Bak Primadona, LRT Jabodebek Kini Makin Jadi Andalan Kaum Pekerja
Tiket Tidak Langsung Hangus saat Ketinggalan Kereta Cepat, Jika Penumpang Bisa Lakukan Ini
Kecewa bahkan miris jika masyarakat tertinggal kereta api yang akan dinaiki akibat suatu hal saat menuju ke stasiun pemberangkatan. Salah satu yang membuat ketinggalan kereta api tak lain dan tak bukan akibat kemacetan yang tidak bisa diprediksi. Hal tersebut sudah pasti terasa jenuh dengan keadaan yang bercampur aduk tidak karuan. Apalagi yang di akan digunakan adalah kereta cepat, pasti sudah sangat kesal jika tertinggal.
Dari kejadian tersebut sepertinya tak perlu khawatir lagi. Karena PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan penumpang Kereta Cepat Whoosh tidak perlu panik apabila tertinggal kereta. Melalui kebijakan reschedule yang semakin fleksibel, tiket perjalanan tidak langsung hangus dan masih dapat diubah jadwalnya hingga 15 menit setelah waktu keberangkatan.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan kebijakan ini diterapkan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi penumpang Whoosh, sekaligus menjawab kebutuhan penumpang yang menghadapi situasi perjalanan tidak terduga.
“Kebijakan ini dihadirkan sebagai bentuk peningkatan layanan kepada penumpang, khususnya bagi mereka yang tertinggal kereta akibat kondisi lalu lintas, cuaca, atau faktor lain di luar kendali. Dengan adanya fleksibilitas ini, penumpang tetap memiliki kesempatan melanjutkan perjalanan tanpa harus kehilangan tiket yang telah dibeli,” ujar Eva, dikutip dari kcic.co.id,
Reschedule tiket secara offline melalui loket stasiun dapat dilakukan hingga batas maksimal 15 menit setelah jadwal keberangkatan. Oleh karena itu, penumpang diimbau segera menuju loket dan mengantisipasi antrean agar proses perubahan jadwal dapat dilakukan tepat waktu dan tiket tidak hangus. Untuk perubahan jadwal di tanggal yang sama, penumpang tidak dikenakan potongan bea tiket.
Namun, apabila penumpang memilih jadwal baru dengan tarif yang lebih mahal, maka penumpang perlu membeli tiket baru dan bea tiket lama akan dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, jika penumpang melakukan perubahan ke jadwal dengan tarif yang sama atau lebih murah, maka tidak dikenakan biaya tambahan. Meski demikian, tidak ada pengembalian selisih harga apabila tarif tiket baru lebih rendah.
Meskipun terdapat kebijakan reschedule yang fleksibel, KCIC tetap mengimbau penumpang untuk datang lebih awal ke stasiun guna memastikan perjalanan berjalan lancar. Diketahui reschedule ini merupakan bagian dari komitmen KCIC dalam menghadirkan layanan transportasi cepat yang nyaman, adaptif, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat
Berikut ini cara pembelian tiket Kereta Cepat Whoosh:
1. Pembelian tiket dapat dilakukan secara offline dan online.
2. Tempat pembelian offline dapat dilakukan pada:
– Loket Stasiun hingga 30 menit sebelum jadwal keberangkatan dengan metode pembayaran tunai maupun non tunai (Debit Card, Credit Card, & QRIS).
– Ticket Vending Machine hingga 60 menit sebelum jadwal keberangkatan dengan metode pembayaran menggunakan QRIS.
3. Pembelian online dapat dilakukan melalui:
– Aplikasi Whoosh Kereta Cepat hingga 60 menit sebelum jadwal keberangkatan dengan metode pembayaran menggunakan transfer bank, QRIS, E-Wallet, dan kartu kredit.
– Website ticket.kcic.co.id hingga 60 menit sebelum jadwal keberangkatan dengan metode pembayaran menggunakan transfer bank, QRIS, E-Wallet dan kartu kredit.
– Aplikasi resmi lainnya yaitu Access by KAI, Brimo by BRI, BNI Mobile dan Livin by Mandiri hingga 60 menit sebelum jadwal keberangkatan dengan metode pembayaran menggunakan transfer bank, QRIS, E-Wallet, dan kartu kredit.
Terminal 2 Bandara Hong Kong Siap Beroperasi Penuh Mei 2026
Otoritas Bandara Hong Kong (AAHK) secara resmi mengumumkan tonggak sejarah baru dalam industri penerbangan Asia. Mulai 27 Mei 2026, Terminal 2 (T2) Bandara Internasional Hong Kong akan beroperasi secara penuh untuk melayani keberangkatan penumpang. Langkah ini menandai selesainya proyek ekspansi masif yang dirancang untuk memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat transit udara paling sibuk dan efisien di dunia.
Pembukaan penuh ini bukan sekadar tambahan ruang fisik, melainkan pusat operasional baru yang akan menaungi 15 maskapai penerbangan utama. Maskapai-maskapai besar, termasuk maskapai berbiaya rendah (LCC) yang memiliki volume penumpang tinggi, akan memindahkan seluruh proses check-in dan layanan keberangkatan mereka ke gedung terminal yang lebih modern ini.
Langkah ini diharapkan dapat memecah kepadatan di Terminal 1 yang selama ini memikul beban operasional utama. Dengan dibukanya T2, Bandara Hong Kong kini memiliki infrastruktur yang mampu menangani target ambisius: melayani hingga 120 juta penumpang dan 10 juta ton kargo per tahun di masa depan.
Operasional penuh Terminal 2 adalah kepingan terakhir dari teka-teki proyek Sistem Tiga Landasan Pacu (3RS) yang bernilai miliaran dolar. Infrastruktur baru ini didukung oleh teknologi tercanggih, mulai dari sistem penanganan bagasi otomatis berkecepatan tinggi hingga integrasi transportasi yang lebih mulus.
Penumpang yang berangkat dari Terminal 2 akan dihubungkan ke pintu keberangkatan (gates) melalui sistem kereta Automated People Mover (APM) yang telah diperbarui, memastikan perpindahan antar-terminal tetap cepat dan nyaman. Selain itu, T2 juga dirancang sebagai pusat multi-moda yang menghubungkan bandara dengan wilayah Greater Bay Area melalui layanan feri dan bus lintas batas yang lebih terintegrasi.
Selain aspek teknis, Terminal 2 menawarkan pengalaman berbelanja dan bersantap yang jauh lebih luas dibandingkan versi sebelumnya yang sempat ditutup untuk renovasi pada 2019. Fasilitas pemeriksaan keamanan dan imigrasi di T2 juga dilengkapi dengan teknologi biometrik terbaru, memungkinkan proses border crossing yang lebih minim sentuhan (contactless), serupa dengan tren bandara pintar global lainnya.
Pembukaan pada 27 Mei mendatang diprediksi akan menjadi momentum kebangkitan penuh sektor pariwisata dan bisnis Hong Kong pasca-pandemi, sekaligus memberikan standar baru bagi kenyamanan penumpang di kawasan Asia-Pasifik.
Panduan Bus Gratis dari Bandara Hong Kong ke Macau, Khusus Pelancong!
Panduan MyICA Mobile: Aplikasi Wajib WNI untuk Masuk ke Singapura 2026
Singapura semakin mempertegas posisinya sebagai negara dengan sistem perbatasan paling efisien di dunia. Bagi wisatawan asal Indonesia, pengalaman melancong kini semakin praktis berkat digitalisasi penuh dokumen perjalanan. Salah satu instrumen utama yang wajib diketahui oleh setiap pelancong adalah aplikasi MyICA Mobile.
Aplikasi ini dikembangkan oleh Immigration & Checkpoints Authority (ICA) Singapura sebagai pintu gerbang digital resmi bagi siapa pun yang ingin memasuki wilayah mereka.
Dahulu, pelancong wajib mengisi kartu embarkasi berwarna putih secara manual di pesawat atau pelabuhan. Kini, kartu fisik tersebut telah digantikan sepenuhnya oleh SG Arrival Card (SGAC) yang diintegrasikan ke dalam aplikasi MyICA Mobile. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengumpulkan informasi perjalanan dan deklarasi kesehatan secara elektronik sebelum Anda tiba di gerbang imigrasi Singapura.
Penting untuk dicatat bahwa MyICA Mobile bukanlah aplikasi pelacakan kontak (seperti TraceTogether di masa lalu), melainkan platform resmi untuk mengelola profil perjalanan, melakukan pemindaian paspor secara digital, hingga mendapatkan e-Pass (tanda masuk digital) yang dikirimkan langsung ke email Anda.
Untuk memastikan perjalanan Anda lancar, Anda wajib melengkapi SG Arrival Card melalui aplikasi MyICA Mobile paling cepat 3 hari sebelum kedatangan (termasuk hari kedatangan). Berikut adalah beberapa informasi dan syarat yang perlu Anda siapkan saat mengisi aplikasi:
Data Paspor: Anda bisa memindai halaman biodata paspor menggunakan kamera ponsel melalui fitur di dalam aplikasi agar data terisi otomatis.
Informasi Perjalanan: Tanggal keberangkatan, tanggal kepulangan, serta jenis transportasi yang digunakan (udara, laut, atau darat).
Akomodasi: Alamat tempat menginap selama di Singapura (hotel, apartemen, atau rumah kerabat).
Deklarasi Kesehatan: Pernyataan singkat mengenai kondisi kesehatan dan riwayat perjalanan ke negara tertentu sebelum masuk Singapura.
Alamat Email: Pastikan email aktif, karena konfirmasi keberhasilan pengisian dan e-Pass akan dikirimkan ke sana.
Salah satu kabar gembira bagi pelancong di tahun 2026 adalah implementasi penuh sistem Passport-less Clearance di Bandara Changi dan pelabuhan feri. Jika Anda sudah mengisi profil di MyICA Mobile dengan benar, saat tiba di gerbang otomatis (Automated Lanes), Anda mungkin tidak perlu lagi mengeluarkan paspor fisik. Sistem akan menggunakan teknologi biometrik (pemindaian wajah dan iris mata) untuk memverifikasi identitas Anda berdasarkan data yang telah Anda kirimkan melalui aplikasi sebelumnya.
Prosedur Tambahan untuk WNI
Selain mengisi MyICA Mobile, pastikan Anda tetap memenuhi syarat umum masuk Singapura sebagai berikut:
Masa Berlaku Paspor: Paspor Anda harus berlaku minimal 6 bulan saat tanggal kedatangan.
Bukti Kepulangan: Terkadang petugas akan menanyakan tiket pesawat/feri kembali ke Indonesia atau ke negara tujuan selanjutnya.
Dana yang Cukup: Memiliki bukti kemampuan finansial yang cukup selama masa tinggal di Singapura.
Dengan mengunduh MyICA Mobile melalui Google Play Store atau Apple App Store dan mengisi data dengan jujur, perjalanan Anda dari Batam, Jakarta, atau kota lainnya menuju Singapura akan terasa jauh lebih cepat tanpa perlu lagi mengantre lama di loket manual.
Berkat Check-in Tanpa Sentuhan, Changi Dinobatkan Jadi Bandara Teraman di Dunia
Inilah yang Terjadi Jika Stasiun Manggarai Terintegrasi dengan LRT Jakarta
Jakarta sebagai Kota Metropolitan yang kini berkembang pesat apalagi pada sektor transportasi. Kini transportasi di Jakarta sudah semakin mudah dan terintegrasi ke berbagai wilayah Jabodetabek. Salah satunya transportasi berbasis rel atau kereta api. Di Jakarta sendiri sudah cukup banyak jalur kereta api yang menghubungkan ke berbagai wilayah baik di Jakarta maupun di wilayah luar Jakarta.
Berbagai macam stasiun yang kini sudah semakin mudah untuk di akses bahkan berbagai fasilitas pun sudah lengkap tersedia. Berbagai bangunan stasiun di Jakarta sudah bisa dikatakan megah yang bisa menampung ribuan penumpang. Ada pula stasiun yang bahkan digadang-gadang sebagai “jantung”nya Jabodetabek karena jalur kereta apinya terpusat di stasiun tersebut. Stasiun tersebut apalagi kalau bukan Manggarai.
Berusia lebih dari satu abad, Stasiun Manggarai sudah banyak dikenal masyarakat karena lokasinya sangat strategis dan terkoneksi dengan jalur kereta api lainnya. Stasiun ini merupakan percabangan ke berbagai kota di Jabodetabek. Tak heran, kedepannya Stasiun Manggarai akan dijadikan lokasi terpusat untuk transportasi berbagai jenis. Tentunya, Ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas, konektivitas, serta nilai ekonomi masyarakat sekitar.
Stasiun Manggarai dirancang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi utama, seperti KRL Commuter Line, KA Bandara, Transjakarta, dan LRT Jakarta sehingga menciptakan kemudahan perpindahan antarmoda yang lebih efisien dan nyaman. pengembangan kawasan Manggarai tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur transportasi, tetapi juga pada pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan aktivitas serta nilai ekonomi masyarakat.
Stasiun Manggarai kini sudah banyak dinikmati masyarakat sebagai stasiun yang terkoneksi ke berbagai wilayah baik menggunakan KRL Commuter Line maupun Transjakarta. Apalagi pembangunan LRT Jakarta yang terkoneksi ke Stasiun Manggarai akan semakin mudah dan strategis. Diketahui bahwa pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 89,22 persen hingga akhir Desember 2025. Sejumlah struktur utama di koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung telah tersambung.
Selain mendukung mobilitas perkotaan, pembangunan LRT Jakarta yang beroperasi menggunakan tenaga listrik juga berkontribusi terhadap agenda dekarbonisasi perkotaan. Secara kumulatif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 2.927.250 ton CO2e, melalui penurunan emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.
Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta
Lintasi Perbatasan dalam Lima Menit: Menyongsong Operasional RTS Link Johor Bahru-Singapura 2027
Wajah perbatasan paling sibuk di dunia antara Johor Bahru dan Singapura sedang bersiap menghadapi revolusi besar. Memasuki tahun 2026, kemajuan fisik proyek Rapid Transit System (RTS) Link telah mencapai titik puncak konstruksi.
Dengan target operasional yang ditetapkan pada Januari 2027, proyek ini bukan sekadar jembatan biasa, melainkan jalur nadi sepanjang 4 kilometer yang dirancang khusus untuk mengakhiri era kemacetan panjang di Selat Johor.
Meskipun jaraknya terlihat pendek, jalur sepanjang 4 kilometer ini merupakan sebuah keajaiban teknik sipil. Sekitar 2,7 kilometer dari jalur tersebut berada di wilayah Malaysia, sementara sisanya masuk dalam wilayah Singapura. Jalur ini membentang di atas jembatan layang setinggi 25 meter di atas permukaan air laut Selat Johor sebelum masuk ke terowongan bawah tanah saat mendekati stasiun tujuan di Singapura.
Jalur ini menghubungkan dua titik strategis: Stasiun Bukit Chagar di Johor Bahru dan Stasiun Woodlands North di Singapura. Dengan kapasitas angkut mencapai 10.000 penumpang per jam di setiap arah, jalur singkat ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 35 persen beban lalu lintas di jembatan utama.
Banyak orang mengira RTS Link akan menggunakan kereta api jarak jauh, namun faktanya, jenis kereta yang digunakan adalah Light Rapid Transit (LRT) atau sistem Metro yang menggunakan armada Light Rail Vehicle (LRV) berkapasitas tinggi. Kereta ini memiliki desain yang serupa dengan armada di jalur Thomson-East Coast Line Singapura.
Secara teknis, sistem ini menggunakan empat gerbong per rangkaian (4-car trainsets) yang digerakkan secara otomatis tanpa masinis. Meski masuk kategori metro, kecepatannya dioptimalkan untuk jarak pendek sehingga waktu tempuh antar-stasiun hanya memakan waktu sekitar 5 menit. Keunggulan jenis kereta ini adalah akselerasinya yang cepat dan kemampuan turnaround (berbalik arah) yang singkat di stasiun ujung, sehingga frekuensi kedatangan kereta bisa diatur setiap 3,6 menit pada jam sibuk.
Salah satu fitur paling inovatif yang mendukung operasional kereta ini adalah sistem Co-located Customs, Immigration and Quarantine (CIQ). Melalui sistem ini, penumpang hanya perlu melakukan pemeriksaan dokumen imigrasi satu kali di titik keberangkatan.
Berkat efisiensi kereta metro dan integrasi imigrasi ini, total waktu yang dibutuhkan sejak Anda masuk stasiun di Malaysia hingga keluar di Singapura diperkirakan bisa kurang dari 15 menit—sebuah lompatan besar dibandingkan waktu berjam-jam yang sering dihabiskan dalam antrean kendaraan.
Dampak dari operasional RTS Link pada Januari 2027 diprediksi akan sangat luas. Di sisi Singapura, Stasiun Woodlands North akan terintegrasi langsung dengan jaringan Thomson-East Coast Line (TEL), memungkinkan penumpang untuk melanjutkan perjalanan ke pusat kota Singapura dengan sangat mudah.
Sinergi ini menciptakan ekosistem transportasi yang mulus, menjadikan kawasan Johor-Singapura sebagai satu kesatuan ekonomi yang saling mendukung, mirip dengan konsep kota kembar di belahan dunia maju lainnya.
Lagi-Lagi Proyek High-Speed Rail Malaysia dan Singapura Ditangguhkan
Siap-siap! KA MOTIS Lebaran 2026 Bakal Hadir, Yuk Simak Rute, Jadwal dan Cara Pendaftarannya
Memasuki arus mudik Lebaran 2026 tentunya berbagai informasi perjalanan kereta api sudah tersebar di media sosial. Mulai tarif diskon hingga penambahan jadwal perjalanan kereta api tentunya agar masyarakat bisa menentukan destinasi serta kereta api yang aksn digunakan. Mendekati Hari Raya Lebaran 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan kembali diadakan penambahan perjalanan untuk Kereta Api Motor Gratis (KA MOTIS).
Penambahan ini sebenarnya kerap kali dilakukan saat libur hari besar seperti Nataru dan Lebaran. Kembalinya jadwal perjalanan KA MOTIS tentunya membantu masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman dengan membawa sepeda motor bisa diangkut ke rangkaian KA MOTIS tersebut secara gratis.
Program MOTIS merupakan agenda rutin tahunan hasil kolaborasi KAI dan Kementerian Perhubungan RI. Melalui program ini, pemudik dapat mengirim sepeda motor secara gratis menggunakan kereta api, sementara penumpangnya mudik dengan KA penumpang reguler.
Selain lebih nyaman, program ini juga terbukti efektif mengurangi kecelakaan lalu lintas dan membantu mengurai kemacetan saat puncak arus mudik dan balik. Tentunya, pemudik tak perlu lagi menempuh perjalanan ratusan kilometer menggunakan motor menuju ke kampung halaman.
Hari Raya Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada 19–20 Maret 2026. Mengacu pola tahun sebelumnya, pendaftaran MOTIS diprediksi dibuka H-21 hingga H-14 Lebaran, atau sekitar akhir Februari hingga awal Maret 2026. Masyarakat disarankan aktif memantau informasi resmi melalui situs resmi: nusantara.kemenhub.go.id, atau melalui media sosial resmi KAI dan Kementerian Perhubungan.
Pendaftaran akan dilakukan secara online guna menghindari antrean panjang dan mempermudah proses administrasi. Berikut syarat motor yang bisa mengikuti program MOTIS Lebaran 2026:
– Kapasitas mesin maksimal 150 cc
– Motor tidak dimodifikasi
– Kondisi motor layak jalan dan layak kirim
– Memiliki STNK dan BPKB asli
– Pemilik motor memiliki KTP yang masih berlaku
– Peserta memiliki tiket KA penumpang sesuai jadwal pengiriman motor
Kemudian berikut ini tahapan pendaftaran Mudik Motor Gratis KAI:
– Kunjungi situs resmi
https://motis.djka.kemenhub.go.id/register
– Buat akun MOTIS (jika belum memiliki)
– Login ke akun MOTIS
– Pilih rute MOTIS yang dikehendaki
– Tentukan jadwal dan lengkapi data peserta
Perlu dicatat, kuota MOTIS sangat terbatas dan biasanya cepat habis. Masyarakat diimbau segera mendaftar saat pendaftaran dibuka. Dengan kuota yang diperkirakan lebih besar pada Lebaran 2026, program MOTIS ini kembali diharapkan menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin mudik lebih aman, nyaman, dan bebas macet.
Inovasi Kabin Boeing 777X: Jendela Redup Otomatis Jadi Standar Baru
Dalam industri penerbangan modern, kenyamanan penumpang bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan elemen strategis untuk memenangkan loyalitas pelanggan. Boeing memahami hal ini dengan membawa teknologi jendela redup otomatis (electronically dimmable windows) dari 787 Dreamliner ke pesawat widebody terbarunya, Boeing 777X. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan untuk menjawab kebutuhan maskapai akan pengalaman kabin yang lebih premium dan operasional yang lebih efisien.
Salah satu alasan utama penggunaan teknologi ini adalah kendali cahaya yang lebih halus. Berbeda dengan penutup jendela plastik tradisional yang bersifat “buka atau tutup penuh”, jendela redup otomatis yang dipasok oleh Gentex ini memungkinkan penumpang mengatur tingkat kegelapan sesuai keinginan tanpa kehilangan pemandangan ke luar.
Pada 777X, Boeing menggunakan teknologi generasi terbaru yang diklaim mampu memblokir lebih dari 99,999% cahaya tampak dan bertransisi dua kali lebih cepat dibandingkan sistem sebelumnya. Hal ini menjawab keluhan klasik penumpang pada seri sebelumnya yang merasa jendela tidak cukup gelap saat ingin tidur di siang hari.
Dari sisi operasional, jendela teknologi tinggi ini memberikan keuntungan besar bagi kru kabin dan maskapai. Sistem ini memungkinkan kru untuk mengontrol seluruh jendela secara terpusat, sehingga mereka dapat menciptakan suasana kabin yang konsisten untuk waktu tidur atau makan tanpa harus menjangkau kursi penumpang untuk menutup jendela secara manual. Selain itu, penghapusan komponen mekanis penutup jendela plastik yang sering rusak, bergetar, atau kotor dapat mengurangi biaya perawatan dan pembersihan bagi maskapai dalam jangka panjang.
Boeing juga merancang kabin 777X dengan arsitektur yang lebih terbuka dan luas, di mana jendela-jendelanya berukuran 15% lebih besar dan diposisikan lebih tinggi. Kombinasi jendela besar dengan teknologi redup otomatis ini menciptakan efek “wow” dan kesan modern yang menjadi nilai jual utama bagi maskapai flagship yang akan mengoperasikan rute-rute ultra-jauh. Teknologi ini juga berperan dalam mengelola suhu kabin dengan mengurangi panas dari sinar matahari yang masuk, sehingga beban kerja sistem pendingin udara dapat diminimalisir.
Meskipun teknologi ini sempat memicu perdebatan di kalangan pelancong karena kontrol kru yang terkadang membatasi privasi penumpang, kehadiran sistem generasi terbaru pada 777X diharapkan mampu menjembatani perbedaan tersebut. Dengan transisi yang lebih cepat dan tingkat kegelapan yang lebih ekstrem, Boeing bertaruh bahwa kontrol cahaya elektrik adalah masa depan perjalanan jarak jauh yang akan mendefinisikan standar kemewahan di udara pada dekade mendatang.
Inilah Kaca Elektrokromik yang Bikin Jendela Pesawat Tak Perlu Tirai
InJourney Airports Pangkas Biaya Layanan Bandara 50% untuk Mudik Lebaran 2026
Kabar gembira bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik menggunakan pesawat terbang. Pengelola bandara BUMN, PT Angkasa Pura Indonesia atau yang kini dikenal sebagai InJourney Airports, resmi mengumumkan pemberian diskon sebesar 50% untuk biaya layanan bandara guna mendukung mobilitas publik selama musim libur Lebaran 2026.
Melansir dari laporan Tempo.co, kebijakan diskon ini berlaku di seluruh 37 bandara yang berada di bawah manajemen Angkasa Pura. Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menjelaskan bahwa pemotongan biaya sebesar 50% tersebut secara spesifik menyasar Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau yang sering dikenal sebagai Airport Tax.
Periode Pemesanan dan Perjalanan
Layanan insentif ini tersedia untuk penerbangan domestik berjadwal maupun penerbangan tambahan (extra flights). Berikut adalah rincian periodenya:
Periode Pembelian Tiket: Mulai 10 Februari hingga 29 Maret 2026.
Periode Keberangkatan: 14 Maret hingga 29 Maret 2026.
Pahlevi menekankan bahwa diskon PJP2U ini akan berdampak langsung pada penurunan harga tiket pesawat secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan komponen biaya PJP2U selama ini sudah terintegrasi atau menyatu dalam harga jual tiket yang dibayarkan oleh penumpang.
Implementasi pengurangan biaya layanan ini dilakukan sebagai langkah nyata untuk menekan harga tiket pesawat, sejalan dengan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto untuk meringankan beban biaya transportasi masyarakat di hari besar keagamaan.
Tak hanya bagi penumpang, InJourney juga memberikan insentif kepada maskapai penerbangan. Selama periode 14-29 Maret 2026, maskapai akan mendapatkan potongan biaya untuk layanan pendaratan (landing), parkir pesawat (parking), serta penyimpanan pesawat (aircraft storage).
Sinergi melalui pengurangan biaya PJP4U (jasa pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat) ini diharapkan dapat membantu operasional maskapai yang merupakan bagian vital dari ekosistem bandara, sekaligus mempertegas peran InJourney Airports sebagai agen pembangunan nasional.
Inilah Empat Faktor yang Sebabkan ‘Mahalnya’ Harga-harga di Bandara
