Sepanjang Mei 2019, Boeing Tak Dapat Orderan (Lagi)

Boeing 737 MAX 8. Sumber: istimewa

Awan kelabu sepertinya belum berpindah dari Boeing. Setelah kemarin diberitakan bahwa perusahaan kedirgantaraan asal Negeri Paman Sam ini disangka bermasalah oleh Federal Aviation Administration (FAA) karena adanya temuan tentang cacat komponen pada pesawat jenis 737 MAX dan 737NG, kini beredar kabar bahwa Boeing kembali tidak mendapatkan pesanan dari pelanggan sepanjang bulan Mei 2019 kemarin.

Baca Juga: Duh! Tidak Ada Pesanan yang Masuk ke Boeing Sepanjang April 2019

Ya, absennya pesanan ke perusahaan ini merupakan kali kedua sepanjang tahun 2019 ini – setelah sebelumnya pada bulan April pun, Boeing mengalami polemik yang sama. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (11/6/2019), absennya pesanan ini merupakan salah satu buntut dari kasus jatuhnya dua pesawat jenis 737 MAX 8 yang dioperatori oleh Lion Air dan Ethiopian Airlines dalam kurun waktu kurang dari lima bulan.

Tapi grounded berjamaah terhadap 737 MAX yang dilakukan oleh maskapai di seluruh dunia ini bukanlah satu-satunya alasan dari absennya pesanan ke tubuh Boeing, melainkan minat dan kepercayaan pelanggan yang mulai menurun. Pasalnya, Boeing masih memiliki sekitar 5.000 pesanan pesawat dari berbagai pelanggannya, dan kebanyakan dari mereka tidak akan melanjutkan pesanan atau tidak akan menambah jumlah armadanya lagi.

Seolah tidak mau menekan dari segi mentalnya saja, Boeing juga harus menanggung malu karena pada pagelaran Paris Air Show yang rencananya dihelat pada minggu ketiga bulan Juni ini, Boeing harus membongkar absennya pesanan ke pihak mereka di hadapan Airbus – rival terbesarnya. Ya, biasanya baik Airbus maupun Boeing selalu mengumumkan jumlah pesanan yang masuk ke tubuh perusahaan masing-masing. Namun apa daya, yang masuk ke tubuh Boeing adalah nihil.

Baca Juga: Belum Rampung Masalah 737 MAX, Boeing Diterpa Isu Cacat Komponen di Seri 737NG

Sebenarnya, Boeing telah membatalkan 71 pesanan untuk pesawat jenis 737 MAX pada bulan Mei 2019 kemarin, namun ini tidak ada hubungannya dengan grounded berjamaah yang sudah disebutkan di atas. Pembatalan ini merupakan tindak lanjut Boeing atas pesanan dari maskapai asal India, Jet Airways. Pada bulan April lalu, Jet Airways gagal mendapatkan pinjaman dana dan pihak maskapai memutuskan untuk menghentikan operasinya.