S-Bahn, Jaringan Kereta Komuter Tulang Punggung Transportasi di Negeri Bavaria

S-Bahn. Sumber: The Local Germany

Setelah pada pemberitaan sebelumnya disebutkan bahwa nama O-Bahn muncul sebagai salah satu opsi moda transportasi berbasis massal baru yang tengah dikaji pemerintah untuk bisa mengentaskan masalah kemacetan yang ada di Jakarta, ternyata di negara asalnya, Jerman, O-Bahn tidak berjalan sendiri dalam beroperasi mengangkut penumpang. Terdapat Bahn Bahn lain, seperti U-Bahn, S-Bahn, hingga Autobahn. Nah, kira-kira apa perbedaan dari semua Bahn Bahn tersebut? Apakah mereka semua beroperasi di bawah operator yang sama?

Baca Juga: Tengah Dikaji Pemerintah, Apakah O-Bahn Bakal Mengular di Indonesia?

Sebelum melangkah lebih jauh, kata Bahn (bahasa Jerman) sendiri jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti kereta.

Sebagaimana yang sudah diberitakan sebelumnya, O-Bahn merupakan moda transportasi yang menggabungkan elemen-elemen dari sistem bus dan kereta api ini memiliki jalur yang dibangun secara khusus. Tak hanya melalui jalur khusus, O-Bahn juga bisa melaju di jalur biasa. Kendaraan percampuran antara Bus Rapid Transit (BRT) dan Light Rapid Transit (LRT) ini mampu mengangkut 20 persen lebih banyak dibandingkan TransJakarta.

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, S-Bahn merupakan jenis kereta hybrid urban – suburban yang melayani wilayah metropolitan. Beberapa kereta S-Bahn yang berukuran besar menyediakan layanan yang mirip dengan rapid transit systems, sedangkan kereta S-Bahn yang berukuran kecil lebih menyerupai kereta komuter atau kereta regional.

Jika bisa disederhanakan dan dibandingkan apple-to-apple, peran S-Bahn di Jerman hampir mirip dengan Commuter Line Jabodetabek yang ada di Ibukota – dimana kedua moda transportasi ini sama-sama menangkut penumpang dalam jumlah yang masif dan waktu keberangkatan dari setiap wahananya sangatlah singkat. Jaringan kereta S-Bahn semacam ini sangat populer dan menjadi tulang punggung transportasi bagi masyarakat di Negara Bavaria.

Baca Juga: Dilengkapi 17 Stasiun, LRT Jabodebek Siap Mengular di 2021

Ambil contoh Berlin S-Bahn, dimana jaringan kereta ini memiliki 15 jalur dan dilengkapi dengan 166 stasiun di seluruh jaringannya. Dioperasikan oleh S-Bahn Berlin GmbH, jaringan kereta ini mampu mengangkut hingga 1.060.000 penumpang setiap harinya.

Tidak seperti O-Bahn yang mampu beroperasi di ‘dua alam’, S-Bahn ini hanya mampu mengular di atas rel saja. Maka dari itu tadi disebutkan bahwa S-Bahn sebenarnya hampir mirip dengan commuter line Jabodetabek.