BYD K9 – Inilah Bus Listrik untuk Koridor 13 TransJakarta
Raksasa Bus Listrik Dunia di Jalanan Indonesia: Siapa Saja Pemain Utamanya?
Transisi menuju transportasi publik berkelanjutan di Indonesia, khususnya melalui proyek strategis seperti TransJakarta, telah membuka pintu bagi vendor-vendor bus listrik papan atas dunia.
Kehadiran mereka bukan sekadar membawa unit kendaraan, tetapi juga memperkenalkan ekosistem teknologi baterai dan pengisian daya yang mutakhir. Berikut adalah ulasan beberapa vendor bus listrik ternama yang produknya telah resmi mengaspal di Indonesia:
1. BYD (Build Your Dreams) – Cina
BYD merupakan pemimpin pasar bus listrik global yang berbasis di Shenzhen, Cina. Di Indonesia, kiprah BYD sangat dominan melalui kemitraan dengan PT Bakrie & Brothers (VKTR). BYD adalah vendor pertama yang menyuplai armada bus listrik untuk TransJakarta. Puluhan unit tipe K9 (bus besar) dan C6 (bus medium) telah beroperasi setiap hari.
BYD memproduksi baterai mereka sendiri, yaitu Iron-Phosphate (LFP) yang dikenal memiliki siklus hidup panjang dan tingkat keamanan tinggi. Teknologi drivetrain mereka telah teruji di berbagai iklim ekstrem dunia.
2. Golden Dragon – Cina
Satu lagi raksasa dari Cina yang agresif di pasar lokal adalah Golden Dragon, yang diageni oleh PT Sagara Utama Technology. Bus listrik Golden Dragon sering terlihat dalam berbagai pameran otomotif dan uji coba koridor TransJakarta. Mereka menawarkan berbagai varian mulai dari bus kota standar hingga bus untuk keperluan pariwisata.
Golden Dragon menonjolkan fleksibilitas desain dan integrasi teknologi pengisian daya cepat (ultra-fast charging). Produk mereka dikenal memiliki struktur bodi yang ringan namun kokoh berkat teknologi monocoque.
3. Skywell (Nanjing Golden Dragon) – Cina
Melalui PT Kendaraan Listrik Indonesia (KLI), Skywell menjadi salah satu vendor yang cukup diperhitungkan dalam pengadaan bus listrik untuk sektor publik maupun swasta di Indonesia. Produk mereka telah melewati berbagai uji coba teknis oleh operator transportasi di Jakarta. Skywell fokus pada segmen bus besar dengan kapasitas baterai tinggi untuk jangkauan operasional yang lebih jauh.
Skywell menawarkan sistem manajemen energi yang sangat efisien, memungkinkan konsumsi daya yang lebih rendah per kilometer dibandingkan beberapa kompetitor di kelas yang sama.
4. Higer – Cina
Higer Bus Company, yang bermitra dengan PT Karoseri Anak Bangsa (KAB) atau distributor lainnya, juga telah memperkenalkan lini bus listriknya di tanah air. Bus Higer telah menjalani uji coba intensif di jalur-jalur sibuk Jakarta. Mereka menargetkan segmen bus kota dengan daya tahan operasional tinggi (berkisar antara 250-300 km dalam sekali pengisian). Integrasi fitur keselamatan aktif seperti Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) menjadi salah satu nilai jual utama Higer untuk pasar Indonesia.
5. PT INKA (Industri Kereta Api) – Indonesia
Tidak hanya vendor asing, produsen dalam negeri PT INKA juga telah melahirkan produk bus listrik yang membanggakan bernama E-Inobus. E-Inobus digunakan secara resmi dalam ajang G20 di Bali dan telah menjalani uji operasional di beberapa kota besar seperti Surabaya dan Bandung. PT INKA bekerja sama dengan penyedia teknologi motor listrik dunia namun tetap mengedepankan kandungan lokal (TKDN). Dukungan layanan purna jual yang lebih mudah karena basis produksinya berada di Madiun, serta desain yang disesuaikan dengan karakteristik jalanan dan regulasi di Indonesia.
Masuknya vendor-vendor ternama seperti BYD dan Golden Dragon memberikan standar teknologi yang tinggi bagi transportasi publik kita. Di sisi lain, munculnya pemain lokal seperti PT INKA memberikan persaingan sehat yang diharapkan dapat menurunkan biaya investasi armada listrik di masa depan.
Fokus utama ke depan bagi Indonesia bukan lagi sekadar memilih vendor, melainkan bagaimana membangun infrastruktur pengisian daya yang merata untuk mendukung armada-armada hebat ini.
Rangkaian Kelas Bisnis Dikirim ke Balai Yasa Tegal, Persiapan untuk Kembali Dimodifikasi
PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) terus berbenah terutama pada rangkaian kereta api yang usianya sudah tidak layak dioperasikan. Biasanya rangkaian yang sudah lebih dari 60 tahun sudah harus dikonservasi. Namun tergantung dari kondisi rangkaian, jika memungkinkan untuk di modifikasi tentunya akan jadi berita baik bagi KAI karena masih bisa dioperasikan walaupun menggunakan rangkaian bekas.
Ya, baru-baru ini ramai di media sosial tepatnya pada Rabu, 11 Februari 2026 pecinta kereta api (Railfans) asal Kota Surabaya mengabadikan momen yang jarang ditemukan di wilayah lain. Jika dilihat, rangkaian ini merupakan kelas bisnis yang dahulu digunakan sebagai kereta reguler yaitu Kereta Api (KA) Gumarang dan Tegal Bahari.
Tak hanya itu, terfokus pada beberapa rangkaian yang berjalan, ada pula rangkaian yang menggunakan livery kelas ekonomi pada jaman tahun 2010. Ya, livery yang merupakan stiker dari acara yang pernah berlangsung di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya dengan nama “Parade Kereta Jadul” ini ikut dikirim bersama rangkaian kelas bisnis lainnya.
Menurut informasi dari Railfans wilayah Surabaya menyampaikan bahwa rangkaian kelas bisnis tersebut akan dikirim menuju Balai Yasa Tegal untuk dimodifikasi. Diketahui bahwa Balai Yasa Tegal merupakan bengkel utama PT KAI yang berlokasi di dekat Stasiun Tegal, Jawa Tengah, dengan spesialisasi perawatan berat, perbaikan, dan modifikasi sarana kereta api, khususnya gerbong di wilayah Jawa.
Nah, Balai Yasa Tegal saat ini telah berhasil membuat inovasi baru yakni memproduksi kereta makan (M1) eksekutif berdesain modern, selain menangani perawatan rutin gerbong. Dengan desain mewah dan fungsional, kereta makan ini tidak hanya sekadar tempat makan, tetapi juga menawarkan pengalaman bersantap yang elegan dan nyaman di dalam kereta api.
Kereta Makan (M1) terbaru dirancang dengan berbagai fasilitas unggulan untuk meningkatkan kenyamanan, antara lain kursi sofa premium yang lebih nyaman daripada kursi standar, ruang makan yang lebih luas dengan tata letak ergonomis, serta tempat sholat bagi pelanggan yang ingin beribadah selama perjalanan.
Selain itu, interior kereta ini didesain dengan pencahayaan yang estetis dan suasana yang nyaman untuk menunjang pengalaman bersantap yang lebih menyenangkan. Untuk memenuhi selera pelanggan, KAI melalui anak perusahaannya, KAI Services, juga menghadirkan berbagai pilihan menu makanan yang lebih beragam dan berkualitas.
Saat ini rencana pengiriman rangkaian kelas bisnis menuju Balai Yasa Tegal akan kembali dilakukan modifikasi menjadi kereta makan maupun pembangkit. Adapun rangkaian yang dikirim memiliki nomor sarana masing-masing, diantaranya: K209111, K209602, K208612, K208215, K208619, K208108, K209603, K208620, K208603, K208629, K208617, K208622 dan K208613.
Unik! Kota Tegal Punya Dua Stasiun Bernama Sama, Ini Penjelasannya
23 Maret 2026: Shinkansen Terbaru Tanpa Kursi Resmi Beroperasi Penuh
Jepang kembali mengejutkan dunia transportasi dengan inovasi terbarunya. Jika biasanya Shinkansen identik dengan kursi yang nyaman dan layanan pramugari yang ramah, varian terbaru dari kereta cepat ini justru hadir dengan kondisi yang sangat kontras: tidak ada kursi, tidak ada jendela konvensional, dan tidak ada penumpang sama sekali.
Dikutip dari laporan SoraNews24, operator kereta api JR East secara resmi memperkenalkan Shinkansen khusus kargo pertama di Jepang. Kereta ini dirancang bukan untuk mengangkut pelancong atau pebisnis, melainkan murni untuk mendistribusikan barang dengan kecepatan tinggi ke seluruh penjuru negeri.
Transformasi Interior yang Radikal Sebanyak tujuh gerbong yang dulunya melayani penumpang kini telah dirombak total. Kursi-kursi yang biasanya memenuhi ruang telah dicopot sepenuhnya, menyisakan lantai yang dilapisi material anti-slip khusus agar kotak-kotak kargo tidak bergeser saat kereta melesat dalam kecepatan tinggi.
Bahkan, jendela-jendela di sisi kereta kini tidak lagi berfungsi sebagai lubang pandang. Jendela tersebut ditutup dengan stiker besar yang menampilkan gambar produk khas daerah yang dilewati rute tersebut. Selain untuk memperkuat identitas lokal, penutupan jendela ini bertujuan untuk menjaga suhu dan intensitas cahaya di dalam area kargo tetap stabil.
Solusi Krisis Logistik di Jepang Langkah JR East ini bukan tanpa alasan. Jepang saat ini tengah menghadapi “Krisis Logistik 2024”, di mana terjadi kekurangan pengemudi truk bersertifikat secara nasional. Dengan keterbatasan tenaga pengemudi, jaringan distribusi barang di Jepang terancam melambat.
Kehadiran Shinkansen kargo ini menjadi solusi cerdas untuk mengisi kekosongan tersebut. Kereta ini akan memfokuskan pengiriman pada barang-barang yang membutuhkan penanganan cepat dan halus, seperti ikan segar, sayuran, hingga peralatan mekanik dan elektronik presisi.
Teknologi Robotik dan Layanan “Hakobyun” Dalam operasionalnya, JR East juga melibatkan teknologi robotik berupa kereta dorong otomatis (automated carts) untuk memindahkan boks kargo dari peron ke dalam kereta. Sistem ini merupakan bagian dari layanan pengiriman Hakobyun milik JR.
Meski ditargetkan untuk sektor bisnis (B2B), layanan ini juga memungkinkan individu untuk mengirimkan paket yang nantinya akan dikoordinasikan dengan jasa pengiriman darat setelah sampai di stasiun tujuan.
Shinkansen tanpa kursi ini dijadwalkan akan mulai beroperasi penuh pada 23 Maret 2026, melayani rute perjalanan harian dari Morioka di Prefektur Iwate langsung menuju jantung kota Tokyo.
Revolusi Logistik Jepang: Shinkansen Kargo Siap Beroperasi, Solusi Cepat Kirim Barang Antar Kota dalam Hitungan Jam
Selain Murah, Kereta Bersubsidi Tetap Jadi Fondasi Penting Mobilitas Masyarakat
Sebagai pengguna kereta api tentu saat ini sudah menjadi hal yang wajib dilakukan saat bepergian ke berbagai wilayah di Jawa dan Sumatra. Tak hanya cepat dan praktis, masyarakat juga menilai dari segi tarif yang diberikan untuk yang diinginkan. Tentunya beberapa masyarakat sebagai pengguna setia kereta api tak melulu menggunakan tarif yang cukup mahal. Namun, tarif yang berkisar harga yang paling murah pun tetap menjadi pilihan masyarakat.
Ya, dengan adanya tarif bersubsidi inilah, masyarakat yang menggunakan kereta api baik lokal maupun antar kota masih menjadi pilihan favorit bahkan menjadi pilihan utama. Tentunya, kereta api kini menjadi salah satu penopang utama mobilitas nasional, berkat instrumen kebijakan strategis bernama Public Service Obligation (PSO) atau subsidi pelayanan publik dari pemerintah.
Melalui penugasan PSO yang diberikan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT Kereta Api Indonesia (KAI) Group memastikan layanan transportasi berbasis rel tetap hadir dan dapat diakses masyarakat di berbagai wilayah, mulai dari perjalanan harian, regional, hingga antarkota.
Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba yang dilansir laman Kompas mengatakan bahwa PSO merupakan wujud sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan operator perkeretaapian dalam menjaga kesinambungan layanan transportasi publik. Serta adanya PSO ini memastikan layanan kereta api tetap dapat diakses masyarakat di berbagai wilayah.
Tingginya jumlah pelanggan mencerminkan kepercayaan publik terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang andal dalam mendukung mobilitas harian, regional, hingga perkotaan. Ke depannya KAI akan terus memperkuat keandalan operasi dan integrasi antar layanan, serta berkoordinasi secara berkelanjutan dengan pemerintah agar manfaat transportasi publik berbasis rel semakin luas dirasakan masyarakat.
Sebagai contoh data penumpang kereta api lokal yang menyebutkan, sepanjang tahun 2025, layanan PSO ini melayani sebanyak 6.225.944 penumpang. Itu berarti naik dari angka 5.375.104 penumpang pada tahun 2024. Peningkatan tersebut mencerminkan peran PSO sebagai penghubung kawasan permukiman, sentra produksi, dan simpul aktivitas ekonomi daerah.
Kemudian untuk kereta api antar kota menyebutkan bahwa sepanjang 2025, melayani 11.418.824 penumpang. Ini sebuah peningkatan dibandingkan 11.133.268 penumpang pada tahun 2024. Layanan ini mendukung perjalanan masyarakat untuk berbagai kepentingan, mulai dari kerja, pendidikan, aktivitas sosial, hingga mobilitas rutin antar daerah.
Tentunya, kondisi tersebut mempertegas kebutuhan akan transportasi massal berbasis rel yang andal, berkelanjutan, dan mampu melayani pergerakan masyarakat secara konsisten. Dalam konteks ini, PSO juga berfungsi sebagai instrumen kebijakan publik yang menjaga keberlangsungan layanan kereta api di tengah dinamika mobilitas masyarakat yang terus meningkat.
Selanjutnya di wilayah perkotaan, sepanjang tahun 2025 layanan PSO yang dikelola KAI Commuter melayani 400.737.915 penumpang melalui Commuter Line Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi (Jabodetabek), Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta), Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 6 Yogyakarta (KRL dan Prameks), dan Daop 8 Surabaya.
Bagaimana pun, capaian ini menegaskan bahwa kereta api bukan hanya soal tiket murah, melainkan fondasi penting dalam menjaga mobilitas masyarakat serta pemerataan akses transportasi nasional. Dan masyarakat tentunya bisa menikmati pelayanan dan fasilitas kereta api walaupun dengan tarif yanv relatif murah.
Dampak Ekonomi KA Kahuripan: Kereta Termurah yang Hidupkan Jalur Selatan Jawa
Gandeng Trip.com, KCIC Yakin Lebih Banyak Wisatawan Mancanegara Naik Whoosh
Tiket kereta cepat Whoosh, mulai kemarin resmi dapat dipesan di online travel agent internasional Trip.com. Kemitraan ini diyakini dapat meningkatkan jumlah penumpang internasional kereta cepat Whoosh secara signifikan, terutama penumpang internasional asal Asia Tenggara.
Baca juga: Mulai Januari 2026, Trip.com Jual Tiket Kereta Cepat Whoosh
“Peluncuran ini mewujudkan visi kerja sama menjadi aksi nyata,” ujar Krishna Arya, General Manager Trip.com Indonesia. “Dengan mengintegrasikan Whoosh, kami membuka akses yang lebih luas terhadap keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia. Dengan lebih dari 400.000 penumpang internasional yang telah menggunakan layanan Whoosh sepanjang 2025, kami optimistis jangkauan global Trip.com akan semakin mempercepat pertumbuhan pengguna Whoosh dari pasar global pada 2026,” tambahnya.
Meski tak menyebut angka secara pasti, ia meyakini bahwa pihaknya dapat menarik lebih banyak penumpang internasional kereta cepat Whoosh dari Singapura dan Malaysia. Saat ini, wisatawan mancengara yang naik Whoosh asal kedua Negeri Jiran tersebut sudah mencapai 380.000.
Global Commercial Head, International Train Business, Trip.com Group, Ian Luo, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) adalah yang pertama di Asia Tenggara. Ini akan menjadi awal dari ekspansi perusahaan yang juga satu grup dengan Skyscanner dan Ctrip itu di ASEAN.
“Kerja sama dengan Whoosh ini menjadi kemitraan pertama kami di Asia Tenggara dan menegaskan komitmen Trip.com dalam menghadirkan layanan kereta kepada pengguna di seluruh dunia. Bersama KCIC, kami ingin mempersembahkan Whoosh ke dunia, dan dunia ke Whoosh,” ungkapnya.
Baca juga: Tak Perlu Khawatir Terlambat Naik Whoosh, Ternyata Masih Bisa Reschedule, lho. Begini Caranya
Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, bahwa kemitraan dengan Trip.com tidak akan mengambil ceruk pasar pesanan via online travel agent yang sudah lebih dahulu bermitra. Justru sebaliknya, ia berharap, ada peningkatan pesanan online.
“Kami sangat bangga bisa bekerja sama dengan trip.com karena kami pikir menjadi online travel agent salah satu yang terbesar di dunia,” jelasnya.
“Kami target ada peningkatan 5 persen, kami justru ingin mengurangi 20 persen (pesanan offline) tadi. Jadi tidak menggerus pangsa pasar (80 persen pesanan online) yang ada,” tutupnya.
Ini Dia Stasiun Paling Padat di LRT Jabodebek Disaat Jam Sibuk, Mana Saja?
Mudahnya menggunakan transportasi di Jakarta, membuat masyarakat tentunya terbantu untuk aktivitas tertentu yang membutuhkan waktu singkat. Ya, menghindari kemacetan dari hiruk pikuknya jalan raya di jam-jam tertentu menjadi alasan masyarakat untuk menggunakan transportasi berbasis rel layang ini, apalagi kalau bukan Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek.
Jalur LRT Jabodebek yang menghubungkan dari Stasiun Harjamukti maupin Stasiun Jatimulya menuju Stssiun Dukuh Atas yang memiliki jarak hampir 30 kilometer ini melayani puluhan stasiun yang dilewati. Waktu yang ditempuh pun cukup singkat, mulai dari 40 hingga 50 menit. Dengan jarak dan waktu yang disebutkan, tentu membuat masyarakat terbantu mengurangi keterlambatan saat di perjalanan hingga berjam-jam karena kemacetan yang melanda.
Sebagai bagian dari ekosistem transportasi perkotaan nasional, LRT Jabodebek secara berkelanjutan melakukan evaluasi layanan, kajian operasional, serta penguatan kapasitas guna memastikan kesiapan dalam mendukung arah pengembangan transportasi yang ditetapkan pemerintah.
Maka dari itu, LRT Jabodebek telah mencatat pola jam sibuk pengguna transportasi di wilayah Jabodetabek selama periode Januari 2026. Kepadatan penumpang tertinggi terjadi pada pagi hari pukul 06.00–09.00 WIB dan sore hari pukul 16.00–20.00 WIB.
Selama periode tersebut, volume pengguna tertinggi tercatat terpusat di sejumlah stasiun utama. Seperti pada Stasiun Harjamukti yang menempati posisi teratas dengan rata-rata 9.056 pengguna per hari, jauh melampaui stasiun lainnya dan menunjukkan perannya sebagai simpul mobilitas penting bagi masyarakat.
Selain Stasiun Harjamukti, Stasiun Cikunir 1 dan Stasiun Cikoko mencatat jumlah pengguna yang relatif berimbang. Stasiun Cikunir 1 melayani rata-rata 4.273 pengguna per hari, sementara Stasiun Cikoko mencatat rata-rata 4.236 pengguna harian.
Sementara itu, Stasiun Jati Mulya dan Stasiun Bekasi Barat melengkapi daftar lima besar stasiun dengan volume pengguna tertinggi. Stasiun Jati Mulya melayani rata-rata 3.616 pengguna per hari, disusul Stasiun Bekasi Barat dengan rata-rata 3.613 pengguna harian.
Kemudian, Stasiun Dukuh Atas menjadi titik dengan volume pengguna tertinggi, melayani rata-rata 11.217 pengguna per hari, dan Stasiun Kuningan menempati posisi berikutnya dengan rata-rata 10.275 pengguna per hari.
Sementara itu, Stasiun Rasuna Said dan Stasiun Pancoran mencatat volume yang cukup signifikan, masing-masing dengan rata-rata 5.716 dan 5.192 pengguna per hari, seiring tingginya kebutuhan perjalanan di koridor selatan Jakarta. Adapun Stasiun Setiabudi melengkapi lima besar dengan rata-rata 4.333 pengguna harian.
Selain memberi manfaat langsung bagi pengguna, informasi ini juga digunakan LRT Jabodebek untuk menata operasional layanan, mulai dari pengaturan rangkaian, pola pelayanan, hingga evaluasi kebutuhan kapasitas di jam-jam tertentu.
Masyarakat bisa mendapat informasi rute, jadwal, dan tarif yang tersedia melalui kanal digital resmi LRT Jabodebek untuk membantu masyarakat menyesuaikan waktu dan arah perjalanan sesuai kebutuhannya. LRT Jabodebek juga siap berperan aktif dan memberikan dukungan teknis maupun operasional apabila dibutuhkan dalam rangka peningkatan konektivitas dan pelayanan kepada masyarakat.
Mengintip Jenis Commuter Line di Luar Jakarta
Bak Primadona, LRT Jabodebek Kini Makin Jadi Andalan Kaum Pekerja
Siapa yang tak pernah merasakan transportasi kereta layang yang satu ini. Semenjak dibangunnya jalur tersebut, masyarakat dimudahkan dengan akses yang awalnya begitu sulit dijangkau bahkan harus berjibaku dengan kemacetan kota Jakarta.
Ya, Light Rapid Transit atau dikenal sebagai LRT Jabodebek merupakan kereta sistem transportasi kereta ringan modern di Indonesia yang beroperasi secara otomatis tanpa masinis (sistem CBTC) dan diresmikan pada Agustus 2023. Dikelola oleh PT KAI, proyek ini menghubungkan pusat Jakarta dengan wilayah penyangga (Bekasi & Cibubur/Depok) guna mengurangi kemacetan.
Hingga saat ini LRT Jabodebek terus berinovasi kepada masyarakat sebagai transportasi dengan fasilitas yang lengkap juga menambah kenyamanan dari hiruk pikuknya kota Metropolitan yang selalu macet. Bagi masyarakat, LRT Jabodebek merupakan transportasi ‘penolong’ yang membuat penumpang bisa tiba ditempat tujuan dengan tepat waktu. Tak heran, transportasi LRT Jabodebek sudah menjadi primadona terutama pada kalangan pekerja yang membutuhkan waktu ekstra cepat dan tepat pada waktunya.
Sepanjang Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mencatat sebanyak 2.714.594 perjalanan pengguna LRT Jabodebek, atau mengalami kenaikan signifikan sebesar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya menyentuh angka 2,1 juta pengguna.
Lonjakan ini paling jelas terlihat pada hari kerja, dengan rekor tertinggi tercatat pada Kamis, 22 Januari 2026, yang mencapai 123.276 pengguna dalam sehari. Angka tersebut membuktikan bahwa LRT Jabodebek kini telah menjadi andalan utama bagi kaum penglaju atau pekerja perkantoran di Jakarta dan wilayah penyangga.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika yang dilansir dari laman Metro TV menjelaskan bahwa pertumbuhan ini juga tak lepas dari fasilitas pendukung yang kian lengkap di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta. KAI menyediakan eskalator, lift, charging station, hingga water station gratis. Selain itu, aspek inklusivitas menjadi perhatian utama melalui penyediaan guiding block, akses lift prioritas, serta area khusus bagi pengguna kursi roda, lansia, dan ibu hamil.
Dengan volume perjalanan yang mencapai 2,7 juta dalam sebulan, LRT Jabodebek kian mengukuhkan posisinya sebagai moda transportasi harian yang konsisten. Keandalan waktu tempuh dan integrasi antarmoda yang semakin matang menjadi dasar kuat bagi masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik yang lebih efisien.
LRT Jabodebek tentunya tak hanya pada jam-jam sibuk di hari kerja saja, namun menjadi solusi bagi masyarakat saat akhir pekan yang ingin menikmati perjalanan praktis dan efisien bersama keluarga, sanak saudara, dan kerabat dekat menuju ke lokasi tujuan yang mudah diakses di beberapa stasiun. Karena transportasi ini pula turit membantu kelancaran aktivitas masyarakat ibu kota yang tidak mau repot dengan padatnya lalu lintas jalan raya.
Wajib Tahu! Ini Dia Tarif LRT Jabodebek Jika Tanpa Subsidi
Ketua Komisi B Apresiasi Capaian Transjakarta, Dorong Tiga Hal Ini Demi Penumpang
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mengapresiasi capaian Transjakarta dalam menarik minat pengguna kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Namun begitu, ada beberapa ruang yang masih bisa ditingkatkan agar masyarakat semakin banyak yang memanfaatkan transportasi umum
“Belum lama ini ada rute (Transjakarta) dari Blok-M ke Bandara (Soekarno-Hatta). Kita meyakini pasti ada dampaknya (menarik minat pengguna kendaraan pribadi ke kendaraan umum). Tentunya ada rute-rute baru lagi yang nantinya lebih efektif lagi ke depannya, (termasuk) untuk diversifikasi rutenya,” jelasnya kepada KabarPenumpang.com usai acara Diseminasi Kajian Dampak Ekonomi Transjakarta, di Universitas Indonesia (UI) Salemba, Rabu (11/02/2026).
Baca juga: Viral! Penumpang Tunanetra Kecebur Selokan Setelah Petugas Tolak Bantu Dampingi, Transjakarta Bilang Begini
Menurutnya, faktor lain yang mesti ditingkatkan oleh Transjakarta adalah kenyamanan dan keamanan. Terutama di jam sibuk. Sering kali, saat jam-jam sibuk, terjadi penumpukan penumpang yang pada akhirnya di beberapa kejadian menimbulkan ketidaknyamanan antar penumpang maupun dengan petugas.
Oleh sebab itu, Nova mengingatkan waktu tunggu (headway) antar armada Transjakarta harus menjadi perhatian bersama, untuk kenyamanan lebih bagi penumpang.
“Transjakarta kan tidak hanya BRT, tetapi ada juga yang non-BRT. Nah ini yang mesti kita antisipasi (keterlambatan dan penumpukan penumpang),” tambahnya.
Di masa reses DPRD DKI Jakarta, lanjut politis Partai NasDem tersebut, dirinya mendapati banyaknya warga yang mengeluhkan fasilitas transportasi publik gratis dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk 15 golongan. Ini terjadi lantaran warga kesulitan untuk melakukan re-aktivasi kartu ke kantor Bank Jakarta terdekat.
Karenanya, ke depan, Transjakarta diharapkan dapat menemui jawaban atas persoalan tersebut dengan berbagai inovasi.
“Ini harus dibuat lagi bagaimana inovasi dari Transjakarta khususnya tidak usah ke sana deh (re-aktivasi ke kantor Bank Jakarta terdekat), bisa dari rumah saja (via aplikasi atau solusi lainnya),” pungkasnya.
Baca juga: Gebrakan Transjakarta di 2026: Tingkatkan Pramudi Perempuan 10 Kali Lipat – Daycare di Halte Besar
Sebelumnya, berdasarkan hasil kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesai (LPEM FEB UI), dampak ekonomi sampai aktivitas penyediaan jasa angkutan umum yang disediakan oleh Transjakarta didapati angka sedikitnya setiap Rp1 triliun subsidi Transjakarta bisa menghasilkan output sebesar Rp2,7 triliun.
LPEM FEB UI juga mencatat penghematan waktu tempuh perjalanan komuter harian penduduk Jabodetabek yang berkegiatan di wilayah Jakarta adalah sebanyak 1,8 juta jam per tahun, dengan total nilai manfaat penghematan waktu tempuh perjalanan komuter harian sebesar Rp111,2 miliar per tahun.
