BPS: 78 Persen dari Total Penumpang Kereta Berasal dari KRL Jabodetabek

Menjadi salah satu moda transportasi yang diminati, kereta api menjadi incaran masyarakat baik kereta listrik ataupun kereta jarak jauh di Pulau Jawa dan Sumatera. Karena menjadi yang diminatai ternyata sebanyak 38,5 juta orang tercatat menggunakan kereta api pada April 2019.

Baca juga: Ternyata Kereta Api Indonesia Sudah Berganti Logo 3 Kali

Hal ini di catat oleh Badan Pusat Stastistik (BPS) yang mengatakan adanya kenaikan sebesar 0,16 persen dibandingkan pada bulan Maret 2019 kemarin. Jumlah ini sendiri sebagian besar merupakan penumpang Jabodetabek yang adalah penumpang pelaju atau commuter.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jumlah ini sendiri di dominasi penumpang kereta listrik (KRL) Jabodetabek sebanyak 28,1 juta atau 78,37 persen dari total penumpang kereta api. Tak hanya itu, peningkatan juga terjadi di wilayah Jawa yang bukan Jabodetabek dan Sumatera.

“Kenaikan itu masing-masing untuk Jawa bukan Jabodetabek sebesar 5,10 persen dan 2,93 persen di Sumatera. Sebaliknya ada penurunan jumlah penumpang di wilayah Jabodetabek sebesar 1,07 persen,” ujar Suhariyanto yang dikutip KabarPenumpang.com dari merdeka.com (10/6/2019).

Meski begitu jika di total secara kumulatif penumpang kereta api dari Januari hingga April 2019 mencapai 138,6 juta orang dan ini naik 0,68 persen bila dibandingkan periode sama di tahun 2018 kemarin. Peningkatan tersebut terjadi di Pulau Jawa bukan Jabodetabek sebesar 11,55 persen dan Sumatera 12,60 persen.

Namun, Jabodetabek sendiri menurun hingga 1,88 persen bila di total secara kumulatif. Adanya kenaikan penumpang tidak sama dengan jumlah barang yang diangkut, sebab ada penurunan sebesar 7,79 persen dibandingkan bulan lalu yang menjadi 3,9 juta ton.

“Sebagian besar barang yang diangkut tersebut tercatat di wilayah Sumatera sebanyak 2,7 juta ton atau 70 persen dari total barang yang diangkut dengan kereta api. Penurunan jumlah barang terjadi di semua wilayah Jawa bukan Jabodetabek dan Sumatera masing-masing turun sebesar 0,94 persen dan 10,44 persen,” kata Suhariyanto.

Baca juga: Tandingi Layanan Dunia Dirgantara, Otoritas Kereta Api Rusia Siap Ganti Kereta Sleepers Legendaris

Selama periode Januari-April 2019 kumulatif jumlah barang yang diangkut kereta api mencapai 16,1 juta ton atau naik 4,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2018. Peningkatan terjadi di wilayah Sumatera sebesar 7,93 persen, sementara itu wilayah Jawa non-Jabodetabek turun sebesar 2,17 persen.