Sebelum Diterpa Ledakan Besar, Lebanon Tahun 60-an Pernah Jadi Destinasi Favorit Pramugari dan Pilot

0
Lebanon pernah jadi destinasi wisata favorit di dunia pada tahun 50-60an. Foto: CNN

Lebanon hari ini tengah berkabung. Ratusan nyawa melayang dan ribuan lainnya luka-luka akibat ledakan besar yang terjadi di kota Beirut, tepatnya di kawasan pelabuhan. Dalam sekejap, Beirut Lebanon pun luluh lantak.

Baca juga: Tujuh Alasan Lebanon Wajib Dikunjungi, Nomor 4 Bikin Anda Tak Mau Pulang

Padahal, tepat di tempat terjadinya ledakan besar, Beirut pernah jadi playground atau taman bermain paling favorit di dunia. Setidaknya ada lima lokasi yang menjadi satu kesatuan utuh dalam memanjakan pengalaman wisatawan di negara berjuluk Paris of the Middle East itu. Dilansir CNN International, berikut lima destinasi favorit di Lebanon tahun 50-60an.

1. Saint George Yacht Club & Marina

Saint George Yacht Club & Marina. Foto: CNN

Saint George merupakan club pertama yang dibuka di pantai Beirut pada tahun 1930. Club tersebut juga terhubung langsung dengan hotel kenamaan di Beirut.

Beberapa nama besar di dunia kala itu pun tak sungkan untuk menghabiskan waktu di sini, seperti Brigitte Bardot, Peter O’Toole, hingga Raja Farouk dari Mesir. Tak lupa, Saint George Yacht Club & Marina juga jadi sarang agen mata-mata dunia. Yang ternama, Kim Philby, perwira MI6 Inggris diketahui pernah memata-matai Soviet selama 30 tahun lebih.

Sayangnya, tempat tersebut hancur akibat perang saudara pada 1975-1990. Meskipun saat ini sudah kembali dipercantik, namun, rendahnya upaya menjaga nilai-nilai sejarah tempat itu oleh sang pemilik membuatnya kini sedikit terpinggirkan dibanding destinasi sejenis lainnya di dunia.

2. Spaghetteria Italiana

Spaghetteria Italiana. Foto: CNN

Terletak di jalan Ain el Mreisse, atau lokasi paling modis di Beirut, Lebanon, restoran ini menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan, baik untuk mengisi perut maupun sekedar menikmati suasana kota.

Disebut lokasi paling modis, sebab, restoran itu dikelilingi oleh hotel-hotel mewah dan deretan apartemen dengan furniture berkelas, eks kedutaan besar Perancis dan Amerika, Bar, Lounge, Pub, Diskotek, dan Club di Rue de Phenicie, serta meja-meja restoran Italia klasik yang dipenuhi oleh para model, politisi, jurnalis, dan turis sepanjang malam.

Selain itu, jalan Ain el Mreisse juga merupakan lokasi favorit para wisatawan dan penduduk kota untuk menghabiskan kopi sambil menghisap cerutu, mengingat Lebanon merupakan negara dengan konsumen rokok terbesar ke-3 di dunia setelah Belarus dan Montenegro.

3. The Sporting Club

The Sporting Club. Foto: CNN

The Sporting Club di Beirut merupakan saduran dari jenis serupa di Monte Carlo, Monako. Tempat ini didirkan pada 1952 dan langsung mencuri perhatian wisawatan dunia karena view mewahnya langsung menghadap ke Laut Mediterania. Untuk ukuran kala itu, keberadaan club tersebut tentu sangat nyentrik di Timur Tengah, mengingat negara lain di sekitarnya masih belum banyak berkembang.

4. The Duke of Wellington Pub

The Duke of Wellington pub. Foto: CNN

Pub yang berada di Mayflower Hotel ini menandakan gelombang Anglofilia (orang yang mencintai kebudayaan Inggris) di Beirut pada tahun 50-60-an. Pada masa kejayaannya dahulu, pub itu merupakan lokasi favorit turis, jurnalis, pramugari, hingga pilot untuk menikmati suasana kota sambil berbincang dengan komunitas.

Baca juga: Asaad Namroud, Saksi Sejarah Bahwa Jaringan Kereta di Lebanon Pernah Besar dan Eksis

5. Pepe Abed Byblos Fishing Club

Pepe Abed Byblos Fishing Club. Foto: CNN

Club tersebut terinsipirasi dari sebuah gubuk tua di situs bersejarah pelabuhan Fenisia kuno Byblo. Di masa kejayaannya, sejak pertama kali berdiri pada tahun 1960-an, pengunjung bakal dimanjakan dengan sajian ikan segar, mezze (hidangan khas negara-negara Balkan), wine Lebanon yang terkenal seantero dunia, sambil menikmati iklim Mediterania yang bersahabat serta pemandangan laut biru nan indah.

Hanya saja, kini, club tersebut sudah kehilangan daya magisnya dan ditinggal pengunjung untuk beralih ke club lain yang lebih bernilai.

Leave a Reply