
Sering Mengundang Tanya, Inilah Alasan Trem Dihapuskan di Jakarta

Sering Mengundang Tanya, Inilah Alasan Trem Dihapuskan di Jakarta
Eksplorasi Sektor Kargo, Garuda Indonesia Group Luncurkan “Tauberes”
Destinasi Jepara dari Museum, Pantai, Hingga Sentra Kuliner
Nikmati “ReBorn” – Sensasi Sleeping Pod di Bus Malam Jepang
Transit di Kuala Lumpur, Batik Air Buka Penerbangan Jakarta/Bali ke Kochi/Mumbai (India)

Genta JPL Si Penanda KA Akan Melintas, Kini Makin Jarang Terlihat
‘SkyDeck‘ adalah sistem yang dipatenkan yang dirancang untuk memberikan “pemandangan yang menakjubkan dari lingkungan eksternal pesawat saat dalam penerbangan, dari lokasi semi-eksternal yang aman”. Rencananya adalah untuk meningkatkan standarnya, dalam hal hiburan dalam penerbangan bagi pemilik pesawat VIP dan industri penerbangan pada umumnya.
SkyDeck dapat dipasang di berbagai jenis pesawat, mulai dari jet komersial besar hingga jet pribadi yang lebih kecil. Pilihan hiburan dalam penerbangan tidak banyak berubah selama bertahun-tahun, dengan ide baru ini dimaksudkan untuk “menciptakan produk yang akan memberikan tingkat hiburan yang lebih tinggi untuk mengurangi kebosanan yang terkait dengan perjalanan jauh”.
Kekhawatiran awal Windspeed Technologies adalah bahwa kinerja ekor pesawat mungkin terhambat oleh gelembung, tetapi menurut studi terbaru, penggunaan kanopi berbentuk tetesan air mata dapat mengurangi risiko ini. Selain itu, karena SkyDeck biasanya diposisikan di bagian belakang pesawat, peningkatan penggunaan bahan bakar akibat hambatan tambahan akan minimal atau bahkan tidak ada sama sekali. Dek pandang dirancang untuk menahan semua kondisi penerbangan standar, termasuk tabrakan burung, dan kanopinya terbuat dari bahan yang serupa dengan bahan yang digunakan untuk membangun kanopi jet tempur supersonik. Dan jika Anda khawatir akan terbakar karena terlalu dekat dengan matahari, sebuah kanopi khusus Lapisan pelindung UV memastikan Anda tidak akan mendapatkan kulit cokelat tingkat tiga.Conçu par la société Windspeed Technologies, le SkyDeck est un dôme de verre installé sur un avion qui offre aux 2 passagers une vue à 360° pic.twitter.com/Z5Q5OqEIPs
— Creapills 💊 (@creapills) May 10, 2024
Pecahkan Rekor Muri 2025
Dalam momentum bersejarah ini, KAI Daop 8 Surabaya sukses menorehkan dua rekor sekaligus, yaitu Parade Kereta dengan Jenis Livery Terbanyak serta Fashion Show Pakaian Adat Pertama di Atas Kereta. Kegiatan ini menjadi wujud penghargaan atas perjalanan panjang perkeretaapian nasional tersebut.
Sebagai bagian dari pemecahan rekor, sebanyak 30 peserta fashion show tampil memukau memperagakan pakaian adat dari seluruh provinsi Indonesia di atas kereta yang tengah melaju. Peragaan busana ini diiringi musik akustik yang menghadirkan suasana hangat, semarak, sekaligus tak terlupakan. Momentum ini resmi tercatat sebagai fashion show pertama di Indonesia yang digelar di atas kereta, memadukan pesona budaya Nusantara dengan modernitas transportasi perkeretaapian.
MURI juga secara resmi menyerahkan dua piagam penghargaan di Stasiun Tulangan, yakni Parade Kereta Api dengan Jenis Livery Terbanyak dan Peragaan Busana Adat Nusantara Pertama di Perjalanan Kereta. Capaian ini membuktikan bahwa KAI bukan sekadar penyedia transportasi, melainkan pionir yang menghubungkan sejarah, budaya, dan masyarakat melalui inovasi yang berkesan.
Nuansa historis semakin kuat dengan kehadiran dua lokomotif klasik penarik parade, yakni CC2018348 (merah-biru, era 1991–2008) dan CC2030203 (putih bergaris biru, era 1995–2011). Tak hanya bernostalgia, parade ini juga menampilkan inovasi terbaru karya Balai Yasa Surabaya Gubeng, yakni Kereta Petani.
Dengan memadukan nilai sejarah, budaya, dan inovasi, KAI Daop 8 Surabaya menghadirkan perayaan yang tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga menorehkan jejak mendalam dalam perjalanan 80 tahun perkeretaapian nasional. Lebih dari sekadar sarana transportasi, kereta api telah menjadi saksi perjalanan bangsa, menyimpan jutaan kisah di setiap keberangkatan dan kedatangan.
Halte Gebang: Saksi Bisu Tempat Singgah Presiden Soekarno Saat Gunakan Kereta Api
Ini Tips Bagi Pelancong yang Baru Pertama Kunjungi Singapura
“Pelabuhan Hijau”, Kurangi Emisi Melalui Mangrove