Sesuai Target, Segini Kenaikan Penumpang LRT Jabodebek Sepanjang Libur Nataru 2026
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kenaikan jumlah penumpang sebesar 10 persen sepanjang Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). Angka tersebut sesuai dengan prediksi KAI yang menargetkan pertumbuhan penumpang berkisar 10-15 persen.
Baca juga: KAI Target Penumpang LRT Jabodebek Naik Segini Sepanjang Libur Nataru 2026
Selama 18 hari Masa Angkutan Nataru 2025/2026, mulai 18 Desember 2025 – 4 Januari 2026, KAI mencatat 1.321.733 pengguna LRT Jabodebek, meningkat dibandingkan Nataru 2024/2025 yang tercatat 1.198.315 pengguna, atau tumbuh 10 persen.
Berikut adalah lima stasiun LRT Jabodebek paling favorit selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau 18 Desember 2025 – 4 Januari 2026:
1. Stasiun Dukuh Atas 443.925 pengguna,
2. Harjamukti 305.962 pengguna,
3. Cikoko 223.881 pengguna,
4. Kuningan 190.401 pengguna, dan
5. Bekasi Barat 181.509 pengguna.
“Tingginya pergerakan di stasiun tersebut berkaitan dengan lokasinya yang melayani kawasan dengan aktivitas perjalanan yang beragam serta keterhubungannya dengan perjalanan lanjutan di wilayah Jabodebek,” ungkap Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika.
Salah satu faktor pendorong meningkatnya penggunaan LRT Jabodebek adalah keunggulan integrasi antarmoda. Jaringan LRT Jabodebek terhubung dengan KRL Commuter Line, Kereta Cepat Whoosh, KA Bandara, MRT Jakarta, Transjakarta, serta berbagai moda transportasi lainnya. Konektivitas ini memudahkan masyarakat berpindah antarmoda secara efisien dan menjangkau kawasan hunian dengan pusat-pusat aktivitas perkotaan, kawasan perkantoran, serta area komersial dan ruang publik.
Baca juga: KAI Lengkapi Sistem Keamanan LRT Jabodebek dengan 1.129 Unit CCTV di Rangkaian Kereta dan Stasiun
Kehadiran LRT Jabodebek turut membantu masyarakat dalam mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, khususnya pada periode libur dengan tingkat pergerakan yang tinggi.
“Dengan layanan yang terintegrasi dan berkelanjutan, LRT Jabodebek berkontribusi mendukung mobilitas perkotaan yang lebih tertib, efisien, dan ramah lingkungan,” tutupnya.
Ancaman Sabotase! Bus Listrik Cina di Inggris Diduga Memiliki ‘Kill Switch’ yang Bisa Dimatikan Jarak Jauh
Pemerintah Inggris kini tengah meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi setelah muncul laporan intelijen mengenai risiko keamanan pada ribuan wahana transportasi umum di negaranya. Fokus utama penyelidikan ini tertuju pada bus-bus listrik produksi Cina yang diduga dilengkapi dengan teknologi “kill switch” atau sakelar pemutus yang dapat dikendalikan dari jarak jauh oleh pihak asing.
Isu ini mencuat ke publik setelah para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa ketergantungan Inggris pada teknologi transportasi dari Beijing dapat menjadi “bom waktu” bagi stabilitas nasional jika terjadi ketegangan geopolitik di masa depan.
Menurut laporan yang dilansir dari Metro UK, kekhawatiran utama para pejabat keamanan di London adalah kemampuan pihak luar untuk memutuskan koneksi atau mematikan mesin armada bus secara massal hanya dengan satu perintah digital. Jika fitur “kill switch” ini disalahgunakan, seluruh sistem transportasi di kota-kota besar seperti London bisa lumpuh total dalam sekejap, menciptakan kekacauan sipil yang masif.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Bus-bus listrik modern buatan perusahaan Cina seperti BYD dan Yutong yang beroperasi di Inggris sangat bergantung pada perangkat lunak terpusat yang terus terhubung dengan server di negara asalnya untuk pemeliharaan dan pembaruan data. Celah komunikasi inilah yang dianggap sebagai gerbang masuk bagi kontrol jarak jauh yang tidak diinginkan.
Anggota parlemen Inggris dan tokoh keamanan senior kini mendesak adanya audit menyeluruh terhadap perangkat lunak yang tertanam di dalam kendaraan-kendaraan tersebut. Mereka khawatir bahwa dalam skenario konflik, pemerintah Cina dapat memerintahkan perusahaan teknologinya untuk mengaktifkan “kill switch” tersebut sebagai bentuk serangan asimetris terhadap infrastruktur vital Inggris.
“Ini bukan lagi soal persaingan dagang, melainkan kedaulatan infrastruktur. Kita tidak bisa membiarkan mobilitas warga kita berada di bawah kendali negara yang memiliki kepentingan strategis berbeda dengan kita,” ujar salah satu sumber keamanan senior di Whitehall.
Meskipun perusahaan produsen bus asal Cina berulang kali membantah adanya fitur tersembunyi untuk sabotase dan menegaskan bahwa konektivitas hanya digunakan untuk efisiensi baterai dan keselamatan, pemerintah Inggris tampaknya tidak ingin mengambil risiko.
Isu serupa sebelumnya telah terjadi pada sektor telekomunikasi dengan dilarangnya peralatan Huawei dari jaringan 5G Inggris. Kini, sektor transportasi tampaknya akan mengikuti jejak serupa dengan pengawasan yang lebih ketat terhadap komponen elektronik “Made in China” yang masuk ke dalam sistem transportasi publik.
Skandal “kill switch” ini diperkirakan akan mempercepat langkah Inggris untuk mencari pemasok alternatif dari negara-negara sekutu atau meningkatkan kapasitas produksi bus listrik domestik. Bagi warga Inggris, kenyamanan bus listrik yang ramah lingkungan kini harus dibayar dengan kewaspadaan tinggi terhadap keamanan siber yang mengintai di balik dasbor kendaraan mereka.
‘Kill Switch’ dari Beijing? Norwegia Tarik Ratusan Bus Listrik Setelah Temukan Akses Jarak Jauh ke Cina
Revolusi Logistik Jepang: Shinkansen Kargo Siap Beroperasi, Solusi Cepat Kirim Barang Antar Kota dalam Hitungan Jam
Jepang kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam inovasi perkeretaapian. Setelah puluhan tahun melayani jutaan penumpang dengan presisi waktu yang legendaris, jaringan kereta cepat Shinkansen kini bersiap menghadapi peran baru yang tak kalah krusial: menjadi tulang punggung pengiriman kargo nasional.
Langkah ini diambil oleh operator kereta api utama Jepang, termasuk JR East dan JR West, sebagai jawaban atas tantangan logistik yang semakin mendesak serta kekurangan tenaga kerja pengemudi truk yang akut di negeri sakura tersebut.
Transformasi Shinkansen menjadi kereta kargo didorong oleh fenomena yang dikenal sebagai “Krisis Logistik 2024”. Peraturan baru di Jepang yang membatasi jam kerja lembur bagi pengemudi truk telah menyebabkan penurunan kapasitas distribusi barang secara nasional.
Dengan memanfaatkan Shinkansen, barang-barang yang biasanya membutuhkan waktu satu hari penuh untuk dikirim via jalur darat, kini dapat tiba di kota tujuan hanya dalam hitungan jam. Layanan ini menyasar pengiriman barang-barang yang membutuhkan penanganan cepat, seperti produk segar, peralatan medis, hingga suku cadang elektronik yang bersifat urgent.
Diluncurkan Tahun 2030, Desain Shinkansen E10 Terinspirasi Bunga Sakura yang Diciptakan Konsultan dari InggrisBerbeda dengan pengiriman kargo kecil yang sebelumnya dilakukan dengan meletakkan barang di kursi penumpang yang kosong, proyek terbaru ini melibatkan modifikasi gerbong secara total. Operator kereta api telah merancang gerbong khusus kargo yang tanpa kursi penumpang, ruang interior dikosongkan untuk memaksimalkan kapasitas muat. Kereta kargo cepat ini juga dilengkapi sistem pemuatan otomatis menggunakan sistem palet dan perangkat otomatis untuk mempercepat proses bongkar muat di stasiun, sehingga tidak mengganggu jadwal ketat keberangkatan kereta penumpang. Tidak itu saja, ada kontainer khusus yang dirancang agar pas dengan dimensi pintu Shinkansen yang standar, memungkinkan fleksibilitas tinggi tanpa harus merombak struktur stasiun secara besar-besaran. Selain kecepatan, penggunaan Shinkansen kargo menawarkan efisiensi energi yang jauh lebih baik dibandingkan transportasi udara atau truk jarak jauh. Langkah ini selaras dengan target Jepang untuk mencapai netralitas karbon, mengingat kereta api merupakan salah satu moda transportasi paling ramah lingkungan di dunia. Dalam uji coba yang dilakukan, Shinkansen kargo terbukti mampu menjaga stabilitas barang sensitif meskipun melesat pada kecepatan di atas 300 km/jam. Hal ini menjadi nilai jual utama bagi perusahaan yang membutuhkan pengiriman barang bernilai tinggi dengan risiko kerusakan minimal. Pemerintah Jepang dan operator kereta api menargetkan layanan ini akan terintegrasi sepenuhnya dengan jaringan logistik “mil terakhir” (last-mile delivery), di mana truk listrik kecil atau robot pengirim akan menjemput barang langsung dari stasiun Shinkansen. Ekspansi layanan ini diharapkan tidak hanya mencakup jalur Tohoku atau Joetsu, tetapi juga menyambungkan jalur utama Tokaido yang menghubungkan pusat ekonomi Tokyo, Nagoya, dan Osaka. Dengan Shinkansen kargo, Jepang membuktikan bahwa infrastruktur transportasi penumpang yang canggih dapat diadaptasi untuk menyelamatkan ekonomi dari kemacetan logistik.
Era Baru Logistik Eurasia: Kereta Kargo Rusia-Iran Beroperasi Penuh Melalui Koridor INSTC
Catat! Mulai Januari 2026 KA Tambahan Berjalan Tiap Hari, Ini Jadwalnya
Perjalanan kereta api sudah sangat diminati masyarakat. Terlebih saat perjalanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Berbagai kereta api tambahan dijalankan guna mengantisipasi lonjakan penumpang. Dan terbukti bahwa masyarakat pengguna kereta api ke berbagai destinasi kota di Pulau Jawa sangat ramai.
Seperti yang dikabarkan berbagai media bahwa PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mencatat pergerakan penumpang kereta api di wilayah Jakarta masih tinggi pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hingga Sabtu, 4 Januari 2026 pukul 15.30 WIB, tercatat sebanyak 44.290 pelangganberangkat dan 54.448 pelanggan tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 1 Jakarta.
Berdasarkan data sementara yang bersifat dinamis, Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir menjadi dua stasiun dengan volume penumpang tertinggi. Di Stasiun Pasar Senen, tercatat sebanyak 14.909 penumpang berangkat dan 15.023 penumpang tiba. Sementara itu, Stasiun Gambir melayani 10.905 penumpang berangkat dan 15.769 penumpang tiba.
Selama periode Angkutan Nataru yang berlangsung sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Daop 1 Jakarta juga mencatat total 811.038 tiket telah terjual. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama selama libur akhir tahun.
Nah, dari situlah kabar menyenangkan pun terjadi. Ternyata dari penelusuran kabarpenumpang saat pengecekan jadwal kereta api di aplikasi Access by KAI, tambahan jadwal tersebut merupakan kereta api yang berjalan di hari tertentu
Diketahui bahwa kereta api tambahan merupakan jadwalnya tidak tetap dan hanya dioperasikan saat ada lonjakan penumpang luar biasa, seperti saat musim liburan (Lebaran, Nataru, libur sekolah) atau acara khusus, untuk mengakomodasi permintaan tinggi tanpa mengganggu jadwal kereta reguler, dan keberadaannya terdaftar dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) namun tidak selalu tersedia setiap hari.
Beberapa kereta api tambahan yang masih berjalam tiap hari mulai Januari 2026, sebagai berikut:
• KA 7001 Gajayana Tambahan
Malang: 18:25 – Gambir: 06:12
• KA 7002 Gajayana Tambahan
Gambir: 00:10 – Malang: 13:50
• KA 7003 Sembrani Tambahan
Surabaya Pasar Turi: 05:25 – Gambir: 15:16
• KA 7004 Sembrani Tambahan
Gambir: 14:45 – Surabaya Pasar Turi: 00:40
• KA 7037 Tambahan Yogya
Yogyakarta: 18:20 – Gambir: 01:55
• KA 7038 Tambahan Yogya
Gambir:07:10 – Yogyakarta: 14:42
• KA 29F Argo Anjasmoro
Surabaya Pasar Turi: 12:05 – Gambir: 21:10
• KA 30F Argo Anjasmoro
Gambir: 23:35 – Surabaya Pasar Turi: 08:40
• KA 50F/51F Purwojaya
Gambir: 07:00 – Cilacap: 12:51
• KA 56F/53F Purwojaya
Cilacap: 06:55 – Gambir: 12:55
• KA 58F/59F Purwojaya
Gambir: 13:25 – Cilacap: 19:17
• KA 60F/57F Purwojaya
Cilacap: 20:05 – Gambir: 02:10
• KA 65F Arjuno Ekspres
Surabaya Gubeng: 10:10 – Malang: 12:06
• KA 66F Arjuno Ekspres
Malang: 05:30 – Surabaya Gubeng: 07:29
• KA 211F Mutiara Timur
Surabaya Gubeng: 21:50 – Ketapang: 03:40
• KA 212F Mutiara Timur
Ketapang: 08:40 – Surabaya Gubeng: 14:38
• KA 7005 Batavia
Solo Balapan: 22:00 – Gambir: 07:05
• KA 7006 Batavia
Gambir: 09:35 – Solo Balapan: 18:00
Untuk pemesanan tiket, masyarakat dapat melakukan pembelian melalui aplikasi Access by KAI, laman resmi kai.id, maupun seluruh mitra resmi penjualan tiket KAI. KAI terus mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan digital yang telah disediakan. Selain praktis, transaksi digital juga lebih aman dan transparan.
Ini Wilayah yang Bikin Perjalanan KA Lebih Kencang Hingga 120 Km/Jam, Dimana Saja?
Cegah Selip, Ini Cara Pemasiran pada Roda Lokomotif yang Bisa Selamatkan Perjalanan KA
Kondisi cuaca yang tak menentu membuat perjalanan kereta api harus ekstra waspada dan hati-hati. Meskipun sudah di awal tahun 2026, tapi kondisi curah hujan yang tinggi masih kerap kali terjadi. Seperti halnya jalur kereta api di Pulau Jawa yang saat ini di beberapa wilayah masih terdampak curah hujan yang tak menentu.
Maka dari itu berbagai aspek keselamatan saat menggunakan kereta api memang ditingkatkan. Terutama dari pihak PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) terus meningkatkan keselamatan kepada para penumpang sebagak prioritas utama. Berbagai kendala saat cuaca dengan curah hujan tinggi membuat kereta api berjalan dengan maksimal. Salah satu kendala yang dihadapi adalah roda yang terjadi selip saat hujan.
Seperti yang dikabarkan dari berbagai sumber bahwa roda selip lokomotif terjadi saat gaya dorong mesin lebih besar dari gesekan antara roda dan rel, menyebabkan roda berputar di tempat (tergelincir) saat menarik beban berat, menanjak, atau di jalur licin (basah, berdaun, dan lain-lain).
Seperti yang dijelaskan ketika daya gesek rendah antara roda lokomotif dan rel saat di area tertentu, hal tersebut akan menyebabkan kereta api tidak dapat melaju sesuai kecepatan normal di lintas. Dalam kondisi tersebut, maka masinis akan menyemprotkan pasir silika pada permukaan rel. Nah, pasir itulah yang menyelamatkan dari gangguan roda yang selip.
Adapun sistem pemasir terhubung pada selang yang terdapat di bagian depan roda pertama dan keempat pada lokomotif. Pengisian pasir dilakukan di depo lokomotif saat akan berdinas dengan cara memasukan pasir ke dalam tabung khusus di bagian depan lokomotif.
Diketahui bahwa pasir silika adalah salah satu bahan baku untuk industri semen, industri kaca, industri keramik, sand blasting, industri bata ringan, pengolahan air, roda kereta api dan lain-lain. Untuk masing-masing industri, masing-masing mempunyai persyaratan kualitas pasir silika tertentu.
Sistem keselamatan pada lokomotif adalah termasuk pemasiran. Nah, pemasiran tersebut berfungsi agar memperbesar gaya gesek antara roda dengan rel. Sehingga kereta dapat berjalan dengan baik dalam keadaan kontur jalan rel yang menanjak ataupun keadaan rel sedang basah.
Adapun cara kerja pemasiran pada roda kereta api, sebagai berikut:
1. Jika kereta dalam keadaan menanjak ataupun keadaan rel yang licin karena basah, masinis akan menekan tombol untuk menyemprotkan pasir pada rel dan roda kereta api.
2. Sand box pada lokomotif akan mengeluarkan pasir.
3. Pasir akan di salurkan pada selang yang berada di bawah lokomotif di dekat roda kereta api.
4. Pasir akan dikeluarkan dari selang di rel dan roda kereta api sehingga mencegah roda slip.
Teknologi terdahulu, memanfaatkan sanding, yaitu dengan menaburkan pasir di rel untuk menambah gaya adhesi. Teknologi terdahulu, memanfaatkan sanding, yaitu dengan menaburkan pasir direl untuk menambah gaya adhesi.
Beberapa lokomotif saat ini masih dilengkapi dengan sand box untuk keperluan sanding. Sedangkan teknologi terbaru untuk mencegah terjadinya slip dan slide adalah dengan menggunakan control otomatis Wheel Slip Protection (WSP).
Pasir silika tersebut diletakan pada suatu tempat yang bernama sandbox atau kotak pasir ,Peletakan kotak pasir atau sandbox dilokomotif berbeda-beda sesuai dengan jenis lokomotifnya ,biasanya terletak pada bagian depan suatu lokomotif.
Contohnya pada lokomotif CC 201 , kotak pemasir juga memiliki kapasitas penyimpanan masing-masing sesuai dengan jenis lokomotif , contohnya pada lokomotif CC 203, dilansir dari wikipedia lokomotif CC 203 memiliki kapasitas kotak pasir (sand box) 510 liter dan pada lokomotif CC 202 memiliki kapasitas kotak pasir (sand box) 340 liter.
Pemasir pada lokomotif memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan efisiensi lokomotif pada saat berdinas. Pasir membantu meningkatkan traksi, dan menghadapi berbagai kondisi cuaca yang ekstrem. Dengan aplikasi yang tepat, pasir dapat memastikan bahwa kereta api terus berjalan dengan baik dan aman bagi penumpang dan kru.
Kenali Penyebab Roda Kereta Pernah Mengeluarkan Asap Saat Mengerem
Pertama di Dunia! Bandara Incheon Luncurkan Layanan Notifikasi Waktu Kedatangan Bagasi Real-Time
Menunggu koper di area klaim bagasi sering kali menjadi bagian paling membosankan setelah penerbangan panjang. Namun, Bandara Internasional Incheon Korea Selatan baru saja memperkenalkan solusi revolusioner. Incheon resmi menjadi bandara pertama di dunia yang menyediakan layanan informasi berbasis big data untuk memberi tahu penumpang kapan tepatnya bagasi mereka akan muncul di ban berjalan.
Layanan yang diumumkan oleh Incheon International Airport Corporation (IIAC) pada 31 Desember 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang secara signifikan melalui transparansi data.
Sistem ini bekerja dengan menganalisis akumulasi big data selama bertahun-tahun serta menggabungkannya dengan informasi operasional penerbangan secara real-time.
Penumpang dapat melihat perkiraan waktu kedatangan bagasi mereka melalui layar tampilan elektronik di area klaim bagasi Lantai 1 Terminal 1. Layanan ini tidak hanya memberikan waktu akhir, tetapi juga menunjukkan kemajuan (progress) dari seluruh proses penanganan bagasi dari pesawat hingga ke tangan penumpang.
Meskipun beberapa bandara internasional seperti Amsterdam Schiphol telah memberikan notifikasi saat bagasi mulai dimasukkan ke sistem penanganan, Bandara Incheon melangkah lebih jauh. Mereka adalah yang pertama memberikan prediksi waktu aktual dari sudut pandang penumpang, yaitu kapan koper tersebut benar-benar bisa diambil.
Ini Dia Troika! Robot Canggih di Bandara Incheon, Korea SelatanDengan adanya kepastian waktu ini, penumpang dapat mengurangi kecemasan, tidak perlu lagi berdiri lama di depan ban berjalan tanpa kepastian. Memudahkan penumpang untuk memesan taksi, mengejar bus bandara, atau mengatur penjemputan dengan lebih presisi. Penumpang juga dapat melakukan aktivitas lain (seperti ke toilet atau membeli minuman) sambil memantau waktu kedatangan bagasi melalui aplikasi. Saat ini, layanan tersebut sedang dalam tahap operasional percontohan di Terminal 1. Pihak pengelola bandara berencana untuk ekspansi ke Terminal 2, yang dijadwalkan akan dilakukan pada tahun depan. Pada paruh pertama tahun 2026, layanan ini akan tersedia sepenuhnya di aplikasi resmi “Incheon Airport+”, sehingga penumpang bisa mendapatkan notifikasi langsung di ponsel mereka. Presiden Incheon International Airport Corporation, Lee Hak-jae, menyatakan bahwa inovasi ini adalah bagian dari strategi transformasi digital bandara untuk menciptakan layanan yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan penumpang.
Di Balik Kecepatan dan Ketepatan: Inilah Bandara dengan Penanganan Bagasi Terbaik di Dunia
Hubungkan Terminal 2 dan T5, Proyek Terowong Bawah Tanah Bandara Changi Singapura Rampung
Proyek ambisius perluasan Bandara Changi Singapura kembali mencatatkan tonggak sejarah penting. Changi Airport Group (CAG) baru saja mengumumkan penyelesaian konstruksi utama terowong bawah tanah sepanjang 1,7 kilometer yang menghubungkan Terminal 2 (T2) dengan Terminal 5 (T5) yang akan datang.
Penyelesaian infrastruktur ini memastikan bahwa Bandara Changi akan tetap beroperasi sebagai satu ekosistem bandara yang terintegrasi penuh, meskipun skalanya terus membesar.
Rekor Terowong Terbesar di Singapura
Dalam proyek ini, terdapat tiga terowong utama yang dibangun tepat di bawah salah satu landasan pacu (runway) aktif. Yang menarik, terowong khusus penanganan bagasi dalam proyek ini memiliki diameter penggalian sebesar 12,3 meter, menjadikannya terowong bor terbesar di Singapura pada saat pembangunannya.
Tiga terowong tersebut memiliki fungsi spesifik:
Dua Terowong Penumpang: Akan menampung sistem automated people mover (mirip Skytrain saat ini) untuk mengangkut penumpang antar terminal.
Satu Terowong Bagasi: Dilengkapi dengan sistem penanganan bagasi otomatis berkapasitas tinggi.
Sistem transportasi di terowong ini dirancang untuk kecepatan dan kenyamanan. Nantinya, akan ada armada kereta otomatis yang menghubungkan T2 dan T5 dengan waktu tempuh hanya sekitar empat menit. Setiap kereta mampu menampung hingga 96 penumpang beserta tas mereka.
Untuk sektor logistik, sistem bagasi di terowong ini diprediksi mampu menangani hingga 3.000 tas per jam. Saat ini, terowong tersebut bahkan sudah dimanfaatkan secara cerdas dengan pemasangan ban berjalan (conveyor belt) untuk mengangkut tanah galian dari T2 ke T5 guna menghindari kemacetan truk di area operasional bandara.
Dr. Wen Dazhi, Senior Vice President Changi East Construction, menjelaskan bahwa tantangan terbesar proyek ini adalah melakukan pengeboran di bawah jalur taksi (taxiway) pesawat yang sedang aktif. Tim teknis harus memastikan gangguan permukaan yang minimal agar operasional penerbangan harian di Bandara Changi tidak terganggu sama sekali.
Menuju Terminal 5 di Tahun 2030-an
Terminal 5, yang baru saja memulai peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Mei lalu, dijadwalkan rampung pada pertengahan 2030-an. T5 diprediksi akan menambah kapasitas Bandara Changi hingga 50 juta penumpang per tahun.
Selain terhubung dengan terminal lama, T5 juga akan menjadi pusat transportasi darat yang terintegrasi dengan stasiun MRT baru yang menghubungkan jalur Thomson-East Coast Line dan Cross Island Line, memudahkan akses langsung dari bandara menuju pusat kota Singapura seperti Orchard dan Marina Bay.
Layanan Imigrasi di Bandara Changi Sabet Peringkat Terbaik di DuniaS
Mengenal NOTAM (Notice to Airmen): Sejarah, Fungsi, dan Cara Kerjanya dalam Penerbangan
Dalam dunia penerbangan, perubahan sekecil apa pun di bandara atau ruang udara harus diketahui oleh pilot sebelum mesin pesawat dinyalakan. Informasi penting ini disampaikan melalui sistem yang disebut NOTAM (Notice to Airmen)—yang kini mulai bertransformasi menjadi Notice to Air Missions agar lebih inklusif.
Sistem NOTAM bermula dari tradisi pelaut. Dahulu, para pelaut menggunakan Notice to Mariners untuk menginfokan bahaya di laut (seperti karang yang baru ditemukan atau mercusuar yang mati).
Pada tahun 1947, melalui kesepakatan internasional di bawah ICAO (International Civil Aviation Organization), sistem serupa diadopsi untuk penerbangan. Awalnya, NOTAM disebarkan melalui teleprinter, yang menjelaskan mengapa hingga saat ini format penulisan NOTAM identik dengan huruf kapital dan singkatan-singkatan yang tampak rumit (untuk menghemat bandwidth pengiriman pesan pada masa lalu).
NOTAM diterbitkan untuk memberi tahu personel penerbangan tentang kondisi, perubahan, atau bahaya dalam fasilitas, layanan, prosedur, atau gangguan di ruang udara. Contohnya meliputi penutupan landasan pacu (runway) karena perbaikan, lampu navigasi bandara yang mati, latihan militer atau peluncuran roket di wilayah tertentu, sampai adanya aktivitas abu vulkanik dari gunung berapi.
Akibat Abaikan NOTAM, Pesawat ini Bikin Presiden AS Joe Biden Dievakuasi dari Rumah PribadiPenerbitan NOTAM tidak bisa dilakukan sembarangan. Di setiap negara, otoritas penerbangan nasional bertanggung jawab atas hal ini. Yang menerbitkan NOTAM umumnya adalah otoritas bandara/maskapai, AIS (Aeronautical Information Service): Unit ini bertugas mengolah data sebelum dipublikasikan, dan AirNav Indonesia, Untuk konteks Indonesia, AirNav berperan sentral dalam mengelola dan menyebarkan NOTAM kepada pengguna ruang udara di seluruh Nusantara. Sebelum terbang, pilot wajib melakukan briefing dan membaca seluruh NOTAM yang relevan dengan rute penerbangannya. Pada pre-flight briefing, pilot mendapatkan paket dokumen yang berisi daftar NOTAM aktif di bandara asal, bandara tujuan, hingga bandara alternatif. Selain itu pilot modern menggunakan aplikasi digital seperti Jeppesen atau ForeFlight yang secara otomatis menampilkan NOTAM pada peta digital. Masyarakat atau pengamat penerbangan bisa mengecek NOTAM melalui situs resmi penyedia layanan navigasi udara atau aplikasi pelacak penerbangan pihak ketiga. Catatan Menarik, pada Januari 2023, kerusakan pada sistem NOTAM di Amerika Serikat sempat menyebabkan seluruh penerbangan domestik di negara tersebut mengalami grounded (berhenti total) selama beberapa jam. Ini membuktikan betapa vitalnya pesan singkat ini bagi mobilitas dunia.
NOTAM Dikeluarkan, Wilayah Udara Karachi dan Lahore Alami Gangguan Sinyal GPS Parah
Stasiun Soreang: Dulu Ramai Penumpang, Kini Jadi Gudang Makanan
Seperti tak ada habisnya, soal jalur kereta api non aktif di Pulau Jawa makin penting untuk di bahas. Apalagi wilayah Provinsi Jawa Barat terkenal dengan banyaknya jalur kereta api yang dahulu ramai dilintasi saat era Kolonial Belanda dan sekarang tinggal cerita saja.
Sejarah perkeretaapian yang kental dengan bangunan serta peninggalan lainnya sangat identik untuk dibahas. Maka dari itu pentingnya menjaga kelestarian bangunan dan infrastruktur kereta api hingga dijadikan sebagai cagar budaya agar tidak hilang ditelan usia.
Seperti halnya jalur kereta api di kawasan Bandung ini. Beberapa lokasi terdapat jalur cabang kereta api menuju ke berbagai daerah di kawasan tersebut. Ya, informasi dari tersebar di media sosial ada beberapa bangunan stasiun yang hingga kini masih dapat dilihat, namun kadang keberadaannya sedikit memprihatinkan.
Umumnya masyarakat khususnya yang berdomisili di kawasan Bandung tentu mengenal Stasiun Soreang. Ya, Stasiun Soreang yang dulunya menjadi simpul penting jalur kereta api Bandung – Ciwidey justru kini terbengkalai, tak lagi aktif melayani perjalanan kereta.
Berdiri sejak 13 Februari 1921, Stasiun Soreang dengan kode SRG ini merupakan bagian dari segmen pertama jalur Bandung–Ciwidey. Namun, kini bangunan kecil yang dulunya ramai oleh penumpang itu hanya dijadikan gudang makanan. Bahkan, papan nama stasiun nyaris tak terlihat, tertutup oleh bangunan baru yang berdiri di sekelilingnya.
Kondisi sekitar stasiun pun tak kalah memprihatinkan. Bekas rel dan emplasemen kereta kini tenggelam di balik deretan toko bangunan dan rumah warga. Jalur rel yang dahulu membentang hingga Stasiun Banjaran dan Bandung kini berubah menjadi gang sempit, terhimpit pemukiman padat. Bahkan, rel di sebagian titik masih bisa terlihat, meski sebagian besar telah tertutup aspal dan bangunan permanen.
Ironisnya, di saat kebutuhan akan transportasi publik terus meningkat di Kabupaten Bandung, khususnya akses dari dan ke Ciwidey sebagai destinasi wisata populer, jalur kereta api justru dibiarkan mangkrak.
Diketahui pula berbagai bangunan bersejarah di Stasiun Soreang ini juga masih tersedia. Seperti halnya Tandon air tua dan talang air peninggalan zaman lokomotif uap masih berdiri meski mulai berkarat. Talang air ini dulunya digunakan untuk mengisi air ke lokomotif, dan kini menjadi saksi bisu sejarah perkeretaapian di wilayah selatan Bandung.
Stasiun Soreang kini hanya menjadi nama yang nyaris terlupakan di tengah deretan bangunan padat. Namun harapan tetap ada jika pemerintah mau melihat lebih jauh potensi dan kebutuhan transportasi warga Kabupaten Bandung yang terus meningkat.
Masyarakat berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, segera melakukan reaktivasi jalur Bandung – Soreang – Ciwidey. Tak hanya sebagai solusi kemacetan dan transportasi publik, pengaktifan kembali jalur ini juga bisa membuka potensi ekonomi dan wisata di wilayah selatan Bandung.
Hampir Terlupakan, Sejarah di Majalaya Punya Kisah Jalur Kereta Api yang Bikin Melongo
Menelusuri Jejak Jalur KA Dayeuhkolot – Majalaya: Daftar 9 Stasiun & Halte Era Staatspoorwegen
Belum puas membahas tentang Stasiun Majalaya, rasanya masih ada yang kurang untuk dikupas secara lengkap. Ya, beberapa waktu lalu kabarpenumpang telah membahas keberadaan Stasiun Majalaya yang kini hanya dikenang sebagai nama jalan dan ares pasar tradisional. Nama Jalan Stasiun di daerah Majalaya ternyata masih menyimpan cerita sejarah yang masih menarik untuk dibahas.
Diketahui bahwa jalur Bandung – Majalaya harus mati terlebih dahulu pada masa pemerintahan Jepang. Tepatnya tahun 1943. Jepang membongkar rel yang ada di jalur Bandung menuju Majalaya tujuannya untuk di pindahkan ke jalur Saketi – Bayah.
Menurut artikel dari laman Kompasiana bahwa saat jalur Dayeuhkolot – Majalaya masih aktif Jenis rel yang di gunakan pada jalur arah Majalaya menggunakan rel ukuran tipe R30 atau tipe yang sedikit agak kecil.
Berbeda dengan jalur Dayeuhkolot – Ciwidey relnya cenderung sedikit besar, kemungkinan di perkirakan menggunakan tipe rel R40 mungkin dari segi faktor topologi atau lingkungan menuju arah Ciwidey yang berupa pegunungan serta sedikit menanjak sehingga di butuhkan lokomotif yang sedikit agak besar untuk memuat barang dan penumpang, berbeda dengan arah Majalaya yang sedikit agak datar.
Pada saat Jalur Dayeuhkolot – Ciwidey selesai di bangun dan berhasil di operasikan, pihak Staatspoorwegen ( SS ) ingin membangun jalur pintas antara Dayeuhkolot – Majalaya. Jalur penghubung tersebut di taksir menelan biaya yang tidak sedikit lebih tepatnya f1.776.000 yang kemudian dibuka pada 3 Maret 1922.
Diantara jalur kereta api Dayeuhkolot – Majalaya ini dibangun pula stasiun dan halte pemberhentian untuk masyarakat yang tinggal di daerah yang bisa dijangkau. Berikut ini daftar stasiun maupun halte pemberhentian:
1. stasiun Dayeuhkolot ( DYK ) KM 11+780
2. halte cilelea ( CLL ) KM 14+639
3. halte Manggahang ( MGH ) KM 15+712
4. halte Jelekong ( JLK ) KM 18+541
5. halte ciheulang ( CHL ) KM 20+274
6. halte paneureusan ( PEU ) KM 21+224
7. stasiun Ciparay ( CRY ) KM 23+641
8. halte Cibungur ( CIB ) KM 26+726
9. stasiun Majalaya ( MJA ) KM 29+222
Sejarah perkeretaapian segmen jalur Dayeuhkolot – Majalaya memang sedikit sumber yang mengetahui tentang jalur kereta api Dayeuhkolot – Majalaya. Karena pemberhentian pengoperasian jalur ini relatif cukup singkat. Berbeda dengan jalur Dayeuhkolot – Ciwidey yang relatif cukup lama, dalam beberapa pemberitaan yang menyebutkan jalur tersebut akan di aktifkan kembali.
Memang sedikit sulit mengingat banyaknya jumlah penduduk yang memungkinkan akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit belum lagi ganti rugi serta relokasi bagi masyarakat terdampak, namun ada beberapa sedikit bukti yang menunjukkan bahwa dulu kereta api sempat melintasi kawasan di bandung selatan masih bisa terlihat dengan berupa patok SS ( staatspoorwegen ) nama perusahaan kereta api masa kolonial Belanda.
Merasakan Nuansa Khas Vintage Stasiun Gundih di Jalur Penghubung Semarang-Solo
