Ini Tips Bagi Pelancong yang Baru Pertama Kunjungi Singapura

Hayo siapa yang baru pertama kali liburan ke luar negeri dan Singapura menjadi pilihannya? Apalagi banyak yang bilang kalau liburan ke Negeri Singa ini cukup menguras kantong. Padahal banyak juga loh destinasi yang cukup menghemat kantong. Nah, dari pada pusing dengan mahal dan murahnya liburan di Singapura, KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber tips mengunjungi negara yang ditempuh dengan pesawat satu jam dari Jakarta ini. Penasaran tipnya? Cek yuk di Bawah ini. 1. Pesan penginapan Sebelum sampai di Singapura, baiknya cari penginapan Anda bahkan di awal rencana. Jadi kalua rencana Anda sudah sebulan sebelumnya, silahkan cari hotel yang sesuai. Terkadang ada promo bila pesan jauh-jauh hari dibandingkan mepet waktunya. Minimal pesan lima hari sebelum keberangkatan. 2. Pakaian Berhubung iklim di Singapura sama dengan Indonesia, jadi tak perlu mikirin bawa pakaian khusus. Yang penting pakaian yang dibawa nyaman digunakan saat berlibur di Singapura. Wajib kamu ketahui, bahwasanya pada bulan November hingga Januari, intensitas curah hujan di Singapura mengalami peningkatan. Maka dari itu, kamu tidak boleh lupa untuk membawa jas hujan ketika berlibur di bulan-bulan tersebut. 3. Tempat makan Ini penting untuk diingat ya, kalau mau murah baiknya makan bukan direstoran mahal karena harganya cukup menguras kantong. Anda bisa loh makan di pasar atau kuliner kaki lima Singapura. Karena Harga yang terjangkau porsinya lumayan besar dan mengenyangkan. Makanan yang dijual pun beragam, dari chinese food, western, bahkan masakan melayu. 4. Wisata gratis Di Singapura banyak tempat wisata gratis yang bisa dikunjungi. Tempat itu yakni Orchard Road, Haji Lane, Singapore Botanic Gardens, Novena, hingga patung singa yang menjadi landmark Singapura yakni Merlion Park. 5. MRT dan bus Untuk menghemat kantong, jangan sebentar-sebentar naik taksi sebagai transportasi. Anda bisa gunakan MRT atau bus untuk menjelajahi Negeri Singa ini. Karena jaringan MRT di Singapura mencakup hamper seluruh negara ini. Sebagai pelancong baru di luar negeri, tips ini sepertinya cukup mudah bagi Anda. Ada tips lainnya kah?
7 Tips Belanja Indah di Bandara Changi

Pojok Museum Jadi Inovasi Baru di Terminal Arjosari

Ketika terminal penumpang berbenah, maka banyak hal yang terjadi bukan hanya bangunan tetapi beragam inovasi baru bermunculan. Seperti yang dilakukan terminal tipe A Arjosari yang berada di Kota Malang. Setelahn menghadirkan pojok baca di ruang tunggu penumpang, kini memiliki inovasi pojok museum. Dilansir dari jatimtimes.com, fasilitas ini rencananya kan diresmikan pada 28 Oktober 2025 mendatang. Peresmiannya sendiri bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Untuk merealisasikannya, pekan ini sudah mulai dilakukan penysunan materi museum oleh pihak terminal yang berada di Jalan Raden Inten tersebut. Adapun penyusunan materi ini mendapat dukungan dan bantuan dari komunitas pojok literasi. Kepala Pengawas Satuan Pelayanan Termina Arjosari, Mega Perwira Donowati mengatakan, ide pojok museum ini lahir dari keinginan untuk mengubah stigma negative tentang terminal. “Karena selama ini terminal identik dengan kesan angker dan tidak nyaman. Saya mengamati, ada banyak hal yang mungkin kita atau masyarakat tidak tahu. Misalnya berdirinya terminal ini kapan, siapa saja yang menjabat, hingga event apa saja yang pernah diadakan. Atas dasar itu, saya ingin masyarakat juga tahu sejarahnya,” jelas Mega. Dia menjelaskan kehadiran museum kecil ini nantinya akan menampilkan visual dokumentasi tentang sejarah Terminal Arjosari. Dengan ini, penumpang maupun masyarakat yang hanya ingin melihat pojok museum bisa mendapat wawasan baru. “eberadaan pojok museum akan membuat terminal tidak lagi sekadar tempat naik-turun bus. Sepertinya saat ini kan hanya jadi terminal penghubung. Jadi nanti bisa juga jadi tempat edukasi, bukan sekadar tempat menunggu bus,” jelas Mega Pojok museum sendiri saat ini diklaim menjadi yang pertama di Jawa Timur dan diharapkan kehadirannya bisa membuat wajah Terminal Arjosari semakin humanis, aman, dan ramah penumpang. “Sekarang kan sudah ada pojok baca. Nah nantinya dengan adanya Pojok Museum, penumpang bisa menghabiskan waktu menunggu bus sambil membaca atau belajar sejarah. Ini bisa jadi yang pertama di Jatim,” tuturnya.
Terminal Arjosari, Pusat Utama Mobilitas Kota Malang

Mengenang Shanghai Y-10: Upaya Gagal Cina Ciptakan Pesaing Boeing 707 di Tahun 1980

Berlokasi di Bandara Dachang (Dachang Airbase/Airport), di sebelah utara Shanghai, pada 26 September 1980, telah sukses penerbangan perdana prototipe Shanghai Y-10, yang disebut sebagai pesawat jarak jauh narrow body ‘copy-an’ dari Boeing 707. Pesawat prototipe kedua (model 02) lepas landas dari landasan pacu Dachang dan berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya yang berlangsung selama kurang lebih 28 menit. Shanghai Y-10 (atau Yun-10), dikenal sebagai salah satu proyek paling ambisius dan bersejarah dalam sejarah penerbangan Cina. Y-10 sering disebut sebagai tiruan (atau didasarkan pada) Boeing 707, dan anggapan ini memiliki beberapa dasar, seperti para perancangnya dari Shanghai Aircraft Research Institute (yang kini menjadi bagian dari COMAC) menggunakan spesifikasi teknis Boeing 707-320C sebagai referensi utama, dan merancang Y-10 sesuai dengan regulasi Federal Aviation Regulation (FAR) Part 25 (edisi 1970).
Dear Avgeeks, Boeing 707 Lufthansa yang Lekat dengan Sejarah Indonesia-Jerman Dilelang! Harganya Mulai Rp400 Ribu
Karena mesin turbofan domestik WS-8 yang direncanakan tidak siap, prototipe Y-10 ditenagai oleh empat mesin Pratt & Whitney JT3D-7, mesin yang sama yang digunakan pada Boeing 707. Mesin ini didapatkan Tiongkok sebagai suku cadang untuk armada Boeing 707 yang mereka operasikan. Secara visual, konfigurasi empat mesin, sayap swept-back, dan badan sempit Y-10 memang sangat mirip dengan 707. Namun, beberapa analisis menunjukkan dimensi Y-10 lebih dekat ke Boeing 720 (varian 707 yang lebih pendek). Meskipun ada kemiripan, baik perancang Y-10 maupun Boeing membantah bahwa Y-10 adalah salinan langsung reverse-engineering dari 707. Para insinyur Cina melakukan upaya desain yang signifikan, bahkan mengklaim bahwa pesawat itu memenuhi standar keselamatan modern pada saat itu. Walau Y-10 berhasil melakukan lebih dari 130 penerbangan uji (termasuk penerbangan ke Lhasa, Tibet, yang menunjukkan kemampuan high-altitude yang baik), proyek ini dihentikan pada tahun 1984 karena beberapa faktor, seperti desain quadjet berbadan sempit (seperti 707) sudah dianggap kuno, terutama karena dunia penerbangan beralih ke pesawat twin-jet yang lebih efisien bahan bakar dan kokpit dua awak. Y-10 masih membutuhkan lima awak (pilot, co-pilot, flight engineer, navigator, dan radio operator).
Hari ini 67 Tahun Lalu, Boeing 707 Pelopor Desain Legendaris Terbang Perdana
Dari aspek politik, Administrasi Penerbangan Sipil Cina (CAAC) memilih untuk membeli pesawat dari Barat (termasuk dari Boeing dan McDonnell Douglas) yang lebih modern dan sudah teruji di pasar, serta proyek ini kekurangan dana untuk tahap produksi massal. Saat ini, satu-satunya prototipe Y-10 yang tersisa dan diawetkan dipajang di dekat fasilitas COMAC (Commercial Aircraft Corporation of China) di Pudong, Shanghai. Meskipun Shanghai Y-10 tidak pernah masuk layanan komersial, pengalaman yang didapatkan Cina dalam merancang, membangun, dan menguji pesawat jet besar ini menjadi fondasi penting bagi proyek pesawat komersial saat ini, seperti COMAC C919.
COMAC C919 Pertama Kali Lakukan Penerbangan Komersial di Luar Cina Daratan

Kolaborasi dengan KAI Services, Sari Roti Bakal Hadir di Kereta Api

Untuk terus menghadirkan pengalaman kuliner yang variatif dan berkualitas bagi penumpang kereta api maupun pelanggan Loko Café, KAI Services menjajaki peluang kerja sama dengan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, produsen roti ternama dengan brand Sari Roti. Lewat kerja sama ini, produk-produk andalan Sari Roti seperti roti lapis, risol, pastel, roti manis, hingga aneka minuman berpotensi dihadirkan dalam menu Kuliner Kereta maupun outlet Loko Café. Pertemuan resmi dilakukan di Kantor PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Kawasan Industri Cibitung, Rabu (24/9). Hadir dalam kunjungan tersebut Direktur Utama KAI Services Ririn Widi Astutik, Direktur Consumer Business Lies Permana Lestari, serta jajaran manajemen. Dalam kesempatan ini, KAI Services juga melakukan test food produk Sari Roti untuk memastikan kualitas dan kesesuaian dengan kebutuhan layanan. Selain pemasukan produk ke dalam menu, KAI Services berencana menghadirkan vending machine berlabel Loko Café yang menyediakan produk Sari Roti di berbagai outlet, sehingga semakin memudahkan pelanggan dalam menikmati kudapan praktis selama perjalanan. Direktur Utama KAI Services, Ririn Widi Astutik, menegaskan bahwa pemilihan mitra strategis menjadi langkah penting dalam menjaga mutu dan konsistensi layanan kuliner. “KAI Services berkomitmen untuk menghadirkan produk kuliner berkualitas tinggi bagi pelanggan. Karena itu, pemilihan mitra seperti Sari Roti menjadi bagian dari strategi kami untuk memperkuat rantai pasok dan mendukung inovasi produk,” ujar Ririn. Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat timbal balik. “Sari Roti adalah salah satu brand roti terbesar di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberikan lebih banyak pilihan kuliner bagi pelanggan kereta api dan Loko Café, sekaligus menjaga standar kualitas dan ketersediaan produk. Kami percaya, sinergi ini akan memberikan nilai tambah baik bagi KAI Services maupun Sari Roti,” jelas Nyoman. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk merupakan produsen roti massal pertama dan terbesar di Indonesia. Dengan brand Sari Roti, Sari Kue, dan Sari Choco, perusahaan ini dikenal menghadirkan produk yang halal, berkualitas, aman dikonsumsi, serta terjangkau, sehingga menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia. Melalui kerja sama strategis ini, KAI Services berharap dapat memperkaya pengalaman kuliner pelanggan dengan menghadirkan sajian roti praktis, lezat, dan bergizi, baik di atas kereta maupun di outlet kuliner yang dikelola perusahaan.

HUT KAI ke-80: Siap Meriahkan Parade Livery Jadul Hingga Launching Kereta Petani dan Pedagang

Rangkaian kereta berbagai livery mulai dari era Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka), hingga saat ini PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) rasanya sudah siap untuk dipamerkan. Pameran yang diselenggarakan nanti pada Minggu, 28 September 2025 yang merupakan Hari Ulang Tahun (HUT) KAI yang ke-80 ini sudah hampir didepan mata. Bagaimana tidak, rangkaian kereta yang akan dipamerkan sebentar lagi ternyata sudah berseliweran. Ya, beredar dari media sosial bahwa kereta dengan livery spesial jaman dulu (jadul) ini melakukan proses kirim rangkaian menuju Stasiun Surabaya Kota. Sebanyak 11 kereta yang dirangkaikan terdiri dari livery kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif.
Setelah Parade Lokomotif, KAI Segera Pamerkan Parade ‘Kereta Jadul’ Hiasi Ultah ke-80
Sebenarnya rangkaian aslinya menggunakan kelas bisnis yang digunakan sebelumnya sebagai rangkaian Kereta Api (KA) Gumarang dengan rute Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi. Namun, untuk perjalanan reguler kereta kelas bisnis di Pulau Jawa sudah tidak beroperasi. Penggantinya saat adalah kelas ekonomi New Generation. Perjalanan kirim rangkaian ini dilakukan pada siang hari dari Stasiun Surabaya Gubeng menuju Surabaya Kota menggunakan lokomotif livery vintage warna jaman era Perumka yaitu merah-biru. Alasan rangkaian dibawa menuju Stasiun Surabaya Kota yaitu dilakukan pencucian kereta. Karena stasiun ini memiliki depo tersendiri khusus untuk rangkaian kereta. Setelah dilakukan pencucian dan pembersihan, rencananya rangkaian tersebut akan kembali di pindahkan ke Stasiun Surabaya Gubeng untuk disimpan hingga tanggal 28 September 2025. Karena nantinya, awal keberangkatan beserta peserta yang mengikuti acara semua dilakukan dari Stasiun Surabaya Gubeng. Pada saat acara berlangsung, nantinya rangkaian tersebut akan dijalankan dengan rute kantong yang ada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya. Jalur kantong ini melewati stasiun-stssiun setelah Surabaya Gubeng, diantaranya: Stasiun Wonokromo, Stasiun Waru, Stasiun Gedangan, Stasiun Sidoarjo, Stasiun Tulangan, Stasiun Tarik, Stasiun Kedinding, Stasiun Krian, Stasiun Boharan, Stasiun Sepanjang, Stasiun Wonokromo, dan kembali berakhir di Stssiun Surabaya Gubeng.
Rayakan HUT RI ke-80, KAI Beri Diskon Tiket dan Tambahan Perjalanan KA
Selain livery jadul yang akan dipamerkan, bertepatan pula di HUT KAI ke-80 ternyata ada momentum spesial yang akan di jalankan sekaligus perjalanan perdana kereta hasil karya dari Balai Yasa Surabaya Gubeng. Apalagi kalau bukan Kereta Petani dan Pedagang. Baru-baru ini sebanyak 3 kereta sudah dikirmkan ke wilayah Daop 1 Jakarta yang dirangkaikan oleh KA Dharmawangsa Ekspres dan KA Parcel Utara dari Stasiun Surabaya Pasar Turi. Kereta Petani dan Pedagang tersebut yang dikirim ke wilayah Daop 1 Jakarta, dikabarkan rencana digunakan untuk perjalanan KA Siliwangi rute Sukabumi – Cianjur – Cipatat pp. Namun, pada Kamis, 25 September 2025, rangkaian kereta tersebut ternyata dikirim dari Depo Kereta Pasar Senen menuju Stasiun Rangkasbitung pada malam hari. Rasanya sudah jelas, rangkaian Kereta Petani dan Pedagang ini nantinya digunakan sebagai perjalanan KA Commuter Line Merak yang bertarif Rp3.000 saja untuk rute Rangkasbitung – Merak maupun sebaliknya. Selain Kereta Petani dan Pedagang yang sudah dikirim ke Jakarta, ternyata satu unit kereta tersebut yang nantinya akan diresmikan juga. Ya, kereta ini digadang-gadang akan dirangkaikan pada acara HUT KAI bersamaan dengan rangkaian KA livery jadul. Berlanjut selesai acara, Kereta Petani dan Pedagang rencananya akan di uji operasikan sebagai KA Probowangi (Surabaya Gubeng – Ketapang pp.) maupun KA Pandanwangi (Jember – Ketapang pp.).
Siap-siap, Kereta Pedagang dan Petani Mulai Beroperasi 28 September 2025

Hari ini dalam Sejarah, Tragedi Airbus A300 GA152: Terjadi ‘Kebingungan’ Identifikasi ATC dengan MA152

Jumat, 26 September 1997 dikenang sebagai hari yang kelam dalam sejarah penerbangan komersial di Tanah Air, dimana pesawat Airbus A300-B4 Garuda Indonesia dengan nomer penerbangan GA152 jatuh di Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kecelakaan pada 28 tahun lalu itu menewaskan 234 orang tewas dengan pembagian 222 penumpang (dua orang Inggris, satu Perancis, Enam Malaysia, Empat Jerman, dua Amerika dan dua dari Quebec Kanada serta sisanya orang Indonesia) dan 12 awak kabin. Baca juga: Hanya Empat Penumpang Selamat, Tragedi JAL 123 Kecelakaan Udara Terburuk di Jepang Kilas balik pada saat itu, GA152 berangkat pukul 11.30 WIB dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan dijadwalkan tiba pukul 13.58 di Medan. Pesawat ini jatuh sekitar 32 km dari Bandara Polonia dan 45 km dari Kota Medan ketika hendak mendarat di Bandara Polonia sekitar pukul 13.18 WIB. Jatuhnya pesawat ini di tanah datar dan perbukitan dekat perkampungan yang menyebabkan tidak adanya bagian pesawat utuh atau bisa dikatakan semuanya hancur  dan hangus terbakar. Puing-puing pesawat yang hancur itu bercampur dengan potongan-potongan tubuh manusia yang menjadi korban. Kecelakaan pesawat ini merupakan yang terburuk dalam sejarah Indonesia dan bagi Garuda Indonesia ini adalah yang pertama kalinya. Ketika kecelakaan terjadi, kala itu Medan tengah diselimuti kabut asap tebal akibat pembakaran hutan. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, ternyata sebelum pesawat GA152 jatuh, warga sekitar mengatakan mendengar suara pesawat yang lebih keras dari biasanya hingga memekakan telinga. Kemudian ada suara ledakan yang terdengar berulang-ulang serta suara benturan badan pesawat dengan pohon besar sebelum hancur. Kehancuran pesawat juga disertai dengan kobaran api yang keluar. Sebelum hancur berkeping-keping, pesawat yang dikemudikan oleh Capt. Rachmo Wiyogo yang juga menjadi korban tewas ternyata sudah diperingatkan oleh petugas menara ATC. Petugas ATC meminta pilot untuk menurunkan ketinggian dan tidak membelokkan pesawat. Bahkan empat menit sebelum kecelakaan, ada beberapa kebingungan yang terjadi di ATC Medan karena ada dua pesawat yang memiliki nomor penerbangan sama. Penerbangan Merpati MA152 menggunakan nomer yang sama  dengan Garuda Indonesia 152 yang kala itu berdekatan. Sebuah transkip dari radio komunikasi antar pesawat dan ATC Medan menunjukkan kebingungan dengan pengontrol lalu lintas udara di Medan yang mana ‘152’ mengatakan pendekatan pendaratan normal dan mengatakan itu untuk berbelok ke kiri di dua ribu kaki sekitar 14 mil jauhnya. Petunjuk membawa pesawat ke daerah pegunungan yang membutuhkan ketinggian setidaknya 7500 kaki, pilot mengatakan. Biasanya, pesawat akan turun ke dua ribu kaki di 6,6 mil. Menurut transkrip, pilot meminta konfirmasi petunjuk dan diberitahu untuk pergi. Setelah kecelakaan, kotak hitam VR (Cockpit Voice Reader) dan FDR (Flight Data Recorder) ditemukan 21 Oktober pada kedalaman yang sama berjarak 10-15 meter dari posisi jatuhnya ekor pesawat. Baca juga: Pasca Dua Kecelakaan 737 MAX 8, Pihak Boeing Belum ‘Santuni’ Keluarga Korban! Sedangkan investigasi kecelakaan GA152 selesai dua tahun setelahnya, yakni 2 November 1999. Ketua AAIC (Aircraft Accident Investigation Committee), Prof Oetarjo Diran menuturkan bahwa kecelakaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh banyak faktor. Namun, ia tidak memberikan lebih lanjut terkait penyebab pastinya.

Pecah Rekor! KA Blambangan Ekspres jadi Perjalanan Terjauh Hingga 1.000 Kilometer

Diresmikan sejak Desember 2022 lalu, Kereta Api (KA) Blambangan Ekspres sebenarnya sudah menjadi primadona perjalanan kereta api dari lintas utara hingga timur Pulau Jawa. Ya, awalnya KA ini melayani dari Stasiun Semarang Tawang hingga Stasiun Ketapang pulang pergi. Peresmian pun dilakukan di dua stasiun keberangkatan pertama kereta api tersebut. Pada awalnya, kereta api ini beroperasi secara fakultatif pada hari tertentu selama masa libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Namun, seiring perkembangan dan minat penumpang yang mengharapkan dari Jakarta ke Banyuwangi tak perlu transit, akhirnya rute kereta api Blambangan Ekspres kemudian diperpanjang ke Jakarta mulai 26 Juli 2024 menjadi Ketapang–Pasar Senen melalui lintas utara Jawa (via Surabaya Pasarturi); sedangkan sebaliknya pada 27 Juli 2024. Rute tersebut diperpanjang setelah pemberlakuan Gapeka 2023 pada perjalanan yang sudah meningkat menjadi reguler.
KAI Luncurkan KA Blambangan Ekspres Rute Semarang Tawang – Ketapang, Tarif Promo Mulai Rp150.000
Adanya perjalanan KA Blambangan Ekspres dari Jakarta ini ternyata berperan sebagai pusat mobilisasi, sedangkan Cirebon menjadi pintu utama Ciayumajakuning. Lalu saat di Surabaya muncul sebagai simpul perdagangan dan jasa, sementara Banyuwangi menjadi gerbang wisata menuju Bali. Selain itu, wilayah Pasuruan dan Probolinggo tercatat sebagai akses utama menuju kawasan wisata Bromo-Tengger-Semeru. Daerah Jember, Kalibaru, dan Rogojampi mendukung aktivitas agrowisata, perkebunan, serta mobilitas masyarakat setempat. Yang lebih mencengangkan adalah KA Blambangan Ekspres ini memiliki rute perjalanan terjauh dan membuat rekor perjalanan hingga 1.031 kilometer. Pihak PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menyebut layanan ini menghubungkan kawasan metropolitan barat hingga wilayah timur Jawa dalam satu jaringan. Selama perjalanan, KA ini akan berhenti di sejumlah stasiun di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Artinya, KA Blambangan Ekspres akan melewati lima Daerah Operasi (Daop) PT KAI sekaligus, yakni Daop 1, 3, 4, 8, dan 9. Stasiun tersebut di antaranya: Bekasi, Karawang, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Ngrombo, Cepu, Bojonegoro, Lamongan, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Sidoarjo, Bangli, Pasuruan, Probolinggo, Klakah, Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, Banyuwangi Kota, dan berakhir di Ketapang. Data dari KAI mencatat jumlah penumpang terus meningkat. Januari–Agustus 2023 tercatat 184.871 pelanggan, naik menjadi 244.777 pelanggan pada periode sama tahun 2024. Tren pertumbuhan berlanjut pada 2025 dengan 363.610 penumpang hingga Agustus, naik hampir 50 persen. Angka ini menunjukkan KA Blambangan Ekspres semakin digunakan masyarakat sebagai moda transportasi jarak jauh. Meski memiliki perjalanan terjauh, namun fasilitas yang disediakan di KA Blambangan Ekspres tentu membuat penumpang merasa nyaman. Dengan kapasitas 32 kursi, yang bisa digunakan penumpang baik secara individu maupun berkelompok. Selain itu, dilengkapi musala mini dengan perlengkapan salat, kabinet penyimpanan, hingga cermin. Tak hanya itu, kereta makan untuk relasi Stasiun Pasar Senen -Ketapang pp. Ini pun tampil lebih modern, dengan desain interior artistik yang memberikan suasana hangat. Di dalamnya tersedia 10 meja layanan.
Interior KA Blambangan Ekspres yang estetik. (Foto: Dok. KAI)

“Pelabuhan Hijau”, Kurangi Emisi Melalui Mangrove

“Pelabuhan Hijau” atau Green Port merupakan konsep yang diusung oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk memperkuat ekosistem pesisir. Yang mana konsep ini dilakukan salah satunya dengan menanam 215.200 bibit mangrove di Sembilan pesisir Indonesia. Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, melalui program rehabilitasi mangrove ini, pihaknya berhadap dapat memperkuat ekosistem pesisir. Tak hanya itu, dengan ini pula sekaligus berkontribusi dalam penurunan emisi. “Kami berharap mewujudkan Pelabuhan Hijau, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal,” ujar Arif. Program Pelabuhan hijau ini merupakan kelanjutan dari komitmen perusahaan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir. Di mana Pelindo fokus pada pelestarian ekosistem pesisir melalui pemberdayaan masyarakat. “Mengusung semangat Pelabuhan Hijau, Masyarakat Sejahtera, Pelindo melaksanakan rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap target nasional restorasi mangrove, sekaligus memastikan keterlibatan aktif masyarakat lokal,” jelas Arif. Dia menyebutkan bahwa mangrove harus dipandang sebagai investasi sosial. Arief menambahkan, melalui ekowisata, produk olahan hasil laut, hingga peluang usaha bagi kelompok tani lokal bisa lahirlah mangrove yang sehat. Dalam program rehabilitasi ini, Pelindo melibatkan 17 kelompok tani dan ratusan warga pesisir. Warga tidak hanya menanam, tetapi juga diberdayakan merawat bibit hingga tumbuh optimal.
Gugusan Pulau di Kepulauan Seribu Bukan Cuma Wisata, Tapi Punya Konservasi Alam
“Pelibatan warga ini penting agar program tidak berhenti pada seremoni. Mereka harus merasakan manfaat langsung,” ucap Arif. Selain memberi manfaat langsung, program ini juga memperkuat posisi Pelindo sebagai operator pelabuhan yang terhubung dengan ekosistem pesisir. Pemerintah menargetkan rehabilitasi 600 ribu hektare mangrove selesai pada 2029. Dengan kontribusi ratusan hektar tahun ini, Pelindo berharap bisa menjadi katalis percepatan target tersebut. Untuk diketahui, konsep pelabuhan modern yang mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dan teknologi canggih. Pelabuhan ini dirancang untuk mengurangi emisi karbon melalui penggunaan energi terbarukan, efisiensi konsumsi energi, serta digitalisasi proses untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Cegah Erosi dan Kenaikan Permukaan Laut, di Dubai Akan Ditanam 100 Juta Pohon Bakau

Boeing Akhiri Produksi 777-300ER, Pesawat Badan Lebar Terlaris dan Paling Sukses

Boeing telah mengakhiri produksi pesawat penumpang Boeing 777-300ER (Extended Range), yang secara luas diakui sebagai salah satu pesawat badan lebar (widebody) terlaris dan paling sukses sepanjang masa. Pengiriman pesawat 777-300ER terakhir untuk penumpang (yang baru diproduksi) dicatat pada tahun 2024. Meskipun mungkin masih ada beberapa pesanan lama yang belum terpenuhi (yang kemungkinannya kecil untuk dipenuhi), dapat dikatakan bahwa Boeing telah secara efektif menghentikan produksi varian 777-300ER. Sejak debutnya pada tahun 2004, 777-300ER dikenal sebagai “Raja Langit” untuk rute jarak jauh dan merupakan tulang punggung armada internasional banyak maskapai besar berkat efisiensinya (menggunakan dua mesin jet General Electric GE90 yang kuat), jangkauan yang mengesankan, dan kapasitas penumpangnya.
Setelah 20 Tahun, Japan Airlines Pensiunkan Unit Perdana Boeing 777-300ER, Digantikan Airbus A350-1000
Keputusan penghentian produksi adalah bagian dari strategi alami Boeing untuk beralih ke generasi pesawat yang lebih baru, yang mana Boeing sepenuhnya mengalihkan fokus dan kapasitas produksinya ke penerus 777-300ER, yaitu Boeing 777X (terutama varian 777-9). Pesawat 777X menawarkan efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik, teknologi canggih, dan interior kabin yang diperbarui untuk bersaing dengan pesaing utama, Airbus A350. Meskipun 777-300ER efisien di masanya, maskapai penerbangan kini sangat menekankan pada model yang lebih modern dan lebih hemat bahan bakar untuk mengurangi biaya operasional dan emisi, sebuah kebutuhan yang dipenuhi oleh 777X dan A350. Total jumlah pesawat Boeing 777-300ER yang telah diproduksi dan dikirimkan (hingga produksi penumpang berakhir) adalah sekitar 833 unit. Angka ini menjadikan 777-300ER sebagai varian 777 yang paling laris, dan salah satu pesawat badan lebar (widebody) terlaris di dunia. Kabar mengenai akhir produksi pesawat penumpang Boeing 777-300ER mulai beredar dan menjadi perhatian utama di kalangan media penerbangan pada awal tahun 2025. Kemudian pada September 2025, kabar tersebut dikonfirmasi oleh berbagai analisis industri yang menunjukkan bahwa fokus Boeing telah 100 persen beralih ke program 777X dan varian kargo (777F).
Hari Ini, 22 Tahun Lalu, Penerbangan Perdana Boeing 777-300ER dengan Kemampuan Endurance 19 Jam!

Turki, Suriah, dan Yordania Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Bersejarah Hejaz

Turki, Suriah, dan Yordania dikabarkan akan menghidupkan kembali jalur kereta api bersejarah Hejaz (Hejaz Railway), yang menjadi sorotan, terutama dalam konteks upaya normalisasi politik dan rekonstruksi ekonomi di kawasan tersebut. Laporan media Turki, Daily Sabah dan media Yordania mengonfirmasi bahwa pejabat transportasi dari ketiga negara telah mengadakan pertemuan teknis dan mengajukan proposal bersama untuk menghidupkan kembali jalur kereta ini. Proyek ini dipandang sebagai langkah penting untuk membantu upaya rekonstruksi di Suriah pasca-konflik. Tujuan dari proyek ini adalah memperkuat koridor perdagangan darat (baik jalan raya maupun kereta api) dari Pelabuhan Aqaba (Yordania) menuju Turki dan berlanjut ke Eropa Timur, memangkas waktu dan biaya logistik secara signifikan. Selain itu, ada visi untuk membangun kembali jalur penumpang dari Istanbul ke Madinah, menjadikannya “Rute Iman” (Faith Route) bersejarah bagi para peziarah.
Hejaz Railway – Jaringan Kereta Abad 19 yang Mampu Reduksi Waktu Perjalanan Jamaah Haji
Dalam proyek ini, Turki akan memberikan dukungan teknis untuk pemulihan dan perbaikan jalur kereta Hejaz di wilayah Suriah. Sementara Yordania menawarkan bantuan teknis untuk perawatan lokomotif Suriah. Selain perbaikan rel bersejarah, mereka juga sepakat untuk meluncurkan studi teknis bersama untuk jaringan kereta api modern yang menghubungkan ketiga negara ke koridor perdagangan global. Jalur kereta Hejaz dibangun atas perintah Sultan Abdul Hamid II dari Kekaisaran Ottoman antara tahun 1900 hingga 1908, dengan tujuan menghubungkan Damaskus (saat itu pusat Ottoman di Levant) dengan Madinah untuk mempermudah dan mempercepat perjalanan Haji. Jalur ini memangkas perjalanan haji yang sebelumnya memakan waktu 40 hari dengan unta menjadi hanya 5 hari dengan kereta. Jalur ini beroperasi penuh hanya selama kurang dari satu dekade sebelum sebagian besar jalur selatan (di Yordania dan Arab Saudi) hancur selama Pemberontakan Arab pada Perang Dunia I. Sebelum konflik Suriah, jalur antara Amman (Yordania) dan Damaskus (Suriah) masih beroperasi dalam batas terbatas, namun terhenti total sejak tahun 2011. Secara historis, jalur utama Hejaz Railway membentang sekitar 1.300 kilometer (sekitar 810 mil) dari Damaskus, Suriah, hingga Madinah, Arab Saudi. Rencana ambisius awalnya adalah mencapai Mekkah, dan secara keseluruhan, jalur ini (termasuk percabangan) diperkirakan mencapai 1.750 kilometer. Fokus utama reaktivasi saat ini adalah segmen yang menghubungkan Turki (via perbatasan) – Suriah (Damaskus) – Yordania (Amman). Di dalam rencana trilateral, Menteri Transportasi Turki mengumumkan bahwa salah satu proyek spesifik yang akan diselesaikan adalah p penyelesaian 30 kilometer dari superstructure (rel dan bantalan) yang hilang di bagian jalur di Suriah dengan bantuan Turki.