Sejumlah Bandara Mulai Uji Coba Face Recognition, Seberapa Amankah Pengaplikasiannya?

0
Sumber: luchtzak.be

Dewasa ini, penggunaan teknologi face recognition memang sudah mulai diterapkan di sejumlah bandara. Tujuannya adalah untuk mempercepat alur pemeriksaan penumpang di dalam bandara, sehingga penumpukan seperti di zona imigrasi dan zona pemeriksaan keamanan. Kehadiran dari teknologi ini juga sejatinya bisa digambarkan sebagai penanda perkembangan zona aviasi global, mengingat sejumlah pengamat mengatakan bahwa permintaan penerbangan di masa yang akan datang akan meningkat secara drastis.

Baca Juga: Fasilitas Pertumbuhan Penumpang, Bandara Global Bakal Terapkan Teknologi Biometrik

Nah, diantara sekian banyak bandara di luar sana, ada beberapa bandara yang mulai menerapkan teknologi face recognition ini guna menunjang pengoperasian dan kelancaran arus penumpang di dalamnya. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman biometricupdate.com, Rome – Fiumicino International Airport (FCO) atau yang kerap disebut sebagai Leonardo da Vinci Airport ini akan menguji coba teknologi biometrik face recognition untuk memverifikasi identitas penumpang yang hendak berangkat di konter check-in. Menurut informasi yang dirilis oleh pihak pengelola bandara, teknologi yang didukung oleh Enac dan Kepolisian Negara ini akan menjadi yang pertama di Negeri Pizza.

Lain cerita dengan yang dialami oleh San Francisco International Airport (SFO), dimana pihak pengelola bandara menggaet ID Telos yang akan menyediakan teknologi biometrik untuk pemeriksaan latar belakang Designated Aviation Channeling (DAC) yang telah disetujui oleh Transportation Security Administration (TSA). Mengutip dari laman sumber lain, DAC yang dikembangkan oleh ID Telos ini merupakan penawaran modular berbasis web yang memungkinkan bandara dan pihak maskapai untuk memilih layanan mana yang mereka butuhkan. ID Telos menyesuaikan portal web yang aman sesuai dengan kebutuhan para penggunanya dan memungkinkan mereka untuk melakukan banyak fungsi pada satu platform.

Berbeda dengan kedua bandara di atas, Haneda Airport yang ada di Tokyo akan menggunakan teknologi biometrik ini untuk menampilkan estimasi waktu tunggu penumpang di terminal keberangkatan. Dalam meluruskan upaya peningkatan pelayanan kepada penumpang, pihak bandara menggaet NEC yang namanya sudah cukup mashyur di dunia teknologi.

Baca Juga: Identifikasi Biometrik di Bandara Canberra Mencapai Akurasi 94 Persen

Namun kendati canggih dan terdengar menjanjikan, bukan berarti teknologi biometrik ini tidak memiliki kelemahan. Identitas diri Anda yang ‘didaftarkan’ kepada pihak penyedia layanan terkait (seperti bandara, stasiun kereta, dan lain sebagainya) bisa saja sewaktu-waktu bocor dan disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Seram, bukan?

Leave a Reply