Pengungsi Serbu Bandara Palu, Pesawat Hercules TNI AU Tak Bisa Mendarat dan Lepas Landas Sampai Kondusif

0
Pesawat Hercules (deskgram)

Ditaksir lebih dari 3000 orang pengungsi menerobos pagar bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu siang ini dan menyerbu pesawat-pesawat yang baru tiba. Hal ini membuat semua penerbangan pesawat Hercules TNI AU dari Makassar ke Palu terpaksa ditunda terlebih dahulu.

Baca juga: Angkut Petugas dan Bantuan Kemanusiaan, Garuda Indonesia Terbangkan ATR-72 600 Ke Palu

KabarPenumpang.com mewartakan, rencananya pesawat Hercules TNI AU dengan nomer A-1336 baru akan take off nanti malam setelah situasi bandara lebih kondusif dari siang ini. Kejadian penyerbuan bandara sendiri awalnya dari gempa dengan magnitudo 7,4 SR yang menyebabkan banyak kerusakan termasuk Bandara Mutiara SIS Al-Jufri di Palu rusak.

3000 pengungsi yang menyerbu Bandara Palu (istimewa)

Sehingga banyak pesawat yang tidak bisa beroperasi melalui bandara ini. Hingga saat ini, selain helikopter hanya pesawat jenis C-130 Hercules dan ATR-72 saja yang bisa melakukan pendaratan maupun lepas landas dari bandara tersebut dikarenakan rusaknya sistem navigasi dan runway baik mengangkut logistik atau bantuan kemanusiaan.

Diketahui, bandara ini memiliki panjang runway 2.500 meter, tetapi saat ini ada 500 meter yang rusak karena retakan akibat gempa pada hari Jumat lalu. Akibat peistiwa gempa tersebut, seorang petugas ATC (Air Traffic Controller) juga harus kehilangan nyawanya setelah membantu pesawat Batik Air lepas landas beberapa menit lebih cepat dari waktu keberangkatan semestinya.

Antonius Gunawan Agung, Seorang ATC saat itu tengah bertugas di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie pada Jumat, (28/9/2019). Padahal saat membantu Batik Air tersebut lepas landas, dirinya sudah diteriaki kawan-kawan lainnya untuk meninggalkan gedung secepatnya.

Hingga akhirnya salah satu tower ATC ambruk dan Antonius sempat melompat untuk menyelamatkan diri. Sayang, luka yang cukup parah tersebut membuat Antonius kehilangan nyawa meski sempat dilarikan ke rumah sakit.

Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie sendiri saat ini masuk dalam lima daftar bandara yang akan dikelola oleh pihak Angkasa Pura I dan masih dalam proses peralihan di Kementerian Perhubungan. Sebelum berganti nama, bandara ini bernama Bandara Masovu yang artinya Tanah Berdebu.

Baca juga: Wendo Asrul Rose Jabat PLT Dirut Angkasa Pura I

Presiden Soekarno pernah berkunjung ke Palu pada 10 Oktober 1957 sebagai bentuk keprihatinan. Menurut Bapak Proklamator ini, Palu merupakan salah satu kota rangkaian mutiara khatulistiwa sehingga nama bandara tersebut diganti menjadi Bandara Mutiara di pagi hari.

Setelah dipugar, bandara ini akhirnya melayani penerbangan internasional yang sebelumnya hanya domestik. Selain itu nama Mutiara tidak diganti hanya ditambah menjadi Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie untuk menghormati pahlawan nasional asal Sulawesi Tengah, Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufrie.

Leave a Reply