Public Figure Ini Pernah Terobos Label Travel Warning di Indonesia

0
Sumber: detak.co

Untuk Anda yang sering bepergian ke luar negeri, mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya travel warning. Bagi Anda yang belum mengetahui atau mungkin lupa, travel warning adalah sebuah pernyataan peringatan resmi yang dikeluarkan oleh badan pemerintahan, biasanya Kementerian Luar Negeri kepada warganya untuk memberikan informasi yang menyangkut keamanan dari suatu destinasi atau negara tertentu. Sebenarnya travel warning ini lebih kepada larangan untuk mengunjungi suatu negara.

Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel

Adapun tujuan dari dikeluarkannya sebuah travel warning adalah untuk memungkinkan para pelancong membuat keputusan yang tepat tentang perjalanan yang akan mereka tempuh. Selain itu, fungsi lain dari travel warning adalah untuk membantu para wisatawan mancanegara (wisman) mempersiapkan segala sesuatunya yang dibutuhkan guna menghadapi berbagai kemungkinan selama perjalanan yang akan mereka tempuh.

Dalam penerbitannya, travel warning tidak mengenal waktu alias bisa saja datang secara mendadak, mengingat kejadian luar biasa yang tidak bisa diprediksi kapan akan datang, contohnya seperti bencana alam. Selain travel warning, ada istilah lain yang kerap kali muncul, yaitu travel alert. Walaupun travel alert juga berisikan peringatan mengenai isu keamanan, yang membedakan hanyalah durasi. Durasi masa aktif travel alerts terhitung lebih singkat daripada travel warning.

Dibalik keuntungan diberlakukannya status travel warning bagi para calon pelancong, namun itu semua berbanding terbalik dengan resiko yang harus diterima oleh negara berlabel travel warning tersebut. Mulai dari merosotnya pemasukan dari segi pariwisata, citra negara tersebut yang secara otomatis tercoreng, hingga kemungkinan pencabutan saham yang ditanam oleh perusahaan asing.

Baca juga: Mau Travelling, Ini Tips Buat Melipat Pakaian Yang Hemat Tempat!

Travel warning ini biasanya berisikan tentang informasi terkait isu massive, seperti cuaca buruk, segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah keamanan, dan wabah penyakit yang sedang menjangkiti suatu daerah. Contoh yang paling hangat dari diberlakukannya travel warning bagi Indonesia adalah ketika meledaknya sebuah bom di terminal Kampung Melayu, Jakarta timur pada 24 Mei 2017 silam. Sebagaimana KabarPenumpang.com wartakan dari TheJakartaPost.com (25/5/2017), akibat ledakan tersebut, The Foreign and Commonwealth Office (FCO) Inggris mengeluarkan travel warning bagi para warganya yang hendak berkunjung ke Jakarta.

Travel warning tersebut dirilis dalam sebuah pernyataan resmi yang menyatakan agar para warga Inggris yang berada di Jakarta untuk menghindari TKP dan tetap mengikuti arahan dari pihak berwajib. Sedangkan himbuan bagi para pelancong yang hendak terbang ke Jakarta untuk tetap waspada mengingat ancaman terorisme yang masih sangat tinggi. Dengan dikeluarkannya pernyataan seperti itu, maka secara tidak langsung mencoreng citra Indonesia yang seolah kental dengan tindakan terorisme.

Tidak hanya itu, salah satu penyanyi Pop asal Barbados, Rihanna juga pernah batal manggung di Indonesia terkait isu travel warning yang tengah mebelit Indonesia. Rihanna yang dijadwalkan konser di Istora Senayan pada bulan November 2008 terpaksa dibatalkan mengingat keamanan Indonesia yang masih labil akibat eksekusi trio teroris, Amrozi cs.

Baca juga: Tips Aman dan Nyaman Untuk Penerbangan Bagi Lansia

Namun, tidak sedikit pula orang yang mengindahkan label travel warning di sebuah negara. Tercatat sejumlah artis kenamaan dunia pernah melanggar larangan penerbangan tersebut, seperti grup band asal Amerika, “Incubus” dan band rock “Skid Row” pernah nekat untuk tetap ngamen di Ibu Kota. “Kami tahu larangan itu, tapi kami tidak takut dan tidak khawatir ke manapun kami pergi sebab tujuannya adalah bermusik. Dengan musik maka perbedaan budaya dapat dijembatani,” ujar salah satu personil band “Ozomatli” yang juga pernah nekat manggung di Indonesia walaupun status travel warning tengah aktif.

Leave a Reply