Antara Viaduct, MRT dan Pergeseran Makna

Proyek Mass Rapid Transit (MRT) yang tengah dikerjakan di sejumlah titik di Jakarta Selatan kerap kali menimbulkan kemacetan. Walaupun sebagian jalur MRT tersebut merupakan jalur bawah tanah, namun untuk jalur Lebak Bulus – Senayan yang tengah digarap tersebut lebih banyak menggunakan viaduct, dimana nantinya moda MRT akan beroperasi di atas jembatan. Hingga kini, PT. MRT Jakarta (PT MRTJ) masih berusaha untuk menuntaskan pembangunan jalur MRT yang diketahui sudah hampir rampung tersebut. Baca Juga: Barelang, Jembatan Dengan Seribu Nama dan Cerita Adapun William Sabandara selaku Direktur Utama PT MRT Jakarta mengutarakan ambisinya yang percaya proyek ini akan selesai dalam waktu dekat. “Kami masih optimis hingga akhir tahun ini perkembangan dapat mencapai angka 93 persen,” ujarnya seperti yang diliput KabarPenumpang.com, Senin (14/8/2017). Sedangkan Agung Wicaksono selaku Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakartra, menyampaikan kesiapan operasi MRT secara keseluruhan per tanggal 4 Agustus kemarin. “Kini kita sudah berada di posisi 25,58 persen. Termasuk kesiapan institusi, mitra dan sumber daya manusia,” jelas Agung. Memang, secara fisik jembatan-jembatan yang nantinya akan digunakan sebagai lintasan MRT sudah mulai menghiasi beberapa titik di Ibu Kota, khususnya daerah Jakarta Selatan. Viaduct yang digunakan oleh MRT ini merupakan salah satu solusi yang ditempuh mengingat ketidaktersediannya lahan di darat. Proyek moda transportasi masa depan Jakarta ini, khususnya di pengerjaan fisik, tengah fokus terhadap box girder dan parapet. Setelah itu semua selesai, maka pekerjaan akan dilanjutkan pada pemasangan rel, pengerjaan track sleeper, dan pemasangan OCS. Baca Juga: Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia Berbicara soal viaduct, beberapa dari Anda mungkin masih menerka-nerka apa sih viaduct itu. Viaduct sendiri merupakan sebuah jembatan atau jalan di atas jalan raya, jalan kereta api, di atas lembah atau sungai yang lebar. Secara etimologis viaduct berasal dari bahasa Latin yang memiliki arti melalui jalan atau menuju sesuatu arah. Dengan kata lain, viaduct sendiri merupakan sebutan lain untuk sebuah jembatan.
Sumber: istimewa
Melirik ke kota dengan julukan Paris van Java, Bandung, kota ini juga memiliki sebuah viaduct yang dimana istilah tersebut sudah menjadi identifikasi kawasan. Viaduct di Bandung sendiri terkenal karena dijadikan salah satu latar pengambilan gambar dari beberapa sinetron Tanah Air. Adapun moda yang melintasi di atas viaduct Bandung adalah kereta api yang mengarah ke stasiun Kiaracondong yang terletak di Bandung Timur. Letaknya tidak terlalu jauh dari Stasiun Bandung, dan disinyalir sudah berdiri tegak sejak era kolonial Belanda. Baca Juga: Cisomang, Serba-Serbi Jembatan Kereta Tertinggi di Indonesia Lain halnya dengan di Surabaya, dimana viaduk diasosiasikan dengan jalan kereta api melintasi samping Tugu Pahlawan atau jalan kereta api yang melintasi Jalan Kertajaya. Dengan kata lain, sudah terjadi pergeseran makna dari istilah viaduct sendiri.

Pemerintah Berencana Pangkas Pajak Penjualan Sedan, Jalanan Bakal Tambah Macet?

Kendaraan jenis sedan hingga saat ini masih termasuk barang mewah dengan pajak yang diberikan terbilang tinggi. Akibat tingginya ini, Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berencana memotong pajak penjualan domestik yang bertujuan untuk mencegah agar produksi tidak tenggelam atau hilang. Baca juga: Atasi Masalah Polusi, Inggris Larang Mobil Diesel dan Bensin di Tahun 2040 Rencana penurunan pajak pejualan sedan domestik ini juga dalam upaya untuk mempromosikan negara Indonesia di pasar mobil Asia Tenggara sebagai pusat manufaktur sedan. Dikarenakan sedan masuk dalam kategori barang mewah maka dikenakan pajak lebih tinggi sekitar 30 sampai 40 persen. Adapun rencana pemotongan pajak penjualan sedan ini telah dimasukkan dalam revisi Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang mewah yang akan segera diajukan ke parlemen. “Berapa pengurangannya dan dampaknya akan dibahas lebih lanjut sebelum keputusan diambil,” kata Pemimpin studi kebijakan pendapatan di bidang keuangan Kantor Kebijakan fiskal Kementerian, Goro Ekanto yng dikutip KabarPenumpang.com dari reuters.com (14/8/2017). Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan, dengan memotong pajak, pemerintah berharap bisa membuat produsen mobil memproduksi lebih banyak sedan bukan hanya untuk pasar domestik tetapi juga untuk di ekspor keluar negeri. “Kami berharap dapat meningkatkan potensi untuk mengekspor sedan dan salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan membawa pajak pada sedan agar selaras. Di pasar global, permintaan sedan jauh lebih tinggi daripada SUV MPV (versus multi-purpose vehicles)  dan SUV (sport utility vehicle),” kata Hartanto. Baca juga: Serap Pengguna Mobil Listrik Lebih Banyak, Queensland Gratiskan Electric Super Highway Indonesia mengenakan pajak penjualan 30 persen atas penjualan sedan dengan kapasitas silinder hingga 1.500 sentimeter kubik (cc), sementara penjualan sedan 1.500-3.000 cc dikenai pajak sebesar 40 persen. Sebaliknya, penjualan MPV yang lebih kecil saat ini dikenakan pajak sebesar 10 persen, sementara model yang lebih besar dikenai pajak sebesar 20 persen. Sejumlah merek menjual sedan di Indonesia, termasuk Honda Motor dan Toyota Motor yang memiliki pangsa terbesar dari total penjualan mobil di Tanah Air. Namun produsen mengatakan bahwa perbedaan tarif telah membuat mereka enggan memproduksi sedan di Indonesia, yang melampaui Thailand sebagai pasar mobil terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir dan tumbuh sebagai basis produksi regional. Asosiasi Produsen Mobil Negara (Gaikindo) telah mengusulkan agar tarif penjualan sedan lebih kecil dikurangi menjadi 10 persen agar sesuai dengan MPV. Sebanyak 533.903 kendaraan, termasuk sedan, dijual di pasar domestik pada semester pertama 2017, naik 0,3 persen dari tahun lalu. Pada 2016, sedan menyumbang sekitar dua persen dari 1,1 juta mobil yang terjual. Baca juga: Sensor 3D Vayyar, Pasangan Cocok Untuk Mobil Otonom “Indonesia bisa menghasilkan lebih banyak sedan jika tarif pajaknya terpotong, namun industri harus fokus pada pasar domestik terlebih dahulu, sebelum ekspor,” kata ketua umum Gaikindo Jongkie Sugiarto. Meski rencana diatas mendapat sambutan hangat dari dunia industri, tak sedikit yang mengkhawatirkan kian macetnya kondisi jalan raya bila biaya pajak mobil diturunkan. Disisi lain, untuk menakan angka kemacetan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempertimbangkan kenaikan tarif parkir hingga Rp50.000 per dua jam, yang akan diberlakukan pada Oktober mendatang.

17 Agustusan, PT KAI Gratiskan Tarif Semua Kereta Komuter di Jawa dan Sumatera

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang akan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi pecinta kereta, pasalnya PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menggratiskan seluruh biaya perjalanan kereta komuter yang terdiri dari KRL (Kereta Rel Listrik), Kereta Rel Listrik (KRL), dan kereta api lokal lainnya. Baca juga: Jadwal dan Tarif Kereta Komuter di Jawa dan Sumatera Dirangkum KabarPenumpang.com, tiket kereta gratis pada 17 Agustus 2017 bisa dinikmati penumpang dan pecinta kereta pada 33 kereta api lokal dengan 199 perjalanan dan 918 perjalanan KRL. Pada penggratisan tiket ini, kapasitas penumpang yang bisa diangkut mencapai 1.216.349 orang yang terbagi atas 150.827 penumpang di kereta lokal dan 1.065.522 untuk penumpang KRL. “Memperingati hari kemerdekaan, maka masyarakat harus merdeka juga dalam menggunakan kereta api,” ujar Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro di Balai Yasa, Manggarai yang dikutip KabarPenumpang.com dari liputan6.com (15/8/2017). Baca juga: Oktober 2017, Stasiun ‘Modern’ Bekasi Timur Siap Beroperasi Layani Jalur KRL Edi mengatakan, langkah perseroan menggratiskan tiket perjalanan KA lokal dan KRL ini merupakan persembahan dari PT KAI dalam memperingatai Hari Kemerdekaan Indonesia ke 72 tahun. Untuk diketahui, tiket gratis ini tidak bisa dipesan, melainkan harus ‘dibeli’ tiga jam sebelum keberangkatan atau go show di stasiun langsung. Memang dikatakan membeli tiket, tetapi harga yang akan tercantum di tiket Rp0 dan tidak berlaku untuk pemesanan H-7 sebelum keberangkatan. Tetapi, bila penumpang yang tidak tahu dan sudah membeli tiket jauh-jauh hari, bisa menggembalikan langsung ke stasiun dengan harga tiket full. Baca juga: Rebutan Kursi Sampai Jambak-Jambakan di KRL Jabodetabek Berikut daftar kereta api lokal yang bebas biaya tiket perjalanan tanggal 17 Agustus 2017: 1. Cut Meutia Kruengmane – Kruenggeukeuh 2. Sri Lelawangsa Medan – Binjai 3. Sibinuang Padang – Pariaman 4. Lembah Anai Kayutanam – Lubukalung 5. Kertalaya Kertapati – Indralaya 6. Seminung Tanjungkarang – Kotabumi 7. Way Umpu Tanjungkarang – Kotabumi 8. Lokal Merak Rangkasbitung – Merak 9. Jatiluhur Cikampek – Tanjungpriok 10. Cilamaya Ekspres Purwakarta – Tanjungpriok 11. Walahar Ekspres Purwakarta – Tanjungpriok 12. Pangrango Bogor – Sukabumi 13. Bandung Raya Ekonomi Cicalengka – Padalarang 14. Patas Bandung Raya Cicalengka – Padalarang 15. Cibatuan Cibatu – Purwakarta 16. Siliwangi Cianjur-Sukabumi 17. Kedung Sepur Semarangponcol – Ngrombo 18. Kaligung Semarangponcol – Brebes 19. Blora Jaya Semarangponcol – Cepu 20. Prameks Solobalapan – Kutoarjo 21. Batara Kresna Purwosari – Wonogiri 22. Kalijaga Solobalapan – Semarangponcol 23. Dhoho Surabayakota – Blitar 24. Dhoho Penataran Surabayakota – Blitar 25. Penataran Surabayakota – Blitar 26. Penataran Dhoho Surabayakota – Blitar 27. Tumapel Surabayakota – Malang 28. Jenggala Sidoarjo – Mojokerto 29. Ekonomi lokal sb-kts Surabayakota – Kertosono 30. Ekonomi lokal sda-bj Sidoarjo – Bojonegoro 31. KRD sgu-pr Surabayakota – Porong 32. KRD sbi-lmg Surabayapasarturi – Lamongan 33. Pandanwangi Jember – Banyuwangi 34. KRL Jabodetabek Semua rute.

Lintasi Tol JORR, Inilah “Special Bridge,” Jembatan Unik di Jalur MRT Fatmawati

Jika Anda melewati daerah perempatan Fatmawati, Jakarta Selatan, Anda akan melihat sebuah jembatan yang melintang di atas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) TB Simatupang. Jembatan ini berdiri seiring dengan melajunya proyek Mass Rapid Transit yang tengah dikerjakan oleh PT MRT Jakarta. Mungkin sebagian dari Anda akan bertanya-tanya mengenai pembangunan jembatan tersebut, karena diketahui, pembangunan jembatan tersebut sama sekali tidak mengganggu lalu lintas di tol lingkar luar Jakarta. Adapun, PT MRT Jakarta menyebutnya sebagai Special Bridge. Baca Juga: Sistem Tiket MRT Jakarta Mengacu Ke Singapura, Paling Jauh Ditaksir U$1 Perwakilan konsorsium kontraktor Tokyu-Wijaya Karya yang menangani pengerjaan Stasiun Fatmawati, Sony, mengatakan Special Bridge tersebut memiliki panjang kurang lebih sekitar 170 meter dengan ketinggian 25 meter dari permukaan jalan tol. Jembatan ini berkelok dari arah Jl. TB Simatupang menuju Jl. Fatmawati. Berdasarkan hasil pantauan KabarPenumpang.com di lapangan, Senin (14/8/2017), Silvia Halim selaku Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta mengatakan tidaklah memungkinkan jika ada kolom atau pilar jembatan di tengah jalan tol. “Sehingga ada bentang panjang sejauh 77 meter melintasi jalan tol JORR,” ungkapnya.
Proses penyatuan jembatan di titik tengah.
Maka dari itu, tambah Sony, diperlukan sebuah metode khusus untuk memasang jembatan tersebut sehingga tidak mengganggu lalu lintas di jalan tol JORR tersebut. “Kami memasang Special Bridge dengan cara cor di tempat (di atas jembatan). Balance Cantilever dengan sistem Form Traveler yang memungkinkan beton box-nya menggantung di atas dan akan bergerak maju,” terang Sony. Balance Cantilever sendiri merupakan metode pengerjaan jembatan dari kedua sisi secara segmental dan akan bertemu di titik tengah. Sedangkan Form Traveler merupakan alat yang digunakan untuk menopang/menggantung material guna pengecoran beton box tersebut. Baca Juga: MRT Jakarta: Mulai Lakukan Fase Pertama Pembangunan Interior Stasiun Lebih lanjut, Sony mengatakan penggunaan metode ini merupakan alternatif pemasangan jembatan dengan metode konvensional, yaitu dengan cara memasang beton pra-cetak (precast). “Tidak mungkin kami menggunakan cara seperti itu, karena metode konvensional tersebut membutuhkan pilar di tengah tol JORR,” tukasnya. “Supaya proyek ini tetap jalan, kami menyiasatinya dengan menggunakan metode Balance Cantilever tersebut. Ada beberapa hal yang kami pertimbangkan agar proyek MRT ini bisa tetap jalan dan cepat rampung,” kata Sony. Sony mengaku, pihaknya melakukan pengerjaan jembatan di atas jalan tol JORR ini kurang lebih selama empat bulan, dimana tiap satu segmen atau setara dengan empat meter membutuhkan waktu pengerjaan selama sembilan hari. Kini, keberadaan jembatan di tingkat teratas jalur transportasi di persimpangan Jl. TB Simatupang – Jl. Fatmawati ini sudah rampung. “Kini kami sedang memasang parapet (dinding besi yang bisa meredam suara MRT) di sepanjang jembatan yang berbelok 90 derajat tersebut.” Tutup Sony.

Akankah Masalah Keamanan Jadi Penghalang Perluasan Hubungan Indonesia – Filipina?

Layanan kapal ferry roll-on roll-off (ro-ro) untuk rute Davao-General Santos (Mindanao) -Bitung (Indonesia) telah ditahan selama beberapa minggu sekarang karena volume kargo yang lebih rendah. Asian Marine Transport Corp. (AMTC), yang mengoperasikan layanan ini, saat ini tengah mempertimbangkan sebuah kapal dengan kapasitas hanya 100 kontainer untuk menggantikan kapal dengan kapasitas 500 kontainer yang digunakan sejak pelayaran perdananya. Baca Juga: Soal Keselamatan Penumpang, Moda Laut Seperti Dianaktirikan Dilansir KabarPenumpang.com dari laman business.mb.com.ph (8/8/2017), layanan mingguan anyar ini merupakan sebuah usaha di bawah naungan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Ro-Ro Project dan Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines-East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA). Layanan yang menghubungkan Mindanao di Filipina dan Sulawesi di Indonesia ini diluncurkan pada 30 April lalu yang diresmikan oleh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte dan Presiden Indonesia, Joko Widodo. Konsul Jenderal Indonesia Berlian Napitupulu mengatakan pemerintah Indonesia menggandakan usaha yang berkoordinasi dengan sektor bisnis kedua negara untuk memperluas hubungan dan meningkatkan perdagangan. Diketahui, Konsulat Indonesia di Davao baru-baru ini mengakhiri pameran tiga hari yang menampilkan produk dan acara networking Indonesia untuk bisnis kedua belah pihak. Konsulat juga berencana membawa pengusaha Filipina ke Bitung bulan Agustus ini untuk mengeksplorasi peluang kemitraan yang masih tersembunyi. Lebih lanjut, Berlian mengatakan butuh seorang penengah dalam usaha tersebut. “Harus ada seseorang untuk mengkonsolidasi kargo diantara kedua belah pihak, di Indonesia dan Mindanao,” ujarnya seperti yang tertera di laman sumber. “Saya berharap kedua belah pihak dapat menjalin kerja sama ini, banyak kepentingan kami yang kompatibel,” tambah Berlian. Departemen Perdagangan dan Industri Filipina sebelumnya mengatakan bahwa rute tersebut akan memberikan akses lebih besar bagi pengusaha lokal, terutama Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), untuk terlibat dalam perdagangan internasional, serta merangsang bidang pembangunan lainnya seperti pariwisata dan lain-lain. Tidak hanya itu, akses yang diberikan oleh Departemen Perdagangan dan Industri Filipina juga meliputi promosi pembentukan jaringan penerbangan langsung, serta peningkatan dari segi aurs investasi. Di sisi lain, produk yang akan turut dipasarkan meliputi makanan, minuman, pakaian, serta barang elektronik. Baca Juga: Tampomas II, Ingatkan Tragedi di Perairan Masalembo Rute Davao – General Santos – Bitung merupakan alternatif yang lebih cepat daripada rute Manila – Jakarta – Bitung, yang memakan waktu sekitar tiga sampai lima minggu pengiriman. Sementara pengiriman langsung melalui layanan baru ini hanya akan memakan waktu satu setengah hari berlayar, namun waktu tersebut tidak termasuk masa tinggal di pelabuhan. Pelayaran perdana dimulai dari Kudos Port di Sasa, Davao, kemudian singgah di General Santos International Port sebelum menuju ke pelabuhan akhir di Bitung, Manado, Indonesia. Lokasi layanan baru ini seolah mengingatkan kita tentang Pulau Miangas, sebuah pulau yang secara geografis terletak di wilayah paling utara dari Indonesia. Secara administratif, pulau yang berjarak 77 Km dari Pulau Mindanao ini merupakan bagian dari kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Dilansir dari sumber terpisah, pada bulan Mei kemarin, seorang pemerhati masalah perbatasan Sulawesi Utara, Pitres Sombowadile meminta pihak TNI untuk terus siaga terkait dengan kondisi di Kota Marawi, Filipina yang sempat memanas akibat aksi baku tembak antara militer dengan kelompok bersenjata jaringan ISIS. Menurutnya, wilayah perbatasan di sebelah utara Indonesia sangat terbuka. Oleh karena itu, demonstrasi kesiagaan menjadi penting agar bisa mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan tersebut. Baca Juga: Pulau Miangas, Garda Terdepan Yang Eksotis di Utara Indonesia Lebih lanjut, antisipasi tersebut sejalan dengan imbauan Kementerian Luar Negeri RI yang meminta semua WNI yang berada di Filipina untuk terus wasapada, meski Marawi bukan tempat konsentrasi WNI di negara itu.

Menyambut HUT RI Ke-72, PT Angkasa Pura II Beri Cash Back Pada Maskapai

PT Angkasa Pura II (Persero) memberikan kado yakni insentif untuk menyambut HUT RI Ke-72 berupa cash back pada maskapai yang melayani penerbangan domestik pada 17 Agustus 2017 di seluruh bandara yang berada di bawah naungan BUMN tersebut. Insentif Cash back ini diberikan seperti perayaan memperingati tanggal kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Baca juga: Angkasa Pura II Beri Insentif Maskapai Untuk Extra Flight Domestik Cash back yang diberikan yakni sebesar 17 persen dari biaya Jasa Pendaratan, delapan persen dari biaya Jasa Counter dan 45 persen dari biaya Jasa Aviobridge. “Pemberian cash back ini merupakan salah satu cara AP II dalam merayakan Hari Kemerdekaan bersama-sama dengan stakeholder lainnya khususnya maskapai nasional. Semoga dengan kebijakan ini dapat turut membantu biaya operasional maskapai, di mana insentif dalam bentuk lainnya juga akan diberikan AP II pada kesempatan lainnya,” jelas Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (11/8/2017). Baca juga: Barisan Menteri Ajak Warga Dukung PT Angkasa Pura II Untuk Penghargaan Internasional Awaluddin menambahkan, untuk memastikan kebijakan cash back berjalan lancar, pihaknya mengimbau agar semua maskapai nasional berkoordinasi dengan Senior General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan General Manager di 12 bandara yang berada di bawah naungan AP II. Adapun sebelum kebijakan cash back dalam rangka Hari Kemerdekaan ini, AP II sebelumnya juga telah memberikan sejumlah insentif kepada maskapai guna mendorong pertumbuhan industri penerbangan nasional dan semakin luasnya jaringan penerbangan atau konektivitas udara sejalan dengan nawacita yang dicanangkan oleh pemerintah. Berbagai insentif yang diberikan pada tahun ini ke maskapai diantaranya juga guna mendorong pertumbuhan penumpang, baik itu pebisnis maupun wisatawan, di seluruh bandara AP II. Pada semester 1 tahun 2017 pergerakan penumpang sebanyak 49,38 juta penumpang di mana hingga akhir tahun ditargetkan dapat mencapai 104 juta penumpang. Sementara itu, pergerakan pesawat pada Januari-Juni 2017 tercatat sebanyak 397.792 pergerakan dan hingga akhir tahun ini ditargetkan mencapai 756.943 pergerakan.  

Setiap Pintu Toilet di Kabin Pesawat Ternyata Punya “Kunci Rahasia”

Banyak hal tersembunyi di pesawat yamg mungkin tidak diketahui orang awam, sehingga ada baiknya sebagai penumpang pesawat gunakanlah tempat-tempat di dalam pesawat dengan bijak. Sebab, salah-salah bukannya Anda mendapat privasi malahan bisa mendapat malu. Salah satu yang harus digunakan dengan bijak adalah toilet di kabin sebagai  tempat privasi untuk membuang hajat atau sekedar membasuh muka di wastafel. Baca juga: Toilet di Pesawat, Fungsi Sama Aturan Sedikit Beda KabarPenumpang menlasir dari thesun.co.uk (1/8/2017), setiap orang di dalam pesawat berhak memiliki privasi dan merasakan kenyaman, namun apa jadinya bila sesuatu yang tadinya dianggap privasi, namun malah sebaliknya. Sebagai contoh adalah pintu pada toilet, bila Anda anggap bahwa pintu hanya bisa dibuka dan dikunci dari dalam, itu ternyata salah.  Pintu model lipat pada toilet kabin dapat dibuka dari luar. Lantas dimanakan panel pembuka pintu dari luar berada? Panel pembuka pintu toilet ternyata justru ada dibalik tulisan toilet atau lavatory, bila dibuka akan kait rahasia yang bisa membuka pintu toilet dari luar.
Pintu toilet pesawat (The Sun)
Mungkin bagi Anda penumpang awam di pesawat tidak akan mengetahui bahwa di balik tulisan toilet ada kait, tetapi para awak kabin pastinya sangat jelas mengetahui tentang seluk beluk pesawat termasuk kunci darurat otomatis toilet. Itu semua tentu ada maksudnya, terlebih bila terjadi kondisi darurat, maka awak kabin harus dapat membuka pintu toilet dari luar. Sebagai contoh, bila ada penumpang yang tiba-tiba mengalami serangan jantung, maka awak kabin harus mendapat akses untuk masuk ke bilik toilet. Baca juga: Waspada! Inilah Lokasi Favorit Bakteri di Dalam Kabin Pesawat Diantara kasus lain yang kerap terjadi adalah anak kecil yang tak  sengaja terkunci di dalam toilet. Bahkan dalam sedikit kasus, ada pasangan yang mencoba mesum di bilik toilet, maka dengan adanya tools khusus dari luar, jangan sangka pintu toilet tidak dapat dibuka oleh awak kabin. Baca juga: Penumpang Wanita Ditemukan Tewas, Dibawa Keluar Pesawat dengan Diseret
Konfigurasi bilik toilet di Airbus A320
Bilik Toilet Terkoneksi di Airbus A320 Kebanyakan bilik toilet di kabin dirancang dengan ukuran pas-pasan, namun ada yang berbeda dari bilik toilet di pesawat Airbus A320/A321, pasalnya pada bagian belakang ada dua bilik toilet yang saling berjajar dan dapat dibuka sekat diantara keduanya. Seorang pramugari asal Swiss mengungkapkan dua bilik toilet yang terkoneksi tersebut pernah digunakan untuk tujuan mesum oleh pasangan penumpang yang nakal. Tentu saja Airbus mendesain toilet tersebut untuk maksud baik, yakni guna memudahkan akses ke toilet bagi penumpang difabel.  

Ada ‘Turn Back Crime’ di Airbus A320 AirAsia

Maskapai AirAsia dan International Criminal Police Organization atau lebih dikenal sebagai Interpol telah bekerjasama untuk mengkampanyekan program Interpol yang sangat kondang, ‘Turn Back Crime.’ Sebagai wujudnya adalah pembuatan livery khusus ‘Turn Back Crime’ pada body pesawat AirAsia jenis Airbus A320. Sebagai informasi, livery pesawat adalah sebuah skema logo dan gambar-gambar yang digunakan pada sebuah pesawat, dan biasanya sudah menjadi standar untuk sebuah maskapai penerbangan dan pesawatnya tersebut. Livery dapat digunakan pada bagian-bagian pesawat, seperti sayap, buntut, badan, dan sirip buntut pesawat. Baca juga: Mau Wisata Ke Makau? Kini AirAsia Tawarkan Penerbangan Langsung dari Jakarta KabarPenumpang.com mengutip dari akun Facebook milik AirAsia, ternyata kerjasama ini sudah berlangsung sejak 3 November 2014 dan diresmikan di Monaco saat sidang umum tahunan Interpol dengan tema “Turn Back Crime: 100 years of internasional police cooperation“. Livery pesawat pada AirAsia di desain untuk mempromosikan kampanye global dan mengajak seluruh pihak terkait yakni penegak hukum, publik hingga swasta bersatu melawan segala praktik kejahatan dan terorisme. Kerjasama yang sudah ada ini, membuat AirAsia sejak Juni 2014 menjadi maskapai penerbangan pertama yang menerapkan sistem interpol I-checkit untuk melacak keaslian paspor penumpang berdasarkan database dokumen perjalanan yang hilang dan dicuri atau Stolen and Lost Travel Documents (SLTD) yang dimiliki Interpol. Sistem ini juga terintergrasi dengan seluruh area operasi internasional AirAsia yang meliputi 100 jaringan bandara di seluruh Asia dan 600 penerbangan internasional per hari di lebih dari 20 negara. Group CEO AirAsia, Tony Fernandes mengatakan, “Kami sungguh bangga dengan diluncurkannya livery Turn Back Crime yang menambah livery terbaru di jajaran armada Grup AirAsia. Peluncuran livery ini merupakan komitmen kami dalam upaya peningkatan keamanan dan keselamatan penumpang. Pesawat ini akan membawa pesan penting untuk melawan terorisme dan kejahatan menuju ke-23 destinasi dalam jaringan AirAsia. Kami berharap kerja sama yang terjalin antara AirAsia dan Interpol semakin mendukung keamanan perjalanan udara dan menjadi sebuah tolok ukur bagi industri penerbangan dunia.” Baca juga: Setelah 2 Jam Alami Guncangan Hebat, Airbus A330 AirAsia X Kembali ke Perth Sunu Widyatmoko, Presiden Direktur AirAsia Indonesia mengatakan, “Sebagai salah satu tindak lanjut kerja sama tersebut, kami dengan bangga mendedikasikan satu unit pesawat Airbus A320 milik AirAsia Indonesia untuk dilakukan pengecetan livery dengan corak Interpol. Pesawat dengan livery khusus ini secara regular terbang dan mendarat di berbagai kota di Indonesia maupun sejumlah negara ASEAN lainnya, sehingga membuat kampanye keamanan yang dilakukan AirAsia dan Interpol dapat berjalan efektif.” Sementara, itu, Sekretaris Jenderal Interpol, Ronald K. Noble mengatakan bahwa, AirAsia telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung keselamatan dan keamanan penumpang melalui penerapan sistem I-Checkit. Dengan mendukung kampanye Turn Back Crime ini, AirAsia telah membantu untuk menyebarkan pesan khusus yaitu mengajak masyarakat luas dalam memerangi kriminalitas. Baca juga: AirAsia X Tujuan Kuala Lumpur Alami Turbulensi, Lima Penumpang Terluka Istilah Turn Back Crime menjadi booming setelah terjadinya peristiwa pengeboman di dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada awal Januari 2016. Dalam peristiwa itu, tim kepolisian Daerah Metro Jaya terjun ke lokasi mengenakan kaus polo berwarna biru donker bertuliskan Turn Back Crime di dada kanan. Ditambah pantalon kargo berwarna khaki, dan low top sneakers berwarna senada, penampilan mereka tampak gagah. Dengan pistol teracung, mereka berlari, dan memburu penembak dan pelempar bom yang menewaskan empat orang dan puluhan orang luka-luka itu. Di Indonesia, kampanye Turn Back Crime diluncurkan pada akhir November 2015. Karena tujuannya merangkul warga kota, busananya pun “melebur” dengan lingkungan sekitar.

Parade Halte Unik Dengan Sokongan Promosi dan CSR

Ajang promosi bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan mengaitkan program CSR (Corporate Social Responsibility), dan bila melirik ke aspek transportasi, maka ‘menyulap’ halte menjadi sesuatu yang unik dan berkarakter bisa menjadi sebuah pilihan. Brand awareness produk atau layanan dapat lebih luas dikenal publik, sementara disisi lain, kreasi dari atas halte dapat dirasakan manfaatnya oleh warga dan calon penumpang. Berbicara soal kampanye di infrastruktur transportasi tersebut, berikut KabarPenumpang.com sarikan tiga halte yang tampil keren setelah disulap oleh berbagai perusahaan Baca Juga: Tekan Emisi Karbon, di Perth Dibangun Halte Bus Dengan Motion Sensor Osram Bus Station
Sumber: creativeguerrillamarketing.com
Bermula dari ide untuk mengentaskan masalah krisis listrik di Afrika Selatan, Osram lalu merealisasikan ide tersebut dengan membangun sebuah halte bus yang cukup unik. Di halte tersebut, lampu akan mati ketika tidak ada orang yang menggunakannya, dan akan menyala ketika ada orang yang masuk. Lampu tersebut akan menyala dengan menggunakan sebuah sensor. PlayStation 2 Bus Station
Sumber: pinterest
Sebuah konsol game populer, PalyStation juga pernah ikut mengkapanyekan produksinya. Bertempat di Malaysia, tepatnya pada tahun 2005 silam, perusahaan ini memasang iklan di sebuah halte bus. Tidak hanya memajang logo PlayStation, tapi juga memasang sebuah bubble wrap yang panjangnya setara dengan panjang halte. Sembari menunggu, para penumpang bisa memecahkan bubble wrap yang tersedia. Baca Juga: North Carolina Canangkan Halte Bus dengan Tenaga Surya Fitness First Bus Station
Sumber: viralblog.com
Di Belanda, halte bus yang disulap oleh Fitness First. Di sini para penumpang bisa menimbang berat badan mereka dengan duduk di bangku yang tersedia di halte tersebut. Jadi, sambil menunggu bus, Anda bisa mengetahui berat badan Anda sendiri.  

Akibat Insiden Pintu Kereta, Jadwal MRT di Singapura Alami Penundaan

Land Transport Authority (LTA), otoritas jasa angkutan darat, dibawah Kementerian Transportasi Singapura telah meminta penyedia layanan Singapore Mass Rapid Transit (SMRT) untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap seluruh moda di layanan tersebut. Permintaan ini dilayangkan setelah ditemukannya sebuah pintu yang longgar dan menyebabkan beberapa kali penundaan keberangkatan di sepanjang jalur MRT dari jalur Utara-Selatan dan Timur-Barat pada hari Selasa (25/7/2017) pagi. Baca Juga: Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan Dalam sebuah pernyataan, otoritas tersebut mengatakan bahwa insiden yang sempat menganggu pengoperasian SMRT secara keseluruhan tersebut diketahui manakala kereta melintasi sebuah terowongan di dekat stasiun Tiong Bahru di sepanjang Excess Weight Loss (EWL). Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com, otoritas setempat terpaksa mematikan tenaga pembangkit agar para teknisi bisa melepaskan pintu dengan aman. Akibatnya, layanan kereta api antara stasiun Queenstown dan Bugis terpaksa berhenti selama 30 menit. Setelah pintu tersebut berhasil dilepas pada siang harinya, layanan kereta api pun bisa kembali beroperasi secara normal. Pihak LTA sendiri menambahkan perlu diadakan pengecekan menyeluruh sebelum moda beroperasi. “Sebagai tindakan pencegahan, kami telah meminta SMRT untuk melakukan pengecekan menyeluruh. Kami tengah menyelidiki penyebab pintu yang longgar agar tidak terulang kembali,” ujarnya. Pihak LTA menegaskan bahwa insiden ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengujian sistem persinyalan baru yang sedang berlangsung di jalur Utara – Selatan. Penundaan keberangkatan ini terjadi pada pukul 06.30 waktu setempat, dimana warga berbondong-bondong menuju stasiun MRT untuk memulai aktifitasnya. Bahkan, beberapa penumpang mengklaim bahwa mereka terjebak di stasiun Lakeside. Baca Juga: Bus 3 Pintu, Calon Primadona Masyarakat Singapura Dalam cuitannya, pihak SMRT mengatakan bahwa kereta beroperasi pada interval yang lebih lama karena sebuah kesalahan tenaga intermiten. Tidak hanya di jalur tersebut, Jalur Barat – Timur juga mengalami masalah yang mengharuskan para penumpang yang hendak bepergian dari stasiun Joo Koon menuju stasiun Commonwealth mengalami penundaan keberangkatan. Lalu pada sang harinya, tepatnya pukul 11.15 waktu setempat, tertulis di Facebook bahwa “panel lepas di dekat stasiun MRT Tiong Bahru, yang menyebabkan jalur Utara – Selatan dan Timur – Barat mengalami kelumpuhan sementara. Tidak lama berselang dari postingan di jejaring sosial Facebook tersebut, salah satu halte bus yang berada di dekat stasiun MRT Queenstown diserbu oleh kerumunan warga yang nasibnya terombang-ambing akibat penundaan keberangkatan tersebut. Kejadian ini sempat menjadi viral di Singapura beberapa waktu yang lalu karena imbasnya yang sangat besar.