Saat Tarif Tiket Melambung, AirAsia Justru Tidak Turunkan Tarif, Ini Alasannya!

0
(Lombok Insider)

Tarif penerbangan maskapai berbiaya rendah (LCC) kini tengah melambung tinggi. Karena itu pemerintah mengupayakan berbagai cara untuk menurunkan tarif tersebut, salah satunya dengan menurunkan tarif batas atas tiket pesawat.

Baca juga: Alokasikan 3.348 Kursi di 62 Penerbangan, Citilink Resmi ‘Turunkan’ 50 Persen Harga Tiket

Bahkan pemerintah membuat kebijakan diskon tarif hingga 50 persen untuk tiket pesawat berbiaya hemat di rute dan jadwal penerbangan tertentu. Permintaan penurunan tarif tiket ini diberlakukan untuk Citilink dan Lion Air pada waktu-waktu tertentu yang dimulai pada Kamis (11/7/2019) kemarin.

Namun, penurunan harga tiket dan diskon 50 persen tidak dimintakan kepada maskapai berbiaya hemat AirAsia. Pasalnya maskapai ini memiliki jumlah rute dan jadwal penerbangan yang tergolong dalam kategori diskon sangat sedikit.

Dirangkum dari berbagai laman sumber oleh KabarPenumpang.com, selain itu ternyata tiket AirAsia masih dibawah 50 persen dari tarif batas atas. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, meski tarif tiket AirAsia sudah berada dibawah 50 persen dari tarif batas atas, dia meminta maskapai tersebut tidak menaikkan harga tiketnya lagi.

“Kita cuma bilang, you (AirAsia) jangan mentokkan ke 50 persen loh. Karena you sudah di bawah itu. Nanti jangan gara-gara ini, ‘ah aku ambil 50 aja sekalian sekarang’. Kita udah ingatkan itu,” ujar Darmin yang dikutip dari kompas.com (9/7/2019).

Head of Communications AirAsia Group Audrey Progastama Petriny mengkonfirmasi hal tersebut dan mengatakan, yang disampaikan pemerintah betul adanya dimana AirAsia tidah termasuk yang harus memberikan diskon karena sejak awal tidak menaikkan tarif tiket pesawat. Meski pangsa pasar AirAsia di penerbangan domestik Indonesia baru dua persen, tetapi efisiensi besar-besaran menjadi strategi maskapai asal Malaysia ini untuk menjaga harga tiket tetap murah.

“Satu pesawat kami bisa diutilisasi 12-13 jam per hari, relatif lebih tinggi dibandingkan maskapai lain,” kata dia.

Tak hanya itu, AirAsia sejak awal juga hanya menggunakan satu tipe pesawat yang sama atau single-type operations, yaitu Airbus. Saat ini AirAsia Indonesia mengoperasikan 25 unit pesawat Airbus A320-200.

Dengan menerapkan prinsip tersebut, biaya yang terkait dengan lisensi dan pelatihan awak pesawat, awak kabin, staf darat, teknisi perawatan pesawat serta staf operasi menjadi sangat minim. Selain itu, pengoperasian satu jenis pesawat juga membuat pengelolaan suku cadang AirAsia juga menjadi lebih efisien.

“Grup kami juga mengoperasikan lebih dari 200 pesawat. Secara economy of scale, kami bisa membeli dengan negosiasi harga yang lebih murah,” lanjut Audrey.

Sebelumnya, pemerintah meminta Citilink dan Lion Air menurunkan harga tiketnya pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu untuk jam penerbangan pukul 10.00 hingga 14.00. Kedua maskapai itu harus menjual tiketnya 50 persen dari TBA yang telah ditentukan.

Baca juga: Per 10 Juli, Lion Air Berikan Tarif Promo 50 Persen Mulai Rp1,4 Jutaan untuk Rute ke Indonesia Timur

Namun, diskon itu hanya berlaku untuk 30 persen dari total keseluruhan kursi yang tersedia dalam satu pesawat. Kebijakan ini berlaku mulai 11 Juli 2019 di seluruh bandara yang ada di Indonesia. Aturan ini hanya berlaku untuk penerbangan yang menggunakan pesawat bermesin jet saja.

Leave a Reply