Seorang Desainer Action Figure Merasa Idenya Dicuri Funko dan Singapore Airlines

(Kiri) Desain Action Figure Buatan Keith Lee. Sumber: Yahoo News Singapore

Bagi Anda para pecinta action figure, tentu tidak asing lagi dengan yang namanya Funko. Ya, merek dagang ini memang tengah naik daun berkat transformasi dari karakter-karakter terkenal dari layar kaca atau media lain ke dalam bentuk action figure dengan bentuk yang lucu dan menggemaskan.

Merek dagang asal Evertt, Washington ini dikabarkan pernah mendesain action figure dengan awak kabin Singapore Airlines sebagai modelnya. Tapi ternyata, chibi-style action figure awak kabin tersebut mencontek hasil kerja dari seorang desainer lokal, Keith Lee.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Penumpang di Penerbangan Jarak Jauh, Singapore Airlines Gandeng Canyon Ranch

KabarPenumpang.com melansir dari laman marketing-interactive.com (28/2/2019), Keith Lee mengatakan bahwa dirinya pernah mengajukan desain awak kabin flag carrier Singapura ini kepada maskapai berkode SIA ini dan Funko di tahun 2015, namun ditolak. Tiga tahun berselang – tepatnya pada Februari 2018, Keith Lee kaget karena ide yang ditolaknya tersebut dijajakan di KrisShop, sebuah situs belanja online milik Singapore Airlines.

Action figure tersebut dijajakan dengan harga SGD$29 atau sekitar Rp300.000, Keith Lee merasa tidak puas cenderung kecewa terhadap langkah yang diaanggapnya sebagai salah satu bentuk pencurian ide kreatif ini. Bahkan, nama Keith Lee tidak disematkan oleh Funko sebagai bentuk penghargaan terhadap ide kreatifnya.

Keith Lee pun lalu menyuarakan kekecewaannya tersebut di akun Facebook pribadinya. Sembari memasang foto action figure awak kabin Singapore Airlines yang pernah ia desain, Keith menyebutkan ,”Mereka menyebutkan bahwa imitasi merupakan sebuah bentuk sanjungan tertinggi. Saya kira agak menggembirakan melihat bayi Anda tumbuh dewasa tanpa Anda. Sebuah perbedaan yang sangat signifikan dalam waktu hitungan tahun saja #expectationvsreality #10yearschallenge,”

Keith Lee menambahkan bahwa ia telah mengusulkan desain produk ini pada tahun 2015 sebagai bagian dari perayaan SG50. Namun sayang, proposal yang diajukan Keith Lee ditolak dengan alasan bahwa margin keuntungan akan terlalu rendah untuk Krisshop.

Baca Juga: Kali Ini Gigi Manusia Ditemukan di Dalam Makanan Singapore Airlines

Menanggapi hal ini, pihak SIA membenarkan bahwa barang tersebut merupakan hasil desain oleh salah satu vendor yang bekerja sama dengannya. Tanggapan yang membludak dari netizen perihal perkara ini seolah semakin memojokkan posisi dari SIA. Namun pihak maskapai enggan menutup diri dan berjanji untuk mengusut kasus ini sampai tuntas.

“Kami tetap terbuka untuk menerima saran tentang produk ini baik dari karyawan kami maupun pelanggan kami,” ujar pihak maskapai dalam sebuah keterangan tertulis.