Pramugari SkyUp Bergaya Kasual dengan Celana Panjang dan Sepatu Kets

0
Setelan celana oranye cerah dan Nike Airs, seragam baru maskapai menetapkan standar baru (moroccoworldnews.com)

Biasanya seorang awak kabin perempuan atau yang biasa disebut pramugari menggunakan rok panjang atau selutut dengan sepatu atau sendal berhak. Ini adalah seragam konvensional dan tradisional yang digunakan hampir disemua maskapai penerbangan dunia.

Baca juga: Bedah Maskapai Baru “Super Air Jet,” Seragam Pramugari Tak Biasa dan Milenial Banget

Namun, maskapai berbiaya hemat SkyUp milik Ukraina mengubah semua standar itu dan lebih membuat pramugari nyaman dengan apa yang mereka gunakan. Bukan dengan rok, pramugari SkyUp menggunakan setelan dengan celana panjang berwarna oranye cerah dan sepatu kets putih dari Nike Air.

KabarPenumpang.com melansir moroccoworldnews.com (3/8/2021), seragam baru pramugari ini merupakan hasil kolaborasi dengan merek fashion Ukraina GUDU. Sedangkan awak kabin pria menggunakan seragam yang sama alias tidak ada penggantian.

Selain sepatu kets dan celana dua potong tangerine yang longgar, pramugari akan diberikan pilihan untuk mengenakan mantel parit tipis atau saputangan sutra. Sementara make-up masih wajib, pramugari juga akan memiliki lebih banyak pilihan gaya rambut untuk dikenakan dengan seragam mereka.

Konsep seragam ‘Champions’ SkyUp mengilhami gagasan kenyamanan dan gerakan, melepaskan diri dari norma konvensional dalam industri penerbangan. SkyUp menyatakan bahwa perubahan seragam bertujuan untuk mewujudkan gagasan gerakan. Bentuknya dibuat untuk aktif, berani dan cerah.

Bagi mereka yang tidak menyukai pejabat yang berlebihan, tetapi menghargai gaya, akan bereaksi dengan cepat, bertindak secara seimbang, menerima tantangan dan menemukan jalan keluar dari situasi apa pun. SkyUp lebih lanjut menambahkan, “Ini adalah pakaian untuk mereka yang terbuka terhadap hal-hal baru, mereka yang menyukai perjalanan dan kehidupan.”

Dengan standar baru SkyUp ini, pandangan seksis pada pramugari bisa lebih sedikit berkurang. Selain itu SkyUp juga memberikan pramugari kebebasan untuk merasa nyaman saat mempraktikkan pekerjaan mereka yang sangat menegangkan menjadi awal yang baik.

Untuk diketahui, ketika penerbangan komersial dimulai pada 1930-an, pramugari memainkan peran penting di AS, ketika perawat termasuk di antara kru untuk menginspirasi kepercayaan diri dalam keadaan darurat. Namun, pramugari segera berkembang menjadi alat pemasaran. Maskapai mulai membutuhkan profil yang sangat spesifik untuk posisi ini setelah mereka menyadari bahwa wanita adalah daya tarik bagi pelanggan.

Baca juga: Tebak Maskapai Lewat Seragam Pramugari, Mana yang Paling Sulit?

Beberapa perusahaan penerbangan bahkan memuat slogan-slogan seksis seperti “jika seorang wanita bisa terbang, Anda juga bisa.” Bahkan kebijakan kode berpakaian yang regresif dan seksis terbentuk dengan sendirinya di industri ini, karena rok pramugari semakin pendek.