Pernah Baca “Remove Before Flight” Sebagai Standar Keamanan Penerbangan? Jika Belum, Simak di Sini

0
Remove Before Flight pin pada Nose Landing Gear (NLG). Foto: baaflightschool.com

Bagi sebagian travelers atau penyuka penerbangan, mungkin naik pesawat dengan berbagai ukuran, jenis, dan pabrikan, keliling dunia, menghadiri pameran dirgantara, dan mempelajari sejarah transportasi adalah hal biasa. Tak jarang, setelah berkutat pada istilah di dunia penerbangan, banyak dari mereka memilih untuk acuh tak acuh. Sebaliknya, bagi mereka yang menggeluti betul, di beberapa kasus, justru tampak lebih ahli dibanding praktisi penerbangan sekalipun.

Baca juga: Pernah Dengar Cockpit Emergency Hatch? Ini Penjelasannya

Di dunia penerbangan, ada banyak sekali istilah, baik berkenaan dengan penanganan di darat maupun di udara, berkenaan dengan pilot, awak kabin, awak kokpit, maupun petugas di ATC. Terkait penanganan di darat, di antara banyak istilah, mungkin “Remove Before Flight” menjadi salah satu istilah yang menarik untuk diketahui.

Dikutip dari baaflightschool.com, “Remove Before Flight” sejatinya berkenaan dengan safety warning tag yang biasanya dipasang pada penutup bagian-bagian tertentu dari pesawat dan pin penahan di beberapa komponen pesawat terbang. Pin penahan ini gunanya sebagai pengganjal pergerakan dari beberapa bagian mekanisme pesawat saat pesawat tersebut sedang tidak terbang atau parkir. Adapun bendera “Remove Before Flight” dipasang untuk mengingatkan pilot dan crew bahwa penutup atau pengganjal ini harus dilepaskan sebelum terbang.

Terkait letak pemasangan “Remove Before Flight”, laman Indomiliter.com menyebut, setidaknya ada empat instrumen yang dipasangi penanda tersebut. Mulai dari air intake, penutup sensor pada bodi pesawat, pelindung sensor pada rudal, hingga locking pin. Nah, yang disebut terakhir cukup menarik dalam gelaran rudal di jet tempur. Untuk alasan keamanan, locking pin (pin pengunci) disisipkan antara rudal dan peluncur, tujuannya untuk mencegah arus listrik yang mungkin bisa tiba-tiba mengalir dan mengaktifkan rudal saat pesawat sedang diparkir yang tentunya dapat membayakan keselamatan awak.

Baca juga: Tanpa Sadar, Tingginya Frekuensi Penerbangan Giring Pesawat Sipil Lakukan “Elephant Walk”

Di beberapa sumber lain menyebut, Nose Landing Gear (NLG) bypass pin, Airspeed Pitot, dan Door Safety Pin juga menjadi tiga tempat strategis untuk dipasangkan “Remove Before Flight” sebagai salah satu standar keamanan internasional. Di samping itu, sebagai wujud kemanan internasional, “Remove Before Flight” juga hanya disediakan dalam Bahasa Inggris, mengingat terdapat beberapa insiden di dunia penerbangan terjadi akibat keberagaman bahasa, sebelum akhirnya dipilih bahasa Inggris sebagai bahasa standar, tak terkecuali dengan “Remove Before Flight”.

Seiring berjalannya waktu, identitas pita merah bertuliskan “Remove Before Flight” mulai diadaptasi ke dalam fesyen dirgantara. Salah satu wujudnya menjadikan pita merah “Remove Before Flight” sebagai gantungan kunci (key chain). Dilihat dari desainnya, punya gantungan kunci bertuliskan “Remove Before Flight” mampu menampilkan citra maksimal dalam aura Air Force. Tentu saja, adopsinya tak harus sebagai gantungan kunci motor, tapi keren juga sebagai aksesoris untuk tas ransel.

Leave a Reply