Sambut New Normal, Bandara Changi Kerahkan Robot Pembersih dan Toilet Tanpa Kontak

0

Bandara Changi, Singapura belum lama ini tengah sibuk mengujicoba langkah-langkah terbaru menghadapi pembukaan kembali penerbangan secara bertahap. Saat ini, Singapura memang masih menerapkan pembatasan perjalanan, utamanya internasional, untuk mencegah kasus impor corona.

Baca juga: Bandara Changi Hadirkan Transit Holding Areas untuk Penumpang Singapore Airlines

Dilansir Bloomberg, langkah-langkah yang dimaksud terkait banyak hal, mulai dari check-in kiosks berlapis cairan disinfektan anti-mikroba, sekat akrilik di check-in counter, robot pembersih yang menyemprotkan disinfektan secara otomatis, hingga toilet tanpa sentuhan. Disebutkan, semua itu hanyalah beberapa langkah terbaru otoritas bandara dalam menghadapi new normal selama pandemic Covid-19.

Selain mempersiapkan diri menghadapi pembukaan kembali perjalanan udara dalam dan luar negeri seperti sediakala, Bandara Changi Singapura beberapa waktu lalu juga dikabarkan telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan enam kota dan provinsi di Cina. Utamanya, kerjasama tersebut terkait dengan perjalanan bisnis.

Tak hanya Cina, Bandara Changi Singapura juga bergerak cepat dengan menggandeng beberapa negara, seperti Malaysia, Selandia Baru, dan Korea Selatan. Posisi tawar, nama besar, dan status Singapura sebagai hub penerbangan internasional di Asia Tenggara menjadikan mudah bagi bandara tersebut untuk menjajaki kerjasama perjalanan bisnis oleh berbagai negara.

Senada dengan Bandara Changi, flag carrier negara itu, Singapore Airlines (SIA) juga telah mempersiapkan diri selama fase pembukaan penerbangan secara bertahap. SIA belum lama merilis fitur companion app pertama di dunia.

Dengan companion app pertama di dunia itu, nantinya pelanggan tak perlu lagi mengakses atau mengendalikan KrisWorld, sistem hiburan dalam penerbangan (IFE) SIA, dengan berbagai sentuhan dilayar IFE secara langsung, melainkan dapat dengan mudah mengaturnya melalui perangkat seluler pribadi. Jadi, mengurangi sentuhan di berbagai benda di pesawat selama penerbangan.

Sejak Singapura mulai kembali membuka diri pada 2 Juni lalu, perlahan sederet aturan new normal memang telah menerapkan sederet peraturan ketat. Dari banyak negara yang telah mengeluarkan berbagai kebijakan new normal, sejauh ini, Singapura menjadi negara pertama yang membedakan pemakaian face shield dan masker.

Di Singapura, face shield umumnya hanya digunakan oleh anak-anak berusia balita atau maksimal 12 tahun, pengidap gangguan pernapasan, penyakit kulit di sekitar wajar atau alergi, guru di sekolah, hingga penyandang disabilitas yang mengandalkan mimik wajah untuk berkomunikasi. Selebihnya, mereka tetap harus menggunakan masker tanpa terkecuali.

Baca juga: Berkah Covid-19, Singapore Airlines Tawarkan Companion App Pertama di Dunia, Ini Kegunaannya

Guna menertibkan aturan tersebut, otoritas Singapura juga telah mengerahkan robot anjing. Robot-robot umumnya disiagakan di pusat-pusat keramaian, salah satunya seperti taman.

Robot anjing Singapura ini dibekali dengan teknologi AI dan kamera canggih untuk mendeteksi kerumunan masyarakat dan mengingatkannya bila mereka tidak menerapkan physical distancing; termasuk di dalamnya mendeteksi atau mengingatkan bila warga kedapatan tidak menggunakan masker atau face shield.

Leave a Reply