawa “Granat,” Penumpang Ini Tetap Bisa Mengudara. Kok Bisa? “Saat para penumpang hendak meninggalkan pesawat, sebuah power bank milik seorang penumpang mengeluarkan asap putih dan meledak,” ujar juru bicara Aeroflot, dikutip KabarPenumpang.com dari laman metro.co.uk (1/2/2018). “Sebagian besar penumpang tak panik dan keluar dengan tenang lewat pintu dan tangga,” ujar salah satu penumpang dalam penerbangan tersebut. Jika diperhatikan, sebelum mengudara kru kabin telah menginstruksikan untuk tidak mengoperasikan benda-benda elektronik seperti gadget, rokok elektrik, dan sejenisnya selama penerbangan berlangsung. Benda bermuatan listrik tersebut baru boleh dioperasikan kembali setelah pesawat mendarat dan berhenti dengan sempurna. Selain dikhawatirkan radiasi sinyal yang dikeluarkan oleh gadget-gadget  tersebut mengganggu sistem navigasi pesawat, gesekan senyawa kimia yang terkandung di dalam baterai gadget tersebut dikhawatirkan dapat mengakibatkan reaksi yang berbahaya seperti halnya ledakan di maskapai Rusia tersebut. Sementara itu, merujuk pada peraturan yang telah ditetapkan oleh International Air Transport Association (IATA) terkait membawa power bank ke dalam kabin, pengisi daya portable ini tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam bagasi dan harus turut serta penumpang ke dalam kabin. Untuk spesifikasinya, power bank dengan kapasitas kurang dari 20.000 mAh masih diijinkan untuk masuk ke dalam kabin, maksimal sebanyak 20 buah. Sedangkan untuk powerbank dengan kapasitas di antara 20.000 hingga 32.000 mAh juga masih boleh diijinkan untuk masuk  ke dalam kabin, maksimal sebanyak dua buah saja. Lebih dari itu, power bank dengan kapasitas melebihi 32.000 mAh dilarang untuk ikut dalam penerbangan. Baca Juga: 4 Gadget Canggih Ini Siap Dampingi Perjalanan Anda Senada dengan IATA, Federal Aviation Administration (FAA) dan Transportation Security Administration (TSA) pun mengijinkan penumpang untuk membawa beragam jenis baterai dan power bank ke dalam sebuah penerbangan, selama kapasitas penampungan power bank tersebut tidak melebihi batas yang telah ditetapkan oleh IATA. Alih-alih menyimpannya di dalam bagasi, alangkah baiknya untuk membawanya ke dalam kabin dan mengikuti semua peraturan  yang berlaku. Jika pihak maskapai menghimbau untuk tidak menggunakan peralatan elektronik selama penerbangan karena dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka patuhilah karena pihak maskapai sudah mempertimbangkan segala sesuatunyayang dapat menunjang keselamatan penerbangan.

Singapore AirShow 2018: Airbus Perkenalkan A350-1000 Untuk Pasar Trans-Pasifik

Ajang Singapore AirShow yang digelar pada 6 hingga 11 Februari 2018 memang mengundang perhatian banyak kalangan, terutama para peminat dunia dirgantara. Selain dapat menyaksikan beragam jenis pesawat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia aviasi secara dekat dan langsung, pagelaran ini juga dimanfaatkan oleh sejumlah manufaktur pesawat untuk memamerkan mahakarya terbarunya. Baca Juga: Singapore AirShow 2018: Garuda Indonesia Gandeng Thales Hadirkan In Flight Entertainment Seperti contohnya perusahaan multinasional Eropa yang bergerak di bidang aeornautika sipil dan militer global, Airbus yang memamerkan salah satu mahakarya teranyarnya A350-1000 yang menggunakan mesin ganda. Diharapkan, dengan dipamerkannya pesawat baru ini mampu menyerap pengunjung lebih banyak di booth mereka. Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (5/2/2018), momen Singapore AirShow 2018 ini dijadikan Airbus sebagai salah satu ajang perkenalan pesawat jet berkapasitas 366 kursi di hadapan publik. Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan oleh pihak Airbus pada Senin (5/2/2018), perusahaan tersebut telah menerima 169 pesanan untuk armada A350-1000 nya, termasuk dari Japan Airlines, British Airways dan Etihad. “Kami melihat pasar Trans-Pasifik yang meledak. Inilah yang menjadi target A350-1000, dimana pesawat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar, ” tutur Marketing Director Airbus, Francois Obe. Tidak heran jika pesawat yang mampu menjangkau jarak 14.750 km ini dinilai sangat ideal oleh banyak maskapai yang memiliki rute penerbangan jarak jauh di pasar Asia-Pasifik. Pada seri sebelumnya, yaitu A350-900, maskapai negeri tetangga Singapore Airlines merupakan pelanggan terbesar pesawat ini, dengan total 69 pesawat, dimana 20 diantaranya sudah beroperasi. Ternyata, ajang Singapore AirShow 2018 ini merupakan salah satu pemberhentian Airbus dalam rangkaian ‘World Tour’  A350-1000 yang tengah mereka lakukan. Setelah Singapura, rencananya pesawat ini akan diterbangkan menuju Bangkok, Sydney, Auckland, Tokyo dan Manila. Baca Juga: Pamer Kekuatan di Dubai Airshow 2017, Airbus Dongkrak Saham Yang Anjlok di Bulan Lalu
Material komposit dipilih Airbus untuk mengisi sekitar 50 persen kerangka A350-1000, dimana dengan menggunakan material ini pesawat akan jauh lebih ringan. Airbus juga tengah mengupayakan untuk melakukan penghematan bahan bakar sebanyak 25 persen ketimbang kompetitornya yang mengeluarkan pesawat dengan spesifikasi yang hampir serupa. Kendati pada tahun 2017 silam, maskapai Cathay Pacific dan United Airlines sempat menukar A350-1000 dengan varian A350-900 karena ditemukan masalah yang dikhawatirkan akan menghambat proses pengoperasiannya, namun Airbus tidak patah arang dan tetap melakukan perbaikan di semua aspeknya.

Kawasaki Shōzō – Sang Pendiri Kawasaki Ltd Yang Wafat di Hari Ulang Tahunnya

Para pecinta dunia otomotif tentu sudah akrab dengan yang namanya Kawasaki, salah satu manufaktur sepeda motor asal Jepang yang terkenal dengan produk Ninja-nya. Di dalam negeri sendiri, motor Kawasaki Ninja merupakan salah satu sepeda motor yang diminati oleh banyak kalangan, walaupun harga jualnya selangit. Bagi sebagian orang, merupakan satu kebanggan tersendiri jika mampu menunggangi Kawasaki Ninja untuk berkendara keliling kota. Baca Juga: Michio Suzuki – Bermula dari Mesin Tenun Hingga Digdaya di Pasar Otomotif Dunia Tingginya popularitas Kawasaki Ninja di Tanah Air seolah sulit untuk dipatahkan, namun ada beberapa fakta yang terlupakan dari manufaktur sepeda motor ini, diantaranya adalah perusahaan ini juga bergerak di bidang heavy equipment dan aerospace. Tapi, kali ini kita tidak akan membahas soal perusahaan ini, melainkan pendiri dari manufaktur raksasa ini. Adalah Kawasaki Shōzō, pria kelahiran 2 Desember 1837 ini merupakan otak dibalik hadirnya Kawasaki Heavy Industries, Ltd. Lahir di Daikoku, Satsuma domain, Jepang, Kawasaki tidaklah lahir dari keluarga yang berada. Orang tua Kawasaki hanyalah berprofesi sebagai penjual baju khas Jepang, Kimono. Di usianya yang menginjak 15 tahun, Kawasaki harus merelakan kepergian sang ayah untuk selama-lamanya. Momen tersebut menjadi pelecut bagi Kawasaki untuk menggantikan peran tulang punggung keluarga yang dulu diemban mendiang ayahnya. Dua tahun selepas kepergian ayahnya menghadap Ilahi, Kawasaki memutuskan untuk hijrah ke Nagasaki untuk mengadu nasib menjadi seorang pedagang di pelabuhan. Nagasaki dipilih Kawasaki karena di sanalah satu-satunya tempat dimana ia bisa terhubung dengan orang Barat secara langsung. Ketika Kawasaki berumur 27 tahun, ia memutuskan untuk  membuka toko sendiri di daerah Osaka. Namun, Dewi Fortuna tidak berpihak padanya karena bisnisnya dideru banyak masalah, seperti masalah pada kapal pengangkut barang dagangannya, hingga kehilangan kargo selama barang dagangannya berlayar. Tapi kejadian tersebut tidak mematahkan semangat Kawasaki. Ia lalu berkelana kembali menuju Tokyo dan sempat dipekerjakan oleh Menteri Keuangan untuk menyelidiki rute laut ke Ryûkyû, dan kemungkinan perdagangan gula Ryukyuan pada tahun 1873. Berkat kinerjanya yang gemilang, Kawasaki lalu dipromosikan menjadi wakil presiden Japan Mail & Steamship Company beberapa tahun berselang.
Kawasaki Dockyard. Sumber: global.kawasaki.com
Karirnya yang mulai menanjak tidak membuat Kawasaki berkepala besar. Ia tetap mencari ilmu mengenai dunia perkapalan dari siapapun, termasuk mempelajari teknologi pembuatan kapal bergaya Eropa dan Amerika. Di sini, ia percaya bahwa kapal-kapal buatan Eropa dan Amerika memiliki tingkat kestabilan dan kecepatan yang jauh di atas kapal buatan Jepang. Singkat cerita, Kawasaki yang namanya mulai harum mendapat tawaran kerja sama dari Wakil Menteri Keuangan pada tahun 1876, Matsukata Masayoshi untuk mendirikan Kawasaki Tsukiji Shipyard di tanah pinjaman dari pemerintah di samping Sungai Sumida-gawa, Tsukiji Minami-Iizaka-chō. Kebetulan, Matsukata berasal dari provinsi yang sama dengan Kawasaki. Baca Juga: Iwasaki Yataro – Titisan Keluarga Samurai Yang Sukses Mendirikan Mitsubishi Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, pengalamannya di bidang perkapalan membuatnya percaya diri untuk membangun perusahaan sendiri. Alhasil pada 1887, ia mendirikan perusahaannya sendiri yang bernama Kawasaki Shipbuilding Corporation, yang bermarkas di Kobe. Entah apa yang melatarbelakangi Kawasaki untuk mengakhiri masa jabatannya di perusahaan besotannya itu. Hingga sembilan tahun berselang, tepatnya  pada 1896, Kawasaki menyerahkan jabatan tertinggi di perusahaan tersebut kepada Matsukata Kôjirô, anak ketiga dari Matsukata Masayoshi. Sayangnya, Kawasaki tidak bisa melihat perusahaan yang didirikannya  itu berkembang menjadi perusahaan yang mencakup banyak aspek karena tepat di hari ulang tahunnya  yang ke-75, Kawasaki menutup lembar perjalanan hidupnya untuk selama-lamanya.