Operator Kereta Jepang Hapuskan Sistem Pelatihan yang Ancam Keselamatan Calon Pekerja

0
Kereta Cepat Shinkansen, Jepang. Sumber: wikipedia

Jepang memang terkenal akan sektor perkeretaapiannya yang jauh mengungguli negara-negara lain di berbagai belahan dunia manapun. Namun siapa sangka negara berjuluk Negeri Sakura ini juga mengaplikasikan metode pelatihan yang bisa dibilang tidak biasa terhadap calon karyawannya, yaitu dengan cara mewajibkan para calon karyawan tersebut untuk berjongkok di dalam parit di antara dua jalur kereta yang dilewati oleh kereta peluru terkenal asal Jepang, Shinkansen.

Baca Juga: Robot AI Mudahkan Pelancong Asing dan Lokal di Stasiun Osaka

Berdasarkan lansiran KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (31/10/2018), salah satu operator kereta di Jepang, West Japan Railway mengatakan bahwa pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran keselamatan. Namun karena metode pelatihan ini dinilai sangat membahayakan, maka dari itu berbagai pemangku kepentingan – termasuk serikat pekerja mengusulkan untuk menghapus metode pelatihan ini sejak tahun 2016 silam.

Bagaimana tidak, para karwayan ini diwajibkan untuk berjongkok di dalam sebuah parit dengan lebar kurang lebih satu meter dan kedalaman satu meter. Dengan begitu, para calon karyawan ini dapat merasakan hempasan angin dari kereta peluru yang melintas di kedua sisi mereka. “Pelatihan semacam ini sendiri memakan waktu sekitar 20 menit,” ujar salah satu juru bicara perusahaan. “Sekitar 240 orang berpartisipasi dalam sekali pelatihan,” tandasnya.

Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, praktik pelatihan ini menuai kecaman dari berbagai pihak, terlebih ketika pada tahun 2015 silam sebuah insiden terjadi dimana salah satu baut kereta terlepas dan itu sangat jelas membahayakan keselamatan dari para karyawan yang tengah mengikuti pelatihan tersebut.

“Belum lagi jika ballast (bebatuan di pinggir rel) terhempas ke arah kami, tentu itu akan menjadi masalah baru dan momok menakutkan bagi para peserta,” tutur saslah seorang peserta pelatihan yang ingin tetap anonim. “Saya tidak mengerti maksud dan tujuan dari pelatihan semacam ini. Kenapa masih harus dilakukan?” imbuhnya.

Baca Juga: Menggemaskan! West Japan Railway Akan Operasikan Shinkansen Bertema Hello Kitty

Setelah mendapatkan tekanan dari berbagai pihak, akhirnya si operator kereta api menghapus sistem pelatihan tersebut dan berdalih penghapusan ini tidak dilandaskan pada tekanan dari pihak ketiga. “Sekarang para calon pekerja akan mengamati kereta dari balik pagar, agar lebih aman dan efektif,” ujar juru bicara perusahaan.

 

Leave a Reply