Muhammad Syaugi – Dari Penerbang Jet Tempur Kini Menjadi Komisaris Utama PT MRT Jakarta

Muhammad Syaugi. Sumber: istimewa

Setelah resmi mengular pada April lalu, PT MRT Jakarta melakukan pergantian komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dihelat pada Rabu (12/6/2019). Dalam hal ini, PT MRT Jakarta mengangkat Muhammad Syaugi (M. Syaugi) sebagai Komisaris Utama menggantikan Rukijo yang sebelumnya menjabat sebagai Plt. Komisaris Utama Perseroan yang telah menduduki posisi tersebut sejak 10 Mei 2018.

Baca Juga: Soerjanto Tjahjono – “Ilmu Yang Diterapkan Langsung, Jadi Kunci Kesuksesan Kinerja di KNKT”

Tidak hanya M. Syaugi yang diangkat oleh PT MRT Jakarta, melainkan juga Adnan Pandu Praja yang dipercaya untuk mengisi posisi sebagai Komisaris Perseroan, menggantikan Yusmada Faizal yang telah mengabdi sejak 24 Agustus 2016.

Bagi sebagian kalangan, nama M. Syaugi sudah tidak asing lagi di telinga. Pria yang lahir di Malang, 10 Desember 1960 silam ini sudah sangat banyak memakan asam garam di kalangan eksekutif. Sebelum naik menjadi Komisaris Utama PT MRT Jakarta, Purnawirawan bintang tiga TNIa AU ini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Pancarian dan Pertolongan (BASARNAS) yang ke-13, terhitung sejak 1 Februari 2017 hingga 25 Januari 2019.

Sebelum didaulat sebagai Kepala BASARNAS, M. Syaugi sudah terlebih dahulu menduduki jabatan sebagai Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kemhan RI terhitung sejak 15 Juli 2014 hingga 1 Februari 2017. Lebih jauh lagi, M.Syaugi juga sempat mengemban tanggung jawab sebagai Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I (10 Desember 2012 – 15 Juli 2014), Komandan Pangkalan Udara Iswahyudi (25 Juli 2011 – 10 Desember 2012),

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, M. Syaugi merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) pada tahun 1984 dan peraih Adhi Makayasa – penghargaan tahunan kepada lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan Kepolisian.

Setelah lulus dari AAU pada tahun 1984, M. Syaugi melanjutkan jenjang pendidikannya di Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) pada tahun selanjutnya. Lalu di tahun 1992, M. Syaugi bertolak ke Bandung untuk kembali mengenyam pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau).

Sebagai perwira TNI AU, M. Syagi adalah seorang penerbang tempur, dimana ia mengawaki F-16 Fighting Falcon hingga mencapai 2.000 jam terbang. Saat berpangkat Letnan Kolonel, Syaugi dengan F-16-nya berhasil melakukan uji coba penembakan rudal udara ke permukaan, AGM-65 Maverick.

Ia juga sempat duduk di bangku Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) dan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI), sebelum akhirnya bergabung dengan Program Pendidikan Reguler Angkatan Lembaga Ketahanan Nasional (PPRA LEMHANNAS) di tahun 2010.

Baca Juga: Silvia Halim – Srikandi di Balik Konstruksi MRT Jakarta

Tidak hanya Adhi Makayasa saja, sejumlah tanda kehormatan juga berhasil dikantongi oleh M. Syaugi; seperti Satyalancana Dwidya Sistha Ulangan I, Satyalancana Wirakarya, Satyalancana Darmanusa, Satyalancana Wiradharma, dan masih banyak lagi.

Wah, ternyata M. Syaugi bukanlah sosok yang bisa dipandang sebelah mata, ya! Bertabur penghargaan dan bermodalkan segudang pengalaman akan menjadikannya sosok yang disegani di tubuh PT MRT Jakarta. Selamat bertugas, Marsekal!