Nama Taufik Kiemas Menjadi Nama Bandara di Lampung

Tampak Depan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (Adventurose)

Siapa tak kenal dengan Taufiq Kiemas? Nama almarhum suami dari Presiden keempat Megawati Soekarno Putri dan mantan ketua MPR RI, kini sudah menjadi nama salah satu bandara di Lampung tepatnya di Lampung Barat. Nama Bandara Muhammad Taufiq Kiemas menggantikan Bandara Pekon Serai yang sebelumnya sudah ada berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan KP 811 Tahun 2016.

Baca juga: Bandara Radin Inten II Semakin Keren dengan Lorong Fiberglass

Dirangkum KabarPenumpang.com dari beberapa sumber, bandara ini memiliki panjang landasan pacu 1.100 meter dan lebar 23 meter. Tahun 2016 lalu Pemerintah Daerah telah membebaskan lahan seluas 2,8 hektar untuk memperpanjang landasan pacu tersebut.

Bandara ini berada di Pesisir Barat dengan jarak 250 km dari kota Bandar Lampung. Untuk sampai ke sini menggunakan jalan darat bisa mencapai lima hingga enam jam. Tetapi bila menggunakan transportasi udara hanya akan menempuh satu jam penerbangan dari Bandara Radin Inten II, Lampung.

Baca juga: Angkasa Pura II Targetkan Runway Kedua Bandara Supadio Rampung di 2020

Tahun 2017 ini, rencananya bandara Muhammad Taufiq Kiemas, landasan pacunya akan diperpanjang oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjadi 1.400 meter dan tahun 2018 mendatang menjadi 1600 m, ini agar bandara bisa digunakan untuk mendaratkan pesawat sekelas Boeing 737. Perpanjangan landasan pacu juga diikuti adanya kunjungan dari wisatawan mancanegara.

Hal ini karena, daerah Pesisir Barat Lampung memiliki pantai dengan ombak terbaik kedua untuk melakukan surfing setelah Hawaii. Selain itu, daerah Pesisir Barat pun akan semakin berkembang dan ekspor ikan pastinya juga akan meningkat dengan perkembangan di berbagai sektor.

Landasan pacu saat bernama Bandara Pekon Serai

Dengan panjang landas pacu 1.100 meter, sampai saat ini memang belum ada penerbangan di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas. Tetapi sejak tahun 2014 hingga Desember 2016, bandara ini melayani penerbangan perintis dengan rute Bengkulu – Krui – Tanjung Karang dan Palembang – Krui – Tanjung Karang yang dioperatori oleh maskapai Susi Air.

Sayangnya penerbangan perintis ini tidak berkembang sehingga berhenti beroperasi. Nantinya bila perpanjang landasan pacu sudah selesai, potensi akan semakin berkembang dan turis yang datang pun akan semakin banyak. Untuk menciptakan konektivitas di daerah terpencil, terluar dan tertinggal. Diketahui hingga kini kunjungan wisatawan mancanegara ke Pesisir Barat Lampung tepatnya Krui mencapai 150 ribu orang pertahunnya.