SENVISYS, Sensor di Perlintasan Sebidang dengan Teknologi Pemantau Getaran

Ilustrasi perlintasan rel kereta api

Menyeberang rel kereta sebenarnya bukanlah masalah besar, namun terkadang perbedaan tinggi antar permukaan jalan raya dengan rel membuat penyeberang agak sulit, terlebih jika tinggi jalan sama rata. Dengan latar belakang di atas, startup Uni Eropa dengan proyek Railscope melakukan analisis kepada penumpang kereta di Eropa dan melakukan instalasi percontohan teknologi sinyal dengan basis getaran canggih sepanjang jalur kereta di Jerman.

Baca juga: Cegah Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Indian Railways Adopsi Teknologi Satelit

“Tes-tes ini sangat penting karena dapat melihat fungsionalitas dan keandalan teknologi kami. Kami memiliki solusi yang layak yang dapat memberikan perlindungan yang dibutuhkan pada penyeberangan kendaraan,” ujar koordinator proyek Railscope Houssam El Moutaouakil dari SENVISYS.

Dia mengatakan, perlintasan tempat penyeberangan dan persimpangan di dalam jalur kereta api melintas atau jalan setapak berada pada ketinggian yang sama dan diakui bahwa titik keselamatan sangat penting di setiap jaringan kereta api. KabarPenumpang.com merangkum dari laman cordis.europa.eu, bahwa banyak negara Uni Eropa yang masih mengoperasikan penyeberangan dengan ketinggian yang sama tanpa dukungan teknologi khusus.

“Di Jerman misalnya ada sekitar delapan ribu penyeberangan tanpa sinyal sama sekali,” ujar El Moutaouakil. Permasalahan lainnya banyak perlintasan penyeberangan ini yang terletak di lingkungan pedesaan yang sepi lalu lintas. Sementara teknologi dari SENVISYS sendiri bertujuan untuk mengatasi masalah dengan menyediakan sistem pendeteksian awal yang aman dan ekonomis melalui sensor lewat deteksi getaran.

Sensor ini mampu mendeteksi kereta dari jarak lima kilometer dan kemudian terus memantau mereka pada kecepatan, arah dan posisi atau jalur mana kereta tersebut melaju. Informasi ini sendiri kemudian dikirimkan ke sinyal persimpangan penyeberangan untuk memastikan keselamatan bagi penumpang kereta api, kendaraan serta pejalan kaki yang melintas.

El Moutaouakil yakin bahwa teknologi ini dapat menguntungkan operator kereta api dalam berbagai cara. Karena membutuhkan sistem dengan kabel yang lebih sedikit yakni hanya satu persen diperlukan dibandingkan dengan solusi saat ini.

Mengikuti keberhasilan tes awal ini, SENVISYS telah memulai proses perolehan sertifikasi jalur kereta api yang diperlukan untuk teknologi tersebut.

Baca juga: Bunyi Lonceng Kereta di Perlintasan Sebidang, Antara Manfaat dan Penebar Polusi Suara

Bidang lain yang menarik adalah penerapan teknologi getaran untuk kereta otonom. Roll-out dari kereta tanpa pengemudi telah terhalang oleh kurangnya sensor untuk merekam penghalang atau kerusakan pada track. Dalam pengertian ini, SENVISYS dapat menjadi salah satu teknologi yang memungkinkan untuk mendukung transportasi kereta api di Eropa sepenuhnya.