Ojek di Kamerun Rusuh, Pemerintah Larang Pemotor Masuki Kawasan Pusat Ibu Kota

0
Pengendara motor di Yaounde. Sumber: voanews.com

Ribuan pengendara sepeda motor pada Selasa (12/11) kemarin memblokir jalan-jalan di ibukota Kamerun. Aksi ini dilakukan pasca pejabat kota melarang pengendara sepeda motor untuk mengakses area komersial dan perumahan tertentu. Para pejabat setempat mengatakan bahwa pembatasan semacam ini diperlukan untuk alasan keamanan. Sementara itu, di sisi lainnya, para pengendara motor mengatakan bahwa penerapan regulasi ini dapat mempersempit ‘mata pencaharian’ mereka.

Baca Juga: Ini Dia Alasan Ojek Online Belum “Naik Kelas”

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman voanews.com (12/11), aksi massa ini sontak membuat polisi anti huru-hara untuk melakukan tugas ekstra – yaitu dengan memblokir jalan guna membatasi ruang gerak massa. Selain itu, aksi ini juga berdampak pada tutupnya sejumlah pusat perbisnisan.

Presiden Yaounde Bikers Association (YABA), Dieudonne Monono mengatakan bahwa para pengendara sepeda motor ini memprotes keputusan pemerintah yagn memberlakukan regulasi tersebut sehingga ruang gerak para bikers ini terbatas. Bagi Anda yang belum tahu, sepeda motor di Kamerun ini dijadikan moda transportasi seperti layaknya ojek.

“Sebagian besar dari mereka (para pengendara sepeda motor) merupakan lulusan universitas yang tidak beruntung karena tidak mendapatkan pekerjaan. Mereka semua telah sepakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri agar bisa mendapatkan penghasilan dan bertahan hidup,” ujar Dieudonne.

“Maka ketika pemerintah menerapkan regulasi ini, menurut saya itu adalah suatu langkah yang sangat buruk,” tukasnya.

Jika peraturan ini berlaku kelak, maka wilayah-wilayah yang tidak boleh dilalui oleh sepeda motor mencakup: area di depan kedutaan besar, pusat kota, dan perumahaan tempat pejabat senior tinggal.

Gubernur Wilayah Pusat, Nasseri Paul Bea mengatakan, “diharapkan dengan diberlakukannya regulasi ini, maka kota akan menjadi semakin aman dan tertib, dimana ini akan berimplikasi terhadap facelift Yaounde bagi pelancong internasional,”

Baca Juga: Populasi Ojek Online Meroket, Apakah ini Pertanda Bagus Untuk Ibu Kota?

Dewan Kota Yaounde melaporkan setidaknya ada 30.000 pengendara motor di Yaounde dan sebagian besar dari mereka mengangkut penumpang dari wilayah yang tidak dilintasi oleh taksi mobil, mengingat masih buruknya kondisi menuju pusat kota.

Jika pengendara sepeda motor ini tidak bisa lagi mengangkut penumpang menuju pusat kota, akankah regulasi anyar ini mengubah tatanan transportasi di Yaounde?

Leave a Reply