Setelah Tiga Dekade Dirahasiakan, Interior “Japanese Air Force One” Diperlihatkan ke Publik

0
Setelah lebih dari tiga dekade dirahasiakan, interior Japan’s Air Force One atau pesawat kenegaraan Jepang akhirnya dipamerkan ke publik mulai tanggal 5 Juni waktu setempat. Foto: Ishikawa Aviation Plaza via Forbes

Setelah lebih dari tiga dekade dirahasiakan, interior Japanese Air Force One atau pesawat kenegaraan Jepang akhirnya dipamerkan ke publik mulai tanggal 5 Juni lalu waktu setempat. Rencananya, Boeing BA 747-400 yang sudah berpindah tangan ke swasta itu akan terus dipamerkan hingga beberapa hari ke depan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan selama di area pameran.

Baca juga: Pentagon Umumkan Desain “Air Force One” Terbaru, Identik dengan Maskapai Trump Shuttle

Dalam pameran tersebut, pengunjung akan disuguhkan dengan ruang VIP pesawat, dimana perdana menteri dan keluarga kekaisaran Jepang banyak menghabiskan waktu di area tersebut selama dalam penerbangan. Ruangan tersebut terletak di bagian hidung pesawat, tepat di bawah kokpit yang berada di lantai atas.

Sebagai pesawat kenegaraan, sudah barang tentu pesawat disulap sedemikian rupa untuk mendukung tugas-tugas pemimpin negara. Tak heran bila pesawat yang sudah dioperasikan oleh Jepang sejak tahun 1993 hingga 2019 dilengkapi dengan berbagai fitur, mulai dari meeting room, tempat tidur, sofa panjang, televisi, meja meeting panjang, telepon satelit, hingga kursi premium. Semua fitur-fitur tersebut hanya dapat ditemukan di ruang VIP.

Sayangnya, pengunjung pameran yang digelar di Ishikawa Aviation Plaza, museum dirgantara kebanggaan masyarakat Jepang yang terletak di kota Komatsu, Prefektur Ishikawa ini tidak diperkenankan masuk, melainkan hanya melihat dari luar saja. Panitia penyelenggara telah menyiapkan sebuah dinding kaca besar transparan untuk memfasilitasi pengunjung melihat-lihat sekaligus membatasinya. Jadi, pameran di museum tersebut hanya menyuguhkan ruang VIP saja dari sekian banyak area di pesawat dalam bentuk utuh. Adapun bagian lainnya dipamerkan di Air Park, Hamamatsu, tak jauh dari Tokyo dan Osaka.

Atas dasar keselamatan dan keamanan VIP, pesawat kenegaraan yang telah mengantarkan perdana menteri Jepang dan keluarga kekaisaran ke seluruh dunia itu interiornya memang tak pernah diketahui publik; termasuk pada saat pendekorasian ulang, dari standar pabrik ke standar pesawat kenegaraan Jepang. Di beberapa negara, bahkan, lebih ketat lagi. Jangankan interiornya, kapan pesawat tersebut mengudara bahkan tak pernah boleh diketahui publik.

Diberitakan Forbes, dari tiga dekade yang dilalui, Japan’s Air Force One tercatat pernah mengalami periode tersibuk pada tahun 2005 dengan 21 misi yang mencakup kunjungan kenegaraan, tugas keluarga Kekaisaran, dan penerbangan untuk mendukung bantuan kemanusiaan pasca gempa bumi Kashmir di Pakistan. Namun, secara keseluruhan, Boeing BA 747 yang tugasnya sudah digantikan oleh Boeing 747-8 ini telah terbang ke lebih dari 250 kota di 100 negara di dunia.

Baca juga: Tak Sadar Injak Tisu Saat Naiki Air Force One, Video Donald Trump Menjadi Viral

Walaupun tak secara gamblang mengakui, keputusan Jepang untuk mempertahankan interior pesawat kenegaraan dinilai menyadur sekutunya, Amerika Serikat, dimana seluruh pesawat legendaris yang banyak berjasa untuk negeri, termasuk pesawat kenegaraan atau US Air Force One, diabadikan di berbagai museum di seluruh penjuru negeri.

Namun, Jepang tidak serta melakukan hal itu. Sebelumnya, pesawat kenegaraan terlebih dahulu dijual dengan harga fantastis sebesar Rp398,8 M atau sebesar USD 28 juta mulai tahun lalu. Dari dua pesawat itu, satu di antaranya dikabarkan sudah laku dan tengah dikonversi menjadi pesawat kargo. Nah, satu pesawat lainnya itulah yang sampai saat ini belum laku dijual dan tengah dipertimbangkan untuk diabadikan di museum.

Leave a Reply