Sempat Alami Gangguan Kelistrikan, MRT Jakarta Lakukan Penguatan pada Jointing

0
LIstrik mati di MRT Jakarta, penumpang dievakuasi. Foto: Media Indonesia

Belum lama ini kereta MRT Jakarta mengalami gangguan kelistrikan dan membuat kereta harus berhenti dan penumpang di dalamnya dievakuasi. Untuk itu, pihak MRT Jakarta langsung melakukan perbaikan jointing. Di mana mereka melakukan penguatan di delapan jointing atau sambungan kabel.

Baca juga: Integrasi Transportasi di Jakarta Mulai Berjalan, Nantinya Semua Konektivitas Tiket Bakal Sempurna

Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, setelah itu pihaknya juga melakukan pemeriksaan kabel secara menyeluruh bersama dengan PLN. Dia menyebutkan pemeriksaan visual juga dilakukan pada 20 lokasi jointing kabel 20 kV.

“Kita lakukan berbagai penyempurnaan sistem kelistrikan agar lebih handal. Penyempurnaan pengoperasian kereta untuk meminimalisir evakuasi penumpang di jalur dan meningkatkan keamanan dan keselamatan penumpang,” ujar William dalam forum jurnalis, Kamis (30/9/2021).

Ia menyebutkan, jaminan keselamatan dan kemanan ini bahkan diposting salah seorang penumpang hamil di laman media sosial. Dalam postingan itu, penumpang menunjukkan kesigapan petugas keamanan di lapangan melakukan evakuasi saat terjadi gangguan kelistrikan.

“Ada beberapa penumpang hamil dan disabilitas dan 305 orang di evakuasi dengan baik,” tambah William.

Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan terkait jaringan listrik yang ada di MRT Jakarta. Salah satunya adalah, bagaimana cara MRT Jakarta mengelola pemeliharaan kelistrikan di stasiun?

Atas hal ini, William menjelaskan bahwa pihaknya melakukan perawatan rutin setiap malam. Dia bahkan menjelaskan, mati listrik yang terjadi saat itu pun adalah insiden yang diluar perhitungan para staf. Di mana ditemukan ada kerusakan satu titik jointing kabel yang seharusnya belum mengalami kerusakan.

William menambahkan, karena itu pihak MRT melakukan pengecekan penyebab masalah tersebut.

“Kita cek, apa aspek pemeliharaan atau ada unsur karena pemeliharaan itu kurang berkala atau unsur lainnya. Kita sedang melakukan investigasi yang melibatkan tenaga ahli kompeten dan pihak eksternal KNKT, Kemenhub, Pemprov DKI, JICA. Dan diharapkan hasilnya keluar pada Oktober ini,” ungkap William.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya MRT Jakarta Mogok, Inilah Kronologi dan Sumber Pasokan Listrik yang Digunakan!

Lebih jelas, William mengatakan, penyelidikan tidak akan berlangsung singkat. Tetapi dia menegaskan bahwa masalah kelistrikan ini tidak akan menggangu perjalanan kereta fase 1 dan pembangunan fase 2.