PT MRT Jakarta dan PT KCIC Lakukan Kerja Sama Transfer of Knowledge

Jajaran Direksi PT MRt Jakarta dan PT KCIC setelah selesai penandatangan nota kesepahaman (KabarPenumpang.com)

PT MRT Jakarta dan PT KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) baru saja menandatangani nota kesepahaman dalam hal pengembangan kompetensi. Keduanya bersepakat untuk saling melakukan transfer of knowledge yang berkaitan dengan pemeliharaan kereta dan operasionalnya yang mencakup pengembangan sumber daya manusia, inovasi serta strategi pengembangan TOD (Transit Oriented Development) dan bisnis non kereta lainnya.

Baca juga: Mulai Mengular 2021, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gunakan Kereta Generasi Baru CR400AF

“MRT dan KCIC merupakan pionir perkeretaapian modern di Indonesia sehingga ini merupakan kesempatan besar baik bagi KCIC maupun MRT untuk saling belajar mengenai sistem satu sama lain,” ujar Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra saat melakukan MoU dengan MRT Jakarta.

Chandra mengatakan, MRT terbukti mampu menjawab ekspektasi publik setelah beroperasi secara komersial sejak Maret 2019 baik dari kualitas pelayan operasi maupun dampak yang dihadirkan kepada masyarakat. Perubahan yang ada saat ini, mampu meningkatkan wajah transportasi massal.

“Jadi tugas kita menghadirkan transportasi massal yang efektif, aman, nyaman dan lainnya. KCIC persiapkan kereta cepat dan belajar dari MRT yang mulai diekspektasi ke publik sejak 2015,” tambah Chandra.

Dia menambahkan, KCIC merupakan kereta cepat antar kota dengan lintasan baru dan juga menghidupkan kawasan baru untuk membantu produktivitas masyarakat yang ada di jalur tersebut. Chandra menyebutkan, kereta cepat mengadopsi teknologi baru dan belum pernah ada di Indonsia.

Selain mempelajari sistem operasional, KCIC juga mempelajari terkait TOD disepanjang jalur baru. Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, untuk bekerja sama ini, ada proses yang cukup panjang terkhusus untuk tim teknis dengan kegiatan konkret antara MRT dan KCIC.

“Kita jadi pionir MRT bawah tanah dengan city transport. Sedangkan KCIC di kereta cepat. Kita memiliki kepentingan yang sama dimana Indonesia mendorong pengembangan transpor publik berbasis rel,” kata Sabandar.

Baca juga: Dorong Antikorupsi, KPK dan MRT Jakarta Tempel Stiker “Berani Jujur Hebat” di Kereta Prioritas

Dia mengatakan, pihak MRT memiliki pengalaman membangun sistem operasi hingga komersial saat ini.

“Dua tahun ini, kami siap storing knowledge sebelum KCIC beroperasi 2021,” jelasnya.