Patrick Smith: Meski Tidak Ekonomis dalam Pengoperasian, Tak Ada Masalah Dengan Usia Pesawat

Sumber: e-spaces.eu

Setiap benda, baik hidup maupun mati pasti memiliki umurnya masing-masing, tidak terkecuali dengan pesawat terbang. Pernahkah Anda bertanya-tanya, berapakah umur pesawat yang sedang Anda tumpangi? Atau bagaimana cara mengetahui umur pesawat Anda? Pertanyaan tersebut seolah berputar dalam benak pikiran, mengingat setiap pesawat yang sudah berumur, tentu memiliki penanganan khusus yang berbeda dengan pesawat baru yang berteknologi lebih modern.

Baca Juga: Pengamat Menjawab 6 Permasalahan Antara Penumpang dan Maskapai Penerbangan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman traveller.com.au (7/8/2017), pihak maskapai LCC asal tanah Britania Raya, Jet2 tengah menyelidiki penyebab pendaratan darurat yang dilakukan oleh dua armada Boeing 737 miliknya. Diindikasikan, usia kedua pesawat tersebut sudah terlalu tua untuk terbang. Pesawat pertama dengan rute penerbangan Ibiza menuju Leeds melakukan pendaratan darurat di Barcelona pada 16 Juli 2017. Sedangkan yang satunya lagi, pesawat tujuan Newcastle – Praha melakukan pendaratan darurat di Frankfurt pada 28 Juli 2017.

Setelah ditelusuri, ternyata kedua pesawat tersebut merupakan keluaran tahun 1986. Lalu, apakah usia pesawat yang sudah lebih dari 30 tahun itu mempengaruhi pendaratan darurat tersebut? Seorang pilot berkebangsaan Amerika Serikat yang juga seorang penulis Cockpit Confidential, Patrick Smith menyangkal pernyataan tersebut. “Salah satu alasan mengapa sebuah pesawat komersial dibanderol dengan harga yang sangat mahal adalah daya tahan pesawat tersebut yang bisa dibilang sangat lama atau bisa dibilang tidak terbatas masa penggunaannya,” tukas Patrick.

Patrick Smith. Sumber: istimewa

“Namun semakin tua umur sebuah pesawat, maka semakin banyak pula aspek yang mesti diperhatikan. Dalam artian, semakin banyak kriteria pemeriksaannya,” imbuhnya. Lalu, bagaimana dengan banyaknya pesawat yang pensiun setelah beroperasi lebih dari 30 tahun? Jawabannya sangat sederhana, karena dalam pengoperasiannya, pesawat-pesawat tersebut dinilai sudah tidak ekonomis, sehingga menimbukan beban biaya operasional dan perawatan yang besar.

Baca Juga: Maskapai Timur Tengah Terapkan Standar Tinggi dalam Penerbangan

Nilai ekonomi dari sebuah pesawat tentunya akan mempengaruhi usia pesawat tersebut. Bukan usia dalam arti sesungguhnya, melainkan waktu pengoperasiannya. Ketika sebuah manufaktur penerbangan mengeluarkan pesawat yang hemat bahan bakar, maka pilihan untuk mempertahankan sebuah jet tua kerap kali dikesampingkan karena secara finansial dianggap tidak masuk akal.

Dari sekian banyak maskapai penerbangan yang ada di dunia, Delta Airlines dianggap sebagai maskapai yang mengoperasikan armada dengan usia produktif mencapai rata-rata 17 tahun. Sedangkan Air Canada dan United Airlines menduduki posisi kedua dan ketiga dengan usia pesawat 14,2 dan 14,1 tahun.

Dalam perspektif maskapai modern, penggantian armada dengan pesawat yang baru dengan teknologi canggih, selain bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan promosi, namun lain dari itu, adopsi pesawat baru yang lebih hemat bahan bakar dan jarak tempuh lebih panjang dapat menghemat biaya operasional yang dikeluarkan.