Setelah Misi di Palu, ATR-72 600 Garuda Indonesia Kembali Diterjunkan dalam Operasi Bantuan Kemanusiaan di NTT

0

Untuk kedua kalinya, Garuda Indonesia mengerahkan pesawat komuter bermesin propeller ATR-72 600 untuk mendukung misi bantuan kemanusiaan. Setelah dioperasikan untuk mendukung misi bantuan korban bencana gempa bumi di Palu pada tahun 2018. Kini pesawat produksi Perancis itu juga dikerahkan untuk bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang di sejumlah di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Angkut Petugas dan Bantuan Kemanusiaan, Garuda Indonesia Terbangkan ATR-72 600 Ke Palu

Penerbangan kemanusiaan tersebut menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 yang diberangkatkan dari Makassar pada pukul 04.30 WITA dan tiba di Kupang pada pukul 07.00 WITA. Penerbangan tersebut mengangkut sejumlah barang bantuan bagi para masyarakat yang terdampak bencana, di antaranya berupa sembako, obat-obatan, dan pakaian yang berasal dari sejumlah BUMN maupun relawan lainnya. Selain itu, penerbangan tersebut turut mengantarkan petugas kemanusiaan yang akan bertugas dalam percepatan penanganan bencana dari BNPB maupun pemangku kepentingan terkait lainnya.

Selanjutnya, pesawat ATR 72-600 tersebut juga akan mendistribusikan bantuan kemanusiaan serta mendukung mobilitas petugas penanganan bencana di sejumlah lokasi bencana, khususnya di wilayah-wilayah perbatasan seperti Lembata, Alor, Larantuka dan Atambua selama beberapa hari ke depan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, “Kami menyampaikan rasa simpati dan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana alam ini. Dapat kami pastikan bahwa Garuda Indonesia sebagai national flag carrier akan terus mengoptimalkan peran aktifnya dan berada di garda terdepan dalam mendukung aksesibilitas masyarakat dan jaringan logistik, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.”

Irfan menambahkan, “Kami memahami bahwa pendistribusian bantuan logistik kemanusiaan di tengah situasi yang sulit ini menjadi faktor krusial dalam memastikan upaya percepatan penanganan bencana dapat berlangsung optimal. Karenanya, kami berharap melalui pengoperasian penerbangan kemanusiaan ini dapat menjadi salah satu wujud kontribusi kami dalam memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana ini dapat terpenuhi dengan baik.

Baca juga: Akankah Regional Aircraft Kembangan Airbus Mampu Goyang Pasar ATR-72?

ATR-72 600 dipilih untuk melakukan penerbangan bantuan dikarenakan kemampuannya, di mana pesawat ini dapat mendarat dan lepas landas di runway yang relatif pendek (1.170 meter).