Prototipe Maglev Hasilkan Daya dengan Teknologi yang Sama dengan Ponsel Pintar

0
Prototipe Maglev Jepang

Prototipe kereta peluru levitasi magnetik atau yang dikenal dengan Maglev baru saja diluncurkan pada Rabu (25/3/2020) oleh pengembang Jepang. Kereta Maglev ini mampu menurunkan daya onboard sepenuhnya secara nikabel. Maglev ini akan menghasilkan daya dari pengisian induktif di mana teknologi yang sama secara nirkabel untuk mengisi ulang ponsel pintar.

Baca juga: Di 2027, Jepang Hadirkan Kereta Cepat Maglev Tokyo-Nagoya

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman asia.nikkei.com (26/2/2020), kereta Maglev akan mampu melaju dengan kecepatan mencapai 50 km per jam. Operator Central Japan Railway atau yang biasa dikenal sebagai JR Tokai akan memulai melayani penumpang dengan kereta Maglev tersebut pada tahun 2027 mendatang. Adapun rute yang akan ditempuh kereta Maglev ini adalah dari Tokyo menuju Nagoya dan sebaliknya.

“Mengenai prototipe ini, kami telah mencapai 80 hingga 90 persen untuk operasi komersial,” kata Motoaki Terai yang mengawasi pengembangan Maglev JR Tokai.

Motoaki mengatakan, Maglev ini akan berseri L0 dan asli berisi generator turbin gas yang menghasilkan daya untuk pencahayaan interior dan sistem pendingin udara. Dia menyebutkan, untuk prototipe tidak akan menggunakan turbin melainkan mengandalkan sepenuhnya pada gulungan yang dipasang di kereta dan di sepanjang rel untuk menghasilkan listrik.

Sehingga hal ini melahirkan mobil akhir yang lebih ringan dan ramping yang dipajang di Kasado Works Hitachi di Kudamatsu, sebuah kota di barat daya Hirosima. Hidung untuk seri L0 yang asli tampak datar, sedangkan hidung prototipe seperti jembatan yang panjang.

Prototipe itu memiliki garis-garis biru tua yang mirip sekali dengan kereta peluru JR Tokai, Tokaido shinkansen yang menghubungkan Tokyo dengan Osaka. Saat ini diketahui Hitachi sedang membangun mobil akhir sementara Nippon Sharyo memproduksi gerbong perantara.

Kereta Maglev ini nantinya akan menyelesaikan seluruh perjalanan dengan panjang 236 km hanya dalam waktu 40 menit. Tujuan utamanya adalah untuk mengekspor teknologi ke Amerika Serikat.

Baca juga: Beroperasi di 2027, JR Central Batasi Kecepatan SCMaglev ‘Hanya’ 500 Km Per Jam!

Di Jepang, bagaimanapun, maglev menghadapi hambatan untuk menyelesaikan di bentangan pegunungan di Prefektur Shizuoka. Di sana, gubernur terus memblokir pembangunan terowongan sepanjang sembilan kilometer, dengan alasan efek yang berpotensi merusak sumber daya air.

Leave a Reply