Liburan Anti-Ribet di Jepang: Rahasia Gerbong Kereta Lega Lewat Layanan Wisata Tanpa Beban

Jepang tengah menghadapi tantangan besar seiring dengan lonjakan drastis jumlah wisatawan mancanegara yang membanjiri kota-kota besarnya. Salah satu titik paling krusial dari kepadatan ini terlihat di dalam gerbong kereta api, di mana koper-koper raksasa milik turis sering kali memenuhi ruang kaki dan lorong, mengganggu kenyamanan penumpang lokal. Menanggapi fenomena ini, perusahaan-perusahaan kereta api raksasa Jepang mulai beralih ke strategi baru yang radikal untuk mengosongkan gerbong mereka: mempromosikan pariwisata tanpa bagasi (luggage-free tourism). Inti dari gerakan ini adalah mendorong wisatawan untuk tidak membawa koper besar mereka ke dalam kereta. Sebagai gantinya, operator kereta api bekerja sama dengan penyedia jasa logistik untuk menawarkan layanan pengiriman bagasi dari bandara langsung ke hotel, atau antar-hotel di kota yang berbeda. Dengan cara ini, wisatawan dapat menikmati perjalanan dengan tangan kosong, sementara koper mereka secara ajaib sudah menunggu di lobi tujuan. Langkah ini dipandang sebagai solusi win-win; gerbong kereta menjadi lebih lega bagi komuter lokal, sementara turis dapat berjalan-jalan lebih santai segera setelah mendarat di Jepang. Penerapan layanan ini tidak hanya sekadar soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari optimalisasi infrastruktur. Beberapa operator bahkan mulai mengintegrasikan sistem pemesanan pengiriman bagasi langsung ke dalam aplikasi tiket kereta mereka. Hal ini dilakukan untuk mengubah kebiasaan para pelancong yang selama ini mengandalkan rak bagasi terbatas di dalam kereta Shinkansen atau kereta bandara yang sering kali sudah penuh sesak. Dengan memindahkan beban koper dari rel ke jalur logistik darat, perusahaan kereta api dapat menjaga ketepatan waktu dan efisiensi operasional gerbong mereka tetap pada level maksimal. Tren pariwisata tanpa beban ini juga mencerminkan adaptasi industri pariwisata Jepang terhadap isu overtourism yang kian sensitif di kalangan masyarakat lokal. Dengan mengurangi hambatan fisik berupa tumpukan bagasi di ruang publik, gesekan antara warga setempat dan wisatawan mancanegara diharapkan dapat berkurang secara signifikan. Inovasi ini sekaligus menegaskan posisi Jepang sebagai pemimpin dalam layanan hospitalitas yang detail, di mana kenyamanan perjalanan dimulai bukan dari kursi kereta, melainkan sejak beban berat di tangan wisatawan diringankan. Ke depannya, model pariwisata tanpa bagasi ini diprediksi akan menjadi standar baru di seluruh prefektur Jepang. Seiring dengan peningkatan fasilitas digital dan jangkauan logistik yang semakin luas, membawa koper besar ke dalam kereta api mungkin akan segera dianggap sebagai cara bepergian yang kuno. Melalui kolaborasi antara teknologi transportasi dan layanan kurir yang efisien, Jepang sedang merancang masa depan pariwisata yang lebih ringan, lebih cepat, dan jauh lebih ramah bagi semua orang.
Kehilangan Barang Saat di Jepang? Jangan Panik, Cari ‘Koban’ Terdekat dan Bertanyalah Pada Polisi

Ini Harapan Penumpang saat Berada di Stasiun Depok yang Selalu Menjadi Keluhan

Akses yang strategis dan mudah dijangkau adalah harapan masyarakat yang ingin menggunakan transportasi umum di wilayah Jabodetabek khususnya kereta api. Ya, alasan masyarakat karena terjangkau dengan menggunakan kereta api bisa mengunjungi ke berbagai lokasi yang strategis. Seperti halnya pada jalur kereta api komuter di Jalur Bogor atau biasa disebut ‘red line’ ini. Ada sebuah stasiun yang bisa diakses dengan transportasi darat lainnya, apalagi berada di kawasan terminal yaitu Stasiun Depok Baru. Stasiun ini berada di kawasan Jalan Margonda Raya dan terletak di ketinggian +93m yang masuk pada Daerah Operasi I Jakarta. Stasiun yang sudah diresmikan pada era 1980-an ini merupakan salah satu titik transit penting untuk warga Depok. Apalagi, fasilitas yang tersedia termasuk lengkap, seperti adanya peron yang luas, mushola, toilet, ruang menyusui, ATM, charging station, serta underpass penghubung antar-peron. Namun dari beberapa fasilitas yang tersedia, masyarakat menyoroti tentang kurang pedulinya fasilitas terhadap kaum disabilitas maupun penumpang lainnya. Keluhan penumpang tersebut yakni ada pada underpass stasiun yang hanya bisa diakses lewat tangga. Tangga yang disediakan memang cukup membantu untuk menyeberangi antar peron melalui jalan bawah, namun bagi penumpang itu masih menyulitkan mereka apalagi bagi penyandang disabilitas dan lansia. Bahkan masyarakat yang biasa menggunakan kereta Commuter dari Stasiun Depok Baru, terpaksa harus pindah ke Stasiun Pondok Cina agar bisa merasa nyaman menggunakan fasilitas yang disediakan dengan mudah. Meski jaraknya cukup memakan waktu dari Stasiun Depok Baru menuju stasiun sebelahnya, tapi bagi masyarakat sudah tidak afa pilihan lain daripada harus naik dan turun tangga yang cukup curam untuk menyeberangi peron. Gambaran suasana Stasiun Depok Baru dari arah pintu masuk terdapat tangga untuk umum dan jalan lain untuk disabilitas. Di area stasiun terdapat guiding block untuk tunanetra. Namun untuk menuju seberang peron, hanya ada akses underpass melalui tangga tanpa guiding block. Meski di setiap peron diberi fasilitas kursi roda, penyandang disabilitas tidak bisa langsung menyeberangi peron. Sebab, underpass bertangga tersebut hanya akses satu-satunya untuk berpindah peron. Harapan dari masyarakat yang biasa menggunakan Stasiun Depok Baru ini pun tentu ada. Masyarakat berharap adanya fasilitas lift untuk mempermudah akses, terutama bagi kelompok rentan. Menurut dia, keberadaan lift dapat membantu penumpang yang memiliki keterbatasan fisik saat berpindah peron. Meskipun fasilitas kursi roda sudah tersedia di peron, namun masih belum dapat dimanfaatkan maksimal karena tidak didukung akses yang memadai untuk berpindah peron. Selain lift, warga juga mengusulkan adanya jalur penyeberangan di atas rel sebagai alternatif. Usulan ini dinilai dapat menjadi solusi untuk mempermudah mobilitas penumpang. Fasilitas tambahan diperlukan agar akses penumpang lebih merata dan dapat digunakan oleh semua kalangan.
Meski Ramai dan Strategis, Ternyata Stasiun Depok Baru Belum Ramah Disabilitas

KAI Segera Hadirkan ‘Kereta Ekonomi Kerakyatan’, Siap Beroperasi saat Lebaran 2026

Balai Yasa Manggarai kini membuat gebrakan terbaru soal rangkaian kereta untuk angkutan penumpang. Ya, tersebar informasi di media sosial PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI), mengenai terobosan baru untuk kereta kelas ekonomi dengan interior wajah baru bagi masyarakat yang setia pengguna kelas ekonomi. Rangkaian tersebut digadang-gadang akan dioperasikan pada Lebaran 2026 nanti. Di berbagai laman sosial media KAI memperlihatkan bahwa kereta ini merupakan kelas ekonomi yang diberi nama Kereta Ekonomi Kerakyatan. Rangkaian yang disebutkan pada laman tersebut mengungkapkan bahwa untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026 nanti. Menggunakan kereta dari hasil modifikasi rangkaian kereta sebelumnya, Balai Yasa Manggarai telah berinovasi untuk melakukan pengerjaan terobosan baru yang lebih baik. Ya, rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan ini terlihat dari bagian luar merupakan kelas ekonomi biasa pada umumnya. Namun jika dilihat bagian dalam ada perubahan yang bisa dibilang cukup istimewa. Meskipun denah kursi tetap seperti kelas ekonomi tarif subsidi yaitu konfigurasi kursi 2+3, tapi jumlah atau kapasitas penumpang berkurang.
Denah kursi Kereta Ekonomi Kerakyatan. (Foto: Dok. KAI)
Diketahui kapasitas penumpang pada kelas ekonomi dengan kursi 2+3 sebelumnya berjumlah 106 penumpang, kini berkurang menjadi 93 penumpang. Ini karena jarak antar kursi dan penumpang saat duduk terlihat lebih luas. Kursi yang dibuat lebih ergonomis serta fitur reversible, membuat kereta ini dirancang lebih nyaman untuk perjalanan kereta api. Meskipun kelas ekonomi, namun penumpang nantinya bisa merasakan pengalaman perjalanan dengan Kereta Ekonomi Kerakyatan jauh lebih nyaman dan lebih baik. Diketahui pula kereta ini merupakan hasil modifikasi dari kereta ekonomi AC package generasi sebelumnya yang dikerjakan oleh Balai Yasa Manggarai. Selain itu kenyamanan juga ditambah dengan kursi yang bisa disesuaikan dengan arah perjalanan kereta api alias tak ada perjalanan kereta dengan duduk posisi mundur. Untuk harga memang dari informasi belum ada keterangan resmi KAI mengenai berapa tarif yang akan diberikan. Namun disebutkan bahwa tarif yang akan diberlakukan adalah diatas tarif Public Service Obligation (PSO) atau subsidi dan di bawah tarif reguler. Tentunya tarif akan diberlakukan terjangkau agar masyarakat semua kalangan bisa merasakan inovasi baru ini. Dengan nantinya diluncirkan Kerets Ekonomi Kerakyatan ini, tentu KAI turut mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026 dengan menambah opsi layanan bagi pemudik. KAI menyebut program ini sekaligus mengoptimalkan aset yang telah ada dan memperkuat komitmen dalam menghadirkan layanan yang inklusif, aman dan nyaman. Dan tentunya langkah ini juga tidak lepas dari harapan masyarakat agar kereta api tetap menjadi pilihan utama saat mudik.
Alasan Pembangunan Jaringan Kereta Masa Lalu: Ekonomi, Militer dan Pemerintahan

Mulai Hari Ini Akses Pintu Keluar Masuk Stasiun Pondok Cina Ditutup

Bagi masyarakat yang sering naik Kereta Rel Listrik (KRL) di jalur Bogor atau ‘red line’, pasti sudah tak asing dengan namanya Stasiun Pondok Cina. Ya, stasiun yang biasa digunakan naik dan turun KRL para mahasiswa Universitas Indonesia ini tiap harinya selalu ramai. Bahkan di bagian luar stasiun terdapat kuliner atau jajanan dengan harga terjangkau. Stasiun Pondok Cina sangat populer di semua kalangan masyarakat. Bahkan stasiun kecil ini memiliki akses ke berbagai area termasuk menuju ke Jalan Raya Margonda, Depok. Stasiun Pondok Cina memiliki 3 akses pintu keluar, yaitu menuju pusat pelanjaan, menuju kampus Universitas Gunadarma dan Universitas Indonesia. Stasiun ini juga berdekatan dengan pintu perlintasan yang hanya digunakan oleh kendaraan roda dua saja. Namun dari berbagai area pintu keluar dan masuk di Stasiun Pondok Cina, menurut informasi dari berbagai sumber mengatakan bahwa pintu keluar dan masuk di Stasiun Pondok Cina akan ditutup. Ya, PT KAI Commuter akan merubah alur masuk pengguna KRL Commuter Line lintas Bogor – Jakarta Kota di Stasiun Pondok Cina mulai Sabtu , 21 Februari 2026. Bagi calon penumpang KRL Commuter Line yang akan masuk ke dalam Stasiun Pondok Cina dari pintu timur, akan dialihkan melalui bangunan baru lantai 2 Stasiun Pondok Cina, tepatnya di akses apartemen Semesta Mahata Depok. Sedangkan untuk alur masuk pintu barat Stasiun Pondok Cina tidak berubah dan masih bisa diakses oleh calon penumpang. Sebelumnya, KAI Commuter telah melakukan uji coba dan membuka alur keluar masuk penumpang KRL Commuter Line melalui tower hunian yang dibangun Perumnas, yakni Semesta Mahata. Uji coba alur keluar masuk penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Pondok Cina ini dimulai 3 April 2023 lalu. Meski alur keluar masuk penumpang KRL dari tower Semesta Mahata sudah dibuka sejak 2023 lalu, tetapi pintu timur masih dibuka. Dan mulai hari ini, pintu timur Stasiun Pondok Cina akan ditutup. Penumpang yang akan naik dan turun di Stasiun Pondok Cina tetap mematuhi arahan dari petugas yang berjaga. Sebelumnya, pada Agustus 2019 lalu sempat dilakukan juga akses pintu masuk dari stasiun Pondok Cina menuju kampus Universitas Indonesia ditutup sementara. Pasalnya akses tersebut sedang ada perbaikan jalan, masyrakat diimbau agar menghindari semebtara akses tersebut.
Meski Ramai dan Strategis, Ternyata Stasiun Depok Baru Belum Ramah Disabilitas

Bukan Kecepatan, Inilah Kereta Api Paling Lambat di Dunia yang Tawarkan Pemandangan Indah

Menikmati perjalanan dengan kereta api tentu yang dilihat adalah pemandangan dari balik jendela. Pelayanan yang memuaskan, keamanan yang terjamin, dan kenyamanan yang terasa lebih kini sudah banyak dinikmati masyarakat. Seperti halnya jika kita menggunakan kereta api di Indonesia, pemandangan yang disuguhkan membuat penumpang yang melihatnya tentu ingin mengabadikan dengan kamera. Indonesia memang memiliki panorama pemandangan yang luar biasa indah saat naik kereta api. Nah, bagaimana jika kabarpenumpang akan mengajak kalian melihat pemandangan indah di dunia tetap menggunakan kereta api. Tapi kereta api ini memiliki perjalanan yang sangat lambat. Beberapa alasan yang mendasari, mungkin karena medan jalur yang dilintasi ekstrem dan berbahaya untuk melaju kencang di atasnya. Faktor usia kereta yang sudah tua atau teknologi yang tak mendukung juga jadi pertimbangan. Sementara itu ada pula kereta yang menyadari bahwa pemandangan indah di perjalanan itu terlalu sayang jika dilihat dalam hitungan detik, sehingga memberikan waktu lebih lama untuk penumpang menikmatinya. Bahkan, sejumlah kereta api ini disebut sebagai yang paling lambat di dunia. Ketika kereta api dunia sibuk berlomba mengantarkan penumpangnya dengan kecepatan penuh, justru kereta-kereta ini jadi yang paling pelan menempuh perjalanan. Berikut rangkuman kereta api terlambat di dunia namun memiliki panorama yang indah dilansir dari CNN Indonesia: 1. Kereta Api Darjeeling, India Masih di India, kali ini adalah kereta api perjalanan yang melewati pegunungan dengan lambat. Disebut perjalanan Kereta Api Darjeeling, sebuah kereta yang akan membawa penumpangnya melintasi Pegunungan Himalaya Timur dengan langkah kecil. Sepanjang jalan, penumpang bisa puas menikmati perkebunan teh hingga pesona puncak gunung yang tertutup oleh salju. Selain agar penumpang bisa menikmati pemandangan indah, sebenarnya kereta ini melambatkan pergerakannya karena jalur curam dan tajam yang dilintasinya. 2. Kereta Te Anau-Manapouri, Selandia Baru Sekarang beralih ke Selandia Baru. Kereta yang menyisir rute Te Anau menuju Manapouri ini disebut sebagai salah satu kereta wisata yang perjalanannya paling lambat. Kereta api ini mengajak wisatawan bergerak dengan perlahan melintasi hutan belantara di bagian pulau selatan Selandia Baru. Kereta ini sengaja dirancang bergerak lambat untuk menyuguhkan keindahan pemandangan. 3. Jalur West Highland, Skotlandia Terakhir datang dari Skotlandia, yaitu kereta yang dengan lambat melintasi jalur West Highland. Bergerak di sepanjang dataran tinggi, kereta ini siap melaju dari Glasgow menuju Mallaig. Dalam sekali perjalanan, mereka menghabiskan banyak waktu untuk menempuh jarak sekitar 180 kilometer. Jalur yang dilewati juga cukup terjal, tetapi pemandangannya membuat mata terpaku. Mulai dari danau hingga kastil, semuanya bisa dilihat tanpa terburu-buru. 4. Glacier Express, Swiss Sebuah kereta api berjenama Glacier Express di Swiss disebut sebagai salah satu kereta paling lambat di dunia, meskipun ada kata “Express” di akhir namanya. Kereta ini memiliki rata-rata kecepatan 37 kilometer per jam. Membawa penumpangnya dengan perlahan melintasi Zermatt ke St. Moritz. Walaupun pelan tetapi pemandangannya sungguh menakjubkan. Selama perjalanan, Glacier Express akan melewati tempat indah dengan pemandangan luar biasa, termasuk Pegunungan Alpen yang terkenal. Kereta ini melintasi 291 jembatan dan melewati 91 terowongan. Jarak sejauh 291 kilometer akan ditempuh dalam waktu delapan jam. 5. Howrah-Amritsar Express, India Diklaim sebagai salah satu kereta api terlambat di dunia dengan pemandangan indah, Kereta Api Howrah-Amritsar Express ini berjalan pelan di atas medan yang beragam. Dengan rata-rata kecepatan 20-30 kilometer per jam, kereta ini menyuguhkan variasi pemandangan yang tak akan membuat penumpang bosan. Mulai dari lanskap pedesaan yang tenang sampai pesona perkotaan, bisa dilihat dengan teliti selama perjalanan.
Lintasi Perbatasan dalam Lima Menit: Menyongsong Operasional RTS Link Johor Bahru-Singapura 2027

Progres 38 Persen, Kereta Premium Heritage Balai Yasa Gubeng Siap Uji Coba Juni 2026

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) terus melakukan inovasi atau gebrakan terbaru untuk melayani masyarakat. Alih-alih memiliki rangkaian kereta api yang berusia lebih dari 50 tahun, tentunya akan kembali dimodifikasi dengan rangkaian kereta yang lebih baru dan nyaman. Tentunya jika rangkaian tersebut masih bisa kembali digunakan dan memiliki hasil lulus uji. Karena beberapa kereta yang berusia cukup tua ternyata masih bisa dimodifikasi ulang dengan rangkaian yang lebih baru. Seperti halnya Balai Yasa Surabaya Gubeng. Diketahui balai yasa ini merupakan tempat yang dipakai untuk perawatan besar sarana perkeretaapian. Sama seperti balai yasa yang tersebar di Jawa dan Sumatra. Di sinilah, transportasi kereta api maupun gerbong bahkan lokomotif memperoleh semi perawatan akhir (SPA), pemeliharaan akhir (PA) hingga modifikasi. Diketahui Balai Yasa Surabaya Gubeng ini terletak di Jalan Tampak Siring, Surabaya, tak jauh dari Stasiun Gubeng. Melansir informasi dari situs resmi heritage.kai.id, Balai Yasa SGU dibangun pada 1912 oleh Pemerintahan Belanda, Staatspoorwegen, perusahaan kereta api milik Hindia Belanda. Di sini banyak kereta diperbaiki. Setiap satu kereta dibutuhkan kurang lebih lima hari untuk perbaikan. Sedangkan untuk perbaikan besar, misalnya pada kereta api kecelakaan, dibutuhkan waktu paling lama sekitar dua minggu. Tentunya perawatan di balai yasa sanhat mengandalkan keamanan saat melakukan perbaikan. Nah, setelah Balai Yasa Surabaya Gubeng ini sukses menciptakan Kereta Panoramic dan Kereta Petani – Pedagang, informasi yang menarik lainnya balai yasa ini akan meluncurkan rangkaian kelas ekonomi yang bernuansa Heritage. Saat ini KAI tengah menyiapkan rangkaian kereta berkonsep experience, luxury, dan heritage yang memadukan fasilitas premium dengan karakter historis. Sebanyak 12 unit sedang dikerjakan di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Rangkaian tersebut mencakup kereta sleeper dengan ruang privat, kereta makan berkonsep fine dining, kereta lounge dengan fasilitas hiburan, serta kereta pendukung operasional. Menariknya, pengembangan ini mengusung revitalisasi sarana era 1980 hingga 1990-an yang dirancang ulang sesuai standar kenyamanan masa kini. Bisa dikatakan menggunakan rangkaian yang terdahulu dan kembali untuk dimodifikasi. Pendekatan ini tidak hanya meremajakan aset, tetapi juga menjaga identitas historisnya. Hingga kini, tahap pertama pengerjaan telah mencapai sekitar 38 persen dan ditargetkan memasuki uji coba pada Juni 2026 sebelum diluncurkan secara komersial. Ke depan, operasional rangkaian tersebut akan difokuskan pada perjalanan tematik dengan rute pilihan yang menawarkan panorama terbaik serta terintegrasi dengan destinasi wisata unggulan. Melalui inovasi itu, KAI optimistis dapat memperluas peran kereta api sebagai bagian penting dari industri pariwisata nasional. Serta pengembangan konsep tersebut dilakukan tentunya dengan mempertimbangkan pertumbuhan sektor pariwisata di Pulau Jawa.
Yuk, Kenalan dengan Djoko Tingkir – Sang Kereta Penolong

Merayakan 24 Tahun Penerbangan Perdana Embraer E-170: Revolusi Jet Regional dari Brasil

Tanggal 19 Februari menjadi catatan emas bagi industri penerbangan Brasil dan dunia. Tepat pada hari ini di tahun 2002, pesawat jet berbadan sempit (narrow-body) Embraer E-170 membelah langit untuk pertama kalinya dari fasilitas pabrikan di São José dos Campos. Penerbangan perdana ini bukan sekadar uji coba teknis, melainkan awal dari sebuah revolusi yang mengubah peta persaingan jet regional global, yang selama dekade sebelumnya didominasi oleh pabrikan besar asal Amerika Utara dan Eropa. Pengembangan keluarga E-Jet dimulai pada akhir 1990-an ketika Embraer menyadari adanya celah pasar antara jet regional kecil berkapasitas 50 kursi dan pesawat jet besar seperti keluarga Boeing 737 atau Airbus A320. Proyek yang awalnya dinamakan ERJ-170 ini bertujuan menghadirkan pesawat yang menawarkan kenyamanan layaknya jet besar namun dengan biaya operasional jet regional. Berbeda dengan model ERJ-145 sebelumnya yang merupakan pengembangan dari pesawat turboprop, E-170 dirancang dari nol dengan desain clean-sheet. Salah satu inovasi paling menonjol dari desain ini adalah konfigurasi penampang lambung “double-bubble”. Desain unik ini memungkinkan Embraer menghilangkan kursi tengah yang sempit, sehingga setiap penumpang mendapatkan akses jendela atau lorong (aisle) dengan ruang kepala dan bahu yang lebih luas. Terobosan ini secara instan menghapus citra jet regional yang selama ini dianggap sesak dan tidak nyaman bagi penumpang jarak jauh. Kesuksesan penerbangan perdana E-170 segera diikuti oleh pengembangan varian yang lebih besar, yakni E-175, E-190, dan E-195. Strategi Embraer untuk menciptakan sebuah “keluarga” pesawat dengan kesamaan suku cadang dan kokpit yang identik terbukti menjadi nilai jual utama bagi maskapai. Pilot yang memiliki sertifikasi untuk E-170 dapat dengan mudah menerbangkan varian E-195 tanpa perlu pelatihan ulang yang ekstensif, sebuah efisiensi biaya yang sangat krusial bagi manajemen maskapai. Pasar internasional menyambut hangat keluarga E-Jet. Maskapai besar seperti JetBlue, United Express, hingga Lufthansa mulai mengandalkan pesawat ini untuk rute-rute penghubung (feeder) maupun rute jarak menengah dengan kepadatan penumpang rendah hingga sedang. E-190 dan E-195, khususnya, menjadi favorit karena mampu menampung hingga 110-120 penumpang dengan efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik dibandingkan jet generasi lama. Hingga saat ini, lebih dari 1.600 unit keluarga E-Jet telah dikirimkan ke berbagai maskapai di seluruh penjuru dunia. Keberhasilan ini tidak hanya mengukuhkan Embraer sebagai produsen pesawat terbesar ketiga di dunia setelah Airbus dan Boeing, tetapi juga memicu lahirnya generasi penerus yang lebih canggih, yakni E-Jet E2. Generasi terbaru ini membawa efisiensi mesin yang lebih tinggi dan sayap komposit yang lebih aerodinamis, memastikan warisan yang dimulai pada 19 Februari 2002 tetap relevan di masa depan. Penerbangan perdana E-170 dua dekade lalu adalah pembuktian bahwa inovasi tidak harus datang dari raksasa mapan. Dari Brasil, Embraer berhasil membuktikan bahwa dengan mendengarkan kebutuhan pasar akan kenyamanan dan efisiensi, sebuah pesawat jet regional bisa tumbuh menjadi legenda yang menguasai langit internasional.
Setelah Scoot Airlines, Giliran Virgin Australia Order Delapan Unit Embraer E190-E2

Beli Tiket Kereta Cepat Bakal Dapat Potongan Harga Rp100.000, Begini Caranya!

Siapa sih yang tak mau naik kereta cepat dapat potongan diskon yang menggiurkan. Ya, perjalanan menggunakan kereta cepat yang memakan waktu hanya setengah jam ini ternyata sedang tebar potongan diskon yang fantastik. Tak hanya itu, diskon tarif kereta cepat ini berlaku hingga tiga bulan. Tentu masyarakat yang ingin mencoba atau yang biasa menggunakan kereta cepat ini pastinya bisa mendapatkan tarif diskon tersebut. Ya, kabar menarik bagi para pelancong yang ingin bepergian dari Jakarta ke Bandung maupun sebaliknya untuk Tiket Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kini bisa mendapat potongan harga hingga Rp100.000. Promo tiket Whoosh bisa didapatkan khusus pembelian melalui Trip.com, baik melalui situs resmi, aplikasi, maupun mobile site platform ini. Diskon tiket Whoosh ini diberikan dalam rangka kerja sama KCIC dengan Trip.com dan bisa digunakan untuk pembelian mulai 12 Februari 2026. General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan bahwa semakin banyak pilihan kanal pembelian, maka transaksi tiket Whoosh akan semakin mudah dan fleksibel bagi masyarakat. Kerja sama ini menjadi strategi KCIC dalam memperkuat distribusi tiket secara digital serta memperluas jangkauan pasar, termasuk wisatawan mancanegara, mengingat Trip.com memiliki jaringan global dengan pengguna dari berbagai negara. Promo tiket Whoosh berlaku untuk periode pembelian mulai 12 Februari 2026 hingga 31 Mei 2026. Calon penumpang berkesempatan mendapatkan diskon tiga persen hingga Rp100.000 dengan minimum transaksi Rp 150.000. Untuk mendapatkan diskon tiket Whoosh ini, penumpang wajib memasukkan kode promo 3WHOOSH saat melakukan pembelian via aplikasi maupun situs Trip.com. Kupon Whoosh akan dirilis setiap Senin pukul 12.00 WIB dengan jumlah terbatas. Eva menyampaikan bahwa penambahan kanal penjualan ini sejalan dengan tren pembelian tiket Whoosh yang semakin didominasi oleh kanal digital. Berdasarkan data penjualan periode 2023 hingga 2026 yang dikutip dari laman Kompas bahwa sebanyak 80 persen transaksi tiket Whoosh dilakukan melalui kanal online, sementara sekitar 20 persen sisanya dibeli melalui kanal offline, seperti loket stasiun dan mesin penjualan tiket (TVM). KCIC menilai keunggulan penjualan online tidak hanya pada kemudahan akses kapan saja dan di mana saja, tetapi juga pada kecepatan transaksi, pilihan metode pembayaran yang beragam, kemudahan perubahan jadwal sesuai ketentuan. Saat ini, tiket Whoosh tersedia di berbagai kanal online, antara lain aplikasi Whoosh, situs resmi ticket.kcic.co.id, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, Wondr by BNI, Traveloka, Tiket.com, dan Trip.com. Adapun pembelian tiket Whoosh secara offline tetap tersedia melalui loket dan mesin tiket di stasiun. Ke depannya KCIC akan terus meningkatkan kualitas Contact Center Whoosh melalui penguatan sistem, peningkatan pelayanan, serta integrasi layanan digital agar pengalaman perjalanan penumpang semakin nyaman.
Gandeng Trip.com, KCIC Yakin Lebih Banyak Wisatawan Mancanegara Naik Whoosh

Bulan Ramadhan Tiba! Simak Tips Berbuka Puasa di Commuter Line, LRT Jabodebek, MRT dan LRT Jakarta

Bagi sebagian orang, terutama pekerja, berbuka puasa saat masih berada di jalan, tentu sudah menjadi hal yang biasa. Ini dikarenakan mereka sering kali tidak sempat pulang tepat waktu untuk berbuka puasa di rumah, sehingga membuat mereka harus berbuka puasa di perjalanan. Kejadian ini disebabkan dari saat pulang beraktivitas menjelang waktu berbuka maupun kondisi kemacetan yang sulit dihindari. Maka dari mau tidak mau saat adzan berkumandang masyarakat berbuka puasa di tempat yang memang tidak seharusnya untuk makan dan minum. Hal seperti itu biasa ditemukan saat menggunakan transportasi umum. Namun, beda halnya saat bulan suci Ramadhan. Ketentuan tersebut tidak berlaku pada saat berbuka puasa tiba. Masyarakat diperbolehkan untuk makan dan minum di dalam transportasi umum, walaupun saat sedang bergerak. Ya, ketentuan ini berlaku saat masyarakat menggunakan transportasi di Kota Metropolitan khususnya berbasis rel, seperti: Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, dan LRT Jakarta. Nah, kabarpenumpang akan kembali mengabarkan ketentuan makan dan minum di transportasi berbasis rel tersebut dari berbagai sumber. Berikut beberapa tipsnya. 1. KRL Commuter Line Secara resmi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memperbolehkan para pengguna layanan Commuter Line untuk membatalkan puasa di dalam gerbong kereta selama bulan Ramadan. Meski demikian, terdapat sejumlah batasan yang harus dipatuhi demi kenyamanan seluruh penumpang selama perjalanan. Sebagai bentuk pelayanan tambahan, petugas akan memberikan informasi secara berkala saat waktu berbuka puasa tiba, baik melalui pengumuman di dalam kereta maupun di area stasiun. KAI Commuter juga menyediakan fasilitas dispenser air minum gratis atau water station di stasiun yang dapat dimanfaatkan penumpang untuk mengisi botol minum sendiri. 2. LRT Jabodebek Perusahaan transportasi LRT Jabodebek mengumumkan kelonggaran kebijakan untuk penumpang dengan memperbolehkan makan di dalam kereta dan area stasiun untuk berbuka puasa, dengan waktu dibatasi mulai adzan magrib sampai pukul 19.00 WIB. Selain itu, kebijakan tersebut juga untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang masih dalam perjalanan ketika waktu berbuka puasa, terutama saat jam pulang kerja yang menjadi periode mobilitas tertinggi di kawasan Jabodebek. Tidak lupa, LRT juga menyediakan fasilitas air minum gratis di seluruh stasiun yang bisa dimanfaatkan oleh penumpang LRT Jabodebek. 3. MRT Jakarta PT MRT Jakarta (Perseroda) memberlakukan aturan khusus bagi penumpang yang ingin membatalkan puasa di dalam Ratangga maupun area berbayar selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Penumpang diperbolehkan mengonsumsi air putih dan buah kurma dengan batasan waktu tertentu. Selain air putih dan kurma, penumpang dilarang mengonsumsi jenis makanan dan minuman lain di area berbayar. Minuman seperti teh, kopi, sirup, soda, serta makanan ringan selain kurma tetap tidak diperbolehkan demi menjaga kebersihan fasilitas MRT. 4. LRT Jakarta Bagi pengguna transportasi umum, terutama LRT Jakarta, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan agar berbuka puasa tetap berjalan lancar dan tidak mengganggu kenyamanan penumpang lain. Penumpang diminta untuk berbuka puasa dalam waktu 10 menit setelah waktu yang ditentukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses berbuka tidak berlangsung terlalu lama dan tidak mengganggu penumpang lainnya yang sedang melakukan perjalanan. Dimohon untuk tidak membawa makanan berbau menyengat yang dapat mengganggu penumpang lainnya. Dan pastikan berbuka puasa cukup membawa makanan ringan seperti kurma atau camilan lainnya. Itulah tips berbuka puasa di berbagai transportasi berbasis rel di Jabodetabek dan pusat kota. Dan jangan lupa untuk selalu memperhatikan kebersihan transportasi umum selama berbuka puasa. Kebersihan dan kenyamanan sangat penting, mengingat ruang di dalam transportasi umum cukup terbatas dan digunakan oleh banyak orang. Dengan menjaga kebersihan, masyarakat turut berkontribusi menjaga kenyamanan bersama.
Puasa di Transportasi Umum? Ini Cara Menikmatinya

Hari Ini 44 Tahun Lalu, Boeing 757 Terbang Perdana Saat Berkecamuk Krisis Minyak Global

Tepat hari ini 44 tahun lalu, yaitu pada 19 Februari 1982, di Bandara Kota Renton, Washington, AS, pilot uji Boeing John H. Armstrong dan Samuel Lewis “Lew” Wallick, Jr, melakukan penerbangan pertama dari pesawat prototipe model 757 dengan nomor registrasi N757A dan nomor seri 22212. Baca juga: Pasca Hard Landing, Muncul ‘Kerutan’ di Bodi Boeing 757-200 Delta Airlines Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, kala itu, pesawat dengan kapasitas antara 178 dan 239 penumpang (757-200) tersebut memiliki sejumlah permasalahan dengan mesin sebelah kanan dan membutuhkan sejumlah perbaikan sebelum akhirnya kembali melakukan penerbangan berikutnya. Setelah melakukan sejumlah perbakan, pesawat akhirnya dapat terbang dan mendarat sempurna di Paine Field, Everett, Washington, setelah 2 jam, 31 menit mengudara.
Dikembangkan bersamaan dengan Boeing 767 pada akhir 1970-an, saat krisis minyak global tengah melanda dunia dan membuat ekonomi lesu, tak terkecuali Boeing, yang mem-PHK hampir 36.000 karyawan, Boeing 757 memulai penerbangan komersial perdana pada tahun 1982. Saat ini, setelah hampir 40 tahun kemudian, banyak kalangan menilai bahwa Boeing 757 masih dianggap sebagai salah satu pesawat narrow body tertangguh di dunia. Betapa tidak, Boeing 757 mampu terbang sempurna lintas benua dan transatlantik dengan jarak tempuh selama enam sampai tujuh jam. Tak hanya itu, pesawat tersebut disebut tangguh juga karena dapat terbang ataupun mendarat di bandara dengan landasan pacu pendek sekalipun. Di AS sendiri, 757 adalah sebuah kesuksesan besar bagi maskapai AS karena ketangguhannya. American Airlines, Delta Airlines, dan United Airlines seluruhnya berhasil mencapai profit yang luar biasa karena menerbangkan seluruh rute jarak pendek dan menengah dengan Boeing 757. Selain ketiga maskapai terbesar di AS tersebut, maskapai lainnya di seluruh dunia juga berhasil mencetak hasil gemilang dengan memaksimalkan ketangguhan Boeing 757, mulai dari Icelandair (rute Reykjavík, Islandia—San Francisco, Amerika Serikat dengan jarak tempuh mencapai lebih dari 11 jam, jauh dari daya jelajah Boeing 757 yang normalnya hanya berkisar enam – tujuh jam), Thomas Cook & Condor (anak perusahaan Lufthansa), British Airways, dan Arkia Israel Airlines.
Icelandair dengan pesawat Boeing 757. Foto: Simple Flying
Di Indonesia sendiri, sekalipun banyak maskapai di dunia yang berhasil mencatatkan hasil gemilang, Boeing 757 rupanya masih belum menjadi primadona maskapai-maskapai dalam negeri. Menurut catatan pengamat penerbangan, Gerry Soejatman, dari beberapa alasan yang mendasarinya, salah satu yang utama adalah karena alasan spesifikasi. “Untuk (Boeing) 757 masalahnya sebernya satu sih. Dia itu kan tinggi ya pesawatnya. Jadi butuh ekstra ground equipment, meski pake tangga yang tinggi-lah, mobil tangga yang tinggi-lah, dan lain-lain” terangnya saat dihubungi KabarPenumpang.com, Rabu, (19/2). Di samping itu, sekalipun pesawat tersebut cukup tangguh dan memiliki kemampuan yang tak dimiliki pesawat-pesawat sejenis lainnya (kala itu), seperti mampu terbang atau turun landas di bandara-bandara kering, tinggi, dan dengan landasan pacu yang pendek, Gerry melihat bahwa momentum dunia penerbangan Indonesia saat itu juga menjadi alasan lainnya mengapa Boeing 757 tidak dilirik maskapai-maskapai dalam negeri. “Itu dibikin tahun berapa? Di zaman dia launching, maskapai sini masih belum pakai pesawat besar-besar. Zaman dulu masih pakai Propeller, Fokker. Nah, setelah penerbangan ramai itu kita baru mulai masuk ke jet. Saat kita sudah masuk ke jet, pesaing sudah semakin banyak dan lebih menarik dibandingkan 757,” tambahnya. Tak lupa, ia juga menambahkan catatan, bahwa selain dua alasan di atas, tidak diliriknya Boeing 757 juga akibar leasing rate yang mahal dibanding pesawat-pesawat sejenisnya seperti Boeing 727 ataupun ataupun Airbus A321 . Bahkan, menurutnya, sejak awal kehadiran 757, leasing hampir tidak pernah murah. Tentu saja, dengan kondisi tersebut, ditambah dua catatan sebelumnya maskapai-maskapai Indonesia enggan melirik Boeing 757, sekalipun pesawat tersebut dinilai sebagai pesawat tertangguh di dunia.
Maskapai Condor, dengan armada Boeing 757-nya. Foto: Flickr
Boeing 757 sendiri awalnya dianggap wujud pengembangan dari Boeing 727, meskipun Boeing mengaku lebih baik membuat pesawat yang benar-benar baru dibanding harus meningkatkan model lamanya. Hal itu dinilai lebih ekonomis. Semasa aktif mengudara, Boeing 757 ditawarkan dalam varian tiga tipe, yakni 757-100, 757-200, dan 757-300. Sesuai urutannya, 757-100 adalah varian yang paling kecil, dengan hanya memuat sekitar 150 penumpang. Adapun 757-200 dan 757-300, masing-masing menawarkan jumlah kursi yang lebih banyak, sekitar 192-239 dan 239-289 dalam konfigurasi satu atau dua kelas. Khusus untuk varian 757-300, pesawat tersebut berhasil mencatatkan namanya sebagai pemegang rekor untuk pesawat twinjet satu lorong terpanjang dalam sejarah. Baik 757-100, 757-200, ataupun 757-300, ketiganya tersedia dengan vairan mesin Rolls-Royce RB.211-535E atau Pratt & Whitney PW2037, dengan daya dorong setinggi 43.734 pound (194,54 kilonewton) per mesin. Boeing 757 memiliki kecepatan jelajah 0,8 Mach (530 mil per jam, atau 853 kilometer per jam) pada 35.000 kaki (10.668 meter). Normalnya, tinggi jelajahnya berada di sekitaran 42.000 kaki atau 12.802 meter, dengan jarak maksimumnya berkisar 4.718 mil laut atau 7.593 kilometer. Setelah beroperasi selama 23 tahun, Boeing akhirnya menyudahi produksi 757 pada tahun 2003, ketika penjualan mulai menyusut dan seluruh industri penerbangan terguncang oleh peristiwa 11/9 atau 11 September 2001. Pada saat itu, Boeing percaya bahwa keluarga 737 dan 787 yang dikembangkan akan mengisi kekosongan pasar yang ditinggalkan oleh penuaan 757. Baca juga: Tragedi 11 September, Mengenang Momen Keberanian Penumpang Melawan Teroris di United Airlines Flight 93 Boeing benar-benar resmi menghentikan produksi 757 setelah mengirimkan 757 terakhir pada November 2005 ke Shanghai Airlines. Pengiriman ke maskapai Cina tersebut sekaligus menandai pesawat ke 1.050 yang berhasil diproduksi Boeing selama 23 tahun. Meskipun sudah lapuk dimakan usia, ketiga maskapai utama AS, American Airlines, Delta Airlines, dan United Airlines hingga kini masih menerbangkan armada 757-nya. American Airlines dan United Airlines menerbangkan 757-200 sedangkan Delta Airlines menerbangkan 757-200 serta 757-300. Delta Airlines sendiri hingga kini tercatat sebagai maskapai terbesar yang masih mengoperasikan armada 757 dengan frekuensi hingga 100 penerbangan per hari.