Pasca Duel Udara dengan India, Pakistan Mulai Buka Blokade Udara Secara Terbatas

0
Maskapai Pakistan International Airlines

Pada 27 Februari lalu telah terjadi ketegangan tingkat tinggi antara Pakistan dan India, pangkal musababnya adalah terjadinya duel udara jarak dekat (dogfight) antara jet tempur kedua negara di atas langsit Kashmir. Beberapa jet tempur dari Pakistan dan India dilaporkan berhasil ditembak jatuh dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: Ilan and Asaf Ramon International Airport, Bandara Terbaru di Israel Yang Serba Unggul

Buntut dari duel di udara tersebut langsung berimbas pada penerbangan sipil. Seperti Pakistan yang melakukan blokade udara pasca insiden tersebut. Akibat bloade udara, maka beberapa penerbangan sipil mengalami hambatan untuk pergi dan datang ke Pakistan.

Dan setelah selang seminggu, akhirnya Pakistan telah membuka kembali wilayah udaranya untuk sementara waktu agar sejumlah maskapai dapat melayani penerbangannya kembali dari dan menuju Arab Saudi dan UEA. Sementara itu, flag carrier mereka, Pakistan International Airlines (PIA) yang sebelumnya mengumumkan tentang penutupan rute udara ini, mengkonfirmasi bahwa jalur udara Pakistan akan dibuka sementara untuk Arab Saudi dan UEA berdasarkan “prioritas”.

Merespon hal tersebut, regulator penerbangan Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan telah mencabut sebagian larangan penerbangannya menuju Pakistan. Dengan diberlakukannya putusan ini, maka akan memungkinkan maskapai penerbangan nasional untuk melanjutkan penerbangan menuju Karachi, Islamabad dan Peshawar. General Civil Aviation Authority (GCAA) UEA mengatakan keputusan itu mengikuti stabilitas di wilayah udara Pakistan.

“Situasi mengenai bandara Pakistan lainnya akan ditinjau kemudian hari,” tutur GCAA, seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thenational.ae (2/3/2019).

Sementara itu, salah satu maskapai yang melayani rute penerabangan tersebut, Emirates menyampaikan dalam sebuah pernyataan tertulis, “Penerbangan dari dan menuju Karachi, Islamabad, dan Peshawar tidak lagi terpengaruh oleh penutupan (rute penerbangan),”

Sebelumnya, penerbangan Emirates di rute Sialkot – Lahore mengalami pembatalan mengudara pada Senin (4/3/2019), dimana hal ini menjadi salah satu contoh dampak dari pelarangan mengudara tersebut.

Lain cerita dengan maskapai asal Timur Tengah lainnya, Etihad Airways. Maskapai yang berbasis di Khalifa City, Abu Dhabi ini mengatakan bahwa akan meningkatkan load factor dengan cara menggunakan pesawat yang lebih besar di semua rute penerbangannya menuju Pakistan – kecuali Lahore. Hal ini ditempuh pihak maskapai agar mereka dapat mengakomodasi penumpang yang sebelumnya terdampak ‘isolasi’ wilayah udara Pakistan ini. Menurut laman resmi Etihad, layanan penerbangan menuju Lahore dibatalkan hingga tanggal 3 Maret 2019 kemarin.

Baca Juga: Berdasarkan Indeks Keamanan, Inilah 10 Negara Teraman Untuk Dikunjungi

Dalam sebuah cuitannya di jejaring sosial Twitter, PIA mengatakan: “PIA telah memutuskan untuk mengembalikan beberapa penerbangan dari Arab Saudi dan UEA berdasarkan pembukaan sementara batas maskapai Pakistan.” Adapun kicauan tersebut mencantumkan tiga penerbangan dari Jeddah, Madinah, dan Dubai yang terbang ke Karachi.

LEAVE A REPLY