Selain Menawarkan Sejumlah Keuntungan, Penerbangan Langsung Internasional dari Daerah Mengundang Kerawanan

0
Indra Setiawan

Semangat otonomi daerah yang ditunjang infrastruktur penerbangan yang kian memadai membawa manfaat signifikan bagi perekenomian dan wisata di daerah yang bersangkutan. Ditambah gairah Pemerintah Daerah yang ingin mendongkrak pundi pendapatan dari sektor pajak, maka upaya membuka penerbangan langsung dari daerah ke luar negeri mulai gencar dijalankan.

Baca juga: Mulai 27 September 2019, Garuda Indonesia Buka Rute Manada-Davao

Bagi warga masyarakat di daerah yang bersangkutan, dibukanya akses penerbangan langsung ke negara tetangga jelas berita baik. Maklum, bila sebelumnya untuk menuju Singapura atau Kuala Lumpur, warga di Riau harus transit ke hub di Soekarno-Hatta, maka kini bisa dinikmati penerbangan langsung yang notabene punya jarak lebih dekat ke bandara tujuan. Seperti yang paling baru dibukanya penerbangan langsung Manado-Davao di Mindanao, Filipina.

Selain aksesbilitas dan durasi perjalanan menjadi lebih cepat ke bandara tujuan, bagi warga daerah, langkah penerbangan langsung akan mengurangi beban tarif, lantaran ongkos terbesar di sektor dirgantara adalah biaya bahan bakar. Dengan rute yang dipersingkat, sudah barang tentu berimbas pada penawaran tiket yang lebih affordable bagi semua kalangan.

Meski jelas membawa sejumlah faedah, penerbangan langsung dari daerah-daerah ke luar negeri juga punya implikasi tersendiri. Indra Setiawan, pengamat dirgantara yang pernah menjabat sebagai orang nomer satu di Garuda Indonesia memberikan tanggapannya kepada KabarPenumpang.com. Indra menyebut ada potensi ancaman pada keamanan nasional bila kebijakan penerbangan langsung dari daerah tidak diperhitungkan secara matang.

Beberapa poin yang layak menjadi perhatian adalah:
1. Dibukanya banyak bandara di daerah yang punya akses penerbangan langsung, maka otomatis Indonesia membuka ‘gerbang’ perbatasan baru, ini artinya akan menjadi pekerjaan ekstra bagi otoritas keamanan untuk melakukan upaya penangkalan pada upaya penyelundupan, human trafficking dan terorisme.

2. Dengan dibukanya spot baru untuk penerbangan langsung ke daerah, ada potensi yang banyak menikmati keuntungan justru maskapai asing, dimana maskapai asing cenderung lebih siap dalam aspek armada dan layanan pendukungnya.

3. Melihat kecenderungan akan banyak penerbangan langsung dari daerah ke Singapura dan Kuala Lumpur, maka seolah bakal menjadikan kedua bandara di dua negara tersebut sebagai hub. Kondisi ini kelak dapat menyulitkan penyusunan sistem jaringan antar moda udara dan darat.

Baca juga: Mantapkan Eksistensi Internasional, Citilink Buka Rute Banyuwangi – Kuala Lumpur

Bla melihat tren pembangunan infrastuktur bandara yang pesat di hampir setiap provinsi, maka bertambahnya jalur penerbangan langsung internasional dari daerah-daerah bukan kenicayaan lagi. Semoga setiap langkah dan kebijakan strategis telah diperhitungkan secara cermat oleh regulator dan tentunya pemerintah daerah itu sendiri.

Leave a Reply