Punya Peran Vital, Inilah Empat Jenis dan Fungsi Flap pada Sayap

0
Ilustrasi flap pesawat. Foto: boldmethod.com

Bagi Anda yang kerap bepergian dengan pesawat, terlebih jika duduk di dekat jendela, pasti pernah melihat beberapa bagian sayap bergerak turun saat hendak lepas landas. Beberapa dari Anda, mungkin akan mengira bahwa bagian dari pesawat yang disebut flap ini tak begitu penting dalam membantu operasi pesawat.

Baca juga: Ternyata, Flap Boeing 747 Garuda Indonesia Pernah Lepas di Udara

Padahal, sekalipun flap hanya melakukan gerakan kecil, dampak yang ditimbulkan cukup vital dalam membantu memaksimalkan gaya angkat (lift) dan gaya ke belakang (drag) pesawat. Sebagaimana yang umum diketahui, pesawat bisa terbang disebabkan oleh adanya empat gaya. Gaya thrust (gaya dorong), lift (gaya angkat), weight (gaya berat), dan drag (gaya ke belakang atau menarik mundur).

Dilihat dari jenisnya, flap terbagi menjadi empat. Fungsi dari keempat flap pesawat pun berbeda-beda, bergantung pada perubahan sayap hasil dari gerakan flap. Untuk lebih jelasnya, dikutip dari boldmethod.com, berikut KabarPenumpang.com rangkum empat jenis flap berserta fungsinya.

1. Plain flaps

Plain flap. Foto: boldmethod.com

Di antara empat jenis flap pesawat, plain flap bisa dibilang jadi yang paling sederhana. Plain flap berfungsi untuk membantu pesawat dalam proses take off dengan bergerak ke arah bawah.

Ilustrasi cara kerja plain flaps. Foto: boldmethod.com

Oleh karenanya, udara yang mengalir di sayap akan terpisah atau terpendar dan hambatan dari plain flap akan membuat udara di bagian bawah sayap mendorong pesawat ke atas dan mendapatkan gaya angkat. Umumnya flap ini digunakan pada pesawat besar, baik narrowbody maupun widebody.

2. Split flaps

Split flap. Foto: boldmethod.com

Sama seperti plain flap, split flap juga berfungsi menghasilkan gaya angkat pesawat. Hanya saja, gaya angkat yang dihasilkan split flap lebih besar sejalan dengan hambatan yang dihasilkan. Dari empat jenis flap, split flap sama sekali tidak mengubah desain sayap, berbeda dengan tiga lainnya yang mengubah bentuk sayap. Umumnya flap jenis ini ada di pesawat kecil.

Ilustrasi cara kerja split flaps. Foto: boldmethod.com

Baca juga: Laksana Cahaya Bintang, Inilah Arti Kelap-Kelip Lampu di Ujung Sayap Pesawat

3. Slotted flaps

Slotted flap. Foto: boldmethod.com

Slotted flaps atau flap berlubang, digunakan oleh pesawat kecil maupun besar. Hal itu karena flap jenis ini mempunyai dua fungsi, meningkatkan camber sayap dan membuka celah antar sayap. Dengan adanya aliran sayap dari arah bawah dan menerobos ke bagian atas sayap lewat celah tersebut, gaya lift pesawat yang dihasilkan cukup besar tanpa mengurangi drag pesawat secara berlebihan, seperti dua flap di atas.

Ilustrasi cara kerja slotted flaps. Foto: boldmethod.com
  1. 4. Fowler flaps
Fowler flap. Foto: boldmethod.com

Fowler flaps berbeda dengan tiga jenis flap sebelumnya. Flap jenis ini dalam prosesnya menambah luas sayap pesawat sehingga menciptakan gaya angkat yang cukup besar, dibantu dengan aliran udara dari bawah ke sela-sela flap layaknya slotted flap. Maka dari itu, tak jarang, flap ini juga kerap disebut fowler flap. Bedanya, fowler flap memiliki dua sela-sela antar sayap, sebagaimana gambar di bawah, sedangkan slotted flap hanya satu. Umumnya flap jenis ini ada pada pesawat jet berbadan lebar.

Ilustrasi cara kerja fowler flaps. Foto: boldmethod.com

Leave a Reply