Perangi Obesitas pada Anak-anak, Inggris Larang Makan di Kereta

Lebih dari sepertiga anak-anak di tahun terakhir sekolah dasar di Inggris kelebihan berat badan atau obesitas. Satu dari 25 anak tersebut diklasifikasi sebagai sangat gemuk. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat angka di tahun 1990.

Baca juga: Diskriminasi Larangan Makan di Kereta Komuter Nanjing, Pelancong Asing Bebas Denda

Kepala petuhas kesehatan Inggris Profesor Dame Sally Davies menunjukkan lonjakan jumlah anak-anak di Inggris dan Wales dengan diabetes tipe dua yang tadinya hanya delapan di tahun 2000 menjadi lebih dari 700 di tahun 2017 lalu. Karena hal ini dia membuat saran dalam laporan terakhirnya, yaitu melarang makan dan minum di angkutan umum untuk membantu menurunkan berat badan anak-anak.

Gagasan ini dipuji sangat berani untuk membantu mengatasi penyebaran obesitas di masa anak-anak. Bahkan Davies mengatakan bahwa olahraga saja tidak akan menyelesaikan masalah sehingga pemerintah perlu melakukan intervensi dengan membatasi ketersediaan junk food dan membuatnya lebih mahal.

Dilansir KabarPenumpang.com dari smh.com.au (11/10/2019), Davies merekomendasikan serangkaian kebijakan pemerintah termasuk menaikkan pajak untuk minuman ringan, pengemasan untuk makanan manis dan berlemak, pembatasan kalori, serta ukuran porsi dalam satu kemasan. Tak hanya itu, dia merekomendasikan untuk larangan iklan junk food di acara olahraga dan online.

Tapi yang paling menarik adalah melarang makan dan minum di angkutan umum perkotaan kecuali air tawar, menyusui dan kondisi kesehatan.

“Pilihan makanan murah yang tidak sehat sekarang menjadi perhatian utama dalam kehidupan kita dan di toko-toko. Toko makanan dan takeways membajiri kami dengan ukuran porsi besar dan ini jauh melebihi yang direkomendasikan. Kerangka kerja perencanaan membuat sangat sulit bagi otoritas lokal untuk membatasi pertumbuhan outlet takeaway, bahkan di daerah dekat sekolah,” ungkap Davies.

Dia mengatakan, bahwa Inggris perlu menyeimbangkan kembali masyarakat kita menjadi masyarakat yang jauh lebih sehat dan sadar kesehatan. Sekretaris Kesehatan Matt Hancock mengatakan pemerintah akan mempelajari laporan itu dengan cermat dan bertindak berdasarkan bukti, meskipun juru bicara Departemen Kesehatan mengatakan tidak ada rencana untuk melarang mengemil di angkutan umum.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan dia menentang “pajak dosa” yang secara tidak proporsional mempengaruhi orang miskin, menjanjikan peninjauan untuk menguji apakah mereka benar-benar mengubah perilaku.

“Jika kita ingin orang menurunkan berat badan dan menjalani gaya hidup yang lebih sehat, kita harus mendorong orang untuk berjalan, bersepeda, dan secara umum melakukan lebih banyak olahraga … daripada hanya membebani orang lebih banyak,” katanya.

Baca juga: Makan Burrito di Dalam Kereta, Penumpang Dimarahi Seorang Pria

Namun kepala Layanan Kesehatan Nasional Inggris mengatakan minggu ini ada bukti bahwa pajak gula bekerja untuk mendorong reformulasi minuman ringan, daripada menaikkan harga.