Penasaran Gerakan Mata Ketika Tidur? Masker Ini Bisa Bantu Cek Pergerakannya Loh!

0
masker mata yang bisa cek pergerakan bola mata (newatlas.com)

Ketika tidur, mata Anda akan tertutup dan beberapa orang diantaranya penasaran dengan gerakan mata selama tertidur. Nah bagaimana caranya untuk melihat dan mengetahui gerakan mata ketika tertidur? Biasanya untuk melacak gerakan mata orang tidur dengan menempelkan kabel elektroda ke wajahnya.

Baca juga: Penumpang Tidur di Kereta dan Terkunci? Tak Hanya Indonesia, di Luar Negeri Juga Ada Lho!

Namun kebanyakan orang merasa sulit tidur dengan elektroda yang menempel di kulit wajah dan dengan banyak kabel yang dipasang dari wajah ke komputer. KabarPenumpang.com melansir dari newatlas.com (21/8/2020), secara tradisional, teknik yang dikenal sebagai elektrookulografi digunakan untuk melacak pergerakan mata di malam hari.

Ini melibatkan menempelkan pasangan elektroda ke kulit di atas dan di bawah atau kedua sisi mata pasien. Saat mata bergerak ke atas dan ke bawah atau dari sisi ke sisi, kornea (depan mata) dan retina (belakang) secara bersamaan bergerak mendekati atau lebih jauh dari masing-masing elektroda. Hal tersebut karena medan listrik kornea dan retina berbeda satu sama lain, elektroda dapat menentukan ke arah mana mata menghadap relatif terhadapnya, dengan menangkap perubahan sinyal listrik yang terdeteksi.

Pelacakan gerakan tersebut dapat menjadi bagian penting dari studi tidur, karena memungkinkan dokter untuk mengetahui kapan pasien berada dalam fase tidur REM (rapid eye movement). Tapi tenang saja, masker mata fleksibel yang tidak mencolok akan melakukan pekerjaan ini sekaligus mengukur detak jantung pengguna dan tidak akan mengganggu kenyamanan tidur.

Masker mata eksperimental tersebut bernama Chesma yang dikembangkan dengan konsorsium internasional oleh University of Massachusetts Amherst, ini menggabungkan beberapa elektroda built-in di bagian bawahnya. Masker mata tersebut terbuat dari hidrogel polimer yang lembut dan dapat disesuaikan yang dikombinasikan dengan benang perak konduktif, dan mereka hanya menekan kulit saat masker dikenakan di wajah.

Perangkat ini juga berisi sensor tekanan tunggal yang berada di arteri, untuk memantau detak jantung pemakainya serta faktor penting lainnya dalam studi tidur. Dalam pengujian menunjukkan bahwa elektroda sangat tahan lama, tetap terpasang dan berfungsi setelah 15 siklus cucian.

Mereka juga tidak terpengaruh oleh penumpukan kosmetik atau limbah kulit, dan bertahan selama hampir 40 jam tanpa mengering sehingga saat mengering, dapat dibuat lembut dan seperti gel lagi hanya dengan menambahkan beberapa tetes air. Saat ini, satu kali pengisian daya baterai perangkat cukup untuk penggunaan sekitar delapan jam.

Baca juga: Entaskan Masalah Sosial, Sleepbus Layani Tunawisma Tidur di Bus

Namun, diharapkan setelah teknologi dikembangkan lebih lanjut, angka itu bisa naik hingga tiga hari. Versi terakhir dapat memiliki aplikasi lain selain analisis tidur, seperti melacak arah pandangan pemakainya saat mereka bermain game berbasis VR.

Leave a Reply