Sejarah Ibadah Haji Sejak 1.400 Tahun Lalu: Pernah 20 Tahun Ditiadakan Gegara Hajar Aswad Dicuri!

0
Ilustrasi haji tempo dulu. Foto: Flickr

Pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 masehi atau 1442H resmi ditiadakan. Arab Saudi hanya mengizinkan pelaksanaan ibadah haji oleh para ekspatriat dan warga yang bermukim di sana.

Baca juga: Kisah SS Voorwaarts, Kapal Uap Italia Bekas Pengangkut Jamaah Haji dan Orang Jawa ke Suriname

Kendati sulit diterima, namun sebetulnya itu masih lebih baik ketimbang di masa lalu, dimana ibadah haji benar-benar ditiadakan sama sekali, baik oleh umat Islam di Indonesia dan dunia serta umat Islam di Arab Saudi bahkan penduduk Mekkah-Madinah sekalipun.

Sejarah ibadah haji sejak 1400 tahun lalu atau pasca hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke dari Mekkah ke Madinah mencatat, pelaksanaannya pernah beberapa kali terganggu bahkan sampai benar-benar ditiadakan sampai lebih dari 20 tahun lamanya. Setidaknya, seperti dilansir Smithsonian Magazine, ada tiga penyebab umum yang melatarbelakangi hal itu.

1. Konflik bersenjata

Sejak berdirinya Kerajaan Saudi pada tahun 1932, beberapa kali wabah pernah mengganggu pelaksaan ibadah haji. Namun tidak sampai ditiadakan, sebagaimana tahun 930. Ketika itu, sekte Ismailiyah, sebuah komunitas minoritas Syiah yang dikenal sebagai Qarmatians, menyerbu Mekkah lantaran percaya bahwa ibadah haji merupakan ritual pagan.

Orang-orang Qarmatian kemudian membunuh jamaah haji dan membawa kabur hajar aswad, yang diyakini batu dari surga, untuk kemudian disimpan di benteng mereka di Bahrain.

Sejak saat itu, pelaksaan ibadah haji ditiadakan sampai 20 tahun lebih, sampai akhirnya Dinasti Abbasiyah, yang berkuasa sejak tahun 750-1258, membayar sejumlah uang tebusan untuk membawa pulang hajar aswad kembali ke Mekkah.

2. Gesekan politik

Perbedaan politik berujung konflik sering membuat pelaksanaan ibadah haji terganggu. Namun memang tak separah ketika hajar aswad dicuri. Pada tahun 983, para penguasa Fatimiyah Mesir mengaku sebagai pemimpin Islam sejati dan menentang kekuasaan dinasti Abbasiyah di Irak dan Suriah.

Alhasil, gesekan politik ini membuat jamaah haji di Mekkah-Madinah tak bisa melaksanakan ibadah haji selama delapan tahun sampai tahun 991.

Baca juga: Tak Hanya Kasus ABK WNI, Larung Jenazah Sudah Dilakukan Sejak Perjalanan Haji di Masa Lalu

Pernah juga ketika serbuan militer Napoleon yang bergesekan dengan Inggris, membuat jamaah haji dari seluruh dunia tertahan pada tahun 1798 dan 1801.

3. Virus, wabah, dan penyakit

Penyakit dan bencana alam pernah mewabah di seluruh dunia di masa lalu sebagaimana virus Corona dan menyebabkan ibadah haji batal pada tahun 967, beberapa tahun sepanjang abad ke-19 dan awal abad ke-20, wabah kolera pada tahun 1858, wabah pes di India pada tahun 1831, kekeringan dan kelaparan di bawah Dinasti Fathimiyah pada  tahun 1048, MERS pada 2012-2013, isu HAM antara Qatar-Arab pada 2017 dan 2018 serta lain sebagainya.

LEAVE A REPLY