Wednesday, April 15, 2026
HomeAnalisa AngkutanSerangan Udara di Teheran Hancurkan Satu-satunya Boeing 747-100 yang Tersisa di Dunia

Serangan Udara di Teheran Hancurkan Satu-satunya Boeing 747-100 yang Tersisa di Dunia

Dunia penerbangan baru saja kehilangan salah satu ikon paling langka dalam sejarah kedirgantaraan. Sebuah serangan udara di Bandara Internasional Mehrabad, Teheran, pada 6 Maret 2026, dilaporkan telah menghancurkan satu unit pesawat tanker KC-747 milik Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF).

Kehancuran ini bukan sekadar kerugian materil bagi kekuatan militer Iran, melainkan penanda berakhirnya era operasional Boeing 747-100 terakhir yang masih aktif terbang di seluruh dunia.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, serangan tersebut menghantam pesawat yang tengah diparkir di apron bandara. Pesawat dengan nomor registrasi 5-8107 (nomor seri pabrikan 20082) ini menjadi korban dalam operasi yang diklaim merusak sejumlah aset udara di pangkalan tersebut.

Citra yang beredar menunjukkan kerusakan struktural yang sangat parah akibat api pada bagian badan pesawat (fuselage) dan sayap. Di usianya yang telah mencapai 55 tahun, hantaman tersebut secara praktis mengakhiri masa dinas panjang sang “Kucing Besar” yang telah menjadi saksi bisu berbagai gejolak sejarah.

Pesawat yang hancur ini memiliki sejarah yang luar biasa unik. Awalnya diproduksi sebagai varian Boeing 747-131, ia merupakan bagian dari generasi pertama “Jumbo Jet” yang mengubah wajah penerbangan sipil dunia sejak diperkenalkan pada tahun 1970.

Melawan Mustahil: Bagaimana Iran Membangun ‘Boeing Rahasia’ di Tengah Kepungan Sanksi

Perjalanan hidupnya dimulai pada tahun 1971 saat beroperasi untuk maskapai Trans World Airlines (TWA). Namun, takdir membawanya ke ranah militer ketika pada tahun 1975, pesawat ini dikonversi oleh Boeing menjadi pesawat tanker untuk memenuhi pesanan Angkatan Udara Kekaisaran Iran di era Shah. Hebatnya, meski diterpa embargo suku cadang yang sangat ketat pasca-revolusi 1979, teknisi Iran berhasil melakukan keajaiban teknis untuk menjaga raksasa ini tetap layak terbang selama hampir setengah abad.

Sebagai hasil konversi dari pesawat penumpang wide-body, KC-747 menjadi salah satu tanker pengisi bahan bakar terbesar yang pernah ada di dunia. Pesawat ini mampu membawa lebih dari 180.000 liter bahan bakar, memberikan jangkauan operasional yang sangat jauh bagi jet tempur garis depan. Dilengkapi dengan sistem boom dan drogue, ia bertugas menyuplai energi bagi jet-jet tempur legendaris Iran seperti F-4 Phantom dan F-14 Tomcat.

Dengan panjang 70,6 meter, pesawat ini adalah target strategis yang masif. Keberadaannya memungkinkan Iran melakukan patroli udara jangka panjang di wilayah Teluk yang luas.

Kehancuran unit ini membawa dampak yang sangat dalam, baik secara operasional maupun historis. Dari sisi militer, hilangnya KC-747 melumpuhkan kemampuan logistik udara Iran dalam mendukung armada tempurnya untuk terbang jauh dari pangkalan.

Secara historis, dunia kini resmi kehilangan varian 747-100 terakhir yang masih operasional. Varian ini adalah model dasar yang memperkenalkan konsep kabin dua lorong dan dek atas ikonik yang menjadi ciri khas keluarga 747 selama puluhan tahun.

Dengan hancurnya KC-747 di Mehrabad, bab terakhir dari sejarah operasional generasi pertama Boeing 747 kini resmi tertutup. Sang pelopor era jet jumbo itu kini hanya tersisa dalam lembaran buku sejarah dan puing-puing di sudut pangkalan udara yang kini sepi.

Mengintip ‘Isi Perut’ Pesawat yang Dikorbankan Iran Demi Menjaga Langit Tetap Terbuka

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru