Sejak Dahulu, Hubungan Antara Rel Kereta dan Batu Kerikil Tak Terpisahkan

batu kerikil di rel kereta api

Batu kerikil biasanya banyak di gunakan untuk menjadi campuran semen saat membangun sebuah bangunan. Tapi selain itu juga banyak kegunaannya. Nah, sebagai penggguna kereta listrik (KRL) atau kereta api, pastinya sering lihat banyak batu kerikil di rel kereta api. Itu bukanlah suatu kebetulan apalagi kereta api yang melaju diatas kecepatan 100 km per jam.

Baca juga: Jangan Asal Pilih Ban, Inilah Dua Jenis Ban yang Lumrah Digunakan

Dengan kecepatan seperti ini penumpang di dalam gerbong akan merasakan getaran meski kereta api memiliki pegas. Adanya batu kerikil juga membantu pegas yang kurang mampu menahan goncangan.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, selain menahan goncangan ternyata ada fungsi lainnya. Nah, simak ya penjelasan fungsi batu kerikil di rel kereta api.

1. Sebagai bantalan pemberat
Rel kereta sendiri terbagi dua bagian yakni sepasang rel panjang dari baja sebagai lintasan. Kedua adalah bantalan berupa batangan baja atau beton bahkan kayu yang fungsinya sebagai penahan daya tekanan agar rel tidak tenggelam. Sedangkan batu kerikil yan terdapat disekitarnya sebagai pemberat dan membantu rel agar tetap stabil sehingga kereta api bisa melaju dengan baik dan aman.

2. Penahan getaran
Batu kerikil di saat bersamaan juga bisa menjadi penahan getaran ketika kereta api melintas. Bayangkan dengan ukuran dan berat kereta api yang terbuat dari logam hanya di sanggah sepasang baja bagaimana jadinya? Pasti akan menghasilkan gaya yang sangat besar. Sehingga dengan adanya batu kerikil, goncangan yang terjadi bisa berkurang serta memperpanjang usia rel.

3. Mencegah erosi
Dengan iklim Indonesia yang punya curah hujan tinggi, menjadi perhitungan sendiri bagi peletakan batu kerikil di sekitar kereta. Alasannya adalah saat hujan dan banjir tiba tidak berakibat pada pengikisan dan erosi tanah yang berada tepat dibawah railway. Sebab erosi bisa mengakibatkan tanah anjlok atau ambles dan mengakibat kecelakaan fatal.

4. Menghambat tumbuhnya tanaman liar
Selain tiga di atas, rerumputan atau tanaman liat sekitat rel secara langsung atau tidak bisa menggemburkan tanah di bawahnya dan mengakibatkan tanah d bawah rel labil. Adanya kerikil bisa menghalangi cahaya matahari menyinari tanah dan presentase tumbuhnya tanaman akan semakin kecil.

Nah, tapi ada beberapa rel kereta yang tidak memiliki batu kerikil. Seperti rel yang di bangun di atas jembatan atau jalan raya. Hal ini karena jembatan rel kereta api dirancang khusus agar menahan getaran.

Baca juga: Kisah Stasiun Batutulis, Pernah Mati Suri dan Terlupakan

Selain itu tidak akan ada tanaman liar yang tumbuh dan erosi. Hal ini juga berlaku di jalan raya karena aspal dan semen bisa memggantikan kerikil dengan baik.