FeliCa, Gelang Ajaib Berbasis Chip Untuk Transaksi Komuter Jabodetabek

Sumber: istimewa

Bila di Swedia sudah ada sistem pembayaran tiket kereta dengan implan chip di bawah lapisan kulit, maka di Indonesia yang baru merasakan sistem pembayaran tiket elektronik kereta sejak tahun 2012, juga telah menerapakan teknologi contactless. Memang tak secanggih di Swedia, tapi model gelang FeliCa yang dirilis tahun 2015 bisa menjadi solusi yang optimal untuk transaksi cepat bagi para penumpang kereta komuter Jabodetabek.

Baca juga: Microchip Implan Digunakan Untuk Pembayaran Tiket Kereta di Swedia

Felicity Card atau yang disingkat FeliCA merupakan sebuah chip khusus yang dikembangkan oleh Sony untuk memudahkan para penggunanya, dari mulai transaksi tiket elektronik, keuangan hingga administrasi seperti daftar absensi hingga pengoperasian alat-alat elektronik. Sementara FeliCa yang diadopsi oleh PT KCJ (KAI Commuter Jabodetabek) hanya dapat digunakan untuk transaksi tiket elektronik. Cara kerjanya pun tidak jauh beda dengan tiket kartu yang kebanyakan orang pakai hingga detik ini, yaitu dengan cara menyimpan saldo di dalam kartu dan mengisinya kembali ketika saldo sudah habis.

Baca Juga: E-Ticket, Antara Mempermudah Atau Memperkeruh

Dilansir KabarPenumpang.com dari railway-technology.com (5/2/2015), CEO PT KAI Commuter Jabodetabek kala itu, Tri Handoyo mengatakan KCJ ingin memanfaatkan kerja sama yang mereka jalin dengan Sony dalam penyediaan teknologi FeliCa yang diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para penumpang.

Dilansir dari sumber lain, Tri mengaku membagikan sebuah gelang yang di dalamnya tertanam chip FeliCa kepada para penumpangnya dengan maksud sebagai ajang promosi. “Masih promo, mungkin masih free tapi terbatas saja. Jika selesai promo harganya sama saja, Rp30 ribu untuk saldo tiket dan Rp20 ribu untuk gelangnya jadi Rp50 ribu,” ujar Tri. “Kemampuan untuk membaca semua jenis chip akan memudahkan integrasi antarmodal di masa depan, karena perangkat kami dapat mengidentifikasi jenis tiket elektronik yang mungkin akan dikembangkan oleh operator transportasi lain,” tambahnya. Dengan model gelang, maka saat transaksi di gate penumpang tak perlu repot mengambil dan mengeluarkan isi dompet

Baca Juga: Kalau Sudah Lihat Ini, Masih Mau Mengeluh Mengenai Penuhnya KRL?

Dalam pengadaan gelang berisikan chip FeliCa tersebut KCJ mengaku tidak mengeluarkan biaya investasi sepeser pun. Pasalnya proyek tersebut merupakan bagian dari ekspansi bisnis perusahaan teknologi raksasa asal Jepang tersebut selaku penyedia teknologi chip tiket elektronik gaya baru tersebut.

Seakan mengamini Tri, Business Division Senior General Manager dari Sony Corporation FeliCa, Kazuyuki Sakamoto mengaku puas dengan kerja sama yang pihaknya jalin dengan PT KCJ dan meyakini invasi teknologi Sony tersebut akan berperan serta dalam meningkatkan pelayanan PT KCJ. “Kami akan memastikan bahwa kami dapat memberikan kontribusi positif untuk memperbaiki layanan KCJ untuk pengoperasian yang lebih baik lagi,” tutur Kazuyuki.

Tidak bisa dipungkiri, warga DKI Jakarta amat mensyukuri kehadiran sarana transportasi seperti KRL Jabodetabek. Selain tidak macet, tarif yang digunakan oleh PT KCJ juga bisa dibilang murah. Layaknya gula yang dikerubungi oleh semut, KRL pun akan mengalami lonjakan penumpang drastis pada peak hour.