Saingi Jerman, SINTEF Fokuskan Penggunaan Bahan Bakar Hidrogen di Norwegia

0
Sumber: eco-business.com

Nampaknya, penggunaan energi surplus dari energi terbarukan untuk menghasilkan bahan bakar hidrogen bukan lagi sebagai angan-angan semata. Terbukti, beberapa moda transportasi berat seperti truk, kereta api, dan kapal mulai melakukan uji coba terhadap penggunaan bahan bakar masa depan ini. Salah satu alasan dibalik perencanaan penggunaan bahan bakar baru ini adalah untuk mengurangi polusi, karena residu pembakaran hidrogen adalah air, jadi tidak akan ada polusi.

Baca Juga: Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api

Menurut kelompok riset asal Norwegia, Stiftelsen For Industriell Og Teknisk Forskning (SINTEF), menghasilkan dan menyimpan hidrogen dari energi surplus terbarukan yang kemudian dapat digunakan sebagai bahan bakar merupakan sebuah pemikiran ekonomik yang brilian, pasalnya dengan menggunakan bahan bakar hidrogen maka metode propulsi setiap penggunanya akan menjadi lebih baik, baik moda penumpang hingga moda angkutan barang.

Penelitian dan pengembangan sistem bahan bakar hidrogen ini sudah berlangsung sejak tahun 1980 silam, dimana mereka berupaya untuk membuat sebuah sel bahan bakar yang dapat bersaing di pasaran. Walaupun sistem bahan bakar baru ini sudah mulai digunakan di beberapa pasar, namun Wakil Presiden SINTEF bagian pemasaran, Steffen Møller-Holst memprediksi bahan bakar hidrogen ini akan laku keras di luar sana. “Di Jepang, 150.000 sel bahan bakar seperti ini dipasang di rumah tangga untuk menghasilkan tenaga dan panas, dan di Amerika Serikat lebih dari 10.000 forklift bertenaga hidrogen beroperasi di gudang dan pusat distribusi,” ujar Steffen sebagaimana KabarPenumpang.com lansir dari eco-business.com (3/7/2017).

Norwegia juga sedang mengerjakan sebuah rencana untuk membuat perkeretaapiannya lebih hijau, menjalankan kereta jarak jauh dengan hidrogen sebagai alternatif jalur electrifying yang saat ini dioperasikan oleh lokomotif diesel. “Di Jerman, kereta berbahan bakar sel pertama sudah menjalani uji coba, dan Norwegia adalah satu dari banyak negara Eropa yang tengah mempertimbangkan kereta bertenaga hidrogen berdasarkan kesimpulan dari sebuah studi yang dilakukan oleh SINTEF untuk Direktorat Kereta Api Norwegia,” terang Steffen. Iapun optimis Norwegia mampu menyaingi Jerman.

Baca Juga: North Carolina Canangkan Halte Bus dengan Tenaga Surya

Rencananya, revolusi truk hidrogen dimulai di Norwegia karena pedagang makanan terbesar di negara tersebut, ASKO, mengatakan bahwa penggunaan hidrogen dinilai akan lebih praktis dibandingkan dengan penggunaan tenaga lainnya. Truk bertenaga hidrogen pertama rencananya akan dikirimkan pada tahun 2018 mendatang.

Sementara itu, Anders Ødegård selaku manajer proyek dari departemen teknologi energi berkelanjutan SINTEF mengatakan penggunaan baterai untuk menyalakan sebuah truk heafy duty akan sangat mahal. “Baterai itu juga akan berukuran sangat besar dan berat sehingga kapasitas muatan truk akan sangat berkurang,” imbuhnya.

Empat wilayah di Jerman sementara ini memimpin dalam penggunaan sel bahan bakar hidrogen di kereta api. Mereka telah menunjuk 100 kereta penumpang bertenaga hidrogen, yang pertama sudah menjalani uji coba, dan teknologinya diharapkan siap untuk kereta barang sebelum tahun 2025 mendatang.

Leave a Reply