Resmi! Commuter Line SUPASPRO Beroperasi 1 Maret 2026: Cek Rute dan Tarifnya

Masyarakat Probolinggo sepertinya bakalan bernafas lega. Pasalnya kereta api yang diharapkan hadir hingga Stasiun Probolinggo nantinya akan terwujud. Tak hanya masyarakat yang berdomisili di Probolinggo saja, melainkan dari berbagi kota khususnya di Jawa Timur yang bisa diakses dengan kereta api nantinya semakin mudah dan praktis. Ya, perjalanan Commuter Line rute Surabaya – Probolinggo tentunya akan menjadi acuan masyarakat yang ingin menggunakan perjalanan rute tersebut dengan praktis dan mudah. Commuter Line Supas merupakan rangkaian kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) saat ini memiliki rute dari Stasiun Surabaya Gubeng menuju Stasiun Pasuruan pulang pergi. Dengan tarif hanya Rp6.000, kereta ini menempuh perjalanan selama 1 jam 40 menit. Nah, kabar baik bagi masyarakat khususnya pengguna Commuter Line Supas, bahwa KCI memastikan Commuter Line tersebut akan mulai beroperasi paling lambat 1 Maret 2026 dengan rute Surabaya-Pasuruan-Probolinggo (Supaspro). Kepastian itu disampaikan saat Jajaran Direksi KCI beraudiensi dengan Pemkot Probolinggo, di Command Center. Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyebut, kehadiran Commuter Line Supaspro menjadi jawaban atas kebutuhan transportasi massal yang terjangkau dan terintegrasi. Selain itu, adanya moda ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah. Ia menjelaskan, pengembangan transportasi publik menjadi bagian penting dari visi pembangunan Kota Probolinggo yang mengusung tiga peran strategis. Peran tersebut yakni sebagai kota penyangga pelabuhan, penyangga daerah transit, dan penyangga pariwisata. Wali Kota Aminuddin berharap, masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut. Menurutnya, tarif yang murah dan waktu tempuh yang pasti akan menjadikan Commuter Line Supaspro, sebagai alternatif transportasi utama. Sementara itu President Director PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Mochamad Purnomosidi, menjelaskan, KCI berkomitmen mendukung layanan transportasi publik berbasis kebutuhan masyarakat. Untuk tahap awal, Commuter Line SUPASPRO akan melayani dua kali perjalanan setiap hari. Jadwal pagi berangkat dari Probolinggo pukul 04.10 WIB dan tiba di Surabaya sekitar pukul 06.45 WIB. ‎Sementara jadwal malam, berangkat dari Surabaya pukul 18.10 WIB dan tiba di Probolinggo sekitar pukul 20.57 WIB. Tarif perjalanan direncanakan maksimal Rp8.000 sekali jalan, menyesuaikan ketentuan tarif kereta dengan jarak tempuh di atas 85 kilometer. ‎Meski demikian, tarif tersebut masih menunggu persetujuan resmi dari Kementerian Perhubungan. Pembelian tiket nantinya dilakukan secara daring melalui aplikasi KAI Access. Aminuddin kembali berharap kehadiran moda transportasi baru ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Kota Probolinggo.
Mengenal Kereta Api Lokal yang Super Murah dan Wajib Kalian Tahu

KCI Targetkan 12 Rangkaian KRL Baru Buatan INKA Tiba di Jakarta Juni 2026

Rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) terbaru hingga saat ini terus berdatangan dari PT Industri Kereta Api (INKA). Bahkan saat ini masyarakat khususnya pengguna KRL yang berada di jalur Jakarta – Bogor sudah bisa merasakan. Kehadiran KRL baru buatan INKA tersebut memiliki dampak yang positif, tak hanya sebuah rangkaian baru dengan fasilitas yang sangat baik, namun perjalanan KRL di jalur tersebut bertambah. Tak sampai disitu, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memastikan 12 rangkaian KRL yang diproduksi PT INKA ini tiba di Jakarta hingga Juni 2026 mendatang. Itu berarti tahap demi tahap KRL baru tersebut masih terus dikirim untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat yang semakin hari kian ramai. Bahkan di wilayah Jabodetabek sendiri, sudah menjadi andalan bahwa menggunakan KRL sebagai transportasi sehari-hari mereka. Direktur Utama KCI Mochamad Purnomosidi menjelaskan pihaknya sudah memesan 16 trainset dari INKA dalam proses pengadaan pada 2024 lalu. Dari pesanan itu, empat rangkaian sudah tiba di Jakarta. Dua rangkaian baru buatan INKA telah beroperasi di Rute Depok/Bogor-Manggarai/Jakarta Kota. Dua rangkaian lainnya masih dalam tahap uji coba. Dua rangkaian baru tersebut akan beroperasi di rute ‘Blue Line’ alias lintas Cikarang. Diketahui saat ini lintas Cikarang sudah beroperasi rangkaian KRL buatan Cina hingga seri ke-12. Lintas Cikarang akhir-akhir ini memang sudah banyak penumpang yang menggunakan KRL karena lebih praktis dan efisien. Baik pada hari kerja maupun hari libur, masyarakat yang domisili berada di lintas Cikarang ini sudah sangat bergantung dengan transportasi KRL. Maka tak heran, penambahan jadwal terkadang dioperasikan agar tak terjadi penumpukan penumpang. Saat itu proses uji coba KRL baru trainset (TS) 5 dan TS 6 dari PT INKA memang lebih lama dari target karena trainset buatan INKA yang sudah dioperasikan lebih dulu sempat bermasalah pada pintu saat ditutup. “Sehingga harapan kita sih TS 5 kita nggak akan mengizinkan jalan kalau pintunya nggak clear. Meskipun industri anak bangsa kan tetap harus kita dorong agar mereka juga mengikuti normatifnya.Karena kalau sudah dioperasikan, pasti kalau terjadi gangguan pintu cukup menjengkelkan gitu ya,” terang Purnomosidi yang dikutip dari laman Detik. Diketahui, saat kedatangan 12 rangkaian baru nantinya akan menggantikan rangkaian lama produksi Jepang yang kini sudah berusia di atas 40 tahun, untuk itu keamanan dan operasional rangkaian harus optimal sebelum benar-benar melayani penumpang. Dalam hal tersebut, KCI akan menargetkan 12 rangkaian baru buatan INKA yang tiba paling lambat Juni 2026 ini dapat segera beroperasi pada bulan berikutnya atau Juli 2026 di rute Cikarang Line dan Bogor/Depok Line. Dua rute ini memiliki daya listrik cukup untuk menjalankan rangkaian yang terdiri dari 12 kereta. Sementara rute sisanya baru bisa dilalui oleh trainset yang terdiri dari 10 kereta saja.
Masa Lalu Stasiun Bekasi, Sempat Berstatus Sebagai Halte Besar

Aturan Baru Sabuk Pengaman di Hong Kong: Dek Bawah Bus Membludak, Penumpang Khawatir Terlambat Turun

Implementasi hari pertama peraturan wajib sabuk pengaman di bus umum Hong Kong pada Minggu (25/01/2026) memicu fenomena unik di lapangan. Laporan dari berbagai rute sibuk menunjukkan terjadinya penumpukan penumpang di dek bawah bus, sementara banyak kursi di dek atas dibiarkan kosong meskipun telah dilengkapi sabuk pengaman. Banyak komuter, terutama mereka yang menempuh perjalanan jarak pendek, menyatakan keengganan untuk duduk di dek atas. Alasan utamanya adalah kekhawatiran teknis: mereka takut tidak memiliki cukup waktu untuk melepas sabuk pengaman dan turun dari dek atas saat bus sampai di halte tujuan.
Bus Listrik Dek Ganda Hadir di Hong Kong
“Untuk perjalanan singkat yang hanya melewati tiga atau empat halte, memakai sabuk di dek atas terasa merepotkan. Saya khawatir bus sudah berangkat lagi sebelum saya sempat berdiri dan turun,” ujar salah satu penumpang di rute Tuen Mun. Akibatnya, area berdiri di dek bawah menjadi sangat padat karena penumpang lebih memilih berdiri daripada harus terikat sabuk di kursi dek atas. Pemerintah Hong Kong memberlakukan aturan ini sebagai langkah drastis untuk meningkatkan keselamatan jalan raya. Berikut adalah poin-poin utama regulasi tersebut: Kewajiban Penumpang Semua penumpang wajib mengenakan sabuk pengaman jika kursi yang mereka duduki memilikinya. Sanksi Denda Pelanggar terancam denda maksimal HK$5.000 (sekitar Rp10 juta) dan hukuman penjara hingga tiga bulan. Tanggung Jawab Pribadi Penumpang bertanggung jawab penuh atas dirinya sendiri. Sopir bus hanya diwajibkan memberikan pengingat melalui pengumuman otomatis atau stiker di dalam bus. Selain masalah kepadatan, beberapa pengamat transportasi menyoroti kesulitan yang dihadapi penumpang lansia. Proses mengunci dan melepas sabuk pengaman dinilai dapat memperlambat mobilitas mereka, yang pada gilirannya bisa memperpanjang waktu berhenti bus di halte. Di sisi lain, banyak wisatawan yang mengaku belum mengetahui adanya aturan baru ini, sehingga petugas lapangan masih fokus pada edukasi daripada penindakan langsung di hari-hari pertama. Operator bus utama seperti KMB (Kowloon Motor Bus) dan Citybus telah memperkuat sistem pengumuman di dalam armada mereka. Saat ini, sekitar 60% dari total armada bus di Hong Kong (sekitar 3.500 unit) telah dilengkapi dengan sabuk pengaman, baik pada bus baru maupun hasil modifikasi (retrofitting) pada dek atas bus lama. Meskipun bertujuan baik untuk keselamatan, kepadatan di dek bawah ini menjadi tantangan baru bagi otoritas transportasi untuk memastikan efisiensi jadwal bus tetap terjaga di tengah kepatuhan masyarakat terhadap aturan baru.
Hong Kong Punya Bus Wisata Unik untuk Penumpang ‘Insomnia’

Fresh Graduate Cerdas Buat Aplikasi GPS untuk Atasi Kebingungan Penumpang LRT & MRT

Bagi para pengguna transportasi umum di Manila, kebingungan menentukan rute antara jalur LRT (Light Rail Transit) dan MRT (Metro Rail Transit) sering kali menjadi tantangan harian. Namun, berkat kreativitas seorang lulusan baru (fresh graduate), masalah klasik ini mungkin segera menemui solusinya. Sebuah sistem navigasi berbasis GPS yang dirancang khusus untuk mobilitas kereta perkotaan baru saja diperkenalkan untuk membantu penumpang agar tidak lagi tersesat atau terlewat stasiun tujuan. Inovasi ini lahir dari pengamatan langsung terhadap banyaknya penumpang, terutama pengguna baru dan turis, yang sering kali merasa kewalahan dengan peta jalur kereta yang kompleks dan pengumuman stasiun yang terkadang sulit terdengar di tengah keramaian. Pengembang muda ini menciptakan sistem yang mengintegrasikan data lokasi waktu nyata (real-time) dengan antarmuka yang ramah pengguna, memungkinkan penumpang memantau posisi mereka secara akurat di dalam gerbong kereta. Sistem berbasis GPS ini menawarkan beberapa fitur unggulan yang tidak ditemukan pada aplikasi peta umum seperti Google Maps di dalam terowongan kereta: Peringatan Kedatangan Stasiun: Aplikasi akan memberikan notifikasi atau getaran saat kereta mendekati stasiun tujuan penumpang, sehingga mereka bisa bersiap meski sedang mendengarkan musik atau tertidur. Panduan Transfer Jalur: Sistem ini memberikan instruksi langkah-demi-langkah bagi penumpang yang harus berpindah dari jalur LRT ke MRT (atau sebaliknya), termasuk arah menuju pintu keluar atau tangga penghubung yang tepat. Informasi Kepadatan Gerbong: Integrasi data juga memungkinkan pengguna melihat perkiraan kepadatan di stasiun berikutnya, membantu mereka memutuskan apakah akan turun atau menunggu kereta selanjutnya. Inovasi yang diluncurkan pada awal 2026 ini mendapat sambutan positif dari komunitas komuter di Filipina. Keunggulan utamanya terletak pada penggunaan teknologi GPS yang tetap stabil meskipun berada di jalur bawah tanah atau di area yang padat bangunan tinggi, berkat optimasi algoritma yang dilakukan oleh sang pengembang. Langkah ini membuktikan bahwa lulusan muda memiliki potensi besar untuk menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Dengan adanya sistem navigasi khusus ini, diharapkan efisiensi perjalanan menggunakan LRT dan MRT akan meningkat, sekaligus mengurangi stres yang sering dialami penumpang akibat kekhawatiran salah arah.

Abaikan Aturan Dasbor, Sopir Taksi Hong Kong Terancam Denda HK$2.000

Pemandangan dasbor taksi yang dipenuhi oleh deretan ponsel pintar kini menjadi sasaran utama otoritas transportasi Hong Kong. Meski regulasi baru telah resmi diberlakukan mulai 25 Januari 2026, laporan di lapangan menunjukkan bahwa banyak sopir taksi yang masih mengabaikan aturan pembatasan jumlah perangkat komunikasi di area kemudi, sebuah tindakan yang dapat berujung pada sanksi finansial yang berat. Pemerintah Hong Kong, melalui Departemen Transportasi, telah menetapkan aturan ketat guna menekan angka kecelakaan akibat distraksi visual. Berdasarkan kebijakan terbaru, setiap pengemudi kini dilarang meletakkan lebih dari dua perangkat seluler (ponsel, tablet, atau laptop) di depan kursi pengemudi, dilaran menggunakan perangkat dengan ukuran layar diagonal melebihi 19 sentimeter, dan dilarang menempatkan perangkat di posisi yang dapat menghalangi pandangan ke jalan atau ke arah kaca spion/kamera pemantau.
Mulai 2026, Semua Taksi di Hong Kong Wajib Pasang Kamera di Dalam Mobil, GPS, Kamera Dasbor dan Pembayaran Elektronik
Bagi banyak sopir taksi di Hong Kong, deretan ponsel di dasbor adalah “kantor” mereka. Perangkat-perangkat tersebut digunakan secara bersamaan untuk berbagai aplikasi ride-hailing (seperti HKTaxi atau Uber), navigasi GPS, hingga berkomunikasi dengan grup sesama sopir untuk berbagi informasi pesanan. Namun, otoritas menekankan bahwa fokus pengemudi seringkali terbagi karena harus memantau banyak layar sekaligus, yang secara signifikan meningkatkan risiko kecelakaan “careless driving” atau mengemudi tanpa kehati-hatian. Bahkan, penggunaan ponsel lipat (foldable phone) kini diatur secara spesifik: jika layar saat dibentangkan melebihi 19 cm, maka perangkat tersebut dilarang digunakan dalam kondisi terbuka saat mengemudi. Pemerintah tidak main-main dalam menegakkan aturan ini. Pengemudi yang kedapatan melanggar tanpa alasan yang sah dapat dikenakan denda maksimal HK$2.000 (sekitar Rp4 juta). Selain denda, jika terjadi kecelakaan, jumlah ponsel yang berlebihan di dasbor dapat digunakan sebagai bukti kuat di pengadilan untuk menjerat sopir dengan pasal mengemudi yang membahayakan. Bersamaan dengan aturan ponsel ini, Hong Kong juga mulai mewajibkan penggunaan sabuk pengaman bagi seluruh penumpang di transportasi umum dan kendaraan komersial sebagai bagian dari paket besar penguatan keselamatan jalan raya tahun 2026.
Pemerintah Kota Hong Kong Usulkan Regulasi Bagi Platform Ride-Hailing

Pemesanan Tiket H-10 Lebaran 2026 Sudah Dibuka, Begini Cara Belinya

Kesabaran memang bisa berbuah hasil baik, Ya, masyarakat kini tak perlu menunggu kapan tiket Lebaran 2026 dibuka. Karena kini saatnya ‘war tiket’ bisa mulai dipesan pada H-10. Melakukan perjalanan kereta api di jalur Jawa dan Sumatra, masyarakat sudah bisa memilih kereta api, rute dan jenis kelas yang ditentukan. Tak hanya itu harga yang tertera pun bisa menjadi acuan untuk melakukan perjalanan yang nyaman. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) telah membuka pemesanan tiket Kereta Api untuk lebaran 2026 yang bisa dilakukan sejak 25 Januari 2026. Masyarakat yang berencana mudik menggunakan moda transportasi rel ini sudah bisa mengamankan tempat duduk untuk perjalanan pulang kampung. Langkah ini diambil KAI sebagai upaya memberikan kepastian bagi para pemudik yang ingin merencanakan perjalanan jauh-jauh hari. KAI juga mengimbau masyarakat memilih hari keberangkatan di luar puncak arus mudik yang biasanya terjadi dua hingga tiga hari sebelum Lebaran supaya distribusi penumpang lebih merata. Tanggal pembukaan ini berlaku untuk perjalanan keberangkatan H-10 Lebaran, yaitu tanggal 11 Maret 2026. Sistem penjualan menggunakan skema bertahap, di mana setiap hari akan dibuka pemesanan untuk satu tanggal keberangkatan tertentu. Kebijakan H-45 ini memberikan waktu yang cukup panjang bagi calon penumpang untuk mempersiapkan segala keperluan perjalanan mudik. Dengan membuka penjualan hampir satu setengah bulan sebelum hari keberangkatan pertama, diharapkan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan jadwal dan kelas kereta yang tersedia. KAI menyediakan beberapa kanal resmi yang bisa digunakan masyarakat untuk membeli tiket. Platform resmi yang tersedia meliputi aplikasi mobile Access by KAI, portal web booking.kai.id, layanan contact center KAI 121, serta mitra penjualan resmi dan online travel agent yang bekerja sama dengan KAI. Semua kanal ini memberikan harga yang sama sesuai ketentuan perusahaan tanpa biaya tambahan yang tidak wajar. Untuk mempermudah proses pemesanan, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan: • Melalui Aplikasi Access by KAI 1. Unduh dan buka aplikasi Access by KAI di smartphone 2. Pilih menu kereta “Antar Kota” 3. Tentukan stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan 4. Pilih tanggal perjalanan (tersedia opsi pulang-pergi) 5. Sistem akan menampilkan daftar kereta yang tersedia 6. Pilih kereta sesuai jadwal dan waktu yang diinginkan 7. Lanjutkan proses pemesanan hingga tahap pembayaran 8. Setelah pembayaran berhasil, tiket akan tersimpan di menu “Tiket Saya” • Melalui Website Resmi 1. Kunjungi situs https://booking.kai.id/ 2. Masukkan stasiun asal dan stasiun tujuan perjalanan 3. Tentukan tanggal keberangkatan (bisa memilih pulang-pergi) 4. Lihat daftar kereta yang muncul di layar 5. Pilih kereta yang sesuai dengan kebutuhan 6. Ikuti proses pemesanan sampai pembayaran selesai 7. Tiket elektronik akan dikirimkan ke alamat email yang terdaftar Kemudian, hal penting yang perlu diperhatikan calon penumpang saat membeli tiket kereta api Lebaran 2026 adalah sebagai berikut: • Pastikan data pribadi yang dimasukkan saat pemesanan sudah benar dan sesuai dengan identitas resmi. Kesalahan data dapat menyebabkan masalah saat keberangkatan. • Simpan tiket dengan baik, baik dalam bentuk digital di ponsel maupun hasil cetakan sebagai cadangan. • Lakukan pemesanan sejak hari pertama penjualan dibuka, terutama bagi yang menginginkan tanggal keberangkatan favorit. Tanggal mendekati hari H Lebaran biasanya paling cepat habis terjual. • Pertimbangkan keberangkatan di luar tanggal puncak arus mudik. Selain tiket lebih mudah didapat, perjalanan juga cenderung lebih nyaman karena tidak terlalu padat. • Gunakan hanya kanal resmi KAI untuk menghindari penipuan dan biaya tambahan yang tidak wajar. • Hubungi layanan contact center KAI 121 jika memerlukan bantuan atau informasi tambahan. Layanan tersedia selama 24 jam. • Periksa kembali jadwal keberangkatan yang dipilih agar sesuai dengan rencana perjalanan mudik. KAI mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan tidak tergiur dengan tawaran dari pihak tidak resmi yang menjanjikan kemudahan dengan imbalan biaya ekstra. Pembelian melalui jalur resmi menjamin keamanan transaksi dan kepastian keberangkatan.
Kapan Masyarakat Bisa War Tiket Mudik Lebaran 2026? Yuk, Simak Jawabannya

Yuk Kenali Nama-nama Stasiun di Lampung yang Terbilang Unik

Seperti diketahui bahwa stasiun-stasiun kereta api di Indonesia identik dengan bangunan yang bernuansa sejarah peninggalan jaman Kolonial Belanda. Tak hanya itu, beberapa stasiun juga memiliki ketinggian lebih dari 500 meter dari atas permukaan laut. Belum lagi nama-nama stasiun yang terbilang unik tersebar di seluruh jalur kereta api di Indonesia. Banyaknya nama-nama stasiun terunik seperti di Pulau Jawa biasanya diambil dari daerah sekitar, nama kota, atau bahkan kabupaten. Ada pula nama stasiun yang sama persis namun berada di lokasi yang berbeda. Stasiun-stasiun yang tersebar di jalur kereta api Pulau Jawa pun memiliki 9 wilayah Daerah Operasi (Daop), praktis banyaknya stasiun kecil maupun besar tersebar disitu. Selain nama-nama unik stasiun yang berada di Pulau Jawa, ada pula yang berada di jalur kereta api lintas Sumatera, tepatnya di Provinsi Lampung. Siapa sangka, ada sederet stasiun di Lampung yang terkenal dengan nama uniknya. Tak hanya unik, deretan stasiun di Lampung ini memiliki nama yang nyentrik dan anti-mainstream. Nah, kita ulas yuk. Berikut ini daftar 5 nama stasiun paling unik di Provinsi Lampung tepatnya di wilayah Divisi Regional (Divre) 4 Tanjung Karang: 1. Stasiun Negara Ratu Stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Negararatu, Sungkai Utara, Lampung Utara. Stasiun yang terletak pada ketinggian +46 meter ini termasuk dalam Divisi Regional IV Tanjungkarang. Hanya satu layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini, yaitu kereta api Rajabasa. Terdapat masing-masing satu jalur lurus dan jalur belok baru yang dibangun di sisi timur stasiun sehingga kini jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Jalur 2 kini dijadikan sebagai sepur lurus arah Baturaja–Prabumulih saja dan jalur 3 sebagai sepur lurus baru untuk arah Tanjungkarang. 2. Stasiun Haji Pemanggilan Stasiun Haji Pemanggilan adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Haji Pemanggilan, Anak Tuha, Lampung Tengah. Stasiun yang terletak pada ketinggian +45 meter ini termasuk ke dalam Divre 4 Tanjungkarang. Stasiun ini hanya memilki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus dan jalur 1 merupakan sepur belok panjang untuk mengakomodasi persilangan kereta api Babaranjang. Stasiun ini sama sekali tidak memiliki peron. 3. Stasiun Negeri Agung Stasiun yang terletak pada ketinggian +46 meter ini, terletak di Negeri Agung, Negeri Agung, Way Kanan. Selain namanya yang unik, proses melintas kereta api di stasiun ini. Apabila ada kereta api penumpang dari arah Prabumulih yang akan berhenti di stasiun ini, maka kereta api tersebut akan melawan arus jalur ganda dari arah Tanjungkarang dan berbelok ke jalur 2 untuk mendapatkan peron. Sebagai akibatnya, jika ada kereta api dari arah Tanjungkarang yang hendak melintas diharuskan berhenti terlebih dahulu di sinyal masuk hingga kereta api penumpang berangkat dan jalur telah aman. 4. Stasiun Way Pisang Stasiun ini terletak pada ketinggian +87 meter diatas permukaan laut. Uniknya, bangunan stasiun ini terletak di wilayah Kabupaten Way Kanan, Lampung, tetapi sebagian besar emplasemen serta pos sinyal sisi utara stasiun sudah masuk wilayah Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. Perbatasan antara kedua wilayah tersebut berada sekitar 350 meter di sebelah barat laut stasiun, menjadikan stasiun ini sebagai stasiun yang lokasinya paling utara di Kabupaten Way Kanan dan Provinsi Lampung. Stasiun ini diresmikan pada tanggal 9 Juni 2014 oleh Dirut KAI saat itu, Ignasius Jonan, dan Menteri BUMN saat itu, Dahlan Iskan. 5. Stasiun Sukamenanti Terletak di Pidada, Panjang, Bandar Lampung, stasiun ini berada pada ketinggian +26 m diatas permukaan laut. Stasiun ini mempunyai lima jalur kereta api yang cukup untuk memuat satu rangkaian KA babaranjang, dimana empat jalur berada di emplasemen utama stasiun sedangkan satu jalur lagi berada di pos sinyal A yang mengarah ke Pidada. Jalur 2 merupakan sepur lurus serta tidak memiliki peron. Panjang emplasemen Sukamenanti mencapai 1,4 km. Masyarakat setempat saat ini lebih mengenal stasiun ini sebagai Stasiun Panjang karena stasiun ini berada tidak jauh dari Pelabuhan Panjang, di samping Stasiun Pelabuhan Panjang lama sendiri telah lama dinonaktifkan. Itulah nama-nama stasiun kereta api yang paling unik di Provinsi Lampung. Kira-kira apa lagi, ya nama-nama stasiun unik lainnya di Lampung?
Merasakan Sensasi KA Kuala Stabas (Tanjungkarang – Baturaja) dengan Harga Yang Pas

Ancaman Virus Nipah: Kewaspadaan Baru di Gerbang Internasional

Dunia internasional kini tengah memberikan perhatian khusus pada pergerakan penumpang di bandara, terutama setelah Thailand memperketat kontrol kesehatan terhadap pelancong dari wilayah tertentu di India akibat kemunculan kembali Virus Nipah. Virus ini bukanlah ancaman baru dalam dunia medis, namun sifatnya yang mematikan menuntut respons cepat dari otoritas transportasi global. Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura. Secara alami, virus ini dibawa oleh kelelawar buah dari famili Pteropodidae dan dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, atau melalui konsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh air liur atau urine kelelawar tersebut. Dalam tubuh manusia, Virus Nipah menyerang sistem yang sangat vital, yakni sistem saraf pusat dan sistem pernapasan. Infeksi ini bersifat zoonosis, yang berarti berpindah dari hewan ke manusia, namun penularan antarmanusia juga sangat mungkin terjadi melalui cairan tubuh. Gejala awal yang muncul sering kali menyerupai flu biasa, seperti demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot, dan muntah. Namun, yang membuat virus ini sangat berbahaya adalah progresivitasnya yang cepat menuju peradangan otak atau ensefalitis. Pasien dapat mengalami pusing yang ekstrem, perubahan kesadaran, hingga koma dalam waktu 24 hingga 48 jam. Dalam banyak kasus, infeksi ini juga menyebabkan kegagalan pernapasan akut yang memperparah kondisi klinis penderita. Menanggapi risiko ini, sektor transportasi internasional, khususnya bandara di Thailand, mulai menerapkan protokol deteksi dini yang ketat. Langkah pengetatan dilakukan melalui penggunaan pemindai suhu tubuh (thermal scanner) di pintu kedatangan internasional untuk menyaring penumpang dengan gejala demam. Selain itu, petugas kesehatan dikerahkan untuk melakukan observasi visual terhadap tanda-tanda gangguan pernapasan atau kelesuan pada penumpang yang datang dari zona merah. Maskapai penerbangan juga diinstruksikan untuk segera melaporkan jika terdapat penumpang yang menunjukkan gejala sakit selama penerbangan guna dilakukan prosedur karantina darurat setibanya di landasan. Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga telah meningkatkan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara, meskipun fokus utama tetap pada pengawasan ketat terhadap pelaku perjalanan dari daerah yang terkonfirmasi mengalami wabah. Indonesia memiliki risiko karena secara geografis merupakan habitat bagi kelelawar buah yang menjadi inang alami virus ini. Oleh karena itu, penguatan laboratorium rujukan dan sosialisasi kepada tenaga medis di fasilitas kesehatan pelabuhan menjadi langkah preventif utama yang diambil agar kasus dapat terdeteksi sebelum menyebar ke komunitas. Jika dibandingkan dengan Covid-19, terdapat perbedaan mendasar pada mekanisme penyebaran dan tingkat fatalitasnya. Covid-19 dikenal karena daya tularnya yang sangat masif dan cepat (highly transmissible) meski tingkat kematian rata-ratanya cenderung lebih rendah secara persentase dibandingkan Nipah. Sebaliknya, Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang jauh lebih tinggi, yakni berkisar antara 40% hingga 75% menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Perbedaan lainnya terletak pada ketersediaan penanganan medis; jika Covid-19 sudah memiliki berbagai jenis vaksin dan protokol pengobatan yang mapan, hingga saat ini belum ada vaksin atau obat antivirus spesifik yang disetujui untuk mengatasi infeksi Virus Nipah, sehingga perawatan medis hanya bersifat suportif untuk meringankan gejala. Berbeda dengan banyak negara lain yang hanya mencatat satu kali kejadian besar, India telah menghadapi setidaknya empat kali wabah Nipah yang signifikan sejak tahun 2018 (yakni pada 2018, 2019, 2021, dan kembali terjadi pada pertengahan 2023 hingga awal 2026). Frekuensi yang sering ini menunjukkan bahwa virus tersebut telah menetap secara permanen dalam populasi kelelawar lokal di wilayah tersebut, menciptakan ancaman yang selalu mengintai.
Lengkapi Teknologi HEPA, Airshield Tawarkan Proteksi Ekstra Anti Virus dan Bakteri di Kabin Pesawat

Kaca KA Jayabaya Pecah Dilempari Batu di Nganjuk, Ini Tindakan KAI

Peristiwa yang mengejutkan terjadi pada rangkaian Kereta Api (KA) Jayabaya rute Malang – Pasarsenen. Bagaimana tidak, rangkaian salah satu KA ini pecah dibagian kaca jendela. Sontak penumpang yang ada didalamnya merasa kaget sekaligus was-was. Kaca tersebut pecah di kelas ekonomi premium saat melewat kawasan Nganjuk, Jawa Timur. Menurut pantauan dari kabarpenumpang.com yang melansir dari laman Detik, Manager Humas PT Kereta Api Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, Tohari, mengatakan tim pengamanan mengamankan empat anak di sekitar KM 120+7 petak Bagor-Nganjuk yang diduga terlibat dalam aksi lempar batu tersebut. Ketika menerima laporan, petugas pengamanan KAI Daop 7 Madiun langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyisiran dan mengamankan empat anak. Dua anak mengakui pelemparan tersebut. “Dari hasil pemeriksaan awal, dua anak di antaranya mengakui perbuatannya,” ujar Tohari dilansir Antara, Senin (26/1/2025). Berdasarkan informasi dari Pusat Pengendalian Operasi melalui laporan petugas di lapangan, kejadian tersebut mengakibatkan kaca pecah pada rangkaian Kereta Premium 6 dengan nomor sarana K301733 TD pada posisi 16Ab-17Ab. Kejadian tersebut tentu merasa penumpang yang berada di dalamnya merasa tak nyaman akibat insiden tersebut. Lalu para terduga pelaku yang ternyata rata-rata masih anak-anak ini dibawa ke Stasiun Nganjuk untuk dimintai keterangan dan kemudian diserahkan ke Polsek Nganjuk Kota yang didampingi oleh masing-masing orang tua. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak kepolisian, disepakati langkah penyelesaian melalui proses mediasi disertai kewajiban penggantian biaya kerusakan kaca oleh orang tua pelaku sebagai bentuk pembelajaran dan efek jera serta pengawasan yang lebih ketat terhadap anak-anak tersebut. Dampak akibat pelemparan ini tentu berisiko menimbulkan hal negatif dan adanya kerugian lainnya, salah satunya adalah kerugian materiil. Terlihat bahwa kerusakan pada fasilitas kereta api, seperti kaca pecah dan komponen lainnya. Kemudian berpotensi menyebabkan kecelakaan dan membahayakan keselamatan penumpang serta awak kereta. Jika terdapat kerusakan parah, keterlambatan atau pembatalan perjalanan kereta api, tentu dapat mengganggu jadwal dan aktivitas penumpang. Dan pastinya pelaku dapat dikenakan sanksi hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Sebagai langkah antisipatif, KAI Daop 7 Madiun akan merencanakan pelaksanaan sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api ke sekolah para pelaku pada pekan depan. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi sejak dini mengenai bahaya dan dampak hukum dari tindakan pelemparan terhadap kereta api yang sedang melintas. KAI Daop 7 Madiun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api. Hal ini dapat dilakukan dengan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur rel serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat potensi gangguan keamanan di lingkungan perkeretaapian.
Lima Stasiun Kereta Ini Berada di Wilayah Nganjuk, Salah Satunya Sudah Tidak Beroperasi

Citilink Kembali ke Halim Perdanakusuma: Terbang dari Jakarta Jadi Lebih Dekat

Garuda Indonesia Group melalui sinergi Garuda Indonesia dan Citilink terus mengoptimalkan jaringan penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma sebagai salah satu simpul konektivitas strategis di Jakarta, khususnya melalui penguatan layanan penerbangan Citilink. Inisiatif ini merupakan bagian dari pengembangan strategi jaringan penerbangan yang ditujukan untuk menghadirkan akses transportasi udara yang semakin mudah, cepat, dan dekat dengan pusat aktivitas kota, terutama bagi pelaku perjalanan bisnis. Pengoperasian layanan penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma yang sebelumnya dilayani oleh Garuda Indonesia, selanjutnya dioptimalkan melalui pengoperasian penerbangan Citilink pada sejumlah rute strategis. Langkah ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi pasar penerbangan jarak pendek (short haul) , dengan menghadirkan layanan yang selaras dengan kebutuhan segmen bisnis yang mengutamakan efisiensi waktu, kemudahan akses menuju bandara, frekuensi penerbangan yang memadai, serta tarif yang lebih kompetitif. Melalui Bandara Halim Perdanakusuma yang berlokasi lebih dekat dengan pusat pemerintahan, kawasan bisnis, dan perkantoran, layanan Citilink diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku perjalanan bisnis yang membutuhkan mobilitas cepat, fleksibel, dan praktis. Penguatan konektivitas ini diwujudkan melalui pengoperasian sejumlah rute strategis seperti Padang dan Pekanbaru, sejalan dengan fokus sinergi jaringan Garuda Indonesia Group yang secara bertahap telah diimplementasikan menjelang periode peak season Lebaran 2026. Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan mengungkapkan bahwa sinergi antara Garuda Indonesia dan Citilink tersebut merupakan wujud komitmen Garuda Indonesia Group untuk menghadirkan lebih banyak pilihan penerbangan bagi pengguna jasa, sekaligus mengoptimalkan pangsa pasar low cost carrier yang segmentasi pasar yang luas di Indonesia. “Dengan optimalisasi layanan di Bandara Halim Perdanakusuma oleh Citilink ini, kiranya dapat menghadirkan ragam pilihan jadwal penerbangan utama bagi pelaku perjalanan bisnis yang semakin kompetitif. Sementara itu, Garuda Indonesia akan fokus untuk meningkatkan kemudahan aksesibilitas menuju destinasi lainnya di Indonesia melalui hub penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta  yang menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara di Indonesia. Optimalisasi jaringan penerbangan ini diharapkan dapat membawa manfaat berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui terhubungnya Indonesia ke kancah global dengan konektivitas penerbangan yang semakin seamless ,” jelas Glenny. Sementara itu, Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro turut memaparkan, “Penyesuaian pengoperasian sejumlah rute penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma merupakan bagian dari langkah sinergi dan optimalisasi layanan dalam Garuda Indonesia Group. Melalui penyesuaian ini, Citilink akan mengoptimalkan pengoperasian penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, ketepatan waktu, serta kenyamanan penumpang. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga konektivitas antardaerah dari dan menuju Bandara Halim Perdanakusuma, sekaligus memberikan alternatif layanan penerbangan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.” Darsito menjelaskan bahwa saat ini, Citilink mengoperasikan sedikitnya 7 (tujuh) penerbangan yang dilayani dari Bandara Halim Perdanakusuma yaitu rute dari dan menuju Yogyakarta, Denpasar, Malang, dan Surabaya. Dengan sinergi Garuda Indonesia Group ini secara bertahap Citilink akan terus mengkaji pegembangan penerbangan dari dan menuju Bandara Halim Perdanakusuma baik melalui penambahan frekuensi pada rute-rute yang menjadi preferensi masyarakat,  maupun pembukaan rute baru. Sinergi pengembangan jaringan Garuda Indonesia Grup ini juga diperkuat melalui berbagai perluasan pengembangan yang telah beroperasi sejak tahun 2022 lalu. Dengan skema pengembangan jaringan yang akan terus ditingkatkan, kiranya dapat memaksimalkan nilai tambah bagi pengguna jasa di antaranya meliputi ketersediaan beragam rute penerbangan tertentu, perjalanan semakin nyaman dengan through check-in , penanganan bagasi terintegrasi.