Produksi Indonesia, Lokomotif CC203 Atau GE U20C Pernah Digunakan di Filipina dan Australia

(redigest.web.id)

Setelah mengenal sosok lokomotif CC203 atau GE U20C yang sudah malang melintang di jalur kereta Pulau Jawa maupun Sumatera, lantas bagaimana kiprah lokomotif ini di negara lain? Di Indonesia CC203 memiliki bentuk yang khas di bagian shorthood atau kabin yang berbentuk trapesium dan aerodinamis.

Baca juga: Jadi ‘Paket’ Pada Peluncuran KA Argo, Ini Dia Lokomotif CC203 Penarik Kereta Eksekutif

Sedangkan di negara lain bentuknya biasa saja yakni kotak seperti GE U18C. Tetapi jangan heran saat melihat GE U20C berhidung miring juga ada di Australia. Hal ini menjadi sebuah pertanyaan bagaimana lokomotif tersebut bisa tiba disana.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, ternyata lokomotif tipe ini  tiba di Australia setelah perjalanan dan cerita yang cukup panjang. Lokomotif ini merupakan khas bentuk Indonesia dan generasi pertama, kemudian GE U20C ini sengaja di ekspor ke Filipina karena dipesan oleh perusahaan terminal peti kemas International Container Terminal Servic Inc. (ICTSI) di Manila, Filipina.

Bahkan saat itu, pelepasan lokomotif ini dilakukan oleh Presiden Soeharto di Stasiun Gambir pada 17 Desember 1996 bersamaan dengan dua lokomotif seri sama lainnya. Lokomotif yang beroperasi pada Maret 1997 di Filipina ini diberi nomor 1 dengan livery jingga dengan garis abu-bau dan bertuliskan ICTSI yang merupakan operator dan pemilik dari lokomotif ini.

Lokomotif CC203

Sayangnya lokomotif GE U20C hanya bertahan selama enam tahun di Filipina. Sebab tahun 2003 ICTSI memutuskan untuk menutup jalur kereta api di pelabuhan karena merugi. Tak hanya itu, infrastruktur yang buruk membuat perjalanan kereta api sangat lambat dan semua aset perkeretaapian seperti gerbong dan lokomotif di jual keluar negeri.

Kemudian lokomotif GE U20C tersebut dibeli oleh perusahaan kereta api swasta Australia South Spur Railway Service atau SSRS pada Desember 2007.  Sejak saat itu, llivery pada lokomotif berganti menjadi warna biru telur asin dengan tambahan warna kuning tanpa logo perusahaan.

Selain penggantian livery, SSRS juga menambahkan handrail pada dek lokomotif, melepas semboyan, dan melepas lampu-lampu semboyan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi standar lokomotif di Australia. Sayangnya selama ber-livery biru dan dimiliki SSRS, lokomotif ini justru tidak pernah dioperasikan.

Hingga akhirnya pada Mei 2008, livery lokomotif ini diganti menjadi livery hijau kuning seperti pada saat ini. Selama ber-livery hijau, lokomotif sudah tiga kali berganti kepemilikan. Pertama dia dibeli oleh Coote Industrial dari SSRS. Kedua dibeli oleh Greentrains/Engenco dari Coote Industrial. Sampai akhirnya pada 2012 lalu, kepemilikan lokomotif jatuh ke tangan QUBE Logistic. Pada saat itu lampu kabut diganti berkedap-kedip seperti sirene polisi dan dek diberi reflektor cahaya yang merupakan standar keamanan American Association of Railways (AAR).

Meskipun sudah berganti kepemilikan sebanyak empat kali. Sejak awal dibeli oleh South Spur sampai dimiliki oleh QUBE Logistic, dia masih tetap bernomor seri U201. Saat itu oleh Coote Industrial, Greentrains, hingga QUBE Logistic, U201 digunakan untuk membawa kereta angkutan barang.

Baca juga: Pernah Beroperasi Lima Dekade di Indonesia, Lokomotif D301 59 Jadi Monumen di Stasiun Semarang Tawang

U201 terlihat masih beroperasi mengangkut barang hingga tahun 2014. Selepas 2014, status lokomotif ini diturunkan dari beroperasi menjadi barang simpanan. Terkadang lokomotif ini juga terlihat berdinas langsiran kereta barang. Perlu diketahui, lokomotif diesel elektrik ini adalah PT GE Lokomotif Indonesia, perusahaan patungan antara PT Industri Kereta Api Indonesia (PT INKA) dan GE Transportation.