Rel Bengkok Akibat Panas Masih Jadi Momok Menakutkan di Dunia Perkeretaapian

Ilustrasi rel kereta api

Sebagai operator kereta api di Inggris, Network Rail memiliki aset sekira 20.000 mil jalur kereta, lebih dari 2.500 stasiun, dan berbagai peralatan signaling, telekomunikasi, hingga saluran udara. Selain dituntut untuk menjaga dan mengoperasikan keseluruhan aset tersebut, pihak Network Rail juga harus memperhatikan sejumlah faktor eksternal yang dapat menunjang kelancaran pengoperasiannya, salah satunya adalah faktor cuaca.

Baca Juga: Kenapa Kereta Tidak Bisa Menembus Rel Yang Tergenang Banjir? Ini Dia Jawabannya!

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, kondisi cuaca yang terik dapat menimbulkan efek tersendiri pada rel kereta. Sifat besi (rel) yang mampu menyerap dan menampung panas memberikan ancaman tersendiri pada kelancaran operasi Network Rail dan juga seluruh operator kereta lainnya. Sebut saja kondisi rel yang memuai atau melengkung menjadi salah satu momok yang harus mendapat perhatian lebih dari para operator kereta.

Kendati belakangan ini sudah banyak tersiar kabar soal teknologi drone yang mampu memeriksa kelaikan dari jaringan rel kereta api, namun tampaknya inovasi ini masih kurang mampu untuk menjadi jalan keluar terbaik dari masalah ini. Kalau sudah seperti ini, kira-kira apa saja yang akan terdampak semisal rel kereta ini mengalami kendala akibat panas? Berikut KabarPenumpang.com petakan kemungkinan masalah yang akan timbul akibat faktor alam ini, dikutip dari laman railtechnologymagazine.com.

Penundaan Keberangkatan
Hal ini sering kali terjadi di jaringan perkeretaapian dunia, dengan apapun alasan yang melatarbelakanginya – tidak terkecuali masalah pada rel yang diakibatkan oleh panas. Seperti yang sudah disebutkan di atas, panas dapat menyebabkan rel memuai dan bengkok sehingga sabungan antar rel menjadi renggang. Jika rel renggang, tidak menutup kemungkinan kereta akan anjlok.

Pembatalan Keberangkatan
Ini merupakan dampak lanjutan dari poin di atas. Kerusakan yang cukup parah akibat rel yang terpancar terik mampu membuat kacau satu jadwal keberangkatan kereta.

Penelitian Untuk Mencari Jalan Keluar
Sebut saja proyek Summersense yang dilakukan oleh University of Birmingham pada tahun 2014 hingga 2016. Proyek ini menyellidiki soal dampak panas terhadap infrastruktur kereta api yang terletak di Inggris Tenggara. Sejumlah penelitian lain yang berfokus pada kasus ini pun dilakukan oleh beberapa institusi lain.

Baca Juga: Ardenna Kembangkan Drone yang Mampu Deteksi Rintangan di Sepanjang Rel Kereta

Manajemen Risiko Panas
Penelitian lain yang berfokus pada dampak dari panas pada rel adalah manajemen risiko panas. Secara garis besar, manajemen risiko panas membantu menargetkan pemeliharaan rutin terhadap aset yang berpotensi mengalami kerusakan akibat panas.