Polisi Manila Uji Coba Jarak Sosial di LRT

0
Polisi Manila uji coba jarak sosial di dalam LRT (reuters.com)

Beberapa negara yang sudah membuka lockdown atau melonggarkan sedikit pembatasan terhadap masyarakat akan mulai kembali mengoperasikan transportasi umum mereka secara penuh. Salah satunya adalah Filipina yang mulai melakukan langkah-langkah untuk menegakkan jarak sosial pada angkutan umum.

Baca juga: MRT Jakarta Larang Penumpang Bicara dan Menelepon Saat di Dalam Kereta. Ternyata di Singapura Sudah Duluan

Hal ini dilakukan juga untuk mengendalikan penyebaran virus corona, apalagi di Manila kota dengan penduduk padat yang dikenal dengan kekacauan penumpangnya. Untuk itu sebanyak 500 polisi di Manila berperan sebagai penumpang kereta api dalam latihan mengelola ratusan ribu orang saat transportasi umum akhirnya dibuka kembali setelah hampir 11 minggu ditutup.

KabarPenumpang.com melansir laman reuters.com (26/5/2020) para anggota polisi ini menggunakan celana jins, kaus putih dan masker atau pelindung wajah. Mereka berbaris menaiki tangga stasiun light rail transit (LRT) sebelum bergabung dengan antrian tertib ke dalam peron. Dengan jarak yang sudah ditentukan, mereka perlahan-lahan masuk ke gerbong kereta yang luas.

“Dari pagi hingga larut malam selalu ada barisan penumpang yang menunggu untuk naik kereta. Kami melakukan simulasi ini untuk lebih mempersiapkan operasi LRT yang lebih lancar,” kata kepala kepolisian Metropolitan Manila Debold Sinas.

Debold mengatakan, jika semua kembali normal, jutaan orang bergerak di dan sekitar Manila mendorong jaringan transportasi ke batas mereka. Diketahui, masyarakat biasanya menggunakan beberapa moda transportasi yang berbeda untuk mulai bekerja.

Mereka akan bergabung dengan antrian panjang yang berliku-liku dan sebelum masuk dengan ketat ke dalam bus, jip penumpang dan kereta api. Juru bicara LRT Hernando Cabrera mengatakan jarak sosial berarti setiap kereta hanya akan mengangkut sepuluh persen dari jumlah penumpang maksimum, membuatnya sulit untuk mengelola aliran orang di stasiun.

“Hanya 160 penumpang yang akan diizinkan. Ini adalah tantangan yang sangat besar bagi kami untuk mempertahankan dan mengendalikan kerumunan begitu operasi dimulai,” katanya.

Baca juga: Jumlah Penumpang Meningkat, MRT Jakarta Jalankan Protokol Bangkit

Manila telah berada di bawah karantina masyarakat sejak 16 Maret di salah satu penguncian virus korona terpanjang di dunia. Itu dimodifikasi sepuluh hari yang lalu untuk meringankan beberapa pembatasan dan pemerintah akan bertemu pada hari Rabu untuk memutuskan apakah akan melonggarkan mereka lebih lanjut. Filipina telah melaporkan 14.669 kasus virus corona dan 886 kematian.

Leave a Reply