Pemprov DKI Lanjutkan Program Pembangunan Halte TransJakarta di Jalur Tol

sumber: wikipedia

Walaupun sempat menuai kontroversi dalam masa kampanye Gubernur Anies Baswedan dan Wakilnya Sandiaga Uno, namun proyek pengadaan jalur TransJakarta di enam jalur tol dalam kota Jakarta hingga kini masih digodog. Rencananya, jalur yang diproyeksikan akan menimbulkan kemacetan ini sendiri akan rampung pada tahun 2023 mendatang.

Baca Juga: TransJakarta Perkenalkan 3 Varian Bus Baru, Lebih Bersahabat Bagi Penyandang Disabilitas dan Lansia

Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengatakan bahwa dirinya kini hanya melanjutkan apa yang sudah dirancang sebelumnya. “Sempet ditolak tapi sudah dibangun, jadi kita rampungkan. Kita hentikan polemiknya dan kita pastikan tidak menambah kemacetan, justru menampung TJ. Karena dulu zaman Foke (Fauzi Bowo) sudah memberikan persetujuan dengan syarat TJ boleh beroperasi,” Ujar Sandiaga, dikutip KabarPenumpang.com dari laman tribunnews.com (13/7/2018).

Dilansir dari laman sumber lain, enam ruas tol dalam kota ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), yang terlampir dalam Peraturan Presiden No.3 Tahun 2016 maupun dalam Peraturan Presiden (Perpres) perubahan No.58 Tahun 2017. Masuknya proyek ini ke dalam PSN mewajibkannya harus dimulai sebelum 2019.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Jakarta Toll Road Development selaku kontraktor dari proyek ini, Frans Sunito mengatakan bahwa keseluruhan progress proyek ini baru berada di level 16 persen. Pembangunan tahap 1 ini terbagi ke dalam tiga sesi ; Sesi A menghubungkan ruas Kelapa Gading – Pulo Gebang dengan panjang 9,3km, Sesi B menghubungkan Grogol – Semanan dengan panjang 8,6km, dan Sesi C menghubungkan Grogol – Kelapa Gading dengan panjang 12,3km.

Kini pihak kontraktor tengah mengejar target untuk menyelesaikan Sesi A, sementara Sesi B dan C akan menyusul dan diproyeksikan mulai dikerjakan pada pertengahan tahun depan. “Tahap 1 ini akan jadi urat nadi wilayah Barat – Timur DKI Jakarta,” ujar Sandiaga. Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan halte bus yang ada di dalam tol akan dibuat terintegrasi dengan moda transportasi lain, seperti LRT, Commuter Line, dan MRT.

Baca Juga: Percayakan Produk Eropa Ketiga Kalinya, TransJakarta Resmi Gunakan Sasis Volvo

“Kita pastikan ada satu line untuk TJ. Kita harapkan ini bukan hanya menambah jumlah kendaraan, tapi juga dengan dipakai di TJ dan akan terintegrasi dengan TOD (Transit Oriented Development) MRT Jakarta,” ujar Sandi.