Salah Kostum Halloween, Karyawan JetBlue Dicekal Netizen!

0
Sumber: istimewa

Perayaan Halloween yang jatuh pada tanggal 31 Oktober kemarin tentu saja meninggalkan kesan tersendiri bagi siapa saja yang merayakannya. Selain bisa dengan bebas mengenakan kostum yang bertemakan horror, Anda juga dapat menjalin komunikasi dengan rekan kerja secara lebih luwes ketimbang biasanya. Namun apa jadinya jika Halloween meninggalkan kesan buruk? Tentu ini akan menjadi sebuah pengalaman tak terlupakan, ya!

Baca Juga: Rayakan Halloween, Inggris Buka Tur Kereta dan Kanada Gelar “Bus Hantu”

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman detik.com (4/11), seorang karyawan dari maskapai JetBlue di Fort Launderale-Hollywood International Airport memilih untuk mengenakan baju tunawisma dari Karibia sebagai kostum Halloween-nya.

Guna melengkapi penampilannya, karyawan wanita ini membawa sebuah karton bertuliskan “Tunawisma, butuh bantuan agar bisa kembali ke Puerto Rico atau Kuba”

Tentu saja kostum yang digunakan oleh karyawan JetBlue ini menuai reaksi keras dari warganet yang melihat unggahan ini di jejaring sosial Twitter. Banyak dari warganet yang menilai bahwa kostum tersebut tidak digunakan dengan tepat, mengingat baru-baru ini Puerto Rico baru saja ditimpa bencana Badai Maria yang setidaknya merenggut 2 ribu nyawa dan menghancurkan sebagian besar wilayah Puerto Rico.

Menanggapi respon keras netizen atas penggunaan kostum ini, pihak JetBklue melalui Corporate Communications Managernya, Derek Dombrowski mengatakan, “kami meminta maaf atas pilihan kostum dari karyawan kami,”

“Kru kami dipersilakan merayakan Halloween dengan kostum pilihan, tapi salah satu di antaranya memilih kostum yang jelas-jelas tidak peka dan tak sesuai dengan kebijakan kostum kami,” tandasnya.

Derek mengaku sudah menindaklanjuti kasus salah kostum Halloween ini, dan hingga kini proses peradilan masih bergulir.

Baca Juga: Tak Pandang Bulu, Langgar Tata Cara Berpakaian Bisa Depak Penumpang dari Penerbangan

“Situasi ini sudah langsung kami tindaklanjuti dan kami minta maaf kepada siapa pun yang merasa tersinggung,” tutupnya.

Lebih lanjut, Derek lebih memilih untuk tetap merahasiakan identitas dari karyawan terkait, guna melindungi citra dan keselamatannya.

Leave a Reply