Dunia penerbangan internasional kembali menyoroti strategi terbaru dari Turkish Airlines yang memberikan sinyal kuat untuk menghidupkan kembali kabin Premium Economy. Setelah absen selama 12 tahun sejak penghentian layanan serupa yang dulunya dikenal sebagai “Comfort Class”, maskapai pelat merah Turki ini tengah mengevaluasi kembalinya opsi kursi kelas menengah ini guna menjawab dinamika permintaan pasar global yang terus berkembang.
Berdasarkan survei mendalam yang dikirimkan kepada anggota loyalitas Miles&Smiles baru-baru ini, terlihat jelas bahwa maskapai tersebut sedang merancang strategi produk yang lebih komprehensif untuk rute jarak jauh mereka.
Sejarah mencatat bahwa Turkish Airlines sebenarnya termasuk pengadopsi awal kelas ini melalui peluncuran Comfort Class pada armada Boeing 777-300ER sekitar 15 tahun silam. Layanan tersebut menawarkan kursi yang lebih lebar dengan tata letak 2-3-2 yang memberikan kenyamanan ekstra di atas kelas ekonomi standar namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan kelas bisnis. Sayangnya, pada tahun 2013, layanan ini dihentikan dengan alasan kurangnya permintaan serta adanya fenomena “kanibalisasi” di mana banyak penumpang kelas bisnis beralih ke Comfort Class karena nilai fungsionalnya yang dianggap sangat kompetitif.
Namun, lanskap industri penerbangan di tahun 2026 telah banyak berubah. Premium Economy kini menjadi salah satu segmen kabin dengan pertumbuhan tercepat dan paling menguntungkan bagi banyak maskapai dunia. Kelas ini terbukti sangat efektif untuk menarik penumpang ekonomi yang ingin melakukan “upsell” atau peningkatan layanan tanpa harus membayar harga selangit kelas bisnis. Bagi Turkish Airlines, kehadiran kembali kelas ini menjadi sangat krusial seiring dengan ekspansi jaringan penerbangan ultra-jauh mereka, termasuk rencana pembukaan rute nonstop ke Australia yang menuntut kenyamanan ekstra bagi penumpang selama belasan jam di udara.
Salah satu tantangan utama yang harus diatasi dalam peluncuran kembali ini adalah konsistensi armada. Pengalaman di masa lalu menunjukkan bahwa terbatasnya jumlah pesawat yang dilengkapi kursi premium menyebabkan kendala operasional saat terjadi pergantian pesawat mendadak, yang sering berujung pada kekecewaan penumpang. Untuk menghindari hal serupa, Turkish Airlines kemungkinan besar akan mengintegrasikan kabin baru ini secara lebih merata pada armada masa depan mereka, seperti Airbus A350 dan Boeing 787 Dreamliner. Dengan langkah strategis ini, Turkish Airlines berharap dapat memperkuat daya saingnya di kancah global sekaligus meningkatkan kepuasan penumpang pada rute-rute paling prestisius mereka.
Enam Maskapai ini Dikenal Punya Layanan Ekonomi Premium Terbaik
