Inilah Empat Bandara Internasional yang Lokasinya Paling Jauh dari Pusat Kota, Nomer Tiga ada di Malaysia
Panduan Aman ke Malaysia: Pelancong Asal Indonesia Diimbau Pakai Masker Akibat Lonjakan TBC
Bagi Anda pelancong asal Indonesia yang berencana menghabiskan waktu libur atau melakukan kunjungan ke Malaysia dalam waktu dekat, ada hal penting yang perlu masuk dalam daftar persiapan perjalanan Anda selain paspor dan tiket: masker.
Para ahli kesehatan di Malaysia baru-baru ini mengeluarkan imbauan resmi bagi para pelancong untuk kembali memperketat protokol kesehatan, menyusul laporan adanya peningkatan kasus Tuberkulosis (TBC) di beberapa wilayah negeri jiran tersebut.
Periode liburan dan musim perayaan biasanya menjadi magnet bagi pelancong Indonesia untuk mengunjungi destinasi populer seperti Kuala Lumpur, Penang, atau Melaka. Namun, kerumunan di pusat perbelanjaan, penggunaan transportasi umum seperti LRT dan bus antar-kota, serta aktivitas di ruang tertutup meningkatkan risiko penularan bakteri melalui udara.
Mengingat TBC menular melalui droplet, penggunaan masker menjadi langkah preventif yang sangat disarankan oleh para pakar medis untuk memastikan perjalanan Anda tetap aman dan nyaman.
Para spesialis paru di Malaysia menekankan bahwa mobilitas pelancong yang tinggi selama musim liburan menjadi salah satu faktor yang diwaspadai. Bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat bertahan di udara dalam ruang dengan ventilasi yang kurang baik. Oleh karena itu, mengenakan masker saat berada di dalam pesawat, kereta api, atau bus pariwisata bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mencegah potensi membawa pulang penyakit saat kembali ke tanah air.
Selain imbauan mengenakan masker, pelancong juga disarankan untuk tetap menjaga kebersihan tangan dan menghindari kontak erat dengan individu yang menunjukkan gejala batuk kronis.
Otoritas kesehatan setempat kini terus memantau situasi secara ketat agar wabah ini tidak mengganggu kenyamanan industri pariwisata. Dengan sedikit kewaspadaan ekstra, rencana liburan Anda ke Malaysia tetap bisa dinikmati dengan maksimal tanpa harus mengorbankan faktor kesehatan.
Arab Saudi Pesan 20 Rangkaian Baru Kereta Cepat Haramain Express
Arab Saudi kembali menegaskan ambisinya untuk menjadi pusat konektivitas global melalui ekspansi besar-besaran pada infrastruktur transportasi relnya. Melalui kesepakatan terbaru yang diumumkan oleh Saudi Railway Company (SAR), Kerajaan secara resmi telah memesan 20 rangkaian kereta baru untuk menambah armada Haramain High-Speed Railway (HHR).
Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas melonjaknya permintaan perjalanan antara dua kota suci, Makkah dan Madinah, serta Jeddah yang menjadi gerbang utama bagi jutaan jemaah setiap tahunnya.
Pemesanan ini bukan sekadar penambahan jumlah unit, melainkan bagian dari visi strategis untuk menggandakan kapasitas angkut tahunan. Kereta cepat yang mampu melaju hingga kecepatan 300 km/jam ini telah menjadi tulang punggung mobilitas di wilayah Barat Arab Saudi sejak diluncurkan.
Dengan tambahan 20 rangkaian baru yang dijadwalkan mulai dikirim secara bertahap, kapasitas layanan diproyeksikan akan meningkat drastis guna mengakomodasi target 30 juta jemaah umrah pada tahun 2030, sesuai dengan visi transformasi ekonomi dan pariwisata Kerajaan.
Dari sisi teknis, kereta baru ini tetap akan mengusung standar teknologi tinggi yang mampu beroperasi di tengah lingkungan gurun yang ekstrem. Fitur ketahanan terhadap suhu panas yang menyengat serta sistem filtrasi pasir yang canggih memastikan operasional tetap berjalan mulus meskipun di tengah badai gurun sekalipun. Selain itu, penambahan armada ini diharapkan dapat memperpendek waktu tunggu (headway) antar keberangkatan, sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang, baik wisatawan internasional maupun warga lokal.
Investasi besar pada Kereta Cepat Haramain ini juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi kawasan pesisir Laut Merah. Dengan koneksi yang lebih cepat dan frekuensi yang lebih padat, pusat-pusat bisnis di Jeddah dan kawasan industri King Abdullah Economic City (KAEC) akan semakin terintegrasi. Hal ini membuktikan bahwa Arab Saudi tidak hanya sedang membangun jalur kereta, tetapi tengah merajut ekosistem transportasi masa depan yang ramah lingkungan, efisien, dan menjadi standar baru bagi mobilitas di Timur Tengah.
Arab Saudi Rayakan Dimulainya Pekerjaan 34 Masinis Wanita Kereta Cepat Haramain Express
Tak Sekadar Duduk dan Tarik Tuas Saja, Inilah yang Harus Dipatuhi Seorang Masinis
Dibalik kegagahan seorang masinis ternyata tanggung jawab yang dihadapi memang luar biasa besar. Bagi masyarakat awam, masinis hanya terlihat saat bekerja di kabin hanya duduk, menarik tuas, dan tunjuk sebut. Apakah hanya itu? Tentu tidak. Selain disiplin, masinis juga harus memiliki tingkat fokus dalam menjalankan kereta api harus tinggi. Maka tak heran sejumlah hal yang harus dilakukan dalam mengemudikan kereta api juga ada hal lain yang harus memiliki tanggung jawab.
Bagi seorang masinis, tentu tak boleh lengah sedikitpun karena nyawa ratusan penumpang berada di tangannya. Masinis kadang bekerja sendiri di kabin seperti pada Kereta Rel Listrik (KRL), namun ada pula yang didampingi oleh asisten masinis seperti di lokomotif.
Mengantarkan penumpang dengan selamat, aman dan nyaman sampai tempat tujuan, itu tugas utama bagi seorang masinis. Tidak boleh lengah atau lalai dalam bekerja merupakan seluruh standar operasi yang harus selalu diperhatikan dan ditaati. Mulai dari standar operasi, persinyalan, semboyan-semboyan, pun harus diperhatikan. Tentu sepenuhnya patuh dengan perintah.
Untuk sampai ke posisi masinis, tentu prosesnya panjang. Calon masinis harus lolos seleksi ketat, menjalani pendidikan di Balai Pelatihan Teknik Traksi Yogyakarta, lalu menjadi asisten masinis dengan syarat pengalaman minimal 2.000 jam kerja. Setelah lulus sertifikasi, barulah resmi menyandang titel sebagai masinis.
Karier mereka juga berjenjang, mulai dari tingkat muda hingga madya, dengan jam terbang mencapai ribuan jam. Setiap dua tahun sekali, mereka wajib ikut pelatihan penyegaran, uji kecakapan tiap tahun, hingga evaluasi peraturan setiap tiga bulan.
Sebelum berdinas, masinis punya ritual ketat yakni melapor satu jam sebelum keberangkatan, tes kesehatan dan alkohol, membawa perlengkapan dinas, hingga menandatangani surat pernyataan siap kerja. Sepuluh menit sebelum berangkat, mereka masih harus menerima laporan kereta dan dokumen lokomotif. Semua prosedur itu untuk memastikan mereka benar-benar siap, baik fisik maupun mental.
Sesuai aturan Kementerian Perhubungan, jam kerja masinis dibatasi maksimal 8 jam per hari. Ketentuan ini penting agar mereka tidak kelelahan. Meski penuh tanggung jawab, profesi masinis tetap jadi kebanggaan. Karena mereka adalah pahlawan transportasi yang setiap hari mengantar ribuan orang menuju tujuan dengan selamat.
Tidak Pernah Kering, Ini Rahasia Cara Pengisian Air di Toilet Kereta
Naik Kereta Api Biar Gak Ketinggalan saat Cuaca Hujan? Simak Tips Berikut Ini
Cuaca di Indonesia memang sulit untuk diprediksi bagi masyarakat pada umumnya. Apalagi rencana yang sudah matang menuju ke destinasi favorit menggunakan kereta api sudah disusun berharap sesuai dengan kenyataan. Namun, terkadang ada saja hal yang diluar dugaan saat melakukan perjalanan menuju stasiun keberangkatan. Misalnya tiba-tiba cuaca yang tak bersahabat pun datang yaitu hujan.
Meskipun hujan membasahi secara tidak menentu dan sudah persiapan agar lancar di perjalanan, namun tentu ada saja halangan yang membuat perjalanan menggunakan kereta api di stasiun keberangkatan terhalang. Entah karena tiba-tiba banjir yang membuat jalanan tergenang oleh air dan yang pasti terjadi kemacetan, terkadang ini menjadi seperti berlomba dengan waktu. Apakah bisa tiba di stasiun keberangkatan tepat waktu atau bisa jadi ketinggalan kereta?
Tentu hal tersebut tidak mau terjadi pada kalian, dong. Nah, agar perjalanan tidak terhambat cuaca, kabarpenumpang akan memberikan tips naik kereta api agar perjalanan di musim hujan bisa berjalan lancar.
• Pilih jadwal kereta api yang sesuai
Saat hujan deras, jalanan sering terendam air dan mengganggu perjalanan, tak terkecuali stasiun dan sepanjang rel kereta. Solusi terbaiknya adalah, memilih jadwal keberangkatan yang lebih awal dan tak mepet acara atau jam masuk kerja. Maka hati bisa lebih tenang, jika terjadi penundaan keberangkatan kereta.
• Jangan tergesa-gesa berangkat ke stasiun kereta api
Hingga kini tentu masih terlihat penumpang yang tergesa-gesa bahkan mepet dengan kereta api yang akan berangkat yang hanya tinggal beberapa menit lagi. Nah, kurangi kebiasaan tersebut dengan mengusahakan sudah berada di stasiun minimal 30 menit sebelum jam keberangkatan. Apalagi jika suatu saat musim hujan datang, jalanan sudah pasti macet. Pastinya kalian gak mau kan ketinggalan kereta karena terlalu lama di jalan?
• Sedia perlengkapan pelindung badan supaya tidak basah
Agar tak gampang sakit, sebisa mungkin jangan sering basah terkena hujan. Persiapakan didalam tas atau kendaraan kalian, wajib ada peralatan pelindung badan seperti jas hujan, payung, baju ganti tambahan, dan sandal. Untuk menunjang kesehatan, jangan lupa makan makanan bergizi, vitamin, dan minum air putih yang cukup. Pekerjaan memang penting, tapi kesehatan adalah yang utama.
• Selalu memantau informasi resmi dari PT KAI
Segala informasi kerap disampaikan secara daring di media sosial. Sebaiknya rajin memantau media sosial milik PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) agar mengetahui pengumuman penting. Tak cuma rajin mengamati akun KAI, tapi jangan lupa cek ramalan cuaca yang kini dengan mudah diakses.
• Menaati arahan dari petugas di stasiun
Demi keselamatan dan kenyamanan bersama, pastikan untuk mematuhi setiap arahan petugas stasiun, terutama jika menghadapi situasi tak terduga, seperti banjir. Jika ada hal yang membuat kalian bingung, segera tanyakan kepada petugas jaga.
Itulah beberapa tips yang telah diberikan agar kalian tak ketinggalan kereta api saat cuaca turun hujan. Semoga bermanfaat.
Stasiun Cibungur, Kembali Jadi Terminal Peti Kemas
9 Februari 1969, Memperingati 57 Tahun Penerbangan Perdana Boeing 747
Hari ini, 9 Februari 2026, menjadi hari yang selalu dikenang oleh karyawan Boeing dan khususnya pecinta dirgantara di seluruh dunia, pasalnya menjadi momen tepat 57 tahun eksistensi pesawat jumbo jet Boeing 747.
Baca juga: Inilah Alasan, Mengapa Boeing Menggunakan Angka 7 di Produk Jet Komersialnya
Bertolak dari Paine Field di Everett, Negara Bagian Washington, pada 9 Februari 1969 untuk pertama kalinya Boeing 747 mengangkasa. Penerbangan perdana selama 75 menit saat itu sontak mengubah tatatan transportasi udara, terutama pada layanan penerbangan jarak jauh.
Bagi Boeing, proyek 747 merupakan pertaruhan, lantaran laba bersih perusahaan kala itu telah dicurahkan pada pengembangan jumbo jet ini. Risikonya tidak main-main, bila debut 747 perdana gagal, maka perusahaan yang didirikan oleh William E Boeing ini terancam bangkrut. Dikutip dari heraldnet.com (8/2/2019), Boeing 747 perdana yang diberi label “City of Everett” ini dibangun dari 4,5 juta bagian, dan bobot pesawat dalam uji terbang perdana mencapai 163 ton. Karena merupakan momen bersejarah, dalam penerbangan perdana Sang “Queen of the Skies” ini mendapat kawalan dari jet tempur F-86 Sabre.
Meski kini debutnya telah memudar sebagai pesawat penumpang, namun kiprah Boeing 747 masih mendapat tempat tersendiri, terutama sebagai pesawat kargo. Sejak 1969 sampai saat ini, tak kurang dari 1.500 unit 747 diproduksi di fasilitas pabrik yang berada di Everett. Desain Boeing 747 dirancang oleh Joe Sutter. Dalam bukunya, “747: Creating the World’s First Jumbo Jet and Other Adventures from a Life in Aviation,” Sutter menyebut proyek 747 melibatkan 4.500 insinyur.
Baca juga: Pensiunan Pesawat Boeing 747 British Airways Disulap Jadi Tempat Dugem
Kini “City of Everett” sebagai Boeing 747 pertama di dunia, masih dapat dilihat langsung oleh public, yakni menjadi koleksi dalam Museum Penerbangan yang ada di Boeing Field, Seattle.
Lima Kecelakaan Penerbangan Akibat ‘Bird Strike’ Terburuk di Dunia
Burung besi versus burung sungguhan? Sekilas terdengar tidak fair bukan. Hal tersebut mungkin sama dengan perbandingan manusia besi versus manusia sungguhan. Namun, manusia sungguhan mungkin saja mustahil untuk menaklukan manusia besi. Tetapi tidak demikian dengan burung. Burung besi (pesawat terbang) meskipun berukuran jauh lebih besar dan jauh lebih berat, kurang lebih berbobot 40.000 kg, kerap dibuat repot dengan kawanan burung berbobot hanya 2 kg.
Baca juga: Mesin Keluarkan Lidah Api Karena Bird Strike, Penumpang Swoop Sampai Tulis ‘Pesan Terakhir’
Bird strike atau tabrakan dengan burung memang bukanlah hal baru di dunia dirgantara. Fenomena ini kerap jadi momok yang menakutkan bagi penerbangan. Yang teranyar mungkin salah satunya adalah insiden bird strike yang menimpa Boeing 737. Ketika itu, pesawat dengan nomor penerbangan 312 tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Abbotsford, pinggiran Sydney, Australia, Selasa pagi, (10/9/2019), setelah menabrak sekawanan burung tak lama setelah lepas landas. Beruntung pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat.
Tabrakan dengan kawanan burung atau bird strike pada umumnya memang kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter. Di Amerika, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara.
Selain itu, Administrasi Penerbangan Federal AS atau FAA juga memperkirakan bahwa penerbangan di AS mengalami kerusakan sekitar $ 400 juta atau Rp 5,4 triliun setiap tahun akibat serangan burung dan lebih dari 200 korban tewas sejak 1988.
Meskipun kuantitas tabrakan burung dengan pesawat masih sangat debatable (ada yang mengkategorikan masih tergolong tak terlalu sering terjadi dan sebaliknya), namun faktanya, antara 1990 hingga 2015 ada 160.894 insiden tabrakan dengan burung di AS. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 0,25 persen yang mengakibatkan kecelakaan.
Kini, setelah lebih dari seabad kemudian sejak pertama kali Wright bersaudara menerbangkan pesawat bersayap tetap (fixed-wing) pada 1903 silam, sang burung besi masih tidak bisa lepas dari bayang-bayang serangan bird strike, atau mungkin bertahan ketika serangan tersebut menghantam. Dilansir KabarPenumpang.com dari abbynews.com, Selasa, (11/2), berikut daftar 5 kecelakaan pesawat terburuk sepanjang sejarah dunia penerbangan.
5) Louisiana, 2009
Seekor elang ekor merah menghantam kaca depan helikopter Sikorsky S-76. Akibat tabrakan tersebut, kaca depan helikopter hancur, serta mengaktifkan kontrol pencegah kebakaran mesin, menunda throttle helikopter, dan memaksa mesin kehilangan daya. Tak lama setelah itu, insiden serupa terjadi dan memakan korban sebanyak delapan dari sembilan penumpang.
4) Paris, 1995
Tak lama setelah lepas landas, Dassault Falcon 20, sebuah pesawat jet bisnis sayap rendah asal Perancis, menghisap beberapa kawanan burung ke dalam mesin hingga akhirnya memutus saluran bahan bakarnya dan menyebabkan mesin tersebut rusak. Kebakaran di dekat bagian belakang kabin pun tak terhindarkan dan pilot kehilangan kendali ketika berusaha melakukan pendaratan darurat. Akibatnya, 10 penumpang tewas.
3) Alaska, 1995
Mirip insiden di Paris, Boeing E-3 Sentry milik Angkatan Udara AS “menghisap” banyak Angsa Kanada ke dalam dua mesinnya, tak lama setelah lepas landas. Beberapa saat berselang, mesin mulai membuang bahan bakar dan menyebabkan pesawat kehilangan ketinggian. Pesawat akhirnya menabrak kawasan berhutan dan meledak hingga menyebabkan 24 awak tewas.
Baca juga: Dihantam Bird Strike, Hidung Airbus A380 Singapore Airlines Berlumuran Darah
2) Bahir Dar, 1988
Sekawanan merpati berbintik juga terhisap ke dalam pesawat penumpang, Boeing 737 tak lama setelah lepas landas. Setelah itu, salah satu mesin kehilangan daya dorong, sedangkan mesin lainnya mati total. Pesawat pun berakhir nahas setelah gagal mendarat darurat dan terbakar. Insiden tersebut menewaskan 35 dari 98 penumpang.
1) Boston, 1960
Sebuah pesawat Lockheed L-188 Electra terbang melewati kelompok besar burung (120 burung jantan) beberapa saat setelah lepas landas. Hal tersebut kemudian menyebabkan keempat mesin rusak dan berakhir menabrak pelabuhan Boston. Kala itu, pesawat yang sedang di udara tak sampai semenit hingga akhirnya menghantam air dengan sangat keras. 62 dua dari 72 penumpang pun tewas yang sekaligus menandakan insiden kecelakaan terbesar akibat bird strike terbesar sepanjang sejarah.
