Panduan Aman ke Malaysia: Pelancong Asal Indonesia Diimbau Pakai Masker Akibat Lonjakan TBC

Bagi Anda pelancong asal Indonesia yang berencana menghabiskan waktu libur atau melakukan kunjungan ke Malaysia dalam waktu dekat, ada hal penting yang perlu masuk dalam daftar persiapan perjalanan Anda selain paspor dan tiket: masker. Para ahli kesehatan di Malaysia baru-baru ini mengeluarkan imbauan resmi bagi para pelancong untuk kembali memperketat protokol kesehatan, menyusul laporan adanya peningkatan kasus Tuberkulosis (TBC) di beberapa wilayah negeri jiran tersebut. Periode liburan dan musim perayaan biasanya menjadi magnet bagi pelancong Indonesia untuk mengunjungi destinasi populer seperti Kuala Lumpur, Penang, atau Melaka. Namun, kerumunan di pusat perbelanjaan, penggunaan transportasi umum seperti LRT dan bus antar-kota, serta aktivitas di ruang tertutup meningkatkan risiko penularan bakteri melalui udara. Mengingat TBC menular melalui droplet, penggunaan masker menjadi langkah preventif yang sangat disarankan oleh para pakar medis untuk memastikan perjalanan Anda tetap aman dan nyaman. Para spesialis paru di Malaysia menekankan bahwa mobilitas pelancong yang tinggi selama musim liburan menjadi salah satu faktor yang diwaspadai. Bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat bertahan di udara dalam ruang dengan ventilasi yang kurang baik. Oleh karena itu, mengenakan masker saat berada di dalam pesawat, kereta api, atau bus pariwisata bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mencegah potensi membawa pulang penyakit saat kembali ke tanah air. Selain imbauan mengenakan masker, pelancong juga disarankan untuk tetap menjaga kebersihan tangan dan menghindari kontak erat dengan individu yang menunjukkan gejala batuk kronis. Otoritas kesehatan setempat kini terus memantau situasi secara ketat agar wabah ini tidak mengganggu kenyamanan industri pariwisata. Dengan sedikit kewaspadaan ekstra, rencana liburan Anda ke Malaysia tetap bisa dinikmati dengan maksimal tanpa harus mengorbankan faktor kesehatan.
Inilah Empat Bandara Internasional yang Lokasinya Paling Jauh dari Pusat Kota, Nomer Tiga ada di Malaysia

Wisata Sejarah Stasiun Kereta Api di Yogyakarta: Daftar Stasiun yang Wajib Dikunjungi

Bagi penikmat fotografi kereta api tentu banyak spot atau lokasi favorit untuk mengabadikannya. Mulai daei pemandangan yang menakjubkan, kereta api yang melintas, hingga bangunan stasiun yang bernilai sejarah. Berbagai wilayah tentu punya keunikan dan ciri khas tersendiri untuk mengabadikan momen kereta api yang melintas. Salah satu lokasi terbaik untuk mengabadikan kereta api ada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta. Di wilayah ini juga terdapat lokasi favorit para pecinta kereta api yang ingin mengabadikan si ular besi merayap melintasi daerah yang terkenal dengan ciri khasnya tersebut. Ya, wilayah Yogyakarta ternyata memiliki spot-spot stasiun kereta api yang beberapa diantaranya sudah non aktif yang bisa juga untuk diabadikan. Sejumlah stasiun ini berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), apa saja ya? Yuk, sama-sama telusuri! 1. Stasiun Rewulu Stasiun yang merupakan persinggahan kereta api barang ini terletak di Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Lokasi Stasiun Rewulu berdekatan dengan depot BBM Pertamina. Salah satu jalur terhubung dengan depot BBM yang melewati perkampungan Gancahan, kalau kalian berkunjung ke sini pemandangan yang banyak kalian lihat adalah rangkaian gerbong ketel Pertamina. 2. Stasiun Patukan Bergeser satu petak dari Stasiun Rewulu, ada sebuah stasiun yang bernama Patukan. Berada di Dusun Pathukan, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Stasiun ini memiliki ketinggian 88 meter diatas permukaan laut. Stasiun Patukan sering dijadikan spot untuk nongkrong. Pada sore hari banyak masyarakat yang memadati area stasiun untuk sekedar ngabuburit hingga menikmati kuliner disekitar stasiun sekaligus melihat kereta yang sedang melintas. 3. Stasiun Kalasan Stasiun ini terletak di Kalasan, Kecamatan Tirtomartani, Kabupaten Sleman yang merupakan stasiun paling timur dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Stasiun Kalasan juga terletak tidak jauh dari Candi Kalasan. Stasiun Kalasan dulunya memiliki empat jalur dan mengalami pengurangan sehingga menjadi tiga jalur saja. Sejak tahun 2007, stasiun ini dinonaktifkan karena tingkat pemasukan dari penumpang yang rendah dan letak yang tidak jauh dari Stasiun Maguwo. 4. Halte Kalimenur Terletak di Dusun Kalimenur, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Halte Kalimenur mulai berhenti beroprasi pada tahun 1974. Arsitektur Halte Kalimenur ini masih asli peninggalan Staatsspoorwegen. Halte Ini sering menjadi spot para pencinta kereta atau Railfans untuk berfoto dengan kereta yang sedang melintas. Halte ini memiliki pemandangan yang indah karena terletak di tikungan besar Kalimenur. Saat ini Kalimenur telah dijadikan objek cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. 5. Stasiun Sentolo Stasiun ini terletak di Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Stasiun Sentolo terletak dekat Pasar Sentolo Lama, hanya berjarak sekitar 50 meter dari stasiun. Stasiun Sentolo memiliki empat jalur tapi hanyadua jalur yang digunakan secara aktif, yaitu jalur dua menuju Stasiun Kutoarjo dan jalur tiga menuju YIA dan Stasiun Yogyakarta. Sementara jalur satu dan empat hanya untuk kebutuhan lain, seperti parkir gerbong kereta. Itulah rekomendasi beberapa stasiun kereta api di wilayah Yogyakarta yang cocok untuk diabadikan. Tentunya jika ingin mengambil foto di kawasan kereta api, jangan lupa utamakan keselamatan, ya.
Spot Foto Unik di Depok: Menikmati Pemandangan Tumpukan Kereta Legendaris di Depo KRL

Arab Saudi Pesan 20 Rangkaian Baru Kereta Cepat Haramain Express

Arab Saudi kembali menegaskan ambisinya untuk menjadi pusat konektivitas global melalui ekspansi besar-besaran pada infrastruktur transportasi relnya. Melalui kesepakatan terbaru yang diumumkan oleh Saudi Railway Company (SAR), Kerajaan secara resmi telah memesan 20 rangkaian kereta baru untuk menambah armada Haramain High-Speed Railway (HHR). Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas melonjaknya permintaan perjalanan antara dua kota suci, Makkah dan Madinah, serta Jeddah yang menjadi gerbang utama bagi jutaan jemaah setiap tahunnya. Pemesanan ini bukan sekadar penambahan jumlah unit, melainkan bagian dari visi strategis untuk menggandakan kapasitas angkut tahunan. Kereta cepat yang mampu melaju hingga kecepatan 300 km/jam ini telah menjadi tulang punggung mobilitas di wilayah Barat Arab Saudi sejak diluncurkan. Dengan tambahan 20 rangkaian baru yang dijadwalkan mulai dikirim secara bertahap, kapasitas layanan diproyeksikan akan meningkat drastis guna mengakomodasi target 30 juta jemaah umrah pada tahun 2030, sesuai dengan visi transformasi ekonomi dan pariwisata Kerajaan. Dari sisi teknis, kereta baru ini tetap akan mengusung standar teknologi tinggi yang mampu beroperasi di tengah lingkungan gurun yang ekstrem. Fitur ketahanan terhadap suhu panas yang menyengat serta sistem filtrasi pasir yang canggih memastikan operasional tetap berjalan mulus meskipun di tengah badai gurun sekalipun. Selain itu, penambahan armada ini diharapkan dapat memperpendek waktu tunggu (headway) antar keberangkatan, sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang, baik wisatawan internasional maupun warga lokal. Investasi besar pada Kereta Cepat Haramain ini juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi kawasan pesisir Laut Merah. Dengan koneksi yang lebih cepat dan frekuensi yang lebih padat, pusat-pusat bisnis di Jeddah dan kawasan industri King Abdullah Economic City (KAEC) akan semakin terintegrasi. Hal ini membuktikan bahwa Arab Saudi tidak hanya sedang membangun jalur kereta, tetapi tengah merajut ekosistem transportasi masa depan yang ramah lingkungan, efisien, dan menjadi standar baru bagi mobilitas di Timur Tengah.
Arab Saudi Rayakan Dimulainya Pekerjaan 34 Masinis Wanita Kereta Cepat Haramain Express

Tak Sekadar Duduk dan Tarik Tuas Saja, Inilah yang Harus Dipatuhi Seorang Masinis

Dibalik kegagahan seorang masinis ternyata tanggung jawab yang dihadapi memang luar biasa besar. Bagi masyarakat awam, masinis hanya terlihat saat bekerja di kabin hanya duduk, menarik tuas, dan tunjuk sebut. Apakah hanya itu? Tentu tidak. Selain disiplin, masinis juga harus memiliki tingkat fokus dalam menjalankan kereta api harus tinggi. Maka tak heran sejumlah hal yang harus dilakukan dalam mengemudikan kereta api juga ada hal lain yang harus memiliki tanggung jawab. Bagi seorang masinis, tentu tak boleh lengah sedikitpun karena nyawa ratusan penumpang berada di tangannya. Masinis kadang bekerja sendiri di kabin seperti pada Kereta Rel Listrik (KRL), namun ada pula yang didampingi oleh asisten masinis seperti di lokomotif. Mengantarkan penumpang dengan selamat, aman dan nyaman sampai tempat tujuan, itu tugas utama bagi seorang masinis. Tidak boleh lengah atau lalai dalam bekerja merupakan seluruh standar operasi yang harus selalu diperhatikan dan ditaati. Mulai dari standar operasi, persinyalan, semboyan-semboyan, pun harus diperhatikan. Tentu sepenuhnya patuh dengan perintah. Untuk sampai ke posisi masinis, tentu prosesnya panjang. Calon masinis harus lolos seleksi ketat, menjalani pendidikan di Balai Pelatihan Teknik Traksi Yogyakarta, lalu menjadi asisten masinis dengan syarat pengalaman minimal 2.000 jam kerja. Setelah lulus sertifikasi, barulah resmi menyandang titel sebagai masinis. Karier mereka juga berjenjang, mulai dari tingkat muda hingga madya, dengan jam terbang mencapai ribuan jam. Setiap dua tahun sekali, mereka wajib ikut pelatihan penyegaran, uji kecakapan tiap tahun, hingga evaluasi peraturan setiap tiga bulan. Sebelum berdinas, masinis punya ritual ketat yakni melapor satu jam sebelum keberangkatan, tes kesehatan dan alkohol, membawa perlengkapan dinas, hingga menandatangani surat pernyataan siap kerja. Sepuluh menit sebelum berangkat, mereka masih harus menerima laporan kereta dan dokumen lokomotif. Semua prosedur itu untuk memastikan mereka benar-benar siap, baik fisik maupun mental. Sesuai aturan Kementerian Perhubungan, jam kerja masinis dibatasi maksimal 8 jam per hari. Ketentuan ini penting agar mereka tidak kelelahan. Meski penuh tanggung jawab, profesi masinis tetap jadi kebanggaan. Karena mereka adalah pahlawan transportasi yang setiap hari mengantar ribuan orang menuju tujuan dengan selamat.
Tidak Pernah Kering, Ini Rahasia Cara Pengisian Air di Toilet Kereta

Kenapa Harus Dibangun Stasiun Jatake? Ini Jawaban KAI Berdasarkan Data

Sepeti yang kini kenal bahwa stasiun baru dengan bangunan megah di lintas Rangkasbitung ini sudah beroperasi beberapa hari terakhir. Ya, sejak diluncurkannya pada 28 Januari 2026 lalu, terlihat mobilitas penumpang sudah terlihat cukup ramai. Bahkan bagi masyarakat yang berada di kawasan tersebut bisa menggunakan stasiun ini untuk akses yang lebih dekat dari stasiun sebelumnya. Ya, Stasiun Jatake merupakan satu-satunya yang baru-baru ini menjadi alternatif masyarakat untuk naik dan turun bagi yang berdomisili di kawasan BSD Tangerang ini. Sebelum dibangunnya Stasiun Jatake, tentu masyarakat menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) dari stasiun yang jaraknya cukup jauh, yakni Stasiun Parungpanjang maupun Stasiun Cicayur. Dalam hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI akhirnya menghadirkan Stasiun Kereta Api Jatake sebagai simpul layanan baru di Kabupaten Tangerang, Banten, untuk mengakomodasi meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah barat Pulau Jawa. Mobilitas baru ini membuat masyarakat terbantu aksesnya apalagi dilengkapi dengan fasilitas yang sudah cukup memadai. Langkah tersebut seiring dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan pergerakan harian menuju pusat-pusat kegiatan Jabodetabek, yang mulai dioperasikan sejak 28 Januari 2026. Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengungkapkan bahwa masukan masyarakat di wilayah barat telah dipetakan secara menyeluruh. KAI meresponsnya melalui peningkatan layanan yang dilakukan secara bertahap, sejalan dengan penguatan infrastruktur agar operasional berjalan tertib, aman, dan berkelanjutan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS pada 2025, wilayah barat Jawa seperti Kabupaten Tangerang, Serang, Lebak, dan Pandeglang, menunjukkan akselerasi aktivitas ekonomi yang dipengaruhi sektor perdagangan, pertanian, serta mobilitas tenaga kerja menuju Jabodetabek. Tentunya Kondisi tersebut mendorong peningkatan kebutuhan transportasi publik yang andal, terjadwal, dan terintegrasi. Sejak beroperasi pada 28 Januari hingga 5 Februari 2026, Stasiun Jatake mencatat 7.936 pengguna gate in dan 8.206 pengguna gate out. Peningkatan mobilitas juga tecermin pada kinerja Commuter Line Tanah Abang – Rangkasbitung yang sepanjang 2025 melayani 77.552.716 pengguna, meningkat dibandingkan 69.999.362 pengguna pada 2024 dan 62.085.471 pengguna pada 2023. Dalam satu dekade terakhir, kereta api perkotaan semakin berperan menopang aktivitas ekonomi harian masyarakat wilayah penyangga Jakarta. Dalam satu dekade terakhir, kereta api perkotaan semakin berperan menopang aktivitas ekonomi harian masyarakat wilayah penyangga Jakarta. Penguatan layanan tersebut didukung pengembangan infrastruktur jalur barat melalui elektrifikasi lintas Tanah Abang-Rangkasbitung sepanjang 72,8 kilometer yang dilakukan bertahap sejak 2017 hingga 2018. Seluruh pengembangan layanan dan penguatan infrastruktur tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, mulai dari tahap perencanaan, penyesuaian sarana, pengujian teknis, hingga operasional, guna memastikan layanan berjalan sesuai standar perkeretaapian nasional. Ke depan, KAI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam mengembangkan layanan perkeretaapian perkotaan secara bertahap, sejalan dengan penguatan infrastruktur dan peningkatan konektivitas antarlayanan. “Langkah ini diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi ekonomi, serta kenyamanan seluruh pengguna jasa kereta api di wilayah barat Jawa,” kata Anne yang dilansir dari laman Viva.
Mengenal Kereta Api Lokal yang Super Murah dan Wajib Kalian Tahu

Yuk, Kenali Istilah ‘Ramp Check’ yang Menempel di Tiap Kereta dan Lokomotif

Meskipun angkutan mudik Lebaran 2026 masih di Bulan Maret, namun masyarakat sudah berbondong-bondong memesan tiket khususnya kereta api dari jauh-jauh hari. Ini karena dikhawatirkan bisa saja kehabisan tiket walaupun tarif yang diberikan hingga relatif cukup mahal. Walaupun begitu, kesiapan dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tentu sudah diperhitungkan secara matang baik sarana dan prasarana maupun pelayanan. Dari berbagai langkah yang dilakukan KAI, kru yang bertugas dibidangnya juga turut melalukan pengecekan rangkaian kereta dan lokomotif di depo maupun balai yasa. Tentu di setiap selesai perbaikan, pasti ada sertifikasi penyelesaian bahwa dinyatakan sarana sudah laik beroperasi. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan bersama KAI di berbagai wilayah Jawa dan Sumatra tentunya melaksanakan kegiatan rampcheck atau pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan fasilitas perkeretaapian. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah preventif untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api, khususnya menjelang periode libur panjang seperti arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan jumlah penumpang secara signifikan. Diketahui bahwa Ramp Check merupakan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi sarana kereta api, baik dari sisi administratif maupun teknis. Aspek administratif meliputi verifikasi identitas sarana perkeretaapian, pemeriksaan dokumen terakhir (checksheet), serta validasi tanda lulus uji. Aspek teknis mencakup pengecekan sistem pencahayaan, pengereman, peralatan komunikasi, pendingin udara (AC), sirkulasi udara, peralatan keselamatan, jendela darurat, roda, komponen rangka bawah, hingga fasilitas pelayanan penumpang di dalam kereta. Sebenarnya, berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari sebelumnya. Mulai dari perawatan rutin, pengecekan berkala, hingga perbaikan menyeluruh terhadap seluruh sarana perkeretaapian yang akan dioperasikan selama periode angkutan Lebaran. Kegiatan Ramp Check ini dilakukan oleh tim gabungan berfokus pada pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana perkeretaapian dan fasilitas pelayanan di stasiun. Pemeriksaan juga mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 48 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum (SPM) untuk Angkutan Kereta Api, guna memastikan seluruh aspek pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara KAI dan DJKA dalam menjaga kesiapan operasional serta memastikan pelayanan publik tetap sesuai standar selama masa angkutan Lebaran ini. Dan tentunya memastikan seluruh unsur pelayanan, mulai dari sarana, prasarana hingga petugas, siap mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Lebih lanjut, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kesiapan teknis jangka pendek, tetapi juga mendukung keberlanjutan pelayanan transportasi kereta api yang andal dan terpercaya. Harapannya, masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik Lebaran 2026 dengan rasa aman, nyaman, dan penuh ketenangan.
Yuk, Kenalan dengan Djoko Tingkir – Sang Kereta Penolong

Naik Kereta Api Biar Gak Ketinggalan saat Cuaca Hujan? Simak Tips Berikut Ini

Cuaca di Indonesia memang sulit untuk diprediksi bagi masyarakat pada umumnya. Apalagi rencana yang sudah matang menuju ke destinasi favorit menggunakan kereta api sudah disusun berharap sesuai dengan kenyataan. Namun, terkadang ada saja hal yang diluar dugaan saat melakukan perjalanan menuju stasiun keberangkatan. Misalnya tiba-tiba cuaca yang tak bersahabat pun datang yaitu hujan. Meskipun hujan membasahi secara tidak menentu dan sudah persiapan agar lancar di perjalanan, namun tentu ada saja halangan yang membuat perjalanan menggunakan kereta api di stasiun keberangkatan terhalang. Entah karena tiba-tiba banjir yang membuat jalanan tergenang oleh air dan yang pasti terjadi kemacetan, terkadang ini menjadi seperti berlomba dengan waktu. Apakah bisa tiba di stasiun keberangkatan tepat waktu atau bisa jadi ketinggalan kereta? Tentu hal tersebut tidak mau terjadi pada kalian, dong. Nah, agar perjalanan tidak terhambat cuaca, kabarpenumpang akan memberikan tips naik kereta api agar perjalanan di musim hujan bisa berjalan lancar. • Pilih jadwal kereta api yang sesuai Saat hujan deras, jalanan sering terendam air dan mengganggu perjalanan, tak terkecuali stasiun dan sepanjang rel kereta. Solusi terbaiknya adalah, memilih jadwal keberangkatan yang lebih awal dan tak mepet acara atau jam masuk kerja. Maka hati bisa lebih tenang, jika terjadi penundaan keberangkatan kereta. • Jangan tergesa-gesa berangkat ke stasiun kereta api Hingga kini tentu masih terlihat penumpang yang tergesa-gesa bahkan mepet dengan kereta api yang akan berangkat yang hanya tinggal beberapa menit lagi. Nah, kurangi kebiasaan tersebut dengan mengusahakan sudah berada di stasiun minimal 30 menit sebelum jam keberangkatan. Apalagi jika suatu saat musim hujan datang, jalanan sudah pasti macet. Pastinya kalian gak mau kan ketinggalan kereta karena terlalu lama di jalan? • Sedia perlengkapan pelindung badan supaya tidak basah Agar tak gampang sakit, sebisa mungkin jangan sering basah terkena hujan. Persiapakan didalam tas atau kendaraan kalian, wajib ada peralatan pelindung badan seperti jas hujan, payung, baju ganti tambahan, dan sandal. Untuk menunjang kesehatan, jangan lupa makan makanan bergizi, vitamin, dan minum air putih yang cukup. Pekerjaan memang penting, tapi kesehatan adalah yang utama. • Selalu memantau informasi resmi dari PT KAI Segala informasi kerap disampaikan secara daring di media sosial. Sebaiknya rajin memantau media sosial milik PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) agar mengetahui pengumuman penting. Tak cuma rajin mengamati akun KAI, tapi jangan lupa cek ramalan cuaca yang kini dengan mudah diakses. • Menaati arahan dari petugas di stasiun Demi keselamatan dan kenyamanan bersama, pastikan untuk mematuhi setiap arahan petugas stasiun, terutama jika menghadapi situasi tak terduga, seperti banjir. Jika ada hal yang membuat kalian bingung, segera tanyakan kepada petugas jaga. Itulah beberapa tips yang telah diberikan agar kalian tak ketinggalan kereta api saat cuaca turun hujan. Semoga bermanfaat.
Stasiun Cibungur, Kembali Jadi Terminal Peti Kemas

9 Februari 1969, Memperingati 57 Tahun Penerbangan Perdana Boeing 747

Hari ini, 9 Februari 2026, menjadi hari yang selalu dikenang oleh karyawan Boeing dan khususnya pecinta dirgantara di seluruh dunia, pasalnya menjadi momen tepat 57 tahun eksistensi pesawat jumbo jet Boeing 747. Baca juga: Inilah Alasan, Mengapa Boeing Menggunakan Angka 7 di Produk Jet Komersialnya Bertolak dari Paine Field di Everett, Negara Bagian Washington, pada 9 Februari 1969 untuk pertama kalinya Boeing 747 mengangkasa. Penerbangan perdana selama 75 menit saat itu sontak mengubah tatatan transportasi udara, terutama pada layanan penerbangan jarak jauh. Bagi Boeing, proyek 747 merupakan pertaruhan, lantaran laba bersih perusahaan kala itu telah dicurahkan pada pengembangan jumbo jet ini. Risikonya tidak main-main, bila debut 747 perdana gagal, maka perusahaan yang didirikan oleh William E Boeing ini terancam bangkrut. Dikutip dari heraldnet.com (8/2/2019), Boeing 747 perdana yang diberi label “City of Everett” ini dibangun dari 4,5 juta bagian, dan bobot pesawat dalam uji terbang perdana mencapai 163 ton. Karena merupakan momen bersejarah, dalam penerbangan perdana Sang “Queen of the Skies” ini mendapat kawalan dari jet tempur F-86 Sabre. Meski kini debutnya telah memudar sebagai pesawat penumpang, namun kiprah Boeing 747 masih mendapat tempat tersendiri, terutama sebagai pesawat kargo. Sejak 1969 sampai saat ini, tak kurang dari 1.500 unit 747 diproduksi di fasilitas pabrik yang berada di Everett. Desain Boeing 747 dirancang oleh Joe Sutter. Dalam bukunya, “747: Creating the World’s First Jumbo Jet and Other Adventures from a Life in Aviation,” Sutter menyebut proyek 747 melibatkan 4.500 insinyur. Baca juga: Pensiunan Pesawat Boeing 747 British Airways Disulap Jadi Tempat Dugem Kini “City of Everett” sebagai Boeing 747 pertama di dunia, masih dapat dilihat langsung oleh public, yakni menjadi koleksi dalam Museum Penerbangan yang ada di Boeing Field, Seattle.

Ternyata Ini yang Bikin KA Pandalungan Bisa Menggeser KA Gajayana, Yuk Temukan Jawabannya

Sebagai kereta api istimewa karena memiliki fasilitas yang nyaman dan lebih baik, tentu sudah menjadi prioritas utama bagi masyarakat yang menginginkan selama di perjalanan. Meskipun sebagai kereta api reguler, namun keunggulan kereta api tersebut menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang tentu sebagai pelanggan setia. Selain dari segi kenyamanan yang sudah ternilai oleh masyarakat yang seringkali mencoba perjalanan kereta api tersebut, tentu dari segi jarak juga merupakan suatu unggulan yang sudab dimiliki kereta api di Indonesia. Ya, baik terdekat maupun jarak paling jauh ternyata sudah dimiliki di PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI). Meskipun memiliki perjalanan kereta api paling jauh, namun kenyamanan dan pelayanannya tak jauh berbeda dengan kereta api kelas eksekutif lainnya. Ya, ternyata KAI telah memiliki rute perjalanan kereta api terjauh yang tentu berada di lintas Pulau Jawa, yaitu Kereta Api (KA) Pandalungan dengan rute Gambir – Jember pulang pergi. Padahal diketahui sebelumnya, rute atau jarak perjalanan kereta api terjauh sempat pecah rekor oleh KA Gajayana rute Gambir – Malang pulang pergi. KA Pandalungan memiliki panjang rute 919 kilometer (km) dari Stasiun Jember ke Stasiun Gambir. Sedangkan KA Gajayana panjang rutenya 907 km dari Stasiun Kota Baru Malang ke Stasiun Gambir Jakarta. Bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan KA Pandalungan tentu belum begitu mengetahui bahwa kereta api yang dinaikinya adalah kereta api satu-satunya dengan rute terpanjang. Diketahui KA Pandalungan resmi diluncurkan pada 1 Juni 2023, bertepatan dengan mulai diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2023. KA Pandalungan membawa 8 kereta eksekutif dengan kapasitas 400 tempat duduk. KAI mengungkapkan alasan di balik penamaan KA Pandalungan. Nama KA Pandalungan diambil dari nama sub suku yang mendiami daerah Tapal Kuda di Jawa Timur. Dilansir dari laman Kemendikbud Ristek, secara etimologis kata Pandalungan berasal dari bahasa Jawa. Pandalungan berasal dari bentuk dasar kata “dhalung” dalam bahasa Jawa yang artinya periuk besar. Dengan layanan eksekutif, kereta ini tidak hanya memecahkan rekor jarak tempuh terpanjang, tapi juga merupakan KA perdana dengan rute Jember-Gambir pulang-pergi. Melalui kehadiran KA Pandalungan, masyarakat yang berangkat dari Jakarta untuk menuju wilayah Jember tidak perlu lagi membeli tiket tujuan Stasiun Surabaya dan selanjutnya harus berpindah KA untuk menuju Stasiun Jember. Pasalnya, untuk menuju wilayah Jember kini sudah bisa memilih KA Pandalungan dari Stasiun Gambir yang memiliki relasi stasiun akhir di Stasiun Jember dengan kepastian jadwal, waktu tempuh yang efisien dan kenyamanan sepanjang perjalanan. Sebelumnya, awal KA Pandalungan beroperasi sempat menjadi kereta api dengan perjalanan fakultatif yang beroperasi tiap akhir pekan. Namun kini masyarakat pun sudah bisa memilih kereta api Jakarta – Jember pulang pergi ini bisa dipesan kapan saja. KA Pandalungan sudah beroperasi setiap hari. Stasiun pemberhentian KA Pandalungan antara lain pada Stasiun Gambir, Stasiun Jatinegara, Stasiun Cikarang, Stasiun Terisi, Stasiun Jatibarang Stasiun Cirebon, Stasiun Tegal, Stasiun Pekalongan, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Ngrombo, Stasiun Cepu, Stasiun Bojonegoro, Stasiun Lamongan, Stasiun Surabaya Pasar Turi, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Wonokromo, Stasiun Sidoarjo, Stasiun Bangil, Stasiun Pasuruan, Stasiun Probolinggo, Stasiun Tanggul, Stasiun Malasan, dan Stasiun Jember. Untuk jadwal KA Pandalungan sebagai berikut: • Berangkat Gambir: 19:55 WIB – tiba Jember: 09:00 WIB • Berangkat Jember: 16:00 WIB – tiba Gambir: 04:30 WIB Tentunya bisa melakukan pembelian tiket KA Pandalungan yang dapat dilakukan sejak H-30, melalui aplikasi KAI Access, web kai.id, atau kanal eksternal resmi yang bekerja sama dengan KAI.
Inovasi Baru, Ternyata Ini Alasan KAI Membuat Kereta Petani dan Pedagang

Lima Kecelakaan Penerbangan Akibat ‘Bird Strike’ Terburuk di Dunia

Burung besi versus burung sungguhan? Sekilas terdengar tidak fair bukan. Hal tersebut mungkin sama dengan perbandingan manusia besi versus manusia sungguhan. Namun, manusia sungguhan mungkin saja mustahil untuk menaklukan manusia besi. Tetapi tidak demikian dengan burung. Burung besi (pesawat terbang) meskipun berukuran jauh lebih besar dan jauh lebih berat, kurang lebih berbobot 40.000 kg, kerap dibuat repot dengan kawanan burung berbobot hanya 2 kg. Baca juga: Mesin Keluarkan Lidah Api Karena Bird Strike, Penumpang Swoop Sampai Tulis ‘Pesan Terakhir’ Bird strike atau tabrakan dengan burung memang bukanlah hal baru di dunia dirgantara. Fenomena ini kerap jadi momok yang menakutkan bagi penerbangan. Yang teranyar mungkin salah satunya adalah insiden bird strike yang menimpa Boeing 737. Ketika itu, pesawat dengan nomor penerbangan 312 tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Abbotsford, pinggiran Sydney, Australia, Selasa pagi, (10/9/2019), setelah menabrak sekawanan burung tak lama setelah lepas landas. Beruntung pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat. Tabrakan dengan kawanan burung atau bird strike pada umumnya memang kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter. Di Amerika, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara. Selain itu, Administrasi Penerbangan Federal AS atau FAA juga memperkirakan bahwa penerbangan di AS mengalami kerusakan sekitar $ 400 juta atau Rp 5,4 triliun setiap tahun akibat serangan burung dan lebih dari 200 korban tewas sejak 1988. Meskipun kuantitas tabrakan burung dengan pesawat masih sangat debatable (ada yang mengkategorikan masih tergolong tak terlalu sering terjadi dan sebaliknya), namun faktanya, antara 1990 hingga 2015 ada 160.894 insiden tabrakan dengan burung di AS. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 0,25 persen yang mengakibatkan kecelakaan. Kini, setelah lebih dari seabad kemudian sejak pertama kali Wright bersaudara menerbangkan pesawat bersayap tetap (fixed-wing) pada 1903 silam, sang burung besi masih tidak bisa lepas dari bayang-bayang serangan bird strike, atau mungkin bertahan ketika serangan tersebut menghantam. Dilansir KabarPenumpang.com dari abbynews.com, Selasa, (11/2), berikut daftar 5 kecelakaan pesawat terburuk sepanjang sejarah dunia penerbangan. 5) Louisiana, 2009 Seekor elang ekor merah menghantam kaca depan helikopter Sikorsky S-76. Akibat tabrakan tersebut, kaca depan helikopter hancur, serta mengaktifkan kontrol pencegah kebakaran mesin, menunda throttle helikopter, dan memaksa mesin kehilangan daya. Tak lama setelah itu, insiden serupa terjadi dan memakan korban sebanyak delapan dari sembilan penumpang. 4) Paris, 1995 Tak lama setelah lepas landas, Dassault Falcon 20, sebuah pesawat jet bisnis sayap rendah asal Perancis, menghisap beberapa kawanan burung ke dalam mesin hingga akhirnya memutus saluran bahan bakarnya dan menyebabkan mesin tersebut rusak. Kebakaran di dekat bagian belakang kabin pun tak terhindarkan dan pilot kehilangan kendali ketika berusaha melakukan pendaratan darurat. Akibatnya, 10 penumpang tewas. 3) Alaska, 1995 Mirip insiden di Paris, Boeing E-3 Sentry milik Angkatan Udara AS “menghisap” banyak Angsa Kanada ke dalam dua mesinnya, tak lama setelah lepas landas. Beberapa saat berselang, mesin mulai membuang bahan bakar dan menyebabkan pesawat kehilangan ketinggian. Pesawat akhirnya menabrak kawasan berhutan dan meledak hingga menyebabkan 24 awak tewas. Baca juga: Dihantam Bird Strike, Hidung Airbus A380 Singapore Airlines Berlumuran Darah 2) Bahir Dar, 1988 Sekawanan merpati berbintik juga terhisap ke dalam pesawat penumpang, Boeing 737 tak lama setelah lepas landas. Setelah itu, salah satu mesin kehilangan daya dorong, sedangkan mesin lainnya mati total. Pesawat pun berakhir nahas setelah gagal mendarat darurat dan terbakar. Insiden tersebut menewaskan 35 dari 98 penumpang. 1) Boston, 1960 Sebuah pesawat Lockheed L-188 Electra terbang melewati kelompok besar burung (120 burung jantan) beberapa saat setelah lepas landas. Hal tersebut kemudian menyebabkan keempat mesin rusak dan berakhir menabrak pelabuhan Boston. Kala itu, pesawat yang sedang di udara tak sampai semenit hingga akhirnya menghantam air dengan sangat keras. 62 dua dari 72 penumpang pun tewas yang sekaligus menandakan insiden kecelakaan terbesar akibat bird strike terbesar sepanjang sejarah.